Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Extra Part


__ADS_3

Leandra kini sudah dipindahkan bersama dengan bayinya ke dalam ruang perawatan, Leandra seakan tidak mau berjauhan dari putri cantiknya. Dia terus saja memangku bayi mungil itu, padahal bayi mungil itu kini sudah terlelap dalam tidurnya.


Leonel memang merasa begitu bahagia ketika melihat istrinya melahirkan, terlebih lagi memberikan seorang bayi yang begitu cantik untuk dirinya.


Namun, melihat akan hal itu kini Leonel merasa cemburu. Karena pria itu sejak tadi tidak dilirik sama sekali oleh Leandra, padahal Leonel sejak tadi duduk di samping istrinya.


Akan tetapi, Leandra terus saja menatap putrinya seraya mengelus lembut pipi kemerahan putrinya dengan jari telunjuknya.


"Sayang, aku juga mau dielus." Leonel memeluk Leandra, lalu pria itu mengecup pipi istrinya.


Leandra tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Leonel, lalu Leandra menolehkan wajahnya ke arah suaminya. Tanpa banyak bicara Leandra langsung mengecup bibir Leonel beberapa kali.


Mendapatkan kecupan dari istrinya, Leonel merasa begitu bahagia. Dia langsung menahan tengkuk leher istrinya, lalu memperdalam ciumannya.


"Sayang, ngga boleh kaya gitu. Nanti aku malah ingin cepat-cepat membuat bayi lagi," ucap Leandra setelah pagutan bibir Leonel terlepas.


Leonel sampai mengerjapkan matanya dengan tidak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, belum lama istrinya berteriak-teriak dan mengatakan jika inti tubuhnya begitu sakit.


Lalu, saat ini istrinya mengatakan hal yang membuat dirinya tidak bisa berkata-kata. Tidak sadarkah Leandra jika inti tubuhnya saja saat ini masih ditambal, tentunya karena darah nifasnya saja masih keluar.


"Aku hanya ingin di sayang, bukan mau ngajakin kamu itu. Lagian aku mana tega ngajakin kamu itu, pasti itunya masih sakit." Leonel mengusap-usap punggung Leandra dengan begitu lembut.


"Iya, Ayah. Bunda paham, sekarang Ayah mandi dulu, oke? Sekalian babynya diboboin di box baby, aku mau boboan juga. Lemes," ucap Leandra.


Leonel langsung menepuk jidatnya, dia memang belum mandi. Dia terlalu fokus memperhatikan istrinya dan juga buah hatinya yang begitu cantik, sampai-sampai dia lupa akan hal itu.


"Iya, Sayang. Aku akan mandi," ucap Leonel.


Leonel mengecup kening istrinya, lalu dia mengambil alih baby mungilnya dan menidurkannya di atas box bayi. Setelah itu, dia langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Tentunya dia sekalian membawa baju ganti, karena sopir pribadinya sudah mengambilkan baju ganti untuk dirinya dan juga Leandra. Bahkan, perlengkapan baby mungilnya juga sudah dibawakan oleh sang sopir.


Di lain tempat.


Liliu baru saja keluar dari dalam kamar mandi, wajahnya begitu sumringah sekali. Dia ingin segera menghampiri suaminya, dia ingin memberikan kejutan kepada suaminya.

__ADS_1


Ketika dia melihat Lucky yang sedang memakai dasi, Liliu tersenyum dengan riang. Dia menghampiri suaminya, tangannya membantu suaminya untuk memakai dasi lalu dia berkata.


"Sayang! Aku---"


"Aku juga mencintai kamu, maaf aku ngga bisa sarapan di rumah. Hari ini aku akan sangat sibuk sekali, karena nyonya Leandra sudah melahirkan. Pastinya tuan Leonel akan menunggui istrinya, jadi... sampai jumpa nanti sore." Lucky menunduk lalu mencium bibir istrinya dengan begitu mesra.


Lucky langsung memangkas ucapan istrinya, karena memang biasanya setiap pagi Liliu akan mengatakan jika dia begitu mencintai Lucky.


"Sayang, bagaimana kalau selepas kamu pulang kerja, kita pergi ke rumah sakit untuk melihat baby mungilnya?" ajak Liliu.


"Aku mau, nanti selepas pulang kerja aku akan menjemputmu. Dandan yang cantik, biar sekalian kita makan malam di luar." Lucky kembali menunduk dan mencium bibir istrinya.


Wanita yang sudah menjadi istrinya itu kini berubah mencari wanita yang begitu baik, pengertian, perhatian dan juga penuh cinta.


Tidak pernah sekalipun dia marah-marah, tidak ada Liliu yang seperti dulu. Dia benar-benar menjadi ibu rumah tangga yang begitu baik, sesekali Liliu juga akan bekerja dari rumah.


Dia aktif bekerja secara online, karena dia tidak mau menjadi wanita yang terlalu sibuk dan tidak bisa mengurus suaminya. Sungguh Lucky merasa bangga dengan perubahan dari istrinya tersebut.


"Ya, aku akan dandan yang cantik untuk kamu. Aku juga akan memberikan kado yang spesial untuk bayi nyonya Leandra, babynya perempuan atau laki-laki?" tanya Liliu.


''Perempuan, Sayang. Dia sangat cantik, mirip ayahnya. Mau lihat?" tanya Lucky seraya memberikan ponselnya kepada sang istri.


"Aku juga mau yang seperti ini," ucap Liliu.


Lucky tersenyum lalu memeluk Liliu, dia bahkan langsung menunduk dan mengecup kening istrinya dengan penuh kasih.


"Nanti kita juga akan mempunyai baby yang cantik dan tampan, jangan khawatir. Aku akan lembur setiap malam," ucap Lucy.


Liliu langsung tertawa mendengar ucapan suaminya, dia mengeratkan pelukannya lalu mengusakkan wajahnya di dada suaminya tersebut. Lucky melerai pelukannya lalu memberikan ciuman penuh cinta di bibir istrinya.


Setelah memberikan ciuman yang begitu mesra pada istrinya, Lucky langsung berangkat menuju perusahaan Harold. Dia bekerja dengan begitu bersemangat, sesekali dia akan mengecek ponselnya. Karena biasanya Liliu akan mengirimkan banyak pesan chat untuk dirinya.


Terkadang Liliu akan mengirimkan foto dirinya, foto saat dirinya berbusana dengan begitu seksi dengan fose yang menantang. Hal itu selalu membuat Lucky ingin segera pulang, ingin segera bergulat dengan istrinya.


Pukul 5 sore Lucky sudah selesai dengan pekerjaannya, karena dia akan pergi untuk melihat bayi milik atasannya, Lucky menyempatkan diri untuk mandi terlebih dahulu. Dia juga mengganti pakaiannya yang dirasa sudah kotor.

__ADS_1


Saat dia keluar dari dalam kamar mandi, Lucky sangat kaget ketika melihat istrinya sudah duduk di atas sofa. Liliu terlihat begitu cantik, Hal itu membuat Lucky sulit untuk mengedipkan matanya.


"Kamu cantik sekali, Sayang." Lucky menghampiri istrinya, dia duduk tepat di samping istrinya dan mengangkat tubuh Liliu agar duduk di atas pangkuannya.


"Cantik dong, Yang. Malam ini adalah malam yang spesial soalnya," ucap Liliu.


"Kalau kaya gini, aku jadi tidak ingin pergi ke mana pun," ucap Lucky seraya memeluk pinggang istrinya dengan posesif.


Lalu pria itu langsung mengusakkan wajahnya pada dada besar Istrinya, Liliu sampai menggeliatkan tubuhnya karena kegelian.


"Ayo kita berangkat, aku sudah tidak sabar ingin melihat bayi itu," ucap Liliu.


"Ya, Sayang. Maafkan aku, aku selalu betah bermain dengan ini. Karena bentuknya berubah jadi besar dan lebih bulat," jawab Lucky seraya meremat dada istrinya.


"Iya, besar karena ulah kamu. Nanti pulang makan malam kamu boleh bermain dengan sepuasnya di sini," ucap Liliu seraya mengusap dadanya.


"Yes, Baby!" seru Lucky.


Setelah mengatakan hal itu, Liliu dan juga Lucky langsung pergi menuju Rumah Sakit. Lima belas menit kemudian, pasangan suami istri itu sudah tiba di dalam ruangan perawatan milik Leandra.


Setelah menyapa Leandra dan memberikan kado untuk baby mungil itu, Lucky dengan tidak sabarnya langsung menggendong bayi mungil itu. Leonel sampai menghampiri Lucky dan menepuk pundak dari asisten pribadinya itu.


"Bukannya kalian bikinnya tiap hari, udah jadi belum?" tanya Leonel.


Leandra sampai hampir tersedak ludahnya sendiri mendengar pertanyaan dari suaminya, rasa-rasanya hal itu tidak perlu Leonel tanyakan kepada Lucky, pikirnya.


"Sepertinya aku perlu bekerja keras lagi karena--"


Belum sempat Lucky menyelesaikan ucapannya, Liliu menghampiri suaminya. Dia mengambil amplop putih besar dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Lucky.


"Aku gendong dulu Baby-nya, kamu bukalah amplop itu," ujar Liliu seraya mengambil baby cantik milik Leonel dari Lucky.


"Apa ini, Sayang?" tanya Lucky.


''Bukalah!" perintah Liliu.

__ADS_1


Dengan perlahan Lucky membuka amplop berwarna putih tersebut, tidak lama kemudian matanya langsung membulat dengan sempurna.


"Ini beneran, Yang? Kamu--"


__ADS_2