
Keesokan paginya.
Tok! Tok! Tok!
Lili terlihat mengetuk pintu kamar Leonel, karena waktu sudah menunjukkan pukul 04:52 tapi Leonel belum terbangun dari tidurnya.
"Leon! Bangun, Nak!" seru Lili.
Tidak lama setelah Lili menyerukan nama Leonel, perempuan paruh baya itu mendengar sahutan dari dalam kamar Leonel.
"Iya, Bu. Aku sudah bangun," jawab Leonel dengan suara serak khas bangun tidur.
Lili tersenyum mendengar jawaban dari Leonel, karena itu artinya Leonel sudah bangun. Biasanya pria itu tidak akan tidur lagi jika sudah bangun, dia akan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah membangunkan Leonel, Lili terlihat menatap pintu kamar yang ditiduri oleh Leandra. Larena takut Leandra belum bangun, Lili langsung mengetuk pintu kamar yang ditiduri oleh Leandra tersebut.
"Leandra, bangun, Nak. Ini sudah pukul lima pagi!" seru Lili.
"Lima menit lagi aku akan mandi, Tante!" seru Leandra dari dalam kamar tersebut.
"Baiklah, jangan tidur lagi. Tante mau siapin sarapan buat kalian," ucap Lili.
Setelah mengatakan hal itu, Lili terlihat melangkahkan kakinya menuju dapur. Karena dia ingin membuatkan sarapan untuk Leonel dan juga Leandra sebelum pergi ke kantor.
Berbeda dengan Leonel, pria itu terlihat melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air hangat. Dia terlihat membersihkan dirinya sebelum bersiap untuk berangkat bekerja.
Dua puluh menit kemudian Leonel sudah terlihat rapi dan juga tampan, dia terlihat keluar dari dalam kamarnya dan hendak melangkahkan kakinya menuju ruang makan.
Namun, ketika melihat pintu kamar yang dihuni oleh Leandra, Leonel terlihat menghentikan langkahnya. Dia memutuskan untuk mengetuk pintu kamar tersebut, dia takut jika Leandra belum bangun tidur.
Sebenarnya jika dia berangkat tanpa Leandra pun itu tidak akan masalah, hanya saja dia akan membawa Leandra untuk dia jadikan hiburan di saat dia merasa penat saat bekerja, pikirnya.
"Leandra! Apa kamu sudah bangun?" tanya Leonel seraya mengetuk pintu kamar tersebut.
Tidak ada sahutan sama sekali, Leonel terlihat menempelkan daun telinganya pada pintu kamar tersebut karena merasa penasaran dengan apa yang sedang Leandra lakukan di dalam kamar.
__ADS_1
Sayangnya dia tidak mendengar apa pun, di dalam kamar tersebut terasa begitu hening. Leonel yang merasa penasaran, akhirnya memutuskan untuk membuka pintu kamar tersebut.
"Ya Tuhan, dia ceroboh sekali!" ucap Leonel karena menyadari jika pintu kamar tersebut ternyata tidak terkunci.
Leonel terlihat membuka pintu kamar tersebut seraya menggelengkan kepalanya, lalu dia masuk untuk membangunkan Leandra.
Namun, saat pintu kamar terbuka dengan sempurna Leonel terlihat begitu kaget karena Leandra masih tertidur dengan pulas.
Leandra tertidur dengan hanya memakai bra dan segita pengaman saja, selimut yang dia pakai bahkan terlihat sudah terjatuh ke atas lantai.
Untuk sesaat dia terdiam melihat pemandangan di depan matanya, walau bagaimanapun juga dia tetap saja lelaki normal.
Jika melihat akan hal itu, ada sesuatu yang mulai membuat dirinya merasa gerah. Dia bahkan terlihat mengendurkan dasinya yang terasa mencekik lehernya.
"Hastaga! Dia benar-benar keterlaluan, kenapa dia tidur dengan keadaan seperti itu? Apakah dia tidak sadar jika dia bukan sedang tidur di dalam rumahnya sendiri?" keluh Leonel.
Leonel terlihat menghela napas berat, kemudian dia mengambil selimut yang terjatuh. Lalu, menutupi seluruh tubuh Leandra dengan tangan yang terlihat bergetar.
Setelah itu dia terlihat mengambil bantal dan memukulkan bantal itu pada kaki Leandra, Leandra yang merasa kaget langsung membuka selimut yang menutupi wajahnya.
"Tuan! Kamu kok ada di kamar aku?" tanya Leandra dengan kaget saat wajah Leonel yang terlihat dengan jelas di dekatnya.
Leonel kembali menghela napas berat, berurusan dengan anak kecil memang membutuhkan kesabaran ekstra, pikirnya.
"Ck! Cepat mandi dan bersiap, sebentar lagi kita akan berangkat!"
Leonel seakan tidak ingin berlama-lama lagi di dalam kamar itu, apalagi saat dia melihat dada Leandra yang terekpos, sungguh dia merasa jika udara di dalam kamar tersebut terasa begitu gerah.
Tanpa banyak bicara dia langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar itu, kamar dengan penghuninya yang membuat paginya sudah merasakan yang namanya senam jantung.
Brak!
Leonel nampak menutup pintu kamar tersebut dengan lumayan kencang, hal itu membuat Leandra terlihat kaget.
"Ya Tuhan! Pagi-pagi dia sudah terlihat kesal, apa salahku?" tanya Leandra.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Leandra nampak menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Lalu dia turun dari tempat tidur dan segera berlari menuju kamar mandi.
Dia seakan tidak menyadari kesalahan apa yang sudah dia lakukan, dia tidak memedulikan apa pun lagi selain membersihkan tubuhnya.
Tanpa dia tahu, dia sudah salah karena kebiasaannya tidur tanpa pakaian sudah membuat Leonel senang jantung di pagi hari ini.
Di ruang makan.
Leonel terlihat mengambil roti isi dan langsung memakannya dengan lahap, Lili tersenyum melihat tingkah dari menantunya itu. Lalu dia menyiapkan susu putih hangat untuk Leonel.
Karena memang Leonel begitu menyukai susu putih hangat, Leonel lebih mementingkan makanan yang sehat yang harus dia santap.
"Minumlah!" ucap Lili.
"Terima kasih, Bu."
Leonel terlihat mengambil susu yang disiapkan oleh Lili, tapi saat dia hendak meminum susu tersebut, pandangan matanya tertuju kepada Leandra yang datang dengan menggunakan kemeja tanpa lengan dipadupadankan dengan rok span yang hanya menutupi setengah pahanya.
Leandra terlihat sangat seksi sekali, tubuhnya yang mungil dan kulitnya yang bersih membuat Leonel tidak berkedip sama sekali.
Melihat akan hal itu, Leandra terlihat menghampiri Leonel. Lalu, gadis itu terlihat menepuk pundak Leonel.
"Tuan, kenapa malah menatap aku seperti itu? Apakah ada yang aneh dengan apa yang aku pakai?" tanya Leandra.
Leonel berkata akan mengajak dirinya ke kantor, rasanya itu adalah baju yang pantas dan juga pas saat dia pergi ke kantor.
Namun, melihat cara Leonel menatap dirinya, Leandra merasa tidak nyaman dan merasa ada yang salah dengan apa yang dia pakai.
Padahal dia hanya berusaha untuk menyesuaikan diri saja, karena tidak mungkin rasanya jika dia memakai kaos dan celana jeans saja.
"Ya, kita akan pergi ke kantor. Bukan mau pamer paha seperti itu, ganti baju dengan yang lebih tertutup!" ucap Leonel dengan nada penuh perintah.
"Tapi, Tuan. Ini--"
Belum juga Leandra menyelesaikan ucapannya, Leonel terlihat menggebrak meja makan lalu dia kembali bersuara.
__ADS_1
"Ganti bajunya atau aku akan merobek baju yang kamu pakai itu!" seru Leonel seraya menatap tidak suka karena Leandra terlihat hendak membantah dirinya.