
Leandra benar-benar merasa kaget saat mendengar suaminya akan makan malam di Resto SR, karena semua masakan di sana menggunakan kaldu udang, Leandra takut Leonel akan kenapa-kenapa.
Dulu saja saat dia mengerjai Leonel, pria itu hampir kehabisan napas. Lalu, bagaimana jika Leonel memakan makanan yang memakai kaldu udang dalam jumlah yang banyak, pikirnya.
"Hastaga! Rsto SR memang menyediakan aneka makanan dari berbagai macam daerah, tapi mereka menggunakan kaldu udang sebagai penyedapnya, Bu!" pekik Leandra.
Lili langsung membulatkan matanya dengan sempurna mendengar apa yang dikatakan oleh Leandra, Leonel memang hampir tidak pernah pergi ke Resto.
Leonel lebih menyukai makanan rumahan, selain lebih sehat Leonel juga bisa memesan makanan apa yang dia inginkan.
"Ya ampun! Cepat pakai baju, kita susul Leon!" seru Lili yang sama khawatirnya dengan Leandra.
"Iya, Bu," jawab Leandra.
Karena terburu-buru, Leandra tidak sempat merias diri. Dia hanya mencuci mukanya saja, lalu memakai kemeja berwarna biru laut dan juga celana jeans dengan warna senada.
"Ayo, Bu!" ajak Leandra setelah dia siap.
Mereka terlihat terburu-buru untuk pergi, mereka takut akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan kepada Leonel.
"He'em," jawab Lili yang langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar utama.
Saat tiba di halaman rumah, kedua wanita cantik berbeda generasi itu langsung meminta pak sopir untuk mengantarkan mereka menuju Resto SR.
Tanpa banyak bertanya lagi, pak sopir langsung melanjutkan mobil tersebut menuju Resto SR dengan kecepatan tinggi.
Tentu saja hal itu terjadi karena Leandra yang memintanya, bukan karena tidak sayang nyawa. Justru dia benar-benar mengkhawatirkan keadaan dari suaminya.
Ketika dia tiba di Resto SR, dengan cepat Leandra masuk ke dalam Resto dan menanyakan tentang ruang privat yang dipesan oleh tuan Leonard.
Lili sampai harus berlari untuk mengejar Leandra, dia bahkan terasa begitu lelah karena beberapa hari ini banyak menghabiskan waktu bersama dengan tuan Lincoln.
Tentu saja hal itu Leandra lakukan karena Leonel berkata jika dia yang diajak makan malam oleh tuan Leonard, pastinya pria itu yang memesan tempat, pikir Leandra.
Sesuai dengan dugaan dari Leandra, seorang pelayan langsung mengantarkan Leandra menuju lantai 2. Di mana di sana terdapat ruangan private untuk orang-orang tertentu.
Leandra mengedarkan pandangannya, tidak lama kemudian matanya terasa sakit saat dia melihat suaminya sedang berada di dalam ruang privat bersama dengan seorang wanita cantik.
Dia merasa aneh, bukankah tuan Leonard yang mengajak Leonel untuk makan malam bersama? Lalu, Kenapa di sana ada seorang wanita cantik?
Bahkan wanita itu terlihat berpenampilan dengan begitu seksi, dia terlihat sedang merayu Leonel tubuhnya yang dia rapatkan pada tubuh suaminya.
Leonel memang tidak berkata apa pun, tetapi pria itu berusaha untuk menghindari wanita cantik itu.
__ADS_1
Entah kenapa hatinya merasa panas, seperti ada kobaran api yang siap melahap bangunan yang sudah tersiram dengan bensin.
Wanita cantik itu tidak lama kemudian terlihat mengendok makanan yang ada di hadapan mereka, dia terlihat hendak menyuapi Leonel.
Walaupun hatinya terasa panas, tetapi dengan cepat Leandra masuk ke dalam ruang privat tersebut. Lalu, dia menepis tangan wanita cantik yang hendak menyuapi Leonel.
"Akh! Sakit," ucapnya dengan manja.
Melihat Leandra menepis tangan perempuan yang berada di sampingnya dengan begitu kencang, Leonel begitu kaget. Dia langsung bangun dan merangkul pundak istrinya dengan penuh kasih.
"Kamu di sini? Sejak kapan? Terus kenapa kamu melakukan itu kepada Liliu?" tanya Leonel dengan perasaan campur aduk.
Antara senang dan takut jika istrinya akan cemburu, itulah yang Leonel rasakan saat ini. Terlebih lagi ketika dia melihat Leandra yang menatap Liliu dengan tatapan tidak suka.
"Kakak ngapain di sini? Kakak bukannya bilang mau makan malam dengan tuan Leonard? Kenapa Kakak makan malam dengan dia? Memangnya Kakak mau bunuh diri?" tanya Leandra beruntun.
Leonel langsung mengerjapkan matanya dengan tidak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, istri kecilnya sudah bisa mengancam dirinya, pikirnya.
Melihat Interaksi yang begitu akrab antara Leonel dan juga Leandra, Liliu ikut bangun lalu dia pun bertanya kepada Leonel.
"Kak Leon, dia siapa? Kenapa dia lancang sekali memukul tanganku? Kenapa dia lancang sekali datang dan menjadi pengganggu? Bahkan dia datang tanpa make up, pede sekali dia. Siapa dia?" tanya Liliu dengan manja.
Dia bahkan terlihat berusaha untuk memeluk lengan Leonel, tetapi dengan cepat Leandra memelototkan matanya dan menepis tangan Liliu.
Leandra yang merasa tidak suka dipanggil anak kecil langsung melepaskan rangkulan Leonel, kemudian dia mendekatkan dirinya ke arah Liliu. Bahkan, tanpa ragu dia mendorong pundak Liliu dengan cukup kencang.
"Dengar, Nona Cantik. Aku yang masih kecil ini adalah istri dari Tuan Leonel, suami saya tidak bisa makan di Restoran ini. Karena dia memiliki alergi udang, jadi... jangan pernah berharap untuk bisa makan malam dengan suami saya di Restoran ini!"
Liliu langsung membulatkan matanya dengan sempurna mendengar apa yang dikatakan oleh Leandra, dia tidak menyangka jika Leonel sudah memiliki istri.
Padahal, tuan Leonard berkata jika Leonel masih lajang. Maka dari itu, Liliu berani mendekati Leonel.
Berbeda dengan Leonel, pria itu nampak sumringah karena ini adalah kali kedua Leandra menyebut dirinya sebagai suami.
Begitupun dengan Lili yang berdiri mematung di ambang pintu, dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Leandra.
Gadis itu benar-benar sangat tegas, pikirnya. Tidak seperti mendiang putrinya yang begitu lemah, sampai-sampai dia sering ditindas oleh orang lain.
"Oh, Leandra, Sayang. Jadi kamu datang hanya untuk--"
"Untuk memberitahukan Kakak, kalau Kakak masih mau hidup kita pulang sekarang. Karena semua menu makanan di sini memakai kaldu udang, terus kalau masih mau dapat jatah anu-anu, jangan macam-macam jalan dengan wanita lain!"
Leandra menatap tajam ke arah Liliu dan juga Leonel secara bergantian, setelah itu dia langsung pergi dari ruang privat tersebut.
__ADS_1
Leonel yang ketakutan langsung mengejar Leandra, tentunya sebelum itu dia meminta maaf terlebih dahulu kepada Liliu.
"Maaf, Nona Liliu. Saya tidak bisa makan malam dengan anda, mungkin lain kali," ucap Leonel seraya membungkukkan badannya beberapa kali.
Setelah itu dia langsung mengejar Leandra yang semakin menjauh bersama dengan Lili, sungguh dia takut dengan ancaman istri kecilnya tersebut.
Liliu hanya bisa menatap kepergian Leonel dengan begitu sedih, dia tidak menyangka jika dirinya akan ditinggalkan begitu saja di sana.
"Sayang, tunggu." Leonel menutup kembali pintu mobil yang sudah Leandra buka.
"Apa?" tanya Leandra dengan ketus.
"Maafkan aku, kamu pulangnya bareng aku ya? Ibu sama sopir aja," pinta Leonel.
Lili ingin sekali tertawa melihat tingkah dari Leonel, karena kini tingkah Leonel sama seperti saat pria itu menikah dengan Leana.
Leonel sudah terlihat ketakutan terhadap Leandra, dia seperti takut ditinggalkan oleh istrinya tersebut. Bahkan, dia sangat takut jika Leandra tidak akan memberi jatah ranjang kepada dirinya.
"Ngga mau ah, aku pulangnya sama ibu aja. Kak Leon pulangnya sama cewek tadi aja, aku nggak suka bareng Kakak. Kakak baunya udah ngga enak, udah kecampur sama bau cewek tadi." Leandra merajuk.
"Aku akan buka bajunya kalau kamu tidak suka," ucap Leonel.
Tanpa ragu Leonel langsung membuka jas yang dia pakai, lalu melemparkannya pada tong sampah.
Dia juga membuka kemeja yang dia pakai dan melemparkannya ke tempat yang sama, Leandra sampai membulatkan matanya dengan sempurna.
Bahkan, bibirnya terlihat menganga dengan lebar dengan apa yang dilakukan oleh suaminya tersebut.
"Sekarang aku sudah membuka dan membuang bajuku, kamu mau kan, pulang sama aku?" tanya Leonel.
Mendengar pertanyaan dari suaminya, terbersit ide konyol di pikirannya. Suaminya itu sudah membuat dirinya kesal, maka dari itu pria seperti itu harus dikerjai, pikir Leandra.
"Oke, aku mau pulang dengan kamu. Tapi ada syaratnya," ucap Leandra.
"Apa, Sayang? Katakan saja!" pinta Leonel.
"Kak Leon, kamu harus membuang celana yang kamu pakai. Karena tadi aku lihat wanita itu pegang-pegang paha kamu loh," ucap Leandra dengan manja.
Lili yang mendengar perdebatan di antara keduanya, hanya bisa tertawa seraya menggelengkan kepalanya.
"Sayang, celananya jangan dibuka juga. Aku malu," pinta Leonel dengan mengiba.
"Bodo amat, kalau kamu tidak mau membuka celana kamu dan membuangnya. Aku tidak akan pulang sama kamu," ucap Leandra dengan ketus.
__ADS_1
"Sayang," panggil Leonel seraya membuka gesper kebanggaannya.