Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 126


__ADS_3

Tidak ada cahaya sama sekali, padahal dia tidak pernah mematikan lampu depan. Satu hal lagi yang membuat dirinya semakin aneh, ada lilin yang menyala di dalam ruang makan.


"Ada apa ini? Apakah sedang mati lampu? Tapi, siapa orang yang sudah menyalakan lilin?" tanya Lucky.


Lucky melangkahkan kakinya menuju ruang makan, tentunya dia berjalan dengan rasa takut dan juga rasa penasaran. Rasa takut yang bersemayam di hatinya memang begitu besar.


Namun, dia juga benar-benar penasaran dengan siapa yang ada di dalam apartemen miliknya. Karena seingatnya yang tahu sandi apartemennya hanya dirinya, dia memang mengganti sandi apartemennya setelah menikah.


Namun, tidak ada yang tahu berapa kata sandinya. Karena saat dia mengganti kata sandinya dengan hari ulang tahun Liliu, wanita itu bahkan tidak menyadarinya.


Saat tiba di ambang pintu ruang makan, langkah Lucky tiba-tiba saja tertahan. Dia merasa takut karena melihat bayangan hitam pada salah satu sisi tembok ruang makan.


"Si--siapa di sana?" tanya Lucky tergagap.


Karena merasa begitu takut Lucky mencari saklar lampu, lalu dia menekan saklar lampu tersebut dan dia begitu terkejut saat melihat Liliu sedang duduk di salah satu meja makan dengan hanya menggunakan lingerie saja.


Wanita itu memakai lingerie berwarna hitam, gaun lucnut tersebut terlihat begitu tipis. Bahkan, lekuk tubuh Liliu bisa terlihat dengan jelas di mata Lucky.


Di satu sisi dia merasa bahagia ketika melihat Liliu berada di sana, tetapi di satu sisi dia merasa takut ketika melihat ada Liliu di sana.


Seingatnya wanita itu sudah menghina dirinya, bahkan wanita itu seolah tidak ingin lagi bertemu dengannya. Lalu, siapa wanita yang kini ada di hadapannya? Benarkah itu Liliu, atau kuntilanak yang menyerupai istrinya?


Lucky mengucek matanya berkali-kali, dia takut jika dirinya hanya sedang berhalusinasi. Liliu langsung tertawa melihat kelakuan dari suaminya, Lucky hanya mengerjapkan matanya dengan tidak percaya melihat istrinya tertawa dengan nyata di hadapannya.


"Sayang, kamu... kamu di sini? Ini beneran kamu, kan?" tanya Lucky.


Wajah Lucky begitu berbinar melihat istrinya berada di hadapannya, tetapi dia tidak berani melangkahkan kakinya untuk menghampiri Liliu.

__ADS_1


Di hatinya masih ada rasa takut untuk menghampiri istrinya dan duduk di sampingnya, padahal jauh di dalam lubuk hatinya dia ingin segera berlari untuk memeluk istrinya tersebut.


"Hem, ini aku. Maaf masuk tanpa permisi, aku sudah merapikan rumah. Aku juga sudah memasak, maksudnya aku memasak dibantu sama bibi. Apakah kamu senang?" tanya Liliu.


"Sangat senang, Sayang. Aku sangat senang," ucap Lucky salah tingkah.


Entah apa yang harus Lucy lakukan saat ini, tetapi dia benar-benar merasa bahagia saat melihat raut wajah istrinya yang terlihat malu-malu ketika menatap dirinya.


"Katanya kamu merasa senang, kenapa tidak datang menghampiriku?" tanya Liliu lagi.


Lucky tersenyum canggung, lalu dia menggigit bibir bawahnya seraya menghampiri istrinya. Dia duduk tepat di samping istrinya dengan tatapan matanya yang tidak beralih dari tubuh indah istrinya.


"Aku minta maaf karena tadi pagi sudah berbicara sembarangan kepada kamu," ucap Liliu.


"Aku maafkan," jawab Lucky seraya menatap tubuh Liliu yang tidak memakai pelindungnya. Hanya tertutup lingerie saja.


Liliu tertawa melihat tingkah dari suaminya, saat melihat cara Lucky menatap dirinya, dia sangat yakin jika memang mereka pernah melakukannya. Nalurinya sebagai seorang istri langsung tergerak.


Hal itu dia lakukan karena dia ingin mengetahui seberapa jauh hubungan mereka, akan ada perasaan lain ketika mereka melakukannya. Bukan hanya sekedar napsu belaka.


Liliu memejamkan matanya, dia merasakan jika Lucky mencium bibirnya dengan begitu lembut dan penuh cinta. Pelan dan penuh dengan perasaan, hal itu membuat dirinya yakin jika Lucky adalah suaminya.


Tidak lama kemudian, Liliu melepaskan tautan bibir mereka. Dia tatap wajah Lucky yang juga sedang menatap dirinya dengan penuh kasih, Liliu tersenyum lalu berkata.


"Aku belum mengingat seperti apa hubungan kita, tetapi aku bisa melihat cinta yang besar dari sorot mata kamu. Aku tidak bisa merasakan kasih sayang yang besar, dari cara kamu memperlakukan aku. Maukah kamu bersabar menghadapi aku yang belum mengingat semuanya?" tanya Liliu.


"Mau, Yang. Mau banget, terima kasih atas kejutannya. Aku jadi mendadak lapar, mau ini boleh?" tanya Lucky seraya mengusap milik istrinya.

__ADS_1


"Makan dulu, baru kamu boleh mengajak aku untuk bercinta. Kata kak Leon seharian ini kamu belum makan, kamu hanya murung saja. Maafkan aku yang lupa akan suamiku sendiri ini," pinta Liliu dengan tulus.


"Iya, Sayang. Sudah aku maafkan, sekarang ayo kita makan terlebih dahulu. Karena aku sudah tidak sabar ingin memasukinya, apa kamu tidak bisa merasakan jika dia sudah begitu mengeras?" tanya Lucky seraya menuntun tangan istrinya untuk mengusap miliknya.


"Emph! Kamu nakal, Sayang. Nanti aku servis, tapi ngga boleh kencang-kencang. Dia baru saja berobat, kamu pasti mainnya galak banget. Punya aku ampe bengkak," protes Liliu.


"Mana ada seperti itu, yang ada kamu tuh agresif banget. Kamu maunya naik terus, tapi aku suka saat kamu bergoyang di atas tubuhku. Kamu pinter banget, bikin milik aku kejepit dengan kuat." Lucky tersenyum lalu kembali menautkan bibirnya dengan bibir Istrinya.


Dia meluapkan rasa kesalnya lewat ciuman, dia meluapkan rasa bahagianya dan juga rasa senangnya lewat ciuman lembut yang dia lakukan terhadap istrinya.


"Iya, aku yang agresif. Ayo makan dulu," ajak Liliu.


Malam ini mereka makan malam dengan begitu romantis, Liliu yang akan duduk di bangku saja ditahan oleh suaminya itu. Alhasil selama makan malam berlangsung, Liliu berada di atas pangkuan Lucky.


Sesekali tangan Lucky begitu nakal meremat bokong istrinya, sesekali dia akan menggigit ujung dada istrinya yang masih terlindung lingerie tipis yang dia pakai.


"Jangan nakal, nanti aku tidak tahan." Liliu memejamkan matanya karena Lucky malah menelusupkan tangannya dan dua jari tangannya langsung bermain dengan inti tubuh istrinya.


"Aku udah ngga tahan, Yang. Main di dapur ya?" ajak Lucky.


Liliu yang juga sudah diselimuti kabut gairah langsung menganggukkan kepalanya, dia merasa tidak tahan dan ingin segera dimasuki.


Lucky tersenyum dengan sangat lebar, lalu dia mendorong tubuh Liliu dengan pelan hingga tubuh istrinya membungkuk dan bersandar pada meja makan.


"Kakinya taikin, Yang," pinta Lucky.


Liliu menurut, dia menaikan kaki kanannya ke atas kursi yang ada di sana. Lucky tersenyum senang, dia langsung menurunkan celana panjangnya dan mulai memasuki inti tubuh istrinya dari belakang.

__ADS_1


"Ouch! Lucky, ini... ini sangat enak. Aku suka," ucap Liliu terbata karena sedang menikmati suguhan kenikmatan yang diberikan oleh suaminya.


"He'em, sangat enak dan nikmat. Punya kamu tuh enak banget," ucap Lucky seraya mendorong miliknya agar masuk dengan sempurna


__ADS_2