
Ayla dan Alveer pagi ini bangun kesiangan karena drama ibu hamil yang lapar ditengah malam akhirnya keduanya terjaga hingga jam 3 pagi setelah menyantap nasi goreng buatan Al
" Mas bangun, kita kesiangan mas" Ayla mengguncang tubuh Al yang masih terlena dengan alam mimpinya
" Mas ih susah banget sih dibangunnya!" kesal Ayla
" Iya mas udah bangun kok" Al merenggangkan otot-ototnya yang kencang
" Udah cepat lekas bangun lalu mandi!' ucap Ayla
" Iya," Al mendudukkan dirinya di atas kasur
" Aku mau mandi duluan ya!" ucap Ayla yang seditik kemudian tangannya di tarik oleh Al
" Ada apa mas?" tanya Ayla menoleh
" Mandi bareng aja ya!"
Ayla menggeleng, dia tidak mau semakin telat jika sampai mandi bersama suaminya yang pasti bukan mandi biasa
" Kenapa?"
Ayla tertawa kecil " Yang ada kita tuh semakin telat mas kamu itu kan jahil bin usil" sahut Ayla yang hendak pergi meninggalkan Al ke kamar mandi
" Tidak sayang, aku tidak akan menjahilimu kali ini, untuk mempersingkat waktu aja sayang, aku janji kali ini cuma sekedar mandi aja tidak lebih"
Ayla menaikan satu alisnya " Apa kamu bisa dipercaya mas?" tanya Ayla
Al tertawa " Kau ini tidak percaya sekali sayang dengan suamimu ini"
" Karena mas itu suka mesum dan tidak pernah tau tempat dan waktu" ucap Ayla yang langsung menyelonong masuk ke dalam kamar mandi
Al kembali tertawa setelah pintu kamar mandi di tutup dari dalam
Setelah keduanya rapih mereka langsung pergi ke kantor karena Ayla bangun kesiangan mereka pun tidak sempat sarapan di rumah, jadi mereka memilih mampir sebentar di sebuah kedai bubur ayam pinggir jalan
" Kamu yakin kita akan sarapan bubur di tempat ini sayang?" tanya Al menatap ke sekeliling kedai bubur ayam yang cukup antri pembeli
" Iya mas, aku yakin sangat yakin malah. bubur ayam disini itu terkenal enak loh mas, ayok masuk aku sudah lapar mas!" Ayla menarik tangan Al masuk ke dalam kedai tersebut
Ayla duduk di pojok dekat tembok karena Al tidak mengizinkan Ayla duduk dekat laki-laki lain yang sedari tadi terlihat mencuri-curi pandang ke arahnya
Tidak berapa lama pesanan bubur Ayla pun datang, tanpa menunggu lama lagi Ayla menuangkan kuah, kecap dan sedikit sambel ke dalam mangkuk bubur ayam miliknya tidak lupa juga ia taburkan kerupuk.
Ayla menikmati bubur ayamnya yang dia rasa sangat pas diludahinya, Ayla pun mengambil toping sate telur puyuh yang ada di atas mejanya. Al menatap Ayla yang sedang menikmati bubur miliknya
" Kenapa mas, kok enggak dimakan sih buburnya? ini enak loh mas coba deh!" Ayla menuangkan kuah dan juga kecap serta kerupuk diatas bubur untuk Al
" Coba deh mas, mas pasti suka sama bubur ayam pakde Indro!" ucap Ayla menyuapi bubur kedalam mulut Al
__ADS_1
Awalnya Al nampak ragu tapi setelah merasakan sesendok rasanya sungguh enak dilidah, Al pun tersenyum dan mengangguk menandakan kalau dia sependapat dengan Ayla yang mengatakan bubur ayam yang dimakannya itu enak sangat enak malah.
Ditengah mereka menikmati sarapan pagi mereka dengan bubur ayam pakde Indro yang memang cukup terkenal di kalangan para karyawan, mahasiswa dan juga pelajar tiba-tiba ada seorang gadis yang datang menghampiri keduanya.
" Ayla... pak Al... kalian makan bubur disini juga?" Tanya gadis tersebut yang sontak saja membuat Ayla tersedak
" Uhukkk.... Uhukkk....!"
Al dengan sigap langsung memberikan air minum kepada Ayla " Ini minum dulu sayang!" ucap Al sambil mengusap-usap punggung Ayla
Mata gadis itu membulat sempurna mendengar kata sayang dan juga perlakuan pria yang berada di samping Al yang merupakan atasannya itu begitu perhatian dan bersikap begitu lembut terhadap Ayla
" Ka... kalian?" ucapnya terbata menatap Ayla dan Al bergantian
" Udah loe duduk aja dulu sini, jangan berdiri terus nanti Loe syok terus pingsan gue juga yang repot. udah sini duduk!!" pungkas Ayla
" Gue butuh penjelasan!" ucap Mina yang kemudian duduk berhadapan dengan Ayla
" Loe sama siapa kesini?" tanya Ayla seraya celingak-celinguk melihat keadaan sekitar takut ada karyawan lainnya juga yang turut makan bubur di sana
" Gue sendirian, Sasa katanya udah sarapan jadi berangkat duluan" sahut Mina
" Loe kok bisa kesini bersama pak Al, dan tadi pak Al manggil loe_?" Mina menggantungkan kata-katanya
" Loe jangan syok ya apalagi pingsan, gue tinggal kalau Loe sampai pingsan disini!" ucap Ayla
" Ya enggak lah" Mina menunggu tidak sabar
" Ah enggak asik loe!" Mina mengerucutkan bibirnya
" Udah loe sarapan aja dulu nanti gue kasih tau kok!" ucap Ayla
" Mas kalau udah selesai makan buburnya berangkat duluan aja ya ke kantornya, aku boleh kan bareng Mina?" ucap Ayla
Al nampak terdiam lalu detik kemudian ia pun mengangguk.
" Yaudah kalau gitu mas duluan kamu hati-hati ya!"
" Iya, buburnya biar nanti aku aja mas yang bayar" ucap Ayla
" Biar mas aja!" ucap Al
" Mas..mas!" panggil Al pada salah satu pegawai yang membantu pakde Indro melayani pelanggan
" Iya!" ucap pegawai tersebut setelah menghampiri Al
" Berapa semuanya ya mas sekalian sama yang itu?" tanya Al seraya menunjuk ke arah Mina
" 55 ribu pak!" ucapnya
__ADS_1
Al memberikan uang selembar berwarna merah " Ini, kembaliannya ambil saja!" ucap Al
" Terimakasih banyak pak!" ucap pegawai itu terlihat senang.
Setelah selesai membayar buburnya Al pun pergi meninggalkan Ayla bersama Mina.
" Ay Loe belum ngejelasin sama gue!" ucap Mina
" Apa loe yakin mau tahu sekarang? gue cuma takut loe syok terus pingsan doang, kalau sampai itu terjadi gue sih bakal tinggalin Loe disini" ucap Ayla
" Ya enggak lah mana mungkin gue pingsan, udah deh jawab Ay, apa Loe sama pak Al itu pacaran? Iya?" tebak Mina dan Ayla tertawa
" Lebih dari itu" sahut Ayla
" Lebih dari itu? maksudnya Loe sama pak itu udah tunangan?" tebal Mina lagi dengan menutup mulutnya
Ayla menggeleng lalu mengangkat tangannya dan mendaratkan diatas perutnya seraya mengusap-usapnya
Mina menatap bingung dengan apa yang Ayla lakukan dan detik kemudian Mina terkejut dengan pikirannya sendiri
" Ja...jangan bilang kalau Loe itu sedang hamil anaknya pak Al?" Mina benar-benar terlihat syok
" Tuh gue belum jawab aja muka Loe udah keliatan syok gitu" Cibir Ayla
" Terus maksud Loe apa ngelus perut lie kayak gitu?"
" Loe hamil anaknya pak Al? terus tuduhan yang Nola bilang kalau Loe itu_!"
"Kalau gue apa? sugar baby nya pak Al gitu? ngaco!" tebak Ayla
" Gue memang sekarang sedang hamil tapi gue bukan sugar baby-nya pak Al melainkan isteri sahnya pak Al" terang Ayla membuat Mina terkejut bukan main
" isteri? Loe sama pak Al sudah_?"
" Iya, gue dan pak Al udah nikah beberapa bulan yang lalu dan pak sopir yang pernah gue ceritain itu ke elo ternyata dia itu pak Al" ucap Ayla menceritakan hal yang sebenarnya pada Mina..
" Jadi pak sopir yang Loe taksir itu pak Al, kok bisa?" Mina benar-benar tidak menyangka
" Ya tapi begitulah kenyataannya!" sahut Ayla
" Loe udah nikah sama pak Al bahkan sekarang loe sedang hamil, kenapa loe pernikahan loe enggak go publik aja sih biar orang-orang yang bermulut pedas pada bungkam semuanya?"
Ayla tersenyum " Belum saatnya, gue mau fokus dengan tugas magang gue aja dulu setelah lulus kuliah mungkin baru kita umumin" ucap Ayla
" Oh Ayla Loe benar rasanya gue mau pingsan ini. gue enggak nyangka sahabat gue kini sudah menjadi isteri dari atasan gue!" ucap Mina yang bergaya seolah akan pingsan
" Udah kalau mau pingsan, pingsan aja situ gue mau pergi aja sekarang!" ucap Ayla
" Dih kok gitu, tega banget sih Loe Ay masa gue pingsan di tinggal kabur sih!" ucap Mina karena Ayla sudah beranjak dari tempat duduknya
__ADS_1
"Ay tunggu ih nih anak!" ucap Mina yang langsung mengejar langkah kaki Ayla yang kini sudah keluar dari kedai bubur ayam tersebut