
Leonel tidak menyangka jika Leandra akan menanyakan hal itu kepada dirinya, karena awalnya Leonel mengira jika apa yang sudah tuan Lincoln lakukan tidak akan menyadarinya.
Sayangnya, pria paruh baya itu malah meninggalkan jejak. Tentu saja hal itu membuat semuanya curiga, termasuk Lili sendiri.
Leandra sepertinya sama dengan Leana, diam-diam sering memperhatikan tentang apa yang membuat mereka penasaran.
Leana dan Leandra akan menyelidiki apa pun yang membuat mereka penasaran, bedanya Leana akan diam tidak seperti Leandra yang sangat cerewet.
Sepertinya Leandra benar-benar tidak ingin kehilangan ayahnya, sepertinya Leandra tidak ingin kecolongan dengan membiarkan tuan Lincoln bersama dengan Lili.
Padahal, Leonel bisa melihat sendiri jika tuan Lincoln hanya ingin menebus kesalahannya terhadap Lili di masa lalu.
Dia juga bisa merasakan jika tuan Lincoln begitu tulus mencintai Lili, dia lelaki dan dia sangat paham.
Sebenarnya Leonel benar-benar merasa iba kepada Lili, wanita paruh baya itu dirasa tidak beruntung nasibnya.
Wanita itu sudah cukup berkorban untuk suaminya, rasanya Lili sangat berhak mendapatkan kebahagiaannya.
Apalagi setelah Leonel tahu jika Lili adalah istri sah dari tuan Lincoln, rasanya dia ingin membantu Lili untuk bersatu kembali dengan suaminya itu.
"Haish! Kakak kenapa malah diem? jawab dong! Kakak pasti pelakunya, iya, kan?" tanya Leandra dengan menggebu.
Jika benar-benar Leonel yang sudah memberikan kunci cadangannya kepada sang ayah, Leandra berjanji akan mengerjai pria itu sepanjang waktu.
"Ck! Dasar bocah, aku tidak paham dengan apa yang kamu maksud. Dari pada marah-marah tidak jelas, mending gini aja deh."
Leonel langsung mengangkat tubuh Leandra ke atas pangkuannya, lalu dia memeluk pinggang Leandra dengan erat.
Tentu saja tujuan Leonel melakukan hal itu untuk mengerjai Leandra, agar gadis itu lupa dengan apa yang sudah dia tanyakan.
Karena saat ini Leonel benar-benar merasa terpojok dengan pertanyaan dari gadis kecil itu, dia kesulitan untuk berkata dengan jujur.
Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Leonel, Leandra nampak memelototkan matanya. Dia bahkan langsung mendorong dada Leonel dengan sangat kencang.
Sayangnya, tenaga Leandra tidak seberapa dibandingkan dengan Leonel. Karena duda itu nampak memeluk Leandra dengan erat.
"Haish! Lepasin, nggak? Ngapain sih kamu peluk-peluk aku kaya gini?" tanya Leandra.
Leonel tersenyum jahil ke arah Leandra, gadis kecil itu nampak bergidig dibuatnya. Dia merasakan ada hal yang tidak baik yang akan Leonel lakukan kepada dirinya.
"Ngga apa-apa, cuma pengen lihat kamu goyang kaya kemarin itu loh. Goyangan kamu tuh bikin aku ke---"
__ADS_1
Leandra langsung membekap mulut Leonel, karena menurutnya apa yang akan dikatakan oleh Leonel benar-benar sangat memalukan.
Jika dia mengingat akan hal itu, rasanya dia ingin langsung menenggelamkan dirinya ke dalam dasar lautan yang paling dalam.
"Stop! Mulutnya lemes banget, ngga usah dibahas lagi." Leandra berusaha untuk turun dari pangkuan Leonel, dia bahkan menggoyang-goyangkan tubuhnya agar bisa terlepas dari pelukan Leonel.
Leonel yang kejahilannya sedang kumat langsung memejamkan matanya, dia mencengkam lengan Leandra lalu mengusapnya dengan perlahan.
"Ouch, Leandra!" erangan kenikmatan yang dibuat-buat keluar begitu saja dari bibir Leonel.
Mendengar akan hal itu Leandra langsung bergidik ngeri, dia benar-benar merasa takut. Apalagi saat melihat wajah Leonel yang menatapnya dengan begitu lekat.
Leonel menatap Leandra dengan tatapan nakalnya, dia bahkan terlihat menggigit bibir bawahnya dengan gaya sensual.
"Hastaga! Kamu tuh keterlaluan," keluh Leandra.
Dengan mengeluarkan semua kekuatannya, Leandra langsung melompat dari tubuh Leonel. Leonel yang memang berniat untuk mengerjai wanita itu langsung melepaskan pegangan tangannya.
Brugh!
"Awww!" jerit Leandra kala bokongnya mendarat tepat di atas marmer.
"Ups! Maaf, tadi kamu minta dilepaskan. Jadinya aku melepaskan kamu," ucap Leonel dengan raut wajah tanpa dosa.
"Aduh, sakit! Leandra, stop!" ucap Leonel yang merasakan pundaknya sakit akibat perbuatan adik dari istrinya itu.
Leandra seolah tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Leonel, dia terus saja memukuli pundak pria yang sudah mengerjai dirinya itu.
"Kamu tuh kurang ajar banget, heran aku tuh sama kak Leana. Bisa-bisanya dia memuja kamu dari sejak lahir, cih! Lelaki seperti kamu itu ngga pantes dapetin kakak aku yang cantik. Kamu tuh pantesnya sama Lyra si tukang selingkuh itu," celetuk Leandra tanpa sadar.
Leonel mendadak linglung mendengar apa yang dikatakan oleh Leandra, apa maksud dari perkataan gadis itu, pikirnya.
Kenapa gadis itu berani-beraninya mengatakan jika Lyra adalah seorang wanita yang suka selingkuh, kesalnya.
Justru menurutnya Lyra itu type wanita yang setia dan begitu mencintai dirinya, maka dari itu saat mengetahui dirinya menikah Lyra begitu marah dan ingin melenyapkan siapa saja yang menjadi pasangan hidupnya.
"Maksud kamu apa berkata seperti itu? Berani. sekali kamu menjelekkan Lyra?" tanya Leonel seraya menangkap kedua tangan Leandra.
Leandra terdiam, dia menatap Leonel dengan berani. Dia seolah menantang pria itu untuk bergulat di atas ring tinju.
"Ck! Cepat katakan apa maksud ucapan kamu tadi!" paksa Leonel.
__ADS_1
Leandra menatap Lionel dengan tatapan mengejek, Leonel adalah orang terpandang. Uangnya banyak, tetapi untuk menyelidiki Lyra saja dia tidak bisa.
Tidak lama kemudian, Leandra nampak tersenyum meledek karena sepertinya dia tahu jawabannya. Leonel Bucin akut kepada Lyra, makanya dia menjadi buta karena rayuan dari wanita itu.
"Aku baru ingat, kalau tuan Lukas itu adalah pacar si jahat Lyra, mantan pacar anda yang centil itu. Wanita sok cantik dan sok seksi, padahal perutnya saja bisa langsing karena sedot lemak," gerutu Leandra.
Tubuh Leonel mendadak lemas mendengar apa yang dikatakan oleh Leandra, dia benar-benar tidak menyangka jika Lyra benar-benar berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, Lukas.
Padahal, selama ini Leonel begitu memercayai Lukas, Leonel bahkan tidak pernah merahasiakan apa pun dari Lukas.
Beruntung Lucky berulang kali mengingatkan dirinya, sehingga setelah kedatangan Lukas kembali dia bisa menahan diri untuk tidak menceritakan apa pun kepada pria itu.
"Maksud kamu Lukas dan Lyra berpacaran?" tanya Leonel.
Sebenarnya Lili sudah menceritakan tentang masa indah Leonel dengan Lyra, Lili juga sudah menceritakan bagaimana Leonel yang kecewa dengan wanita itu dan memutuskan untuk menikahi Leana.
Semua yang berhubungan dengan Lyra dan Leana sudah Lili ceritakan, hal itu membuat dirinya berpikir keras tentang siapa Lyra dan siapa Lukas.
"Iya, setahuku dua bulan yang lalu mereka masih tinggal di apartemen yang sama di negara A. Kenapa, kaget karena sudah dikhianati dua orang terpenting dalam hidup kamu sekaligus?" tanya Leandra ketus.
Leonel terdiam seraya memandang wajah Leandra dengan tatapan bodohnya, selama ini dia selalu menutup mata setiap kali ada orang yang berkata tentang kejelekan Lyra.
Karena dia begitu mencintai Lyra, dia tidak ingin Lyra disalahkan dan jadi jelek di mata orang lain. Menurutnya Lyra adalah wanita yang sempurna.
"Dasar pria bodoh! Apakah kamu tidak bisa membaca raut wajah seseorang, Kakak iparku yang tampan?" Imbuhnya lagi.
"Jangan sok tahu Leandra!" sentak Leonel dengan air mata yang mulai luruh dan membasahi kedua pipinya.
Dia benar-benar sedih mendengar apa yang Leandra katakan, selama berpacaran dengan Lyra, dia memang sering mendengar Lukas memuji-muji Lyra.
Namun, dia benar-benar tidak menyangka jika Lyra dan juga Lukas berselingkuh di belakangnya. Dia tidak menyangka jika kedua manusia itu mampu menghianati dirinya di belakangnya.
"Kamu tahu Kaka iparku yang tersayang, aku bahkan sering melihat tuan Lukas pergi bersama dengan Lyra sejak 3 tahun yang lalu."
Tuan Lincoln bekerja sama dengan ayah dari Lukas, mereka bekerja sama dalam membangun penginapan di tempat-tempat wisata.
Setiap weekend Lukas akan membawa Lyra ke penginapan, mereka akan bersenang-senang dan tidak akan keluar dari dalam kamar.
"Lalu, kenapa kamu bisa tahu?" tanya Leonel dengan penasaran dan perasaan campur aduk.
"Karena aku---"
__ADS_1
"Leandra! Leon! Apa yang sedang kalian lakukan? Kenapa sangat lama?" tanya Lili yang takut jika Leandra dan juga Leonel akan melakukan hal yang tidak-tidak.