Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 84


__ADS_3

Leandra mengerjapkan-ngerjapkan matanya, dia merasa sudah sangat puas dalam tidurnya. Saat matanya terbuka dengan sempurna, dia merasa sangat kaget karena tepat di sampingnya ada Leonel yang sedang menatap dirinya dengan senyum yang merekah di bibirnya.


Sontak Leandra langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, Leonel langsung terkekeh dibuatnya. Di bukan hanya sudah melihat tubuh Leandra, tetapi sudah menjamah tubuh indah istrinya itu.


Mereka sudah bertukar peluh dalam keadaan polos, lalu untuk apa Leandra menyembunyikan tubuh polosnya, pikir Leonel.


"Kenapa ditutup, hem? Aku ingin melihatnya, apalagi yang itu. Bolehkan aku melihatnya?" tanya Leonel seraya menaik turunkan alisnya dengan mata yang terus saja menatap dada Leandra.


Leandra tersenyum canggung ke arah Leonel, walaupun pria itu sudah menjamahnya dan mereka sudah saling melihat tubuh polos masing-masing, tetap saja Leandra merasa malu.


Apalagi ketika mengingat dirinya yang seakan terhanyut dalam buaian kenikmatan yang disuguhkan oleh Leonel, dia merasa malu.


Karena berkali-kali Leandra melenguh dan meneriakkan nama suaminya, sungguh itu adalah hal yang sangat dia nikmati dan juga membuat dia malu.


"Tidak apa-apa, Kakak sejak kapan ada di sini?" tanya Leandra.


Leonel tidak menjawab pertanyaan dari istrinya, dia malah menunduk lalu mengecup bibir Leandra beberapa kali.


Bibir yang sudah menjadi candu untuknya, bibir yang terasa sangat manis dan seperti ada psikotropikanya pada bibir tersebut.


Tidak lama kemudian, dia usap pundak polos istrinya dan dia kembali menunduk untuk mengecupi pundak Leandra. Wanita itu sampai memejamkan matanya untuk menikmati kecupan bibir suaminya.


Leonel tersenyum karena Leandra tidak menolaknya, justru Leandra terkesan menikmatinya.


Jika dia tidak ingat istrinya sangat kelelahan, rasanya Leonel ingin kembali mengajak Leandra untuk kembali bercinta.


Tubuh Leandra mungkin terlihat begitu sehat, tetapi usianya baru saja delapan belas tahun. Wajar jika wanita itu belum kuat lama dalam bercinta.


Ternyata benar apa yang dikatakan oleh dokter, umur itu memang sangat berpengaruh dalam kegiatan di atas ranjang.


Jika mengingat akan hal itu, Leonel jadi berpikir. Mungkinkah tubuh Leandra sudah siap jika benihnya akan segera berkembang di dalam rahim Leandra?


Jika memang benihnya sudah mulai berkembang, dia harap Leandra siap. Dia harap Leandra mau mengandung benihnya.


"Ini sudah sangat sore, sekarang kamu mandi. Habis itu kita makan malam, kamu tuh tidurnya lama banget. Aku cape nunggunya," ucap Leonel.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh Leonel, wanita itu terlihat mengedarkan pandangannya. Lalu, dia menatap jam digital yang bertengger cantik di atas nakas. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, Leandra sampai merasa tidak percaya dibuatnya.


Dia tidak menyangka jika dirinya bisa tidur dengan sangat lama, hampir setengah hari dia tertidur dengan sangat lelap.


"Hastaga! Apa benar aku tidur selama itu?" tanya Leandra dengan heran.


Leonel langsung tertawa melihat reaksi dari istrinya tersebut, ekspresi wajah Leandra begitu menggemaskan bagi Leonel.


"Sepertinya kamu sangat kelelahan, makanya tidurnya pules banget. Mau aku bangunin tapi takut kamunya malah marah," ucap Leonel.


Leandra langsung cemberut, tentu saja dia sangat kelelahan. Itu semua karena ulah dari Leonel. Pria itu yang sudah membuat dirinya merasakan nikmat dan juga lelah setelahnya.


"Itu semua karena Kakak, Kakak yang bikin aku cape dan lelah." Leandra mencebikkan bibirnya.


Leonel langsung mengusap pipi Leandra dengan lembut, dia bahkan menatap Leandra dengan tatapan yang begitu sulit untuk diartikan. Hal itu membuat Leandra salah tingkah.


"Maaf," ucap Leonel.


Mendengar suaminya mengucapkan kata maaf, Leandra tersenyum. Lalu, dia mengedarkan pandangannya untuk mencari baju miliknya.


Ternyata, bajunya tersampir di atas lampu tidur. Sedangkan celananya teronggok di atas lantai. Dia ingin mengambil bajunya, tapi dia malu kalau turun dari ranjang tanpa menggunakan bajunya.


Leonel langsung mengernyitkan dahinya, kenapa dia malah disuruh ke luar, pikirnya. Disuruh untuk menggendong Istrinya dan memandikan Leandra juga dia sangat mau.


"Kenapa harus menunggu di luar? Aku tunggu kamu di sini saja, nanti kita keluar sama-sama." Leonel mengusap-usap lengan Leandra.


Kata-kata yang keluar dari bibir Leonel mengingatkan Leandra pada ucapan Leonel saat mereka akan mencapai puncak, Leonel mengajak dirinya untuk keluar sama-sama.


Setelah merasakan kenikmatan dalam bercinta, pikiran Leandra seakan sudah terkontaminasi. Leandra bahkan seakan ingin menertawakan dirinya sendiri.


"Jangan suka diusap-usap, Kakak suka bikin aku merinding." Leandra langsung memukul lengan Leonel.


"Ya ampun, kamu tuh galak banget. Masa aku dipukul? Diusir pula dari dalam kamar aku sendiri," rajuk Leonel.


"Bukannya begitu, aku malu." Leandra menutup wajahnya yang memerah dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Leonel paham jika istrinya masih sangat muda, kamu tidak mau membuat istrinya marah, akhirnya dia pun memutuskan untuk segera keluar dari kamar tersebut.


"Iya, iya. Aku keluar," ucap Leonel mengalah.


Dia tidak mau melihat istrinya marah, lebih baik dia segera keluar dari dalam kamar dan menyiapkan jus buah untuk istrinya tersebut.


Leonel sempat menelpon Lindsay, dia bertanya tentang makanan dan minuman apa saja yang disukai oleh istrinya.  


Tidak lupa dia juga menanyakan apa saja yang tidak boleh dimakan oleh istrinya, karena dia takut jika Leandra memiliki alergi seperti dirinya.


Ternyata, Leandra adalah pemakan segala. Dia menyukai segala jenis makanan, terlebih lagi dengan sea food.


Karena Leonel tidak suka sea food, akhirnya dia pun memilih untuk meminta bibi agar memasak ayam goreng madu, acar, tumis jamur dan juga sup jagung.


"Makanannya sudah siap?" tanya Leandra.


Leandra yang baru selesai mandi langsung menghampiri suaminya, lalu dia duduk tepat di samping Leonel.


"Sudah, bahkan aku sudah membuatkan jus alpukat kesukaan kamu," jawab Leonel.


Mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya, Leandra mengedarkan pandangannya. Dia menatap satu persatu makanan yang terhidang di atas meja.


"Kenapa? Apa kamu tidak suka?" tanya Leonel.


"Bukan seperti itu, hanya saja jika aku memakan makanannya, aku bisa gemuk," ucap Leandra.


Mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, Leonel memperhatikan tubuh Leandra yang begitu mungil. Menurut Leonel, jika Leandra memakan makanan yang banyak pun rasanya dia tidak akan gemuk.


"Kamu tuh kecil banget, Sayang. Makanlah yang banyak, kamu tidak akan gendut," ucap Leonel seraya terkekeh.


Leandra tampak tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh suaminya, dia langsung membusungkan dadanya seraya bertanya kepada suaminya tersebut.


"Apanya yang kecil, hem? Coba jelaskan di mana yang kecil! Mana yang kecil?"


Leandra bertanya dengan tatapan yang begitu menantang, Leonel menelan salivanya dengan susah. Bukan karena takut dengan pertanyaan dari Leandra, tetapi dia malah tidak fokus saat melihat dada Leandra.

__ADS_1


"Kakak, Kakak liat apa sih?" tanya Leandra.


"Itu, Anu--"


__ADS_2