DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
RAIN


__ADS_3

Abi Aasim yang melihat Alzam sudah selesai menelpon Casper, dia pun mencoba bertanya kepadanya.


" Bagaimana Nak,?? apakah Tuan Casper sudah tahu berita tentang Rain?? ",, tanya Abi Aasim kepada Alzam.


" Belum Abi, dan kata Casper, dia akan mencari tahu terlebih dahulu ",, jawab Alzam kepada Abi Aasim.


" Abi, Afnan ijin pulang sebentar, mau melihat keadaan Syahlaa dan Zarina, nanti Afnan akan ke sini lagi ",, kata Alzam kepada Abi Aasim.


" Iya ",, jawab Abi Aasim kepada Alzam.


Alzam pun sebelum berlalu pulang, dia mengucapkan salam terlebih dahulu, dan setelahnya, Alzam melangkahkan kakinya ke luar dari dalam rumah, untuk menuju pendopo yang dia tinggali.


Sesampainya di pendopo ke dua, Alzam sebelum masuk ke dalam rumah, dia mengucapkan salam terlebih dahulu seperti yang sudah terbiasa dilakukannya.


Dan salam dia langsung mendapatkan jawaban dari Syahlaa, yang akan menunaikan ibadah sholat maghrib.


" Eh, Ayah sudah pulang, sudah sholat maghrib belum Ayah?? ",, tanya Syahlaa kepada Alzam.


" Belum, ini Ayah mau bersih-bersih badan dulu ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.


" Iya baiklah, kalau begitu Mama mau sholat dulu ",, kata Syahlaa kepada Alzam.


" Maukah Mama menunggu Ayah sebentar, kita sholat berjamaah bersama ",, kata Alzam kepada Syahlaa.


" Iya baiklah ",, jawab Syahlaa kepada Alzam.


Alzam hanya mengangguk saja kepada Syahlaa, dan Alzam langsung berlalu ke dalam kamar mandi, untuk mandi sebelum menunaikan ibadah sholat maghrib.


Sambil menunggu Alzam selesai mandi, Syahlaa memilih mengajari Zarina untuk mengaji membaca Al-Qur'an.


Ketika Alzam sudah selesai mandi, dia pun langsung saja segera mengajak Syahlaa, untuk menunaikan ibadah sholat maghrib berjamaah di dalam rumah.


" Zarina main di dalam rumah saja ya, jangan ke luar, ok sayang ",, pesan Syahlaa kepada Zarina.


" Iya Mama ",, jawab Zarina kepada Syahlaa.


Syahlaa mengangguk saja kepada Zarina, dan setelahnya pun, dia langsung sholat bersama Alzam.


Di saat Alzam dan Syahlaa sudah selesai menunaikan sholat maghrib, Alzam pun mencoba berbicara berdua bersama Syahlaa, tentang kecelakaan pesawat yang sedang diberitakan di televisi.


" Mama, ada yang ingin Ayah katakan ",, kata Alzam kepada Syahlaa.


" Soal apa Ayah?? ",, tanya Syahlaa kepada Alzam.


" Apakah Mama belum melihat televisi?? ",, tanya Alzam kepada Syahlaa.


" Belum ",, jawab Syahlaa sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Diberita sedang di tayangkan tentang kecelakaan pesawat, rute penerbangan Indonesia - Prancis Mama, dan kemungkinan besar itu adalah pesawat yang Rain naiki ",, kata Alzam kepada Syahlaa.


Perkataan Alzam sukses membuat kegiatan Syahlaa yang sedang melipat mukena langsung terhenti.


" Apakah Ayah sedang bercanda dengan Mama?? ",, tanya Syahlaa dengan ekspresi yang benar-benar sangat terkejut sekali.


" Tidak, Ayah tidak sedang bercanda dengan Mama, kalau tidak percaya, ayo kita lihat televisi sekarang ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.


Tidak mau menunggu terlalu lama, Syahlaa langsung beranjak berdiri dari duduknya, untuk menyalakan televisi yang ada di rumahnya.


Syahlaa terus memencet dan memencet tombol remotnya untuk mencari saluran berita tentang pesawat yang jatuh, hingga pada akhirnya Syahlaa menemukan berita tersebut.


Syahlaa, langsung saja mengeraskan suara volume televisinya untuk mendengarkan berita tersebut, dan ketika Syahlaa sudah mendengar semua yang di katakan oleh reporter berita, dia langsung saja meneteskan air matanya.


" Kak Rain ",, kata Syahlaa memanggil Rain.


" Ayah Kak Rain, Ayah, bagaimana keadaannya ",, kata Syahlaa kepada Alzam.


" Tenanglah dulu Mama, jangan seperti ini ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.


'' Faiha,!! Faiha,?? bagaimana dengan Faiha Ayah, apakah dia sudah tahu tentang berita ini?? ",, kata Syahlaa kepada Alzam.


" Sudah Mama ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.


" Kita ke rumah Abi Ayah, ayo kita sekarang ke rumah Abi ",, kata Syahlaa kepada Alzam.


" Iya ayo ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.


Sesampainya di dalam rumah Abi Aasim, Syahlaa dan Alzam langsung melihat Faiha yang masih memakai mukenanya, di temani Umi Anum sedang memandang layar televisi, yang sedang menampilkan berita tentang kecelakaan pesawat.


Baru saja Alzam ingin membuka mulutnya untuk memanggil Faiha, tiba-tiba saja ponsel yang di genggamnya berdering dan bergetar.


Melihat nama Casper di panggilan masuk di ponselnya, membuat Alzam langsung saja mengangkatnya.


" Halo, Casper ",, kata Alzam kepada Casper.


" Halo Afnan, aku sudah mengecek kebenaran akan berita tentang kecelakaan pesawat itu, dan memang benar itu kecelakaan pesawat antara rute Indonesia - Prancis ",, kata Casper kepada Alzam.


" Semoga saja Rain belum sempat naik pesawat itu, dan semoga ada keajaiban menghampiri kita semua ",, kata Casper lagi kepada Alzam.


Perkataan Casper langsung saja di aamiinkan oleh Alzam, sedang Syahlaa tadi memilih mencoba untuk menenangkan Faiha yang sedang bersedih.


" Kita berdoa saja ya Casper, semoga Rain masih di berikan umur yang panjang dan keselamatan, supaya bisa berkumpul dengan kita lagi ",, kata Alzam kepada Casper.


" Iya Aamiin ",, jawab Casper kepada Alzam.


Dan mereka pun akhirnya memilih untuk mengakhiri panggilan telepon mereka.

__ADS_1


Casper di seberang nan jauh di sana, dia masih terus mencari informasi dan informasi tentang kecelakaan pesawat itu, dan untuk Keluarga besar Rain sendiri, mereka semua tidak ada yang mengetahui kecelakaan pesawat yang baru saja tadi.


Sebab, mereka semua masih anteng di dalam pesawat yang mengudara, dan akan tiba di Prancis masih sangat lama sekali.


Alzam, Syahlaa, Umi Anum, dan Abi Aasim yang baru saja pulang dari Masjid, mereka semua sedang mencari tahu dan menunggu kabar selanjutnya tentang kecelakaan pesawat yang baru saja terjadi.


Di saat semua orang sedang pada tegang, sambil mendengarkan sang reporter berita berbicara, tiba-tiba saja ponsel milik Faiha yang sedang dia genggam, berdering dan mengejutkannya.


Tanpa melihat siapa yang sedang menelponnya, Faiha pun langsung saja mengangkatnya dengan suara lirihnya.


" Halo, Assalamu'alaikum ",, kata Faiha kepada si penelpon.


" Wa'alaikumussalam Fai ",, jawab si penelpon kepada Faiha.


Faiha sangat mengenali sekali suara siapa yang sedang menelponnya, dan semua Keluarganya yang sedang duduk bersama Faiha, mereka semua memperhatikan Faiha.


Faiha yang tidak asing dengan suara tersebut, dia langsung saja menjauhkan ponselnya, untuk melihat nama siapakah yang sedang menelponnya.


" Kak Rain ",, kata Faiha ketika membaca nama yang tertera di ponselnya.


" Kak Rain, apakah benar ini Kak Rain?? '',, tanya Faiha kepada Rain.


" Iya benar Fai, ini Kakak ",, jawab Rain kepada Faiha.


Faiha tidak percaya, dia takutnya jika sedang berhalusinasi saja, jadi Faiha mencoba mengalihkan sambungan teleponnya dengan video call.


Di saat sambungan video call tersambung, barulah Faiha percaya, jika orang yang sedang menelponnya adalah Rain, calon suaminya.


" Iya benar, ini Kakak,!! Kakak tidak apa-apakah?? ",, kata Faiha kepada Rain.


Dan semua orang yang mendengar perkataan dari Faiha, mereka semua langsung saja mencoba mengintip ke arah layar ponsel Faiha untuk melihat wajah Rain.


" Rain, kamu masih selamat, Alhamdulillah ",, kata Alzam kepada Rain.


" Kak Rain, Syahlaa senang Kakak masih sehat-sehat saja ",, kata Syahlaa juga kepada Rain.


" Nak, kamu membuat semua orang yang ada di sini merasa cemas ",, kata Umi Anum kepada Rain.


Rain seperti tidak di beri kesempatan berbicara, karena semua orang sedang mencoba ingin berbicara dan bertanya kepadanya.


Namun Rain, tidak merasa keberatan, justru dia merasa senang, sebab itu artinya dia sudah di terima di dalam Keluarga besar calon istrinya.


Sedangkan untuk semua Keluarga Abi Aasim, mereka semua merasa sangat senang sekali, bisa melihat Rain lagi yang terlihat baik-baik saja dan masih hidup.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


Bagaimana ceritanya Rain bisa selamat dari kecelakaan pesawat itu, kita lanjut part selanjutnya🤭.

__ADS_1


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...


__ADS_2