DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Makan Siang


__ADS_3

Pagi ini Al disibukkan dengan kegiatan meetingnya, baik meeting yang ada di dalam kantor maupun meeting dengan beberapa rekan bisnisnya di luar kantor.


Karena jadwalnya yang sangat padat dan cukup melelahkan Al tidak membiarkan istrinya untuk ikut dengan kegiatannya hari ini, Al tidak ingin membuat istrinya kelelahan jadi ia menugaskan sang isteri untuk tetap berada di dalam kantor dan membantu mengerjakan beberapa pekerjaannya itupun hanya untuk membuat isterinya agar tidak merasa bosan berada di kantor.


Karena begitu sibuknya sampai waktu jam makan siang pun Al belum juga kembali ke kantor, bahkan ia pun lupa mengabari sang isteri yang sebelumnya sudah ia janjikan untuk pergi makan siang bersama.


Ayla berkali-kali mendengus kesal karena jangankan memberinya kabar bahkan pesan yang sudah dikirimnya pun belum juga dibaca.


Karena sudah merasa sangat lapar, apalagi ibu hamil yang bawaannya selalu lapar membuat Ayla akhirnya memutuskan untuk pergi keluar sendiri mengabaikan perintah Al yang menyuruhnya untuk tetap berada di dalam kantor menunggunya sampai ia kembali.


" Loh Ay loe mau kemana kok sendirian, pak Al nya mana?" tanya Sasa yang tidak sengaja bertemu dengannya di lobi kantor


" Gue lapar mau cari makan, bos loe menelantarkan isterinya di ruangannya tanpa diberi makan siang sementara orangnya sejak pagi sibuk pergi meeting " Sahut Ayla dengan nada kesal


Sasa menahan tawanya melihat sahabatnya yang terlihat begitu kesal pada sang suami apalagi dengan keadaannya yang sedang hamil seperti ini tentu saja membuatnya sangat sensitif dan mudah emosi bila ada sesuatu yang membuat moodnya jelek, sungguh berbeda dengan Ayla yang ia kenal sebelum menjadi istri atasannya itu, sangat sabar dan pengertian.


" Enggak usah sedih gitu Aylaku sayang, apa mau gue temenin hem?" Sasa merangkul bahu sang sahabat membuat beberapa karyawan yang melihat keakraban keduanya merasa sangat iri karena Sasa bisa sedekat itu dengan isteri atasannya padahal sebelum-sebelumnya mereka memang sudah dekat.


Ayla yang tadinya memasang wajah sendu kini berubah menjadi berbinar, Sasa memang sahabatnya yang selalu dapat diandalkan.


" Tapi bukannya loe itu mau pergi makan siang ya, bersama pacar loe mungkin?" tanya Ayla yang merasa tidak enak jika mengganggu waktu kebersamaan Sasa dengan kekasihnya


" Bukan pacar cuma teman aja kok, dan loe tenang aja kalau soal yang lain sih tidak jadi masalah gue batalin yang terpenting hati sahabat gue kembali ceria." sahut Sasa membuat Ayla merasa begitu menghangat dan tentu bahagia memiliki sahabat yang baik dan juga tulus seperti Sasa


" Gue enggak enak sama pacar loe, nanti dia marah aja karena loe udah ngebatalin janji makan siangnya" ucap Ayla


" Issshhh... ini anak dibilanginnya, bukan pacar cuma teman. udah ah enggak usah di bahas lagi cus lah kita pergi nanti keburu jam makan siangnya habis!" ucap Sasa yang langsung menarik tangan Ayla untuk pergi makan siang bersama


" Loe mau makan siang di mana Ay?" tanya Sasa ketika mereka sudah berada di dalam taksi


" Emm... di restoran yang ada di perempatan jalan aja Sa, disana makanannya enak-enak loh" ucap Ayla


Sasa menoleh ke Ayla " Iya sih Ay enak sih enak tapi kalau makan di restoran kayak begitu sih sama aja nguras gaji gue sebulan " sahut Sasa yang malah membuat Ayla tertawa


" Dih nih anak mentang-mentang udah jadi isteri sultan malah ketawa lagi" oceh Sasa dengan bibir mengerucut


" Lagian loe lucu tadi nanya gue mau makan dimana giliran gue jawab loe melas gitu" Ayla kembali tertawa


" Ya loe nya aja keterlaluan ngajaknya , biasanya juga makan di warteg atau di pedagang kaki lima" sahut Sasa


" Ya sekali-kali Sa, gue lagi kepingin makan disana, tenang aja gue yang teraktir" ucap Ayla membuat Sasa berbinar.


" Nah kalau begitu kan enak, ha..ha...!" Sasa tertawa dan Ayla tersenyum seraya geleng-geleng kepala


Tidak terasa mereka pun kini sudah sampai di restoran yang dituju.


Ayla dan Sasa turun dari taksi, setelah membayar taksi mereka berdua masuk ke dalam restoran tersebut.


" Wah enak ya jalan sama ibu bos" seloroh Sasa


" Apaan sih loe Sa pake bilang ibu bos segala, biasa aja ah enggak enak di dengarnya" protes Ayla


"Ya kan emang ibu bos" sahut Sasa


" Ya tapi itu kalau lagi sama pak bos sekarang kan lagi sendiri jadi tetap lah Ayla sahabat loe yang cantik dan baik hati tidak sombong dan rajin menabung" Ucap Ayla lalu tertawa


" Uhh.. narsis" seru Sasa dan Ayla kembali tertawa


" Sa kita duduk di sana aja yuk kayaknya enak deh pemandangannya!" tunjuk Ayla ke meja pojok yang dekat kaca sehingga bisa melihat kearah luar.


" Boleh" sahut Sasa


Mereka kini sudah duduk di salah satu meja di restoran tersebut dan tinggal menunggu makanan yang mereka sudah pesan.


Tidak berapa lama pesanan pun datang Ayla dan Sasa sangat menikmati makan siang mereka berdua


" Kurang ya enggak ada Mina" ucal Ayla


" Iya, tadi kan emang enggak ada niat buat makan siang bareng cuma kebetulan aja kita ketemu" ucap Sasa


" Iya sih" Ayla melanjutkan makannya


" Ay!" panggil Sasa disela makannya

__ADS_1


" Apa?" sahut Ayla


" Ay loe liat deh itu pak Al bukan sih?" tanya Sasa yang melihat sosok pria yang postur tubuhnya mirip dengan Al sedang makan siang bersama seorang wanita


" Yang mana?" tanya Ayla


" Itu yang disana, tapi bukan kali ay, mungkin gue salah liat " ralat Sasa


Ayla pun melanjutkan makannya tidak lagi menghiraukan ucapan Sasa yang mengatakan melihat suaminya


Sambil menikmati makanannya Ayla sesekali mengedarkan pandangannya segala arah menikmati suasana di restoran tersebut


Deg


Jantung Ayla tiba-tiba terasa di remas-remas saat netranya yang tanpa sengaja melihat sosok yang sudah membuat moodnya hari ini buruk dan sekarang menjadi tambah buruk


" Ay loe kenapa?" tanya Sasa yang melihat Ayla nampak diam seperti patung


Karena tidak mendapat jawaban dari Ayla, Sasa pun mengikuti arah pandangan Ayla yang menatap lurus ke depan


Mata Sasa membola setelah melihat apa yang tengah sahabatnya lihat, pantas saja Ayla nampak begitu terkejut dan langsung terdiam


" Ay, loe baik-baik aja kan, mungkin ini enggak seperti yang kita duga" ucap Sasa berusaha menenangkan hati sahabatnya


" Seperti yang kita duga? emangnya apa yang loe duga tentang mereka?" tanya Ayla tanpa menoleh


" Ya enggak tau juga sih" Sasa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Ayla meraih benda pipih yang ada di dalam tasnya, berulang kali Ayla mendial nomor tersebut tapi jelas sekali ia lihat pria yang sedari tadi diperhatikannya tidak sedikitpun terganggu dengan ponselnya yang berdering.


Ayla semakin mengeratkan genggaman tangannya pada benda pipih tersebut karena berkali-kali ia menelpon tidak digubris sama sekali.


" Ay udah yuk kita balik aja ke kantor!" ucap Sasa


" Iya, gue juga udah muak berada di sini" sahut Ayla dengan raut wajah yang sulit ditebak


Ayla beranjak dari duduknya dan diikuti oleh Sasa


" Ay loe mau kemana?" tanya Sasa


Ayla berjalan melewati meja Al yang sedang menikmati makan siang bersama seorang wanita yang Ayla sendiri tidak tahu siapa wanita itu, sebenarnya mereka tidak makan berdua saja tapi berempat dengan Arlan dan juga asisten wanita itu, hanya saja kebetulan Arlan sedang pergi ke toilet sedangkan asistennya sedang menerima telpon dan sengaja sedikit menjauh dari atasannya.


Ayla yang hanya melihat mereka berdua saja tentu pikirannya sudah mengarah hal yang buruk, wajar dia bersikap seperti itu apalagi sudah seharian suaminya pergi tapi tidak memberinya kabar bahkan pesan yang dikirimnya pun tidak dibaca dan yang membuat Ayla tambah marah berulang kali ia menghubunginya tapi Al sama sekali tidak menggubrisnya


Langkah Ayla semakin dekat dengan meja makan Al dan klien wanitanya itu dan setelah sampai dengan santainya Ayla menyapa atasan yang tak lain suaminya


" Selamat siang pak Al, sedang makan siang di sini juga?" suara yang tidak begitu asing membuat Al seketika membeku di tempat


Dengan gerakan perlahan Al menoleh ke belakang dan seketika matanya membulat sempurna ketika melihat sosok isterinya yang tengah berdiri di hadapannya dengan senyum yang sungguh sulit di artikan


Deg


Al langsung beranjak dari tempat duduknya perasaan khawatir isterinya salah paham sudah menari-nari di pikirannya


" Kamu_?"


" Saya tadi makan siang di sini pak bersama teman saya itu disana, pas melihat ada bapak yang ternyata sedang makan siang disini juga rasanya tidak sopan jika saya selaku karyawan bapak tidak menyapa atasan saya sendiri, bukan begitu bu?" Ayla beralih pada wanita yang sedang duduk di hadapan Al


Ayla mengulas senyum diwajahnya walaupun terlihat begitu cantik tapi entah kenapa bagi Al senyum itu sungguh mengerikan.


" Kalau begitu saya pamit duluan ya pak, silahkan di lanjutkan makan siangnya maaf kalau sudah mengganggu" Ucap Ayla masih dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya lalu sedikit membungkuk memberi hormat kepada Al dan juga klien wanitanya itu


Arlan yang baru saja kembali dari toilet nampak terkejut saat dari kejauhan melihat keberadaan Ayla bersama Al


Al masih termangku di tempat melihat sikap Ayla yang begitu formal terhadapnya.


" Al! " panggil Arlan membuat Al terkesiap dari lamunannya


Saat Al sadar dari segala pikiran yang mengusik ketenangannya ternyata Ayla sudah tidak ada di hadapannya


" Ayla?" gumam Al


" Dia pasti salah paham" ucap Al lalu tanpa pamit pada kliennya langsung melesat begitu saja mengejar Ayla

__ADS_1


Klien Al yang bernama Susan itu nampak terkejut dengan sikap Al yang tiba-tiba pergi meninggalkannya


" Pak Arlan ada apa ini, kenapa pak Al begitu pergi tergesa-gesa?" tanya Susan pada Arlan yang kini sudah duduk menggantikan Al


" Maaf bu Susan ada hal penting yang harus atasan saya selesaikan dan untuk masalah kerja sama ini bisa kita lanjutkan saya yang akan menggantikan pak Al!" ucap Arlan dengan formal


Asisten Susan pun sudah kembali dan kini sedang duduk di samping Susan.


" Kalau begitu kalian lanjutkan saja meetingnya saya pergi dulu!" pamit Susan yang entah kenapa dia menjadi tidak bersemangat setelah kepergian Al


Sementara di luar restoran Al mencari Ayla dengan cemas, pikirannya sudah tidak karuan


Karena sudah mencari-cari tidak juga melihat keberadaan isterinya Al pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kantor dia yakin isteri pasti sudah pergi ke kantor


" Pak Al!" panggil Susan saat melihat Al yang hendak berjalan menuju mobilnya


" Bu Susan" beo Al


" Pak Al kenapa pergi terburu-buru sekali?" tanya Susan


" Maaf bu Susan saya ada urusan penting, saya pergi dulu permisi!" pamit Al namun baru saja hendak melangkah tiba-tiba Susan memekik kesakitan


" Aww...!" pekiknya memegangi kakinya


" Ada apa bu Susan?" tanya Al yang sudah berbalik badan


" Tidak tau pak tiba-tiba kaki saya terasa sakit!" jawabnya yang nampak meringis menahan sakit


Entah bagaimana awalnya tangan Susan sudah melingkar di bahu Al dan terlihat begitu dekat hal itu sontak saja membuat siapapun orang yang melihatnya pasti akan salah paham begitu juga dengan seorang wanita yang baru saja hendak naik ke dalam taksi


Deg


Al yang melihat ke arah taksi tersebut pun seketika melotot saat netranya dan netra Ayla bertemu.


Al semakin dibuat sesak saat melihat senyum yang terukir indah diwajah isterinya itu, senyum yang penuh misteri.


Al langsung mendorong Susan dengan kasar dan menyugar rambutnya kasar saat melihat taksi yang ditumpangi Ayla sudah melesat jauh


Tanpa menghiraukan keberadaan Susan Al pun langsung masuk ke dalam mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi.


Al tidak memikirkan keselamatannya yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi pada isterinya


Sampainya di kantor Al langsung bergegas pergi ke ruangannya mencari keberadaan Ayla


Ceklek


Al membuka pintu ruangannya dengan kasar, netranya langsung menyorot ke arah wanita yang sejak tadi berhasil membuat pikirannya kacau balau.


Ayla sedang duduk di meja kerjanya dengan laptop yang selalu setia menemaninya


Ayla menoleh saat mendengar suara pintu yang dibuka dari luar


Dengan senyum yang mengembang diwajahnya Ayla berdiri lalu sedikit membungkukkan badannya layaknya pegawai yang tengah memberi hormat kepada atasannya


" Selamat siang pak!" sapanya dengan ramah


Al membuang napasnya kasar, menyorot tajam pada isterinya yang kini bersikap biasa seolah tidak terjadi apa-apa tapi sikapnya sungguh luar biasa karena mampu membuat dirinya sakit kepala melihat sikapnya yang berubah formal seolah dirinya adalah karyawan biasa bukan isterinya


Dengan langkah pelan Al berjalan menghampiri Ayla


" Sayang aku_!"


" Maaf pak anda ada jadwal meeting selepas jam makan siang ini dengan PT Hutama Jaya!" ucap Ayla memotong ucapan Al


" Satu jam lagi meeting akan di mulai ini berkas -berkas untuk meeting nanti pak!"lanjutnya lagi


" Sayang!" panggil Al namun Ayla tidak menggubrisnya


" Maaf pak saya permisi keluar dulu, ada berkas yang harus saya berikan untuk bu Desi!" ucap Ayla yang langsung membuat Al mendengus kesal


" Sayang tolong jangan seperti ini!" kesal Al mencekal pergelangan tangan Ayla


Ayla tersenyum lalu melepaskan tangan Al dari tangannya

__ADS_1


" Saya permisi pak!" ucap Ayla yang langsung pergi begitu saja tak menghiraukan ucapan Al


Deg


__ADS_2