DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
LAUNCHING


__ADS_3

Alzam ketika sudah melihat ke dua orang tuanya masuk ke dalam rumahnya, dia langsung saja menyuruh mereka untuk menjaga Zarina yang masih tertidur lelap di dalam kamar.


" Abi ikut sama kamu Afnan, biar Zarina, Umi saja yang menjaga ",, kata Abi Aasim kepada Alzam.


" Iya terserah Abi saja ",, jawab Alzam.


Alzam langsung menggendong Syahlaa, untuk dia bawa masuk ke dalam mobilnya.


" Mama bertahan ya ",, kata Alzam kepada Syahlaa.


Syahlaa hanya mengangguk lemah, sambil terus mengambil nafas untuk menahan rasa sakit di perutnya.


Dalam keadaan genting seperti sekarang, Abi Aasimlah yang menyuruh Alzam untuk duduk di belakang menemani Syahlaa, sedangkan beliau yang menyetir mobilnya.


" Hati-hati ",, teriak Umi Anum kepada mobil yang akan berjalan meninggalkan halaman luas rumah Alzam.


" Sakit Ayah ",, kata Syahlaa dengan nafas yang tidak beraturan.


" Istighfar Nak, tenang, supaya semuanya berjalan dengan lancar ",, kata Abi Aasim kepada Syahlaa.


Alzam yang mendengar, dia langsung menuntun Syahlaa untuk mengucap kalimat istighfar, perlahan tapi pasti, walau sedikit terbata, karena rasa sakit yang dirasakannya, Syahlaa terus mengucapkan kata istighfar dari dalam mulutnya.


Sedangkan Umi Anum yang ditinggal sendirian di dalam rumah, dia langsung saja mencoba menghubungi Faiha, dan juga Aaqil menggunakan telepon rumah yang ada.


Faiha yang saat ini sedang memasak bersama asisten rumah tangganya untuk makan siang nanti, kegiatannya sedikit terganggu ketika mendengar telepon rumahnya berbunyi.


Faiha langsung meninggalkan pekerjaannya, untuk mengangkat teleponnya itu menggunakan Bahasa Inggris.


" Halo selamat pagi ",, kata Faiha.


" Fai, ini Umi ",, kata Umi Anum.


" Eh Umi, Assalamu'alaikum Umi, ada apa?? ",, kata Faiha.


" Wa'alaikumussalam, Umi mau memberi kabar jika saat ini Syahlaa sedang mau melahirkan, minta doanya Nak, dan semoga kamu bisa segera berkunjung ke sini ",, kata Umi Anum.


" Masyaallah, semoga persalinannya Kak Syahlaa berjalan lancar Umi, dan doakan juga semoga pekerjaan Kak Rain tidak banyak di sini, karena Faiha benar-benar sudah sangat rindu dengan kalian semua ",, jawab Faiha.


" Aamiin, beritahu suami kamu ya Nak, jika Umi dan yang lainnya sudah pada menunggu kalian berdua di sini ",, kata Umi Anum kepada Faiha.


" Pasti Umi, pasti akan Fai sampaikan kepada Kak Rain ",, jawab Faiha.


" Kalau begitu Umi tutup dulu ya teleponnya Fai, Umi mau menelpon Kakak kamu Iffah ",, kata Umi Anum.


" Assalamu'alaikum ",, salam dari Umi Anum.


" Iya Umi, Wa'alaikumussalam ",, jawab Faiha.


Setelah itu sambungan telepon mereka terputus juga.

__ADS_1


Faiha setelahnya langsung mencoba menghubungi sang suami yang sedang bekerja.


Rain yang sedang meeting dengan Ezio dan para jajaran direksi perusahaan, dia meminta ijin kepada Ezio untuk mengangkat teleponnya sebentar.


Ezio hanya mengangguk saja dan mempersilahkan Rain untuk mengangkat teleponnya di luar.


" Halo Assalamu'alaikum sayang ",, kata Rain kepada Faiha.


" Wa'alaikumussalam Kakak, Fai ada kabar penting nih Kak ",, jawab Faiha.


" Kabar penting apa sayang,?? hmm, coba katakan kepada Kakak ",, kata Rain.


" Kak Syahlaa hari ini akan segera melahirkan Kak, tadi Umi baru saja menelpon Faiha dan mereka menyuruh kita untuk segera datang ke sana Kak ",, jawab Faiha lagi.


" Alhamdulillah, semoga persalinannya lancar, dan untuk masalah itu, nanti Kakak akan bicarakan terlebih dahulu dengan Tuan Ezio ya Fai ",, kata Rain.


" Iya Kak, semoga Tuan Ezio mengerti, kalau begitu selamat bekerja lagi ya suamiku sayang ",, kata Faiha.


" Iya istriku, love you ",, kata Rain.


" Love you too ",, balas Faiha, dan sambungan mereka lalu terputus.


Rain yang sudah selesai menerima telepon dari Faiha, dia langsung masuk kembali ke dalam ruang meeting dan berbisik tepat di telinga Ezio tentang persalinannya Syahlaa.


Ada rasa ingin menemani Syahlaa yang sedang ingin melahirkan, akan tetapi semua itu hanyalah khayalan belaka yang sampai kapanpun tidak bakal bisa terwujud.


" Kita bahas lagi nanti, setelah meeting ini sudah selesai ",, jawab Ezio kepada Rain.


Sedangkan Umi Anum tadi, setelah menghubungi Faiha, dia langsung mencoba menghubungi Iffah.


Sama seperti Faiha, Iffah pun juga mendoakan untuk kelancaran persalinannya Syahlaa, dan dia berkata kepada Umi Anum, akan berkunjung ke rumah Alzam nanti jika matahari sudah menampakkan sinarnya.


Beralih ke Alzam lagi.


Akhirnya tidak lama, mobil yang Abi Aasim kendarai, sampai juga di sebuah puskesmas desa yang ada di situ.


Ada beberapa Dokter, Bidan serta perawat yang bertugas saat ini, dan ketika mereka melihat Keluarga Pak Kyai yang sangat mereka segani datang ke puskesmas, mereka semua langsung bergegas membantu Alzam yang sedang membantu Syahlaa ke luar dari dalam mobil.


Mereka semua langsung membawa Syahlaa ke ruang bersalin yang ada, dan para petugas tenaga medis langsung mengecek keadaannya Syahlaa terlebih dahulu, dan ternyata Syahlaa sudah mengalami pembukaan ke tujuh.


" Masih kurang tiga lagi Gus Afnan, istri anda baru pembukaan tujuh ",, kata Bidan yang menangani Syahlaa.


" Lalu apa yang harus saya lakukan Bu Bidan?? ",, tanya Alzam.


" Bantu istri anda untuk semakin rileks Gus, usahakan jangan terlalu stres, dan perbanyak bergerak, jika tidak kuat jalan, bisa bergerak di atas brankar saja, dengan bergerak sebisanya ",, jawab Bidan tersebut.


Alzam yang mengerti, dia terus menyemangati Syahlaa untuk menahan rasa sakit yang sedang dirasakannya, sambil terus mengatur nafasnya, dan memperbanyak minum air putih, rasa sakit yang dirasakan oleh Syahlaa sudah semakin intens saja, dan benar, ketika diperiksa oleh Bidan, pembukaannya sudah genap sepuluh.


Semua para tenaga medis langsung mempersiapkan posisi untuk membantu Syahlaa yang akan segera melahirkan.

__ADS_1


Alzam sendiri senantiasa menemani Syahlaa yang akan melahirkan anak mereka yang pertama, namun ke dua bagi Syahlaa.


Bidan terus menginterupsi dan menyuruh Syahlaa untuk mendorong baby mereka dengan teratur.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, setelah berjuang menahan rasa sakit semalaman, akhirnya suara tangisan bayi pun terdengar menggema di dalam puskesmas tersebut.


Abi Aasim yang sedang menunggu di luar, dia begitu sangat bersyukur sekali, ketika mendengar suara tangisan bayi yang sangat begitu nyaring.


" Alhamdulillah ",, kata Abi Aasim mengucap syukur.


Alzam sampai menangis terharu melihat babynya yang baru saja lahir, berlumuran darah dan mungil sekali seperti itu.


Alzam terus mencium lembut kening Syahlaa untuk menyampaikan rasa terimakasih, karena sudah mau berjuang melahirkan keturunannya.


Syahlaa hanya bisa diam, dengan mata yang mengalirkan air mata begitu derasnya.


" Hei Mama, kenapa Mama menangis, anak kita sudah lahir sayang ",, kata Alzam sambil mengusap air matanya Syahlaa.


Syahlaa masih terus menangis, dan tidak menjawab perkataan dari Alzam sama sekali.


Baby Alzam dan Syahlaa yang berjenis kelamin perempuan, wajahnya sangat mirip sekali dengan Alzam, hanya saja rambutnya pirang seperti sang Mama.


Kulitnya putih sama seperti Syahlaa atau Zarina, putih khas orang bule, perpaduan yang cocok untuk anak ke dua mereka.


Dan baby girl mereka tadi langsung ditangani oleh para perawat untuk segera dibersihkan, sedangkan Syahlaa langsung mendapatkan perawatan pasca persalinan.


Untuk Alzam sendiri, dia dipersilahkan untuk menunggu di luar sejenak, sampai Syahlaa dan baby girlnya selesai ditangani dan di pindahkan ke ruang perawatan biasa.


Abi Aasim yang melihat Alzam ke luar dari ruang bersalin, beliau langsung saja bertanya kepada Alzam.


" Afnan, bagaimana keadaan dari Syahlaa dan cucu Abi,?? mereka baik-baik saja kan?? ",, tanya Abi Aasim kepada Alzam.


" Alhamdulillah Abi, mereka berdua baik-baik saja, dan persalinannya berjalan lancar seperti harapan kita semua ",, jawab Alzam sambil tersenyum.


" Lalu, apa jenis kelamin dari anak kalian berdua?? ",, tanya Abi Aasim lagi.


" Perempuan Abi, dia nanti akan menjadi teman untuk Zarina ",, jawab Alzam lagi.


" Alhamdulillah, Allah begitu sayang kepadamu dan Syahlaa Nak, karena mempunyai anak perempuan mempunyai keutamaan besar dibandingkan dengan anak laki-laki ",, kata Abi Aasim.


" Bimbinglah mereka menjadi anak yang sholehah Afnan, karena Allah akan menjanjikan surga bagi ke dua orang tua yang bisa membimbing anak perempuannya menjadi ahli surga ",, kata Abi Aasim lagi.


" Iya Abi, mohon bimbingan dan doanya, semoga Afnan, bisa membimbing Keluarga kecil Afnan menuju ke surganya Allah ",, jawab Alzam.


Tidak lama, ketika mereka sibuk berbincang sendiri, akhirnya brankar pasiennya Syahlaa beserta box baby girl mereka, akan segera di pindahkan ke ruang perawatan biasa oleh para tenaga medis yang tadi merawatnya.


Alzam dan Abi Aasim, tentu saja langsung mengikuti ke mana arah brankar pasiennya Syahlaa akan di pindahkan.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2