Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 71


__ADS_3

"Memangnya kalau Kakak marah mau lakuin apa sama aku?" tantang Leandra lagi.


Leonel membalikkan tubuh Leandra, lalu dia menarik tubuh Leandra dan memeluk pinggangnya dengan erat. Leonel menunduk lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Leandra.


Hal itu membuat Leandra takut, dengan cepat dia memundurkan wajahnya. Karena wajah Leonel seakan hendak bersentuhan dengan wajahnya.


"Eh? Kakak mau apa?" tanya Leandra dengan wajahnya yang memucat karena takut.


Hidung Leonel begitu dekat, bahkan seakan bersentuhan dengan hidungnya. Tubuh mereka pun benar-benar menempel dengan sempurna.


Hal itu membuat Leandra ketar-ketir, gadis nakal itu merasa salah karena sudah menggoda pria yang kini menjadi suaminya itu.


"Jangan macam-macam, Kak!" ucap Leandra dengan suara yang sedikit bergetar.


Leonel langsung menyeringai, dia semakin mendekatkan bibirnya pada bibir Leandra. Gadis nakal yang baru saja berubah statusnya menjadi istrinya itu terlihat begitu ketakutan.


"Aku akan--"


Leonel terdiam, dia tidak meneruskan ucapannya. Pria itu bahkan semakin menunduk dan mengusahakan wajahnya pada cerukan leher Leandra.


Sungguh hal ini benar-benar membuat gadis itu takut, Leandra bahkan berusaha untuk mendorong wajah Leonel. Dia menatap mata Leonel dengan ragu kemudian di berkata.


"Kakak jangan bikin aku takut, Kakak loh yang bilang sendiri kalau kakak nggak bakal nyentuh aku selama aku tidak mengizinkan." Leandra berbicara dengan takut-takut seraya berusaha untuk melepaskan diri dari Leonel.


Leonel tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Leandra, kemudian pria yang sudah tidak menjadi duda lagi itu pun berkata.


"Memang benar jika aku berkata seperti itu, aku tidak akan menyentuhmu jika kamu tidak mengizinkan. Namun, pada kenyataannya sedari tadi kamu diam saja. Jadi, bukan salah aku jika aku menyentuh kamu, bukan?" tanya Leonel.


Leandra yang menyadari akan hal itu segera melepaskan diri dari Leonel, hal itu membuat Leonel semakin mengencangkan tawanya. Tentu saja hal itu sangat lucu, pikirnya.


Tingkah dari Leandra itu benar-benar menghibur dan bisa membuat dirinya tertawa dengan lepas, hal yang sudah lama tidak dia lakukan.


"Aku tadi diam saja bukan karena ingin disentuh, tapi karena takut dan juga bingung," jawab Leandra dengan jujur.


Leonel tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Leandra, dia hanya menggedikkan kedua bahunya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah pintu kamar mandi tertutup, barulah Leandra tersadar jika dirinya juga akan masuk ke dalam kamar mandi. Hanya saja Leonel malah sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar mandi tersebut.


"Kakak, aku juga mau mandi!" teriak Leandra seraya mengetuk pintu kamar mandi dengan cukup kencang.


Leonel membuka pintu kamar mandi tersebut, kemudian dia menyembulkan wajahnya dari pintu yang sedikit terbuka itu.


"Kamu mau mandi barengan?" tanya Leonel seraya mengerling nakal. "Kalau mau, dengan senang hati aku juga mau." Leonel tersenyum dengan sangat manis.


Leonel terlihat sangat tampan sekali, tetapi hal itu bukan membuat Leandra senang. Justru hal itu membuat Leandra takut.


Leandra langsung bergidik ngeri mendengar pertanyaan dari Leonel, dia bahkan langsung menutup pintu kamar mandi tersebut dan segera berlari untuk menjauh.


"Hastaga! Bisa-bisanya dia bertanya seperti itu?" keluh Leandra dengan wajahnya memerah antara malu dan juga kesal.

__ADS_1


Leonel yang berada di dalam kamar mandi langsung tertawa dengan terbahak-bahak, karena dia merasa senang saat melihat tingkah dari Leandra.


Sepertinya hidup Leonel akan terasa lebih berwarna dan lebih menyenangkan setelah kehadiran Leandra, gadis itu benar-benar memberikan warna tersendiri di dalam kehidupannya.


Berbeda dengan Leandra, gadis itu terlihat duduk di atas sofa dengan wajah yang ditekuk, dia merasa kesel karena setelah menikah ternyata Leonel begitu berani dalam menggoda dirinya.


"Aku harus bisa membuat dia tidak berani menggodaku lagi, tapi... bagaimana caranya?" tanya Leandra dengan bingung.


Cukup lama Leandra melamun, lebih tepatnya memikirkan cara agar dia bisa membalas perbuatan dari Leonel.


Saking asyiknya melamun, dia bahkan tidak sadar jika Leonel sudah selesai melaksanakan ritual mandinya. Leonel terlihat berjalan dengan santai seraya mengeringkan rambutnya.


Leonel sempat menolehkan wajahnya ke arah Leandra, antara bingung dan juga lucu, itulah yang Leonel rasakan saat melihat wajah Leandra yang ditekuk dengan bibir mengerucut.


Tangan kirinya dia lipat di atas perut, sedangkan telapak tangan kanannya dia gunakan sebagai penyangga di bawah dagunya. Leandra nampak sedang berpikir dengan keras.


"Ya ampun, dia itu sedang mikirin apa sih?" tanya Leonel lirih.


Walaupun merasa penasaran dengan apa yang Leandra lakukan, tetapi Leonel pura-pura acuh. Dia membuka lemari pakaiannya dan dengan cepat memakai piyama tidurnya.


Sampai Leonel selesai dengan memakai piyama tidurnya Leandra masih asik dalam lamunannya, Leonel hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Lalu, pria itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Leonel tersenyum ke arah Leandra, lalu dia pun berkata.


"Leandra, Sayang. Apakah kamu akan tetap duduk di sana sampai pagi menjelang?" tanya Leonel seraya menyangga kepalanya menggunakan tangan kanannya.


Leandra yang sedang asyik melamun seakan tertarik ke alam nyata, dia langsung menolehkan wajahnya ke arah Leonel yang sedang terbaring di atas tempat tidur dengan begitu nyamannya.


Leonel terkekeh mendengar pertanyaan dari Leandra, terlebih lagi saat melihat mata Leandra yang membulat saat menatap dirinya.


"Sejak tadi, Sayang. Sekarang segeralah mandi dan cepatlah tidur, besok adalah hari pertama kamu masuk kuliah." Leonel menarik selimut lalu menutupi tubuhnya sampai sebatas dada.


"Ya," jawab Leandra singkat.


Setelah mengatakan hal itu Leandra langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Leonel terlihat memejamkan matanya karena dia begitu lelah dengan apa yang dia lakukan hari ini.


Cukup lama Leandra membersihkan tubuhnya, karena dia merasa tubuhnya begitu lengket. Terlebih lagi wajahnya tadi menggunakan riasan, jadinya dia mandinya lebih lama dari biasanya.


Tidak lama kemudian, Leandra keluar dengan mengendap-endap. Dia takut jika Leonel akan mengejeknya karena dia keluar dengan hanya menggunakan handuk kecil yang melilit sampai sebatas dada saja.


Namun, saat dia melihat Leonel yang ternyata sudah tertidur dengan begitu pulas, Leandra langsung bernapas dengan lega.


"Syukurlah, ternyata dia sudah tidur." Leandra tersenyum manis seraya mengedarkan pandangannya.


Dia mencari keberadaan koper miliknya, sayangnya dia tidak menemukannya. Padahal di sana ada baju miliknya.


"Hastaga! Bajuku di mana? Apakah masih ada di dalam mobil?" tanya Leandra dengan bingung.


Leandra memang terbiasa tidur tanpa memakai baju, tetapi setidaknya dia selalu memakai bra dan juga kain segitiga yang menutupi inti tubuhnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, kalau aku keluar dengan menggunakan handuk saja rasanya akan sangat malu sekali," keluh Leandra.


Cukup lama Leandra berpikir, tetapi tidak lama kemudian dia yang sudah merasa sangat lelah pun memutuskan untuk tidur saja.


"Bodo ah tidur tanpa pakai apa-apa, nanti pagi aku akan bangun lebih dulu. Jadi kak Leon tidak akan tahu," ucap Leandra.


Gadis nakal itu terlihat menyimpan guling tepat di samping Leonel, kemudian dia melemparkan handuk yang dia pakai ke atas sofa.


Lalu, Leandra merebahkan tubuh polosnya itu dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sampai sebatas leher. Dia berharap bisa tertidur dengan pulas, walaupun harus berbagi ranjang dengan Leonel.


"Ya Tuhan, semoga saja kak Leon tidak akan sadar jika aku tidur tanpa memakai baju," do'a Leandra sebelum dia tidur.


Keesokan paginya.


Leandra merasa jika malam ini dia tertidur dengan begitu pulas, terasa sangat nyaman. Dia bahkan merasa jika dirinya sedang memeluk guling yang begitu hangat.


Untuk beranjak dari tempat tidur pun rasanya dia begitu enggan, padahal Leonel sudah berkata jika dirinya harus bangun pagi karena ini adalah hari pertamanya masuk kuliah.


"Oh ya ampun, ternyata guling di dalam kamar Kak Leon sangatlah hangat dan juga sangat nyaman untuk dipeluk," gumam Leandra dengan mata yang masih terpejam.


Leandra yang merasa begitu nyaman bahkan terlihat mengeratkan pelukannya, lalu dia mengusakkan wajahnya pada guling tersebut.


"Ya ampun, kenapa terasa begitu hangat? Tapi, kenapa gulingnya begitu kekar? Guling macam apa ini?" tanya Leandra dengan suara yang begitu pelan.


Karena merasa penasaran, akhirnya Leandra berusaha untuk membuka matanya yang masih terasa begitu berat.


Saat matanya terbuka dengan sempurna, Leandra begitu kaget karena ternyata kini dirinya sedang memeluk tubuh lelaki yang sudah menjadi suaminya.


"Hastaga, Leandra! Apa yang sedang kamu lakukan? Pantas saja gulingnya terasa begitu nyaman, ternyata---"


Leandra tidak meneruskan ucapannya, dia berusaha untuk melepaskan diri dari Leonel. Kemudian, dia turun dengan perlahan dari tempat tidur tersebut.


Benar apa kata pepatah, malang tidak bisa ditolak, keberuntungan sulit untuk diraih. Leandra yang hendak turun dari atas tempat tidur tanpa sengaja tersandung selimut yang tadi malam dia pakai.


Pada akhirnya, bukanlah kakinya yang menyentuh lantai terlebih dahulu, tetapi bokong seksinya langsung membentur marmer yang begitu dingin di pagi ini.


Brugh!


"Aww!" jerit Leandra.


Leonel langsung terbangun karena kaget mendengar jeritan dari Leandra, dia langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber suara.


Tidak lama kemudian, mata pria itu langsung membulat dengan sempurna ketika melihat Leandra yang duduk di atas marmer tanpa menggunakan pakaian.


Ada rasa kesal di dalam hatinya, karena pagi-pagi sekali Leandra sudah mengganggu waktu tidurnya. Akan tetapi, ada rasa syukur yang dia panjatkan karena saat terbangun matanya sudah disuguhkan pemandangan yang sangat indah.


Dada Leandra terlihat begitu bulat dan juga sekal, tubuhnya begitu mulus dan juga seksi. Kakinya yang terbuka lebar membuat Leonel bisa melihat indahnya inti tubuh dari istrinya tersebut.


"Hastaga, Leandra! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak memakai baju? Apakah kamu sengaja ingin menggodaku?" tanya Leonel tanpa mengalihkan pandangannya dari tubuh Leandra.

__ADS_1


Leandra begitu kebingungan untuk menjelaskan, yang pasti tidak ada niatan sedikit pun untuk menggoda pria yang sudah menjadi suaminya tersebut.


"Eh? Aku--"


__ADS_2