Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 106


__ADS_3

Lucky yang merasa begitu khawatir langsung membawa Liliu ke klinik yang berada di daerah sana, pria itu dengan setia menemani perempuan yang tadi malam bercengkrama bersama dengan dirinya.


Leandra dan juga Leonel ikut menunggu Liliu di depan ruang perawatan wanita itu, karena takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Karena walau bagaimanapun juga, mereka berada di tempat kejadian.


Setelah dibawa ke klinik, Lucky tidak lupa menghubungi tuan Leonard jika putrinya telah mengalami kecelakaan. Walau bagaimanapun juga pria paruh baya itu berhak tahu tentang keadaan putrinya.


Berbeda dengan Luna dan Latif, mereka tidak bisa ikut. Mereka beralasan masih ada hal yang harus dikerjakan, tentu saja Lucky tidak peduli. Karena baginya wanita itu hanya merepotkan saja.


Benturan di kepala Liliu ternyata sangatlah keras, hal itu membuat Liliu sudah 3 jam ini tidak sadarkan diri. Dengan setia Lucky menunggui gadis itu seraya menggenggam tangannya


Dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga gadis itu dengan baik, jika saja Lucky bisa menjaganya dengan baik, tentu saja Liliu tidak akan terjatuh dan mengakibatkan benturan yang keras di kepalanya.


"Bagaimana dengan keadaan putriku?" tanya Tuan Leonard seraya membuka pintu ruangan Liliu.


Lucky yang sedang duduk di samping Liliu segera bangun, dia seolah ingin memberikan ruang kepada pria paruh baya itu agar bisa dekat dengan putrinya. Dia berdiri di pojok ruangan dekat pintu.


Tuan Leonard langsung duduk di samping putrinya, lalu dia mengecup kening putrinya dengan penuh kasih sayang. Dia menghela napas panjang saat melihat keadaan putrinya yang begitu mengkhawatirkan.


"Kata dokter keadaannya sudah stabil, tinggal menunggu dia sadarkan diri saja," jawab Lucky.


Leonel dan juga Leandra yang sejak tadi duduk di atas bangku tunggu langsung menghampiri tuan Leonard, Leonel bahkan menepuk punggung pria paruh baya itu.


"Jangan terlalu khawatir, putri anda sebentar lagi pasti akan sadar." Leonel mencoba untuk menenangkan pria paruh baya itu.


Leonel sangat tahu jika pria paruh baya itu pasti begitu mengkhawatirkan putrinya, karena setelah mendengar putrinya jatuh di sungai, pria paruh baya itu langsung meminta sopirnya untuk mengantarkan dirinya agar bisa melihat keadaan putrinya saat ini.


"Bagaimana aku tidak khawatir, dia adalah putriku satu-satunya. Kemarin dia meminta izin untuk berlibur, jika tahu akan seperti ini aku tidak akan mengizinkan.


Tuan Leonard begitu prihatin melihat putrinya yang sangat kecewa karena tidak bisa mendapatkan Leonel, gadis itu berkata ingin liburan agar bisa melupakan pria yang sudah menjadi suami orang lain itu.


Tentu saja tuan Leonard memberikan izin, karena dengan seperti itu dia berpikir Liliu akan bisa membuka hatinya untuk pria lain.


Sayangnya, justru dia malah mendapatkan kabar buruk setelah mengizinkan putrinya untuk pergi berlibur. Sungguh dia merasa bersalah akan hal itu.


Jika saja dia tahu bahwa Liliu akan mengalami hal yang buruk, sudah dapat dipastikan jika pria itu tidak akan pernah memberikan izin untuk pergi kepada putrinya tersebut.


"Ya, aku tahu jika Liliu adalah putri anda satu-satunya. Tapi, anda harus tenang. Karena dokter berkata jika Liliu keadaan tubuhnya sangatlah normal," ujar Leonel.


Melihat tuan Leonard yang begitu khawatir terhadap putrinya, Lucky menjadi merasa sangat bersalah. Karena dia merasa tidak becus menjaga gadis itu, pria muda itu nampak menghela napas panjang lalu dia pun berkata.

__ADS_1


"Tuan Leonel sangat benar, jika anda bisa bersikap lebih tenang, aku yakin nona Liliu juga akan merasa lebih tenang," ucap Lucky yang sedari tadi diam saja.


Tuan Leonard langsung menolehkan wajahnya ke arah Lucky, dia ingin tahu seperti apa kejadian yang sebenarnya yang sudah menimpa putrinya.


"Kalau boleh saya tahu, memangnya apa yang sebenarnya terjadi kepada putri saya? Kenapa dia bisa terjatuh di sungai dan kepalanya terbentur batu?" tanya Tuan Leonard.


"Nona Liliu ingin ikut ke sungai dan tanpa sengaja kakinya terpeleset lalu dia jatuh," jelas Lucky.


Karena memang hanya seperti itu yang dia lihat, dia sama sekali tidak melihat Luna yang menyengkat kaki Liliu. Wanita beranak satu itu begitu pandai beraksi tanpa ketahuan oleh siapa pun.


Liliu memang tidak pernah pergi ke daerah pedesaan, tuan Leonard selalu mengajak anak gadisnya untuk pergi ke luar negeri.


Namun, Liliu memang bersikeras untuk pergi ke kota B. Dia berkata dirinya membutuhkan ketenangan, dia membutuhkan suasana pedesaan yang masih mengandung banyak oksigen. Karena di pedesaan banyak pohon yang tumbuh yang selalu menyejukkan.


"Oh ya ampun, kasihan sekali putriku. Dia ingin berlibur untuk menyenangkan dirinya, tetapi dia malah terjatuh seperti ini. Dia malah terluka," ujar Tuan Leonard dengan sedih.


Tuan Leonard sampai meneteskan air matanya, lalu dia kembali menatap wajah putrinya yang terlihat pucat. Dia elus puncak kepala putrinya dengan penuh kasih, lalu dia kecup keningnya kembali.


"Bangun, Sayang. Maaf, karena Daddy tidak bisa menjaga kamu dengan baik. Seharusnya, Daddy ikut pergi dengan kamu. Agar kejadiannya tidak seperti ini," ucap Tuan Leonard.


"Sudahlah, Tuan. Jangan menyalahkan diri anda sendiri, yang namanya musibah tidak bisa kita hindari. Anggap saja ini sebagai pelajaran hidup untuk nona Liliu, agar kedepannya dia bisa lebih berhati-hati." Lucky berusaha untuk menenangkan hati pria paruh baya itu.


"Ya, selama ini dia selalu saja bertindak gegabah. Semoga setelah adanya kejadian ini, putriku bisa sembuh dan juga menemukan kebahagiaannya." Tuan Leonard berdo'a dengan penuh harap.


Di saat tuan Leonard sedang mengobrol dengan Lucky, Liliu nampak menggerakkan tangannya. Dia bahkan mulai menggerakkan kepalanya yang terasa sangat berat.


"Daddy," ucap Liliu lirih.


Tuan Leonard langsung menolehkan wajahnya ke arah putrinya, dia nampak senang melihat putrinya yang sudah sadar, dia bahkan langsung mengecupi kening putrinya dengan penuh kasih.


"Ya, Sayang. Daddy di sini," jawab Tuan Leonard.


Liliu tersenyum kala melihat wajah sang ayah yang begitu menghawatirkan dirinya, lalu dia terlihat mengedarkan pandangannya.


"Kamu cari siapa?" tanya Tuan Leonard.


Setahunya hanya dirinya saja yang Liliu punya, Leonel yang dia kejar dengan menggunakan cara licik pun tidak dia dapatkan. Lalu, siapa yang dia cari, pikirnya.


"Pacar aku, dia di mana, Dad? Apa dia tidak menemaniku?" tanya Liliu.

__ADS_1


Mendengarkan pertanyaan dari Liliu, Leandra langsung menatap Leonel dengan tatapan membunuh. Dia menyangka jika Liliu pasti sedang mencari suaminya.


"Pacar? Pacar yang mana? Apakah putri Daddy sudah punya pacar?" tanya Tuan Leonard dengan dahi mengernyit dalam.


"Punya, Daddy. Kemarin malam aku baru saja jadian, dia sangat baik dan juga tampan," jawab Liliu.


Tuan Leonard semakin kebingungan mendengar apa yang dikatakan oleh putrinya, karena dia ingin membuktikan praduganya, tuan Leonardo bangun dari duduknya. Kemudian, dia menghampiri Leonel dan menuntun Leonel untuk menghampiri Liliu.


Walaupun Leandra merasa sangat cemburu, tetapi dia membiarkan apa yang dilakukan oleh tuan Leonard. Karena dia ingin tahu siapa yang dibilang pacarnya oleh Liliu.


"Apakah pria ini adalah pacar kamu?" tanya Tuan Leonard.


Liliu langsung menggelengkan kepalanya dengan bibir yang mengerucut, hal itu membuat Leonel dan juga tuan Leonard kebingungan.


"Daddy, kenapa malah bawa pria asing? Aku tidak mengenal pria itu, pacarku bukan dia." Liliu terlihat merajuk.


Leonel sampai tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Liliu, karena biasanya gadis itu akan seperti ulat bulu ketika bertemu dengan dirinya. Namun, dari tatapannya dia bisa melihat jika gadis itu benar-benar tidak mengenal dirinya.


Leandra yang sedari tadi diam saja langsung menghampiri Liliu, dia tersenyum hangat lalu bertanya kepada gadis itu.


"Apa kamu kenal siapa aku?" tanya Leandra.


"Tidak! Aku tidak mengenal kamu, jangan bilang kamu adalah wanita yang mau merebut kekasih aku?" kesal Liliu.


Leandra benar-benar merasa kaget dengan jawaban yang terlontar dari bibir Liliu, dia benar-benar bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi terhadap gadis itu


Tuan Leonard memutarkan otaknya dengan cepat, dia berpikir siapa lelaki yang dianggap pacar oleh putrinya tersebut. Setahunya saat Lucky menelpon dirinya, hanya ada Leonel, Latif dan Lucky saja pria yang ada di sana.


Tuan Leonard langsung menghampiri Lucky, kemudian dia menuntun pria itu agar segera mendekati putrinya. Liliu langsung melebarkan senyumnya ketika pandangannya bertemu dengan Lucky.


Berbeda dengan pria lajang itu, dia nampak salah tingkah. Bahkan, dia langsung menolehkan wajahnya ke arah lain.


"Sayang, kenapa kamu malah menatap ke arah lain? Apa kamu tidak kangen sama aku?" tanya Liliu.


Lucky yang mendengar Liliu mengatakan kata sayang, langsung menolehkan wajahnya ke arah gadis itu. Dia menatap Liliu dengan tidak percaya, mulutnya bahkan terlihat menganga dengan lebar.


Begitupun dengan tuan Leonard, dia benar-benar tidak percaya ketika putrinya memanggil Lucky dengan sebutan sayang.


Berbeda dengan Leonel dan juga Leandra, mereka langsung mengatupkan mulutnya menahan tawa, karena mereka merasa lucu dengan kejadian yang baru saja mereka lihat.

__ADS_1


"Sayang? Kenapa kamu malah melihatku seperti itu? Apakah kamu tidak senang bisa melihat aku lagi?" tanya Liliu merajuk.


"Sayang? Aku? Maksudnya?" tanya Lucky kebingungan dan suara terbata.


__ADS_2