Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 92


__ADS_3

Walaupun Leandra harus melakukan ospek dengan banyak kegiatan yang begitu melelahkan, tetapi dia tetap menjalani hari dengan begitu semangat.


Apalagi jika mengingat nanti siang dia akan pergi ke kantor untuk bertemu dengan Leonel, dia merasa semakin bersemangat.


Keceriaan Leandra membuat dua gadis bernama Liana dan juga Leona resmi menjadi sahabatnya, hal itu membuat Leandra semakin ceria.


Liam yang tidak menegurnya sama sekali pun tidak membuat dirinya berkecil hati, dia seolah tidak peduli lagi.


"Leandra, bagaimana kalau kita nongkrong dulu di Kafe?" ajak Liana.


Liana, Leona dan juga Leandra terlihat sedang berdiri di depan kampus, mereka sama-sama sedang menunggu jemputan datang.


"Sorry, gue ngga bisa ikut. Ada tugas negara yang harus gue lakuin," ucap Leandra seraya terkekeh.


Leandra merasa lucu, karena setelah menikah justru dia merasa lebih senang bila bisa semakin dekat dengan suaminya.


"Ck! Mau ngapain? Mau nemuin bapak negara yang takut diembat valakor?" tanya Leona dengan asal.


Liana tertawa, mereka masih remaja dan masuk kuliah. Namun, Leona mengatakan hal yang seolah menyebutkan Leandra adalah seorang istri.


"Elu tuh aneh, Leona. Leandra itu sama seperti kita, gadis belia. Masa bilangnya gitu, kaya Leandra sudah punya laki aja," ucap Liana asal.


Leandra kembali terkekeh mendengar ucapan dari Leona dan juga Leana, memang benar adanya jika dia sudah menikah. Namun, dia belum ada niatan untuk berbicara saat ini. Mungkin lain kali.


"Mungkin seperti itu, dahlah gue pergi dulu. Gue udah dijemput," ucap Leandra saat melihat Lucky turun dari dalam mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Leandra.


Leona dan juga Liana langsung menolehkan wajahnya ke arah Lucky, pria muda dan tampan asisten pribadi dari Leonel.


"Dia siapa? Ganteng banget, gue nitip salam dong," ucap Liana seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah Lucky.


"Hastaga! Genit banget sih! Gue cabut dulu," ucap Leandra tidak percaya dengan kelakuan dari Liana.


"Pelit banget ih, pasti dia asisten pribadinya bokap elu, kan? Inceran elu ya? Makanya elu ngga mau dititipin pesan," tuduh Liana.


"Bukan seperti itu, gue lagi buru-buru. Nanti kita ngobrol lagi," ucap Leandra seraya melangkahkan kakinya untuk menghampiri Lucky.


Setelah mengatakan hal itu, Leandra langsung masuk ke dalam mobil. Lalu, dia melambaikan tangannya sebelum Lucky melajukan mobilnya menuju perusahaan Harold.


Setelah beberapa saat kemudian, Lucky dan juga Leandra tiba di perusahaan Harold. Saat istri dari atasannya tersebut turun dari mobil, Lucky menyerahkan kotak bekal yang diberikan oleh Lili.


Kotak bakal berisi makanan kesukaan dari Leonel, Lili juga membuatkan makanan kesukaan Leandra yang bisa dinikmati bersama dengan Leonel.

__ADS_1


"Terima kasih, Kak," ucap Leandra.


"Sama-sama, anda bisa langsung masuk saja ke dalam ruangan tuan Leon. Saya mau ke ruang HRD dulu," ucap Lucky.


Leonel meminta untuk dicarikan sekretaris baru, karena dia sudah memindahkan Linda ke kantor cabang.


Leonel merasa tidak suka saat berdekatan dengan Linda, karena gadis itu dirasa terlalu ikut campur dalam urusan pribadinya.


"Oke!" jawab Leandra seraya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan Leonel.


Saat dia hendak masuk ke dalam ruangan Leonel, dia bisa melihat dengan jelas jika di dalam ruangan tersebut ternyata ada Liliu.


Gadis yang tadi malam berusaha untuk merayu Leonel, Leandra yakin jika gadis itu akan kembali datang untuk menggoda suaminya.


Jika saja dia mengandalkan egonya, ingin sekali dia masuk ke dalam ruangan Leonel dan langsung menjambak rambut panjang dari wanita tersebut.


Dia juga ingin sekali mengusir wanita itu dan tidak memperbolehkan Liliu untuk menginjakkan kakinya di perusahaan Harold lagi, dia sangat kesal.


Akan tetapi, walaupun usianya masih sangat muda, dia tidak ingin bersikap kekanak-kanakan. Dia ingin bersikap seperti istri yang sangat terhormat.


"Berani sekali dia datang, bersiaplah untuk mendapatkan pelajaran." Leandra tersenyum tipis seraya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Liliu.


Liliu nampak duduk di atas sofa, dia menggunakan baju yang begitu seksi dengan belahan dadanya yang sangat rendah. Leonel seolah tidak memedulikan kedatangan gadis itu, dia duduk anteng di balik meja kerjanya.


Dari situ Leandra paham, ternyata suaminya itu benar-benar sudah sangat dewasa. Leandra sengaja tidak masuk ke dalam ruangan tersebut, tetapi dia memilih untuk bersembunyi di balik tembok.


Dia ingin mendengarkan terlebih dahulu percakapan di antara Leonel dan juga Liliu, dia juga ingin tahu apa yang sebenarnya sudah direncanakan oleh Liliu.


"Kak Leon, aku sudah sepuluh menit duduk sendirian, apakah Kakak tidak mau menemani aku?" tanya Liliu.


Leonel menghentikan aktivitasnya, kemudian dia menolehkan wajahnya ke arah Liliu. Dia tersenyum kecut kemudian berkata.


"Bukankah kamu tadi bilang datang ke sini untuk mendapatkan tanda tangan dariku? Aku sudah memberikan tanda tanganku, jadi... silakan anda pergi dari ruangan saya. Karena saya masih banyak pekerjaan," usir Leonel dengan halus.


Liliu nampak tidak senang hati mendengar apa yang dikatakan oleh Leonel, dia bahkan langsung bangun dan menghampiri Leonel.


Gadis itu berdiri di belakang Leonel dan mengusap pundak dari pria itu dengan begitu lembut, ini saatnya Liliu bertindak, pikirnya.


"Kakak pasti capek, kan? Kalau begitu biar aku yang memijat pundak Kakak ini, biar Kakak tidak terlalu capek," ucap Liliu seraya memijat pundak Leonel.


Namun, dengan cepat Leonel menepis tangan Liliu. Pria itu seolah tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Liliu, gadis itu dirasa terlalu berani dan terkesan sengaja menggoda dirinya.

__ADS_1


"Maaf, Nona Liliu. Anda terlihat sangat cantik ada juga berpendidikan, anda pasti sangat tahu jika berduaan di dalam ruangan dengan seorang pria itu adalah hal yang tidak baik. Terlebih lagi saya adalah seorang pria yang sudah beristri, jadi... silakan anda pergi dari ruangan saya. Untuk urusan pekerjaan anda bisa meminta tuan Leonard untuk bertemu dengan saya."


Leonel sengaja berbicara dengan tegas, karena dia merasa geram dengan tingkah dari Liliu yang dia rasa sudah keterlaluan.


Mendengar ucapan dari Leonel, Lilu merasa tidak ada kesempatan untuk mendekati pria itu. Padahal, dia sudah menyempatkan waktunya untuk menemui Leonel.


Namun, tetap saja Leonel bersikap judes kepada dirinya. Padahal dia sudah membawa ramuan ajaib dari ayahnya, sayangnya Leonel tidak juga memberikan minuman untuk dirinya.


Leonel seperti sengaja ingin membuat dia kesal dan tidak betah, dengan seperti itu dirinya akan menyerah dan pergi dari sana.


"Ehm! Kak, apakah kamu tidak kasihan kepadaku? Aku sudah jauh-jauh datang ke sini, masa aku langsung diusir begitu saja. Setidaknya kakak harus memberikan aku segelas air untuk aku minum, agar saat pulang nanti aku tidak kehausan."


Liliu masih berusaha untuk merayu pria tersebut, dia masih berharap jika dirinya masih ada kesempatan untuk memiliki pria sukses seperti Leonel.


Leandra yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan keduanya merasa sudah pegal berdiri di balik tembok, dia juga sudah merasa kesal melihat apa yang Liliu lakukan.


Dia pun berusaha untuk menenangkan dirinya, karena tetap saja dia merasa kesal saat melihat Liliu berusaha untuk merayu suaminya.


Setelah merasa tenang, dia memoleskan make up di wajahnya agar terlihat lebih fresh, karena seharian ini dia sudah beraktivitas di kampusnya.


Dia juga menyempatkan parfum di beberapa bagian tubuhnya, agar Leonel tidak kebauan saat berdekatan dengan dirinya.


"Perfect, sudah wangi dan sudah cantik. Tinggal ditambahin bibir merah saja," ucap Leandra seraya memoles bibirnya dengan gincu berwarna merah muda.


Setelah itu, dia kembali memasukkan make up miliknya ke dalam tas ransel yang dia pakai, lalu dia pun melangkahkan kakinya menuju ruangan Leonel.


"Selamat siang suamiku, aku sudah datang membawakan makan siang untuk kita," ucap Leandra yang terdengar begitu manis di telinga Leonel.


"Selamat siang, Sayangku. Kemarilah!" pinta Leonel yang terdengar sangat menyebalkan di telinga Liliu.


Leandra tersenyum, lalu dia menyimpan kotak bekal yang dia bawa di atas meja. Kemudian, dia menghampiri Leonel dan langsung duduk di atas pangkuannya.


Leandra seolah tidak menganggap keberadaan Liliu yang berdiri seraya menatap dirinya dengan tidak suka di belakang Leonel, dia seakan masa bodoh.


"Keliatannya kamu tuh cape banget, aku kasih vitamin dulu biar tambah semangat." Leandra tersenyum lalu menautkan bibirnya pada bibir suaminya.


Liliu langsung memelototkan matanya melihat akan hal itu, dia tidak menyangka jika Leandra akan melakukan hal itu didepannya.


Setelah tautan bibir mereka terlepas, Leandra mengecup kening Leonel dengan cukup lama. Leonel terkekeh mendapatkan perlakuan seperti itu dari Leandra, padahal awalnya Leonel merasa takut sekali jika Leandra akan mengamuk.


Dia pikir Leandra akan menjambak Liliu dan mengajak Liliu untuk bergulat, tetapi dia salah. Ternyata Leandra bisa bersikap dengan begitu dewasa, Leonel menolehkan wajahnya ke arah Liliu, kemudian dia berkata.

__ADS_1


"Maaf, Nona Liliu. Anda bisa langsung pulang, saya ingin memakan istri saya terlebih dahulu. Eh? Maksudnya saya ingin makan siang dengan istri saya," ucap Leonel.


"What? Kak Leon beneran ngusir aku?"


__ADS_2