Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 94


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang sudah diprediksikan oleh Lucky, pria lajang itu kini sedang lembur dalam bekerja. Karena Leonel dan juga Leandra sudah pulang saat sore hari tiba.


Kedua insan rupawan berbeda jenis kelamin itu terlihat begitu kelelahan, karena siang ini mereka melakukan pergumulannya dengan begitu panas.


Leonel dan juga Leandra seakan ingin mencoba berbagai gaya baru, setelah mereka bercinta di atas sofa, Leonel mengajak istrinya untuk bercinta di atas meja kerja.


Bahkan, mereka kembali bercinta di dalam kamar mandi. Hal itu membuat Leandra benar-benar merasa lelah, Leonel yang merasa tidak tega langsung mengajak istrinya untuk pulang.


Pria itu langsung menyerahkan semua pekerjaannya kepada Lucky, di saat sekretaris baru belum ada, Lucky kini harus bekerja keras sendirian.


"Ya Tuhan! Tahu begini aku tidak usah memindahkan Linda terlebih dahulu, ini sangat melelahkan," ucap Lucky setelah menyelesaikan pekerjaannya.


Lucky melirik jam yang dipakai di tangan kirinya, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Hastaga! Ini sudah larut, bahkan aku belum makan malam. Semoga saja mag aku tidak kambuh," ucap Lucky.


Setelah mengatakan hal itu, pria yang masih betah melajang itu langsung pulang dari perusahaan Harold.


Tentunya dia ingin mencari Resto yang masih buka, agar dia bisa makan malam terlebih dahulu.


Namun, setelah cukup lama dia berkeliling ternyata tidak ada Resto yang masih buka. Akhirnya Lucky pun memutuskan untuk mencari cari penjual makana keliling.


Atau mungkin dia akan mencari pedagang yang biasa menjajakan dagangannya di pinggir jalan, tidak apa membeli makanan yang ada di pinggir jalan. Yang penting dia masih bisa makan malam, pikirnya.


Karena di apartemen miliknya hanya ada mie instan dan telur saja, dia merasa malas untuk memakan makanan instan itu.


Tidak lama kemudian, dia melihat ada tukang nasi goreng keliling. Dengan cepat Lucky menepikan mobilnya.


"Kang! Nasi gorengnya satu, yang pedes ya," pesan Lucky.


Akang tukang nasi goreng itu nampak memberhentikan langkahnya, kemudian dia menolehkan wajahnya ke arah Lucky.


"Siap, Tuan. Tunggulah sebentar, akan saya buatkan." Kang nasi goreng mulai menyalakan kompornya dan mengambil telor.


"Oke, jangan lama, Kang," pinta Lucky.


Lucky dengan sabar duduk di pinggir jalan, menunggu nasi goreng yang dia pesan. Namun, saat sedang asyik memperhatikan Kang nasi goreng membuatkan pesanannya, dia melihat Liliu yang sedang berjalan sendirian.

__ADS_1


Gadis itu terlihat berjalan dengan sempoyongan, wajahnya nampak memerah. Tangannya terlihat dia kibas-kibaskan ke kanan dan ke kiri dengan tidak jelas. Bibirnya bahkan terdengar meracau tidak jelas.


Awalnya Lucky ingin mengabaikan keberadaannya Liliu, tetapi setelah dia perhatikan ternyata gadis itu berjalan sendirian tanpa ada yang menemani. Karena merasa khawatir dan juga kasihan, akhirnya dia menghampiri gadis itu.


"Nona, apakah anda baik-baik saja?" tanya Lucky.


Liliu yang mendapatkan pertanyaan dari Lucky langsung menolehkan wajahnya ke arah pria itu, dia tersenyum sinis. Tidak lama kemudian, Liliu nampak marah-marah dan memukuli dada bidang Lucky.


"Dasar pria brengsek, semua pria brengsek! Semuanya brengsek, dasar Vangke!" teriak Liliu seraya memukuli dada bidang Lucky tanpa henti.


Gadis itu seolah meluapkan kekesalannya kepada Lucky, pria yang tidak tahu apa pun dengan apa yang sudah terjadi terhadap Liliu.


"Hastaga, Nona. Hentikan! Ini sangat sakit," keluh Lucky seraya menangkap kedua tangan Liliu.


Liliu menatap sengit ke arah Lucky, dia merasa tidak senang hati karena Lucky sudah menangkap kedua tangannya.


"Kamu tuh pantes mendapatkan pukulan dariku, karena tadi kamu sudah berani menggoda diriku. Padahal, aku hanya sedang duduk dan menghabiskan minumanku. Dasar Vangke!"


Liliu berusaha untuk menyerang Lucky, pria itu dengan sabar menghentikan setiap pukulan demi pukulan yang diberikan oleh Liliu. Tidak lama kemudian, Liliu memeluk Lucky dan memuntahkan isi perutnya pada kemeja yang dia pakai.


"Hastaga, Nona!" pekik Lucky yang merasa jijik dan juga bau dengan muntahan Liliu.


Gadis itu tersenyum sebelum memejamkan matanya, Lucky menjadi panik dibuatnya. Dia kebingungan karena Liliu malah pingsan.


"Nona, bangun. Jangan pingsan dulu, aku harus mengantarkan anda ke mana?" tanya Lucky.


Lucky yang kebingungan malah mengambil tas milik Liliu, lalu dia mengambil ponsel gadis itu dan menelpon tuan Leonard.


Sayangnya, berkali-kali dia mencoba menelpon ayah dari Liliu, tuan Leonard tidak mengagkat panggilan telpon darinya.


"Ya ampun, sebenarnya di mana alamat rumah anda Nona?" tanya Lucky seraya membuka kemeja yang dia pakai dan melemparkannya ke tong sampah.


Bau dan juga badannya terasa lengket dan basah, itulah yang Lucky rasakan saat ini. Sungguh Lucky merutuki apa yang sudah dilakukan oleh Liliu. Jika memang tidak pernah minum minuman beralkohol, kenapa gadis itu terkesan memaksakan diri pikirnya.


Jika saja Liliu bisa menahan keinginannya, dia pasti tidak akan mabuk seperti ini. Liliu nampak seperti orang gila.


"Tuan, nasi gorengnya." Kang nasi goreng menghampiri Lucky dan menyerahkan kantong plastik berisikan pesanan dari Lucky.

__ADS_1


"Ah iya, terima kasih." Lucky membayar pesanannya dan dengan cepat mengangkat tubuh Liliu.


"Menyusahkan," imbuh Lucky seraya mendudukan tubuh Liliu di atas bangku penumpang.


Karena tidak tahu harus mengantarkan Liliu ke mana, akhirnya dia membawa Liliu ke apartemen miliknya.


Sepanjang perjalanan menuju apartemen milik Lucky, Liliu tertidur dengan sangat pulas. Gadis itu seakan tidak merasa bersalah, sedangkan Lucky sesekali menolehkan wajahnya ke arah Liliu dengan wajah kesalnya.


Tidak lama kemudian, mobil yang Lucky kendarai sudah tiba. Dengan cepat dia turun seraya menggendong tubuh Liliu.


"Anda sangat menyusahkan!" kesal Lucky seraya menghempaskan tubuh Liliu ke atas tempat tidur.


Jika saja tidak ingat jika Liliu adalah putri dari tuan Leonard, dia akan membiarkan gadis itu tergeletak di atas aspal.


"Ya Tuhan! Dia sangat bau," keluh Lucky.


Karena merasa kasihan, akhirnya Lucky mengambil air hangat untuk mengelap tubuh Liliu. Dia bahkan mengganti baju Liliu yang bau dengan kemeja miliknya.


"Anda benar-benar keterlaluan," keluh Lucky setelah mengganti baju gadis itu. Lalu, Lucky langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Di kediaman Harold.


Leandra terbangun dari tidurnya, dia merasa jika tenggorokannya terasa sangat kering. Bibirnya langsung tersenyum kala melihat wajah suaminya yang begitu dekat dengan dirinya.


"Kamu tuh ganteng banget, Kak. Tapi nyebelin, suka banyak maunya." Leandra memonyongkan bibirnya.


Dia merasa kesal dengan dirinya sendiri, walaupun tubuhnya begitu lelah. Namun, setelah mendapatkan sentuhan ajaib dari suaminya dia selalu tidak tahan untuk segera dimasuki.


"Aku minum dulu, jangan nyariin." Leandra berusaha untuk melepaskan diri dari tubuh suaminya, lalu dia mengambil guling sebagai gantinya.


Setelah memastikan suaminya tidur dengan nyaman, Leandra segera mengambil kimono mandi dan segera melangkahkan kakinya menuju dapur.


Sesaat sebelum tidur Leonel meminta agar istrinya tidak perlu memakai apa-apa, dia berjanji tidak akan meminta haknya lagi. Dia sangat paham jika Leandra begitu kelelahan.


"Ah! Seger," ucap Leandra ketika air dingin sudah mengalir di tenggorokannya.


Leandra memilih untuk duduk sejenak seraya memakan buah apel, saat sedang asik mengunyah apel. Tanpa sengaja dia mendengar suara Lili yang sedang memuntahkan isi perutnya, dengan cepat Leandra bangun dan segera melangkahkan kakinya menuju kamar Lili.

__ADS_1


"Bu, ibu kenapa? Ibu sakit atau--''


__ADS_2