
Pagi ini terlihat begitu cerah, sama halnya dengan wajah dari Leonel dan juga Leandra yang begitu cerah dan bersemangat.
Walaupun pekerjaan Leonel begitu banyak, tetapi pagi ini dia merasa begitu bersemangat. Tentu saja hal itu bisa terjadi karena adanya Leandra di sampingnya.
Walaupun tadi malam dia tidak mendapatkan jatahnya, tetapi Leonel sangat senang karena Leandra memperbolehkan dirinya untuk tidur bersama dengan istrinya tersebut.
Bahkan, pagi ini ketika Leonel sedang memakai setelan kerjanya, Leandra dengan sigap memasangkan dasi di leher pria dewasa itu.
Tentu saja Leonel langsung menghadiahkan ciuman mesra untuk istrinya, ciuman yang disambut dengan sangat baik oleh Leandra. Karena dia langsung membalas pagutan dari suaminya tersebut.
"Hari ini aku akan kembali sibuk, nanti siang aku tidak akan bisa kembali menjemputmu. Tadi malam tuan Leonard mengirimkan pesan chat, katanya dia mau datang untuk membahas masalah pekerjaan yang tertunda."
Leonel menjelaskan apa yang akan dia lakukan hari ini, tidak menjemput Leandra bukan karena tidak menginginkan hal itu. Akan tetapi, karena banyaknya pekerjaan yang menunggu.
Leandra nampak memandang Leonel seraya memicingkan matanya, jika mengingat kejadian tadi malam, Leandra menjadi curiga jika tuan Leonard memiliki rencana tidak baik kepada Leonel.
Lebih tepatnya, dia berniat buruk pada pernikahannya dengan Leonel. Dia merasa jika tuan Leonard seakan ingin memisahkan dirinya dengan Leonel.
Otak cerdas Leandra seakan sedang berpikir, bagaimana caranya agar dia mengetahui niat jahat dari tuan Leonardo. Karena entah mengapa, dia begitu khawatir jika Leonel terus saja berhubungan dengan pria tua itu.
Leonel yang mendapatkan tatapan seperti itu dari Leandra merasa begitu gemas, dia bahkan langsung mengangkat tubuh Leandra dan menggendongnya seperti bayi koala.
"Ternyata istriku ini sangat menggemaskan sekali, jika saja tidak banyak pekerjaan, aku tidak ingin pergi." Leonel langsung menengadahkan wajahnya dan mengecup bibir istrinya beberapa kali.
Leandra tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu dari Leonel, hatinya bahkan merasa sangat bahagia.
"Tentu saja aku ini cantik dan menggemaskan, aku juga ngangenin loh. Karena nanti siang kamu tidak bisa menjemputku, bagaimana kalau aku saja yang datang ke tempatmu?" tanya Leandra.
Mendengar ucapan dari istrinya, Leonel sampai merasa tidak percaya. Karena Leandra mengatakan jika pernikahan mereka tidak ingin diketahui banyak orang.
Namun, kini sikap Leandra seolah menunjukan jika dia ingin pernikahan yang mereka lakukan diketahui banyak orang.
"Untuk apa kamu datang ke kantor? Apakah kamu ingin melihat aku bekerja? atau mungkin kamu ingin menjagaku agar tidak ada wanita lain yang mendekatiku? Atau mungkin karena kamu takut kangen sama aku?"
Leonel memberondong istrinya dengan banyak pertanyaan, Leandra langsung tertawa dibuatnya. Leonel terasa begitu lucu ketika mengajukan banyak pertanyaan seperti itu.
__ADS_1
"Sepertinya semuanya," jawab Leandra.
Sengaja Leandra mengatakan hal itu agar Leonel mau mengizinkan dirinya untuk pergi ke kantor suaminya tersebut.
"Benarkah? Lalu, apakah kamu tidak akan bosan jika diam saja di kantor?" tanya Leonel.
"Ngga dong, aku juga akan datang untuk membawakan makan siang untukmu. Karena aku belum bisa masak, aku akan meminta ibu untuk memasakkan makan siang untukmu. Jadi, sebelum kak Lucky datang menjemputku, dia harus ke rumah terlebih dahulu."
Untuk sesaat Leonel terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, tetapi tidak lama kemudian dia pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Sepertinya itu ide yang sangat bagus, kita bisa makan siang bersama di kantor." Leonel melebarkan senyumannya, begitupun dengan Leandra.
Wanita itu nampak bahagia dengan apa yang diutarakan oleh suaminya, dengan seperti itu dia akan merasa tenang.
Jika nanti siang tuan Leonard datang dengan Liliu, Leandra sudah menyiapkan hati dan juga ide untuk melumpuhkan gadis meliuk itu.
"Oke, sekarang ayo kita sarapan. Nanti kita telat," ajak Leandra.
"Hem," jawab Leonel.
Saat sarapan, mereka tidak berbicara sama sekali. Leonel terlihat khusyu dengan sarapannya, sedangkan Leandra terlihat sedang memikirkan sesuatu yang membuat pikirannya terganggu.
Melihat tingkah Liliu tadi malam, Leandra menjadi curiga jika wanita itu menginginkan suaminya. Maka dari itu dia akan melakukan siaga 1.
Walaupun pernikahan mereka dilaksanakan secara rahasia, tetapi Leandra merasa mulai nyaman bersuamikan seorang keturunan dari Harold itu.
Dia tidak akan memberikan kesempatan kepada Liliu untuk menjadi pelakor, dia tidak akan memberikan kesempatan kepada Liliu untuk bisa dekat dengan suaminya.
Leonel adalah miliknya, karena dia sudah menyerahkan kesuciannya kepada suaminya. Dia tidak akan membiarkan Liliu untuk bisa berdekatan kembali dengan Leonel.
"Sayang! Aku sudah selesai," ucap Leonel seraya mengelap ujung bibirnya dengan tisu.
Leandra yang makan seraya melamun langsung menolehkan wajahnya ke arah suaminya, lalu dia tersenyum dan berkata.
"Aku pun,'' imbuh Leandra seraya menenggak susu hangat yang dibuatkan oleh Lili.
__ADS_1
Leonel dan juga Leandra langsung berpamitan kepada Lili, tentu saja tujuan Leonel saat ini adalah untuk mengantarkan Leandra ke kampus terlebih dahulu.
Setelah itu, baru dia akan pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya yang begitu menumpuk.
"Sudah sampai, jangan nakal lagi. Belajar yang bener," ucap Leonel seraya menepikan mobilnya tidak jauh dari kampus.
Tadi pagi Leandra sempat searching di gulu-gulu, di sana tertulis agar hubungan suami istri lebih romantis, maka di saat suami hendak berangkat bekerja istri harus memberikan ciuman yang mesra.
Entah kenapa Leandra ingin melakukannya, bukan karena dia genit. Hal itu ingin dia lakukan agar Leonel terus mengingat dirinya dan tidak ada niatan untuk pria itu berselingkuh.
"Hem, aku kuliah dulu. Kakak juga kerja yang bener, matanya jangan jelalatan."
Leonel langsung tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh istri kecilnya, entah kenapa Leandra kini menjadi posesif, menurutnya.
"Iya, Sayang. Aku sudah punya bidadari kecil yang menggemaskan, mana mungkin mataku ini jelalatan saat melihat wanita lain." Leonel mengusap pipi Leandra dengan lembut.
Leandra tersenyum senang mendengar apa yang dikatakan oleh Leonel, dia melepas sabuk pengamannya.
Lalu, bukannya turun, tetapi Leandra malah duduk di atas pangkuan Leonel dan memberikan ciuman yang begitu mesra kepada suaminya tersebut.
Leonel benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Leandra, dia hanya bisa terdiam seraya menikmati pagutan bibir dari istrinya.
Bibir yang terasa hangat dan juga basah, bibir yang terasa sangat manis dan sudah menjadi candu untuk dirinya.
"Selamat bekerja suamiku, aku kuliah dulu."
Setelah mengatakan hal itu Leandra langsung turun dari mobilnya dan berlari untuk segera masuk ke dalam kampusnya, dia merasa konyol dengan apa yang sudah dia lakukan.
Akan tetapi, dia juga merasa bahagia karena sudah bisa meluapkan apa yang ada di pikiran dan di juga dia dalam hatinya.
Jika Leandra kini sudah masuk ke dalam kampusnya dengan senyum yang mengembang di bibirnya, berbeda dengan Leonel.
Pria itu masih terdiam seraya mengusap bibirnya yang basah karena ulah dari Leandra, dia benar-benar tidak percaya jika istri kecilnya mampu melakukan hal itu.
Rasanya, berumah tangga dengan Leandra membuat dirinya mendapatkan kejutan di dalam setiap waktunya.
__ADS_1
"Ya Tuhan, kenapa dia berani sekali? bagaimana kalau dia bangun dan ingin masuk ke dalam sarangnya?" tanya Leonel seraya menatap miliknya yang tertidur dengan lelap.