Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 112


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Leonel terus aja uring-uringan, hal itu terjadi karena satu minggu ini dia begitu sibuk dalam bekerja. Setelah menyelesaikan liburannya, dia dihadapkan dengan pekerjaan yang begitu banyak dan menumpuk.


Sialnya, dia harus berangkat sangat pagi dan pulang di saat malam tiba. Itu artinya dia hanya melihat Leandra ketika wanita itu tidur saja.


Satu hal yang lebih menyedihkannya lagi, Leandra tidak pernah mau menghubungi dirinya atau hanya sekedar mengirimkan pesan chat untuk mengobati rasa rindunya.


Jika Leonel tidak menelpon Leandra, wanita itu tidak berinisiatif untuk meneleponnya terlebih dahulu. Sungguh hal itu membuat Leonel rindu dengan kebersamaannya bersama dengan istrinya.


"Lucky, pekerjaanku sudah selesai. Bolehkan aku pulang sekarang?" tanya Leonel dengan tidak sabar.


Lucky dan Liliana terlihat saling pandang mendengar apa yang dikatakan oleh bosnya tersebut, kemudian keduanya menganggukkan kepalanya.


Leonel tersenyum senang, karena akhirnya dia bisa pulang pukul 7 malam. Setidaknya, itu lebih sore dari biasanya. Karena pada biasanya dia akan pulang sekitar pukul 9 atau sepuluh malam.


"Terima kasih, aku menyerahkan pekerjaan ini kepada kalian," ucap Leonel dengan senang.


Lucky dan Liliana tidak habis pikir jika bosnya itu akan meminta untuk segera pulang, padahal jika memang dia ingin pulang tinggal pulang saja, pikir mereka.


Karena memang pekerjaan pasti akan diselesaikan oleh Lucky dan juga Liliana, karena sudah tidak ada lagi berkas yang perlu ditandatangani oleh pria itu.


"Ya, Tuan. Berhati-hatilah saat perjalanan pulang," ucap Lucky yang tidak bisa mengantarkan.


"Terima kasih," jawab Leonel seraya pergi dari ruangannya untuk pulang ke kediamannya.


Selama di perjalanan pulang, Leonel tersenyum dengan senang. Dia sudah membayangkan kebersamaannya dengan istrinya di dalam kamarnya.


Dia yakin istrinya pasti baru selesai mandi dan menyelesaikan makan malamnya, pasti istrinya itu belum tidur, pikirnya.


Besar harapannya untuk bertemu dengan istrinya, karena waktu memang masih menunjukkan pukul 7 malam. Belum terlalu larut, pikirnya.

__ADS_1


Saat tiba di kediaman Harold, Leonel berjalan dengan tergesa. Dia bahkan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar utama, dia sudah sangat rindu terhadap istrinya.


Sayangnya, saat dia membuka pintu kamarnya, senyum yang sejak tadi mengembang di bibirnya langsung meredup ketika melihat Leandra sedang tertidur dengan begitu pulas. padahal waktu baru menunjukkan pukul 19.15.


"Kenapa dia sudah tidur? Padahal aku begitu rindu," ucap Leonel seraya melemparkan tas kerjanya.


Setelah itu, Leonel langsung membuka jasnya dan melemparkannya secara sembarang. Lalu, dia membuka dasinya yang terasa mencekik lehernya. Leonel merebahkan tubuhnya di samping istrinya, lalu dia peluk istinya dan dia kecup bibirnya.


"Sayang," panggil Leonel dengan lembut.


Mata Leonal terus saja tertuju pada tubuh istrinya yang begitu indah, seperti biasanya, wanita itu hanya menggunakan bra dan juga segitiga pengaman saja.


Leandra nampak begitu seksi di matanya, dada wanita itu bahkan terlihat lebih besar dari biasanya.


"Hem," jawab Leandra dengan mata terpejam.


Lalu, Leandra memeluk Leonel dan menyusupkan wajahnya pada ketiak Leonel. Dia menghirup aroma tubuh Leonel dengan rakus.


Leandra tidak menggubris ucapan suaminya, dia malah melingkarkan kedua kakinya pada tubuh Leonel. Namun, matanya tetap terpejam.


Kedua tangannya bahkan memeluk tubuh Leonel dengan posesif, sayangnya Leandra masih dalam keadaan tidur dan hal itu membuat Leonel begitu gemas.


Leonel langsung menunduk dan berusaha untuk menyatukan bibirnya dengan bibir istrinya, sayangnya Leandra malah seakan menghindar dan mengusakkan wajahnya pada dada bidang suaminya.


"Sayang, cium!" pinta Leonel seraya mendorong wajah Leandra dengan lembut.


Sayangnya wanita itu tidak kunjung bangun, hal itu membuat Leonel merasa frustasi. Karena dia tidak mau sampai dirinya khilaf dan memerkosa istrinya, akhirnya dia memutuskan untuk segera keluar dari kamar utama.


Walaupun pada awalnya dia begitu kesusahan untuk melepaskan diri dari Leandra, tetap pada akhirnya dia bisa melepaskan diri dari istrinya tersebut dan keluar dari dalam kamar utama.

__ADS_1


Leonel melangkahkan kakinya menuju kamar mertuanya, dia sudah seperti anak kecil yang ingin mengadu kepada ibunya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dia langsung masuk ke dalam kamar Lili.


Beruntung wanita itu sedang terdiam seraya menatap wajahnya dari pantulan cermin, dia baru saja selesai berbalas pesan dengan suaminya.


"Bu! Leandra Kenapa sudah tertidur? Padahal ini masih sangat sore," ucap Leonel seraya memeluk Lili. Wanita yang sudah dianggap sebagai ibu kandungnya sendiri.


Lili sempat kaget melihat Leonel yang asal masuk saja ke dalam kamarnya, bahkan tadinya dia ingin melayangkan protesnya. Namun, ketika melihat wajah kusut dari Leonel, dia mengurungkan niatnya.


"Sepertinya dia begitu kelelahan, saat pulang dia membawa belanjaan yang begitu banyak," jelas Lili.


Leonel sampai mengerutkan dahinya dengan tidak percaya ketika Lili mengatakan hal tersebut, karena Leandra bukanlah wanita yang gemar akan shopping


"Benarkah?" tanya Leonel dengan tidak percaya.


Selama beberapa bulan menikah dengannya, Leandra tidak pernah sama sekali pergi untuk menghamburkan uang. Istrinya tersebut lebih senang berdiam diri di rumah.


Namun, kini istrinya pergi untuk berbelanja. Tentu saja hal itu membuat Leonel bertanya-tanya, barang apa saja yang sudah dibeli oleh istrinya tersebut.


Leonel bahkan langsung mengecek ponselnya, dia ingin mengecek besarnya pengeluaran dari Leandra, istrinya.


Saat Leonel mengecek ponselnya, hanya ada notif yang menyatakan jika Leandra melakukan pembelian dengan jumlah yang lumayan besar pada sebuah toko baju.


"Baju apa yang dia beli?" tanya Leonel dengan bingung.


Karena merasa penasaran akhirnya Leonel pun berpamitan kepada Lili untuk masuk kembali ke dalam kamarnya dia ingin mengecek barang-barang apa saja yang dibeli oleh Leandra.


Saat tiba di dalam kamar utama Leonel langsung mengedarkan pandangannya, dia mencari-cari barang yang dibeli oleh Leandra.


Tidak lama kemudian matanya tertuju kepada beberapa paper bag yang berada di walk in closet.

__ADS_1


Lalu dia mengambil salah satu baju yang berada di dalam paper bag tersebut, tetapi dahinya nampak mengernyit dalam ketika melihat baju yang ada di dalam paper bag tersebut


"Baju apa ini?" tanya Leonel seraya merentangkan baju berwarna merah muda di tangannya.


__ADS_2