
Leonel benar-benar merasa tidak habis pikir jika gadis nakal yang biasanya bersikap judes dan selalu ingin mengerjai dirinya itu kini terlihat begitu genit dan juga binal.
Berulang kali Leandra bertanya apakah Leonel ingin memasukkan miliknya ke dalam inti tubuhnya, tetapi Leonel terus-menerus berkata jika dirinya tidak ingin merusak gadis itu.
Walaupun ada kesempatan emas untuk bisa menuntaskan hasratnya yang sejak tadi terpancing, Leonel berprinsip tidak akan melakukan hal yang satu itu kepada wanita yang bukan istrinya.
Setiap kali Leonel menolak, Leandra akan tertawa dan mengejek. Tentu saja hal itu dia lakukan karena Leonel berkata jika dia tidak ingin memasuki dirinya.
Akan tetapi, milik Leonel berdiri dengan tegak dan terasa begitu keras bagaikan batu. Hal itu membuat Leandra begitu menikmati setiap gesekkan antara bibir bagian bawahnya dengan milik pria dewasa di bawah kuasanya.
Pria dewasa itu dengan sekuat tenaga menahan hasratnya, menurut Leandra wajah Leonel nampak lucu dan menggemaskan. Terlihat memerah dan seakan hendak meledak.
Sudah 2 jam Leandra berada di atas tubuh Leonel, bahkan Leonel sudah melihat Leandra mendapatkan pelepasannya sebanyak tiga kali.
Herannya, gadis itu seperti tidak ada capeknya. Leonel benar-benar kesal karena sudah barang pasti jika dosis yang diberikan oleh Lingga dan juga Lana sangatlah besar.
'Sial! Dia benar-benar menyiksaku,' rutuk Leonel dalam hati.
Leonel berjanji di dalam hatinya, jika dia pasti akan membalas perbuatan lucnut dari kedua sahabat Leandra itu. Perbuatan yang membuat dirinya begitu tersiksa.
"Akh! Anda benar-benar nikmat, Tuan. Milik anda benar-benar sangat membantu," ucap Leandra yang terus saja bergoyang tanpa hentinya.
Leonel langsung menatap Leandra dengan kesal ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Leandra, dia benar-benar sangat kesal.
"Sudahlah Leandra, hentikan! Nanti punyamu itu akan lecet," ingat Leonel.
Leandra tertawa seraya membuka bathrobe yang dia pakai, lalu dia membuangnya dengan asal. Leonel nampak menelan ludahnya dengan kasar, karena dia kini disuguhkan oleh pemandangan yang sangat indah.
Dua bulatan dada yang tidak terlalu besar, tapi begitu menantang dengan ujung dadanya yang berwarna merah muda.
"Kalau tida mau melihat milikku lecet, lebih baik anda saja yang bekerja. Karena aku tidak bisa berhenti, ini sangat enak. Aku suka," ucap Leandra.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Leandra nampak menunduk dan langsung menyatukan bibirnya dengan bibir Leonel dengan sangat bergairah.
Tangan Leandra bahkan terlihat begitu nakal, dia mengusap setiap area sensitif dari tubuh pria itu. Tidak lama kemudian, tubuh pria itu nampak menegang.
Leandra menghentikan aktivitasnya, lalu dia menegakkan tubuhnya seraya memandang ke arah milik Leonel yang masih terbungkus rapi dengan celana panjangnya.
Pinggulnya yang sejak tadi bergoyang kini terlihat berhenti, lalu tangannya terlihat mengusap milik Leonel yang terlihat lebih mengecil dari ukuran sebelumnya.
"Hihihi! Katanya ngga mau masuk, tapi celana anda sudah sangat basah. Anda ngompol, ya?" tanya Leandra seraya tertawa dengan terbahak-bahak
Antara malu, kesal dan juga ingin memaki, itulah yang Leonel rasakan saat ini. Dia adalah pria normal, tentu saja mendapatkan gerakan sensual yang tiada hentinya dari Leandra membuat miliknya memuntahkan cairan cintanya.
Apalagi setelah istrinya meninggal, dia tidak pernah bermain solo. Karena yang ada di pikirannya hanya kesedihan yang mendalam setelah ditinggalkan oleh Leana dan calon buah hati mereka.
Tidak pernah ada niatan sama sekali untuk melakukan hal yang tidak-tidak, karena menurutnya akan bahaya jika nanti dia ketagihan. Sedangkan dia tidak memiliki pasangan.
"Tidak usah banyak bicara!" ucap Leonel seraya mendorong tubuh Leandra. Lalu, dia bangun dan segera turun dari tempat tidur.
"Hastaga! Padahal aku masih menginginkannya, sedikit lagi mau keluar. Kenapa dia meninggalkanku?" tanya Leandra.
Setelah mengatakan hal itu Leandra terlihat ikut turun dari tempat tidur dan segera berjalan menuju kamar mandi, tentu saja tujuannya untuk menyusul Leonel.
Senyum bibirnya langsung mengembang ketika dia menyadari jika pintu kamar mandi tersebut tidak terkunci, Leonel sangat ceroboh, pikirnya.
Dengan lancangnya Leandra masuk ke dalam kamar mandi tersebut dan memeluk Leonel yang sedang mengguyur tubuhnya di bawah air shower, Leonel terjingkat kaget.
"Shitt!" umpat Leonel ketika Leandra memeluk tubuhnya dari belakang dan menempelkan dadanya ke punggungnya.
Kelakuan Leandra benar-benar menguji imannya, jika saja dia tidak ingat Leandra itu siapa, dia tidak tahu lagi apa yang akan terjadi terhadap dirinya.
Dalam hati Leonel terus saja berdoa agar terhindar dari godaan setan, karena walau bagaimanapun juga dia hanyalah manusia biasa.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Leandra bahkan menggapai milik Leonel yang sudah terkulai lemas itu, lalu dia merematnya dengan gerakan yang begitu sensual.
Tentu saja hal itu membuat miliknya terbangun kembali, Leandra langsung tertawa seraya menatap milik Leonel dengan penuh kekaguman.
Padahal ini adalah kali pertamanya Leandra melihat milik pria, mungkin karena keadaannya yang sedang dalam tidak sadar seutuhnya. Sehingga Leandra bertingkah seperti wanita binal.
"Woow! Ini sangat besar, aku mau ini, Tuan. Pasti sangat enak," pinta Leandra.
Leandra menatap dengan tatapan lapar saat melihat milik Leonel, dia benar-benar sangat ingin merasakan nikmatnya dimanjakan oleh milik pria dewasa itu.
Tatapan mata Leandra benar-benar seperti Singa lapar yang sedang menunggu daging segar untuk disantap, tatapan Leandra sangat mengerikan di mata Leonel.
"Gila! dasar perempuan gila!'' umpat Leonel.
Setelah mengatakan hal itu Leonel nampak mengangkat tubuh Leandra, lalu menidurkannya di dalam bathtub.
Leandra terlihat memberontak dan hendak keluar dari dalam bathtub tersebut, tapi dengan cepat Leonel menahan tubuh Leandra dan mengguyurnya dengan air dingin.
Cukup lama Leonel mengguyur tubuh Leandra, dia berharap dengan seperti itu Leandra akan kembali sadar.
Tidak lama kemudian, Leandra terdengar merintih kesakitan. Dia sudah merasa tidak sabar untuk keluar dari air yang terasa dingin dan membekukan tubuhnya.
"Dingin, Tuan. Ini sangat dingin, anda keterlaluan sekali!" ucapnya dengan bibir yang sudah bergetar.
Tubuh Leandra mulai melemah, sepertinya efek obat perangsang itu sudah mulai hilang. Leonel paham akan hal itu, dia bisa sedikit bernapas dengan lega.
Karena merasa kasihan, akhirnya Leonel memakai handuk dan mengangkat tubuh Leandra. Lalu dia menyelimutinya dengan handuk dan mendudukkan Leandra di atas sofa.
Dia keringkan rambut Leandra dan dengan segera memakaikan kemeja miliknya pada gadis itu, Leonel benar-benar merasa tenang karena Leandra tidak lagi bertingkah aneh.
"Apa sudah terasa lebih baik?" tanya Leonel. ketika melihat Leandra yang hanya diam saja.
__ADS_1