
Lucky yang sedang tertidur mulai menggeliatkan tubuhnya, dia merasa ada seseorang yang membangunkan dirinya.
Walaupun matanya terasa sepat, tetapi dia berusaha untuk membuka matanya. Karena dia merasa penasaran dengan siapa yang sudah membangunkan dirinya.
Saat matanya terbuka dengan sempurna, Lucky memekik kaget. Bahkan, dia langsung beringsut dan menarik selimutnya sampai sebatas dadanya.
Untuk sesaat dia terdiam seraya memperhatikan wanita yang ada di hadapannya, wanita itu terlihat memakai kemeja miliknya. Nyawanya yang belum terkumpul tiba-tiba saja membuat otaknya menjadi buntu.
Dia merasa kesal karena Liliu dengan beraninya masuk ke dalam kamarnya, bahkan wanita itu dengan beraninya memakai kemeja miliknya. Hal itu membuat paha mulus Liliu terekspos dengan bebas. Bahkan otak buntu Lucky mulai ber-travelling entah ke mana.
"Apa yang anda lakukan di dalam kamar saya, Nona?" tanya Lucky selayaknya orang amnesia.
Liliu kebingungan melihat reaksi dari Lucky, dia salah tingkah. Bahkan, gadis itu menatap Lucky dengan takut-takut.
Dirinya saja tidak tahu bagaimana bisa dia kini berakhir di dalam kamar pria itu, dia menjadi kebingungan harus menjawab pertanyaan Lucky seperti apa.
"Aku... aku juga tidak tahu. Saat aku terbangun, aku sudah ada di sini. Bajunya juga sudah ganti pake kemeja ini," jawab Liliu.
Lucky langsung terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Liliu, tidak lama kemudian dia menegakkan tubuhnya dan menatap Liliu dengan kesal.
"Tadi malam anda muntah di baju saya, terus pingsan di pinggir jalan. Tadinya mau saya tinggal, tapi--"
Mendengar pengakuan dari Lucky, Liliu terlihat begitu kaget. Bahkan, dengan cepat dia memungkas ucapan dari pria yang berada di hadapannya.
"Jadinya kamu yang mengganti bajuku? Kamu yang mengelap tubuhku? Terus, kamu melihat semuanya dong?" tanya Liliu beruntun.
Walaupun Lucky masih merasa kesal, tetapi dia merasa malu dan tidak enak hati ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu.
Tentu saja dia sudah melihat semuanya, dia bahkan tahu jika dada Liliu berbentuk bulat kecil dan menggemaskan. Inti tubuh Liliu bahkan sangat bersih tanpa rumput dan tidak berbau.
"Tentu saja saya melihatnya," jawab Lucky.
Liliu langsung membulatkan matanya dengan sempurna mendengar apa yang dikatakan oleh Lucky, dia bahkan langsung mengepalkan kedua telapak tangannya dengan wajah yang terlihat kesal.
"Kurang ajar sekali? Apa kamu tidak bisa meminta pelayan perempuan untuk menggantikan aku baju?" tanya Liliu.
__ADS_1
Dia merasa jika Lucky sudah memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, maka dari itu dia langsung melayangkan protesnya dengan nada kekesalan.
"Hey! Nona muda, saya tuh tinggal sendirian di apartemen kecil ini. Bahkan di sini hanya ada satu kamar, kalau ada dua kamar saya pasti tidur di kamar lain. Lagi pula anda tidak perlu khawatir, dada anda saja terlihat sangat mini. Aku tidak tertarik," ucap Lucky yang berbeda dengan isi hatinya.
Sebenarnya tadi malam dia merasa khawatir dengan keadaan Liliu, maka dari itu dia memilih untuk tidur di dalam satu kamar yang sama dengan gadis itu.
Padahal, jika dia mau. Dia bisa saja tidur di atas sofa yang ada di ruang tamu, tetapi entah kenapa dia merasa tidak tega meninggalkan wanita itu.
"Iiih! Kamu tuh nyebelin!" ucap Liliu seraya menghempaskan tubuhnya ke atas tubuh Lucky lalu memukuli dada pria itu.
Hal itu membuat Lucky salah tingkah, dadanya memang terasa sakit. Namun, paha mulus Liliu bergesekan langsung dengan perut kotak-kotaknya yang terekspos karena ulah Liliu.
"Hentikan, Nona. Anda membuat saya tidak nyaman," ucap Lucky seraya menangkap kedua tangan Liliu.
Menyadari jika mereka berdua terlihat begitu intim, Liliu langsung turun dari tubuh Lucky. Dia juga baru sadar jika milik pria itu ikut bangun ketika tuannya bangun, Liliu terlihat salah tingkah dan langsung meminta maaf beberapa kali.
"Maaf, maafkan aku. Aku minta maaf, habisnya kamu tuh nyebelin. Pake bilang dada aku kecil segala, aku mandi dulu. Maaf sekali lagi," ucap Liliu.
Setelah mengatakan hal itu, Liliu langsung berlari ke dalam kamar mandi. Lucky hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya bangun dan mengambil baju wanita itu.
"Lumayan kering, tinggal aku setrika. Tapi, ngga usah deh. Ngga usah disetrika juga, memangnya aku pembantunya apa?" kesal Lucky.
Setelah mengatakan hal itu, Lucky langsung menyimpan baju milik Liliu di atas sofa. Lalu, dia masuk ke dalam dapur untuk membuat sarapan.
Lucky menghela napas panjang ketika dia melihat hanya ada telur, mie instan, bakso, sayuran dan juga sosis.
"Haish! Bikin mie nyemek ajalah, kayaknya enak. mau keluar malas belum mandi," ucap Lucky.
Setelah mengatakan hal itu, Lucky langsung membuat makanan yang dia inginkan. Pria itu memang terbiasa hidup sendiri, karena keduanya orang tuanya berada di luar kota.
Dia yang selalu merasa takut ribet, sengaja membeli apartemen berukuran kecil. Agar dia bisa mengurus semuanya sendiri.
"Wangi banget, bikin laper. Bikin apa?" tanya Liliu malu-malu. Liliu yang telah selesai mandi langsung menghampiri Lucky yang berada di dapur.
Selepas pulang dari perusahaan Harold, Liliu tidak makan sema sekali. Dia hanya marah-marah dan melamun saja, hingga akhirnya tadi malam dia berakhir di Klub malam.
__ADS_1
"Aku bikin mie nyemek, mau?" tanya Lucky seraya menolehkan wajahnya ke arah Liliu.
Lucky yakin jika Liliu pasti tidak pernah memakan makanan yang sudah dia buat, tetapi karena Liliu merasa sangat lapar, gadis itu berkata.
"Mau, sepertinya sangat enak. Baunya aja udah enak," ucap Liliu bersemangat dengan senyum manis di bibirnya.
'Cih! Jika tersenyum seperti itu dia tidak seperti wanita gatal yang suka menggoda pria,' keluh Lucky dalam hati.
"Hem," jawab Lucky kurang senang.
Dia membagi makanan yang sudah dia buat menjadi 2 piring, lalu dia duduk di salah satu kursi yang ada di sana dan memberikan 1 piring lainnya kepada Liliu.
"Makanlah, semoga anda suka. Setelah makan tunggu saya mandi sebentar, baru saya akan mengantarkan anda pulang." Lucky mulai menyuapkan mie nyemek yang dia buat.
"Iya, terima kasih. Tapi, kenapa kamu tidak mengantarkan aku sejak semalam?" tanya Liliu.
Jika tadi malam Lucky mengantarkan dirinya pulang, sudah pasti Liliu tidak akan merepotkan pria itu.
"Tadi malam anda pingsan, badan anda bau busuk. Aku juga tidak tahu alamat anda," jawab Lucky.
Liliu kembali menundukkan wajahnya, dia merasa tidak enak hati kepada Lucky. Seharusnya dia merasa bersyukur karena Lucky masih mau mengurusi dirinya.
"Oh, maaf karena aku sudah merepotkan kamu." Liliu tertunduk tidak enak hati.
"Tidak apa, cepatlah makan!" ucap Lucky dengan cepat.
"Iya," jawab Liliu.
Liliu yang merasa lapar dengan cepat memakan makanan yang sudah dibuat oleh Lucky, gadis itu bahkan makan dengan lahap.
"Saya sudah selesai makan, mau mandi dulu. Hanya sebentar," ucap Lucky seraya meninggalkan Liliu yang masih asyik memakan sarapannya.
"Hem," jawab Liliu dengan mulut yang penuh dengan makanan.
Dia bahkan tidak menolehkan wajahnya sama sekali ke arah Lucky, gadis itu begitu fokus untuk menghabiskan makanannya.
__ADS_1
"Dasar wanita aneh, lahir dari keluarga kaya makan mei nyemek aja udah kaya makan makanan langka," gerutu Lucky seraya masuk ke dalam kamar mandi.