
Sebetulnya desas desus tentang Ezio yang mempunyai anak sudah terdengar sejak lama, namun para pencari berita tidak ada yang berani mencari informasi tersebut, seakan mereka menutup-nutupi akan hal itu, karena mereka takut dengan kekuasaan dari Keluarga Dwayn.
Akan tetapi, karena banyaknya permintaan pasar yang menginginkan klarifikasi dari pemberitaan tersebut, membuat para pencari berita secara sembunyi-sembunyi mengumpulkan semua informasi tentang Ezio dan Zarina.
Akhirnya, setelah mengudara setidaknya kurang lebih sekitar delapan belas jam di dalam pesawat, pesawat yang Ezio dan Zarina naiki sampai juga di salah satu Bandara yang ada di Negara Prancis.
Kedatangan Zarina langsung di sambut dengan turunnya salju, karena memang saat ini waktunya musim dingin di Negara Prancis.
" Dingin sekali Papi ",, kata Zarina ketika akan turun dari dalam pesawat.
Ezio lupa jika saat ini adalah musim dingin di Negaranya, jadi dia juga lupa tidak membelikan atau membawakan pakaian super tebal untuk sang putri.
" Ini musim salju Zarina, pakailah mantel Papi, biar kamu tidak kedinginan ",, jawab Ezio kepada Zarina.
Ezio langsung melepaskan mantel tebal yang di pakainya, dia rela kedinginan yang penting sang putri tercinta tidak merasa kedinginan di saat udara sedang berada di bawah minus derajat celcius.
" Papi dingin ",, kata Zarina lagi.
Walau Zarina sudah memakai mantel tebal milik sang Papi, akan tetapi Zarina masih merasa kedinginan, karena suhu tubuhnya belum terbiasa dengan cuaca dingin seperti saat ini.
" Ayo segera kita pulang sayang, nanti kamu bisa menghangatkan tubuh kamu di rumah ",, kata Ezio.
" Sini Papi gendong ",, kata Ezio lagi.
Ezio dengan sigap langsung menggendong Zarina di depan tubuhnya dan dia dekap dengan sangat erat sekali.
Ezio terus berjalan menuju ke dalam mobil yang sudah menunggunya sejak kemarin.
Ketika sudah berada di dalam mobil, Ezio langsung menyuruh salah satu anak buahnya untuk membelikan mantel khusus anak-anak yang bagus, mahal dan pastinya nyaman di saat sedang dipakai oleh Zarina.
" Papi dingin ",, kata Zarina lagi semakin menggigil.
" Tahan sebentar sayang, sebentar lagi kita akan sampai di rumah ",, kata Ezio sambil mendekap erat tubuh sang putri.
Wajah Zarina sudah mulai memutih dan terlihat pucat, karena perubahan suhu yang sangat tiba-tiba sekali untuk tubuhnya.
" Cepat sedikit, anak saya sudah kedinginan ",, kata Ezio kepada anak buahnya.
" Maaf Tuan, saya tidak bisa lebih cepat lagi, karena jalanan licin dan tertutup salju, jika kecepatan lebih cepat dari ini, mobil ini bisa tergelincir dan mengalami kecelakaan ",, jawab sang anak buah kepada Ezio.
" Baiklah, tetaplah hati-hati ",, kata Ezio.
" Perbesarlah suhu penghangat ruangannya ",, kata Ezio lagi.
" Ini sudah maximal Tuan, jika dilebihkan lagi, nanti bisa over heat ",, jawab sang anak buah kepada Ezio.
Ezio hanya bisa menghela nafasnya, karena dia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan untuk membuat sang putri tidak kedinginan seperti saat ini.
Yang bisa dilakukan oleh Ezio sekarang, cuma mendekapnya dengan erat, supaya Zarina tidak semakin kedinginan.
Sedangkan Syahlaa yang untuk pertama kalinya ditinggal pergi jauh oleh Zarina, dia tidak n4f5u makan, dan tidak bisa tidur sama sekali, dan hal itu membuat baby Aara menjadi rewel.
Sebab ASI sang Mama terasa hambar, tidak segar, dan membuat baby Aara menjadi lapar, hingga tidur nyenyak baby Aara jadi terganggu.
Alzam yang baru pertama kali mengurus seorang baby, dia sedikit kewalahan bagaimana cara membuat sang baby berhenti menangis.
__ADS_1
Begitupun dengan Syahlaa, dia pun juga merasa bingung, karena pikirannya menjadi kacau dan dia menjadi semakin stres.
Pikiran Syahlaa terbelah menjadi banyak, dia kepikiran dengan Zarina di sana sedang apa, kepikiran dengan baby Aara yang rewel menangis terus dan selalu mintanya digendong.
Semua itu membuat Syahlaa hampir saja terkena baby blues syndrome, jika dia tidak dibantu oleh Alzam atau terkadang Umi Anum.
Faiha dan Rain yang masih ada di rumah Alzam, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa selain merasa sedih melihat keadaan dari sang keponakan yang sedang rewel.
Sebab baby Aara tidak mau digendong oleh mereka berdua sama sekali, maunya dengan Syahlaa maupun dengan Alzam.
" Aara kenapa Syahlaa, Alzam, kenapa dia tidak bisa diam, Umi sampai di telepon sama Faiha ",, kata Umi Anum yang baru saja datang ke rumah Alzam.
Padahal waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, namun tidak menyurutkan sang Umi datang diantar oleh Abi Aasim menggunakan sepeda motor.
" Entahlah Umi, sejak seharian ini dia rewel terus, tidak mau minum ASI, tidak mau tidur, kalau pun tidur cuma sebentar saja, dan jika tidur juga tidak mau ditaruh, maunya di gendong terus ",, jawab Syahlaa kepada Umi Anum.
" Coba sini Umi gendong ",, kata Umi Anum.
Syahlaa langsung saja memberikan baby Aara kepada Umi Anum, dan Umi Anum mencoba menenangkan baby Aara yang sedang menangis.
Malam itu semua orang dewasa tidak ada yang tidur sama sekali, sebab baby Aara yang terus menangis tiada henti.
" Coba kamu makan lagi Syahlaa, kamu sudah makan malam belum?? ",, tanya Abi Aasim.
" Sudah Abi, walau sedikit ",, jawab Syahlaa.
" Makan lagi yang banyak, siapa tahu ASI kamu tidak ada isinya ",, kata Umi Anum kepada Syahlaa.
" Ayo Mama, Ayah temani makan ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
Syahlaa dan Alzam langsung berlalu menuju ke ruang makan untuk makan lagi, walau perut sudah terasa kenyang dan jam pun sudah hampir menunjukkan terngah malam, semua itu tidak menyurutkan Syahlaa dan Alzam untuk makan demi sang buah hati tercinta.
Apalagi Alzam, dia makan cuma untuk menemani Syahlaa, supaya semakin bersemangat untuk makan.
Rain dan Faiha, ingin mencoba bergantian menggendong baby Aara, sekaligus untuk belajar cara mengurus baby.
Namun baru sebentar diam ketika digendong oleh Faiha, sekarang baby Aara menangis lagi.
" Coba berikan kepada Kakak, biar Kakak yang menimang dia ",, kata Rain kepada Faiha.
Faiha hanya mengangguk saja, dan akhirnya baby Aara berpindah gendongan kepada Rain.
Baby Aara masih belum mau diam sama sekali, walau dia sudah berpindah ke gendongannya Rain, tapi Rain terus berusaha menimang dan menenangkan baby Aara.
" Oh ya Umi, umur Aara sudah tujuh hari, kapan akan diadakan aqiqah untuknya?? ",, tanya Abi Aasim kepada Umi Anum.
" Kata Syahlaa dan Alzam besok Abi, maaf Umi lupa tidak memberitahukan kepada Abi ",, jawab Umi Anum kepada Abi Aasim.
" Iya tidak apa-apa, lagi pula dari kemarin Abi juga tidak ada di rumah ",, jawab Abi Aasim.
Setelahnya, Abi Aasim berlalu menuju ke ruang makan untuk menemui Syahlaa dan Alzam.
" Katanya besok mau diadakan syukuran Alzam, apakah kamu sudah menyiapkan semuanya?? ",, tanya Abi Aasim kepada Alzam.
" Sudah Abi ",, jawab Alzam.
__ADS_1
Abi Aasim hanya mengangguk saja menanggapi Alzam.
" Makan yang banyak Syahlaa, supaya Aara bisa tidur nyenyak malam ini, karena dia sedang menyu5u denganmu ",, kata Abi Aasim kepada Syahlaa.
" Iya Abi ",, jawab Syahlaa.
" Kalau begitu Abi mau ke depan lagi, mau ikut bantu menenangkan Aara ",, kata Abi Aasim.
Alzam dan Syahlaa hanya mengangguk saja kepada Abi Aasim.
" Apakah Mama sedang banyak pikiran, karena Ayah perhatikan Mama tidak naf5u makan ",, kata Alzam selepas Abi Aasim sudah pergi.
" Mama cuma rindu dengan Zarina, Ayah ",, jawab Syahlaa sambil menampilkan wajah sedihnya.
" Tenanglah Mama, jangan begini terus, mood seorang Ibu yang baru saja melahirkan akan sangat berpengaruh untuk babynya, lihatlah Aara saat ini sedang rewel terus ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
" Iya Ayah, Mama tahu, dan Mama sadar, jika Aara menangis juga karena Mama, apalagi seharian ini Mama makan cuma pas tadi sama saat ini saja ",, jawab Syahlaa merasa bersalah.
" Sekarang makan yang banyak Mama, jangan seperti ini terus, jika Mama kangen atau rindu dengan Zarina, nanti kita bisa mencoba menelpon dia ",, nasihat dari Alzam lagi.
" Tuan Ezio juga berhak bahagia dengan Zarina, Mama ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
" Iya Ayah, Maafkan Mama ",, jawab Syahlaa sambil menunduk.
" Sudah tidak apa-apa, sekarang makan lagi, setelah itu coba ayo tidurkan Aara dan berikan dia ASI ",, kata Alzam.
Syahlaa hanya mengangguk saja, dan dia dengan cepat serta semangat menghabiskan makanan yang sedang dia makan.
Selesai makan, Syahlaa langsung mencoba menenangkan Aara lagi, dan akhirnya berhasil.
Sambil Syahlaa gendong dan dia beri ASI, baby Aara perlahan mulai memejamkan matanya, dan saat ini baby Aara sudah tenang tidak serewel tadi.
Bisa jadi, karena Aara merasa lapar, dan ASI yang Syahlaa miliki tidak enak rasanya, karena kurang asupan makanan, serta terlalu banyak pikiran.
Itulah kenapa jika Ibu menyusui, dia harus berkecukupan makan, supaya produksi ASI yang dihasilkan bisa maksimal.
Setelah melihat baby Aara tenang, dan bisa tertidur dengan cukup nyenyak, Abi Aasim dan Umi Anum berpamitan pulang ke rumah, di saat waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam.
Malam ini adalah pelajaran cukup berharga bagi Syahlaa dan juga Faiha, walau Syahlaa sudah pernah mempunyai anak, tapi Zarina tidak pernah serewel Aara seperti sekarang.
Pesan untuk para suami, jika istri kamu tidak lagi secantik dulu, dia begitu karena anakmu, dia lebih mementingkan membeli kebutuhan anak, daripada kebutuhan pribadinya.
Bila istri kamu tidak se53Xi dulu, itu juga demi anakmu, supaya dia tidak kekurangan ASI atau makanan mubadzir jika dibuang.
Dan jika istri kamu banyak mengeluh, itu semua karena anakmu plus kamu, sebab kamu sebagai suami tidak mengerti untuk meringankan beban seorang istri.
Mood, kecantikan, dan yang ada pada istri itu tergantung suami, karena jika suami tidak bisa modal, tentu saja sang istri tidak akan bisa secantik dulu.
Tapi itu semua tidak bisa menjadi patokan, karena semua itu juga tergantung dari pribadi sang istri itu sendiri.
Dalam beberapa hadits Rasulullah SAW disebutkan bahwa pekerjaan rumah tangga adalah kewajiban suami. Sederet kegiatan mulai dari mencuci baju, membersihkan rumah hingga menyiapkan makanan, semuanya termasuk dalam pekerjaan rumah tangga.
Namun jika dilakukan para istri maka pahalanya setara dengan jihad.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
__ADS_1
...***TBC***...