Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 74


__ADS_3

Untuk sesaat Leonel terdiam, dia dan juga Leandra terlihat saling pandang. Mereka bingung harus berkata apa.


Karena Leonel hanya diam saja, Linda memberanikan diri untuk menatap wajah atasannya itu. Lalu, dia kembali bertanya.


"Kok malah diam saja, Tuan? Apakah tuan Lincoln dan juga mertua anda berselingkuh?" tanya Linda dengan tidak tahu dirinya.


Leandra yang mendengar akan hal itu begitu geram, dia memang menginginkan ayahnya tetap berada di samping ibunya. Tidak ada kata perceraian di antara keduanya.


Akan tetapi, mendengar Linda yang menanyakan tentang Lili dan juga tuan Lincoln yang berselingkuh, hati Leandra tiba-tiba saja memanas.


Dia menolehkan wajahnya ke arah Linda, dia perhatikan wajah cantik dari sekretaris suaminya itu. Lalu Leandra pun berkata.


"Dengar, Nona Linda. Anda tidak usah ikut campur urusan orang lain, pikirikan saja hidup anda sendiri. Anda itu terlihat cantik, seksi dan juga terlihat pintar. Wanita di usia anda lebih baik mencari pasangan hidup, jangan mengurusi rumah tangga orang lain!"


Setelah mengatakan hal itu, Leandra mengerucutan bibirnya seraya melipat kedua tangannya di depan dada.


Tidak ada lagi kata yang dia ucapkan, pandangannya lurus ke depan memperhatikan keramaian kota di saat siang hari.


Linda yang merasa tidak enak hati langsung menunduk seraya meremat kedua tangannya, begitu jelas rasa bersalahnya karena sudah ikut campur urusan orang lain.


"Maaf, Nona. Saya minta maaf, untuk ke depannya saya tidak akan bicara sembarangan lagi."


Leonel hanya bisa menghela napas berat melihat kemarahan di wajah Leandra, dia juga paham kenapa Leandra bisa mengatakan hal tersebut.


Tentu saja karena dia juga tidak terima jika Lili dikatakan berselingkuh dengan tuan Lincoln, karena pada kenyataannya mereka memang pasangan suami istri yang sah.


"Sudah sampai, Tuan," ucap Lucky.


Tanpa banyak bicara Leonel langsung turun dari mobilnya dan dengan cepat membukakan pintu untuk Leandra, Lucky tersenyum melihat akan hal itu.


Berbeda dengan Linda yang begitu kaget, karena setahunya Leandra adalah anak dari rekan bisnis Leonel. Bukan kekasih hatinya, apalagi istri tercintanya.


Leonel yang masih melihat kekesalan di wajah Leandra langsung mengelus lembut lengan istrinya tersebut, dia menuntun istrinya untuk masuk ke dalam Kafe dengan senyum hangat di bibirnya.


"Masih ada waktu dua puluh menit untuk menunggu kedatangan klien, kamu mau makan apa dulu? Katanya tadi bilangnya belum makan siang?"


Leonel begitu perhatian kepada Leandra, dia seolah lupa jika Leandra meminta untuk merahasiakan pernikahan mereka.


Leandra mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan dari Leonel, dia seolah sedang memikirkan makanan apa yang enak dia santap siang ini.


"Aku mau makan ayam geprek yang pedes pake banget," jawab Leandra.


Hatinya sedang kesal dan juga panas, rasanya memakan makanan pedas adalah solusi yang terbaik dari pada dia membuat Linda menjadi ayam geprek. Lebih baik dia memakan ayam geprek sungguhan, walaupun pedas tetapi rasanya enak.


"Eh? Mana boleh makan makanan yang terlalu pedes, nanti sakit perut kamu," larang Leonel.

__ADS_1


Mendengar kata penolakan dari Leonel, Leandra langsung menatap Leonel dengan tatapan kesal. Bibirnya bahkan terlihat maju dua senti.


"Iiih! Aku tuh lagi kesel, pokoknya mau makan itu!" kekeh Leandra.


Leonel menghela napas berat, kemudian dia menolehkan wajahnya ke arah Lucky. Lucky yang paham langsung keluar dari Kafe tersebut, karena dia akan memesan ayam geprek permintaan dari istri tuanya.


"Oke! Aku minta Lucky untuk memesankan, sekarang kita duduk dulu sebelum klien datang." Leonel menarik salah satu kursi untuk Leandra, Linda semakin kebingungan dibuatnya.


"Nah, gitu dong. Kakak memang terbaik," ucap Leandra seraya mencubit pipi Leonal dengan gemas.


"Hem! Duduk yang anteng," ucap Leonel seraya merapikan jas yang tidak kusut sama sekali.


Leonel langsung membuka berkas yang akan menjadi bahan meeting kali ini, Begitupun dengan Linda, dia sibuk untuk bersiap. Walaupun dia masih merasa ada yang janggal di antara Leandra dan juga Leonel.


Tidak lama kemudian Lucky datang dengan membawa pesanan dari Leandra, gadis itu begitu senang dan dengan cepat dia memakannya.


Leonel hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah dari istrinya, Leandra adalah seorang wanita. Akan tetapi, dia tidak ada anggunnya sama sekali.


"Kakak mau?" tanya Leandra dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"No!" tolak Leonel.


Leandra hanya mencebikkan bibirnya seraya menggedikan kedua bahunya, lalu ia melanjutkan acara makan siangnya.


Berbeda dengan Leonel, dia langsung meminta Lucky untuk memesankan minuman untuk mereka berempat.


Sebenarnya Leandra ingin sekali mengerjai Linda, tetapi setelah dia mengingat jika Leonel akan melaksanakan meeting, dia mengurungkan niatnya. Masih ada lain waktu, pikirnya.


Sepuluh menit kemudian Leandra sudah selesai dengan acara makan siangnya, setelah itu dia mengambil ponselnya dan bermain dengan ponselnya tersebut.


Hal itu Leandra lakukan karena dia tidak tahu harus berbuat apa, sedangkan Linda merapikan bekas makan Leandra lalu bersiap kembali untuk melakukan tugasnya. Tidak lama kemudian, klien datang dan langsung menyapa Leonel.


"Selamat siang, Tuan Leonel. Maaf saya telat," ucap Liam seraya mengulurkan tangan kanannya.


Dengan senang hati Leonel langsung menerima uluran tangan dari Liam, lalu mempersilahkan Liam untuk duduk.


Setelah Liam duduk, dia menolehkan wajahnya ke arah Leandra. Senyum di bibir pria itu nampak mengembang, lalu dia pun berkata.


"Hai, Putri Cantik. Elu ngapain di mari?" tanya Liam.


Leandra yang sedang asyik berselancar dengan ponselnya langsung menolehkan wajahnya ke arah Liam, tidak lama kemudian dahinya nampak mengerut dengan dalam.


"Kak Liam? Kok bisa di sini? Bukannya tadi bilangnya mau nyiapin buat acara ospek besok ya?" tanya Leandra.


"Gue disuruh bokap buat wakilin dia, soalnya bokap ada urusan mendadak ke luar kota," jawab Liam.

__ADS_1


"Widiih! Keren banget, Kak. Elu jadi ganteng banget pake jas kaya gini, ngga nyangka gue!" puji Leandra ketika melihat kakak kelasnya kini berpenampilan begitu rapi.


Leonel yang mendengar pujian dari bibir Leandra terlihat melonggarkan dasinya dengan wajah yang ditekuk, kemudian dia berdehem beberapa kali.


"Ehm! Maaf, Tuan Liam. Kita ke sini untuk meeting, saya tidak punya banyak waktu!" ucap Leonel tegas.


Liam yang sedang asyik berbicara dengan Leandra langsung menolehkan wajahnya ke arah Leonel, kemudian dia membungkuk beberapa kali dengan senyum hangat di bibirnya.


"Eh? Maaf, maaf karena saya terlalu senang bisa bertemu dengan Putri. Kalau begitu kita mulai saja meetingnya," ucap Liam.


Akhirnya acara meeting pun dimulai, selama acara meeting berlangsung Leandra memang begitu asyik dengan ponselnya. Leonel merasa tenang.


Justru yang membuat Leonel merasa kesal adalah Liam, berkali-kali dia mencuri pandang ke arah Leandra. Lalu, pria itu akan tersenyum dengan begitu manis.


'Cih! Berani sekali dia tersenyum seperti itu kepada istriku!' keluh Leonel dalam hati.


Setelah melakukan meeting selama 1 jam, akhirnya kedua belah pihak pun mencapai kesepakatan. Liam dan Leonel terlihat berjabat tangan.


"Terima kasih untuk kerjasamanya," ucap Liam.


"Ya, sama-sama," jawab Leonel singkat.


Setelah jabatan tangan mereka terlepas, Liam menolehkan wajahnya ke arah Leandra. Tanpa ragu dia menepuk pundak Leandra.


"Put, gue udah kelar nih ngerjain tugas bokap. Jalan yuk ama gue?" ajak Liam.


Leonel menatap tajam ke arah tangan Liam yang masih saja anteng berada di pundak Leandra, Lucky yang paham terlihat menahan tawanya. Berbeda dengan Linda yang kebingungan.


Leonel juga merasa sangat aneh, kenapa pria yang bernama Liam itu terus saja memanggil istrinya dengan sebutan Putri. Telinganya terasa panas.


"Jalan ke mana?" tanya Leandra antusias.


Mendengar kata jalan-jalan tentu saja Leandra begitu senang, karena sudah beberapa hari ini dia tidak pergi ke mana pun.


"Ke mana aja, yang penting elu seneng," jawab Liam.


Leandra yang kini sudah menjadi seorang istri langsung menolehkan wajahnya ke arah Leonel, dia tersenyum dengan sangat manis seolah sedang meminta persetujuan kepada suaminya tersebut.


"Tidak bisa! Kamu tidak bisa pergi kemanapun, ayo kita pulang!" ajak Leonel.


Leonel langsung bangun dan menarik tangan Leandra agar segera keluar dari Kafe tersebut, Leandra hanya bisa pasrah dengan bibir yang mengerucut.


Melihat Leandra yang ditarik seperti itu oleh Leonel, Liam kebingungan. Dia langsung mencegah langkah dari keduanya, karena tidak mau kehilangan kesempatan untuk pergi dengan Leandra.


"Anda kenapa, Tuan Leonel? Saya mengajak Putri untuk pergi, kenapa anda tidak memperbolehkan? Memangnya ada hubungan apa antara anda dan juga Leandra?" tanya Liam.

__ADS_1


Leonel begitu geram mendengar pertanyaan dari Liam, kalau saja Leandra tidak meminta dirinya untuk menyembunyikan hubungan mereka, sudah dapat dipastikan jika Leonel akan berkata jika Leandra adalah istrinya.


"Katakan kepada saya, kenapa anda terlihat begitu posesif terhadap Putri?" tanya Liam lagi.


__ADS_2