
"Lukas ada apa kamu kemari?" tanya Leonel.
Biasanya jika Lukas akan bertemu dengan dirinya, pria itu akan menghubungi dirinya terlebih dahulu. Setelah itu, baru mereka akan memutuskan untuk bertemu di mana.
Lukas yang sedang duduk tepat di samping Lucky langsung bangun untuk menghampiri Leonel, kemudian dia tersenyum canggung ke arah sahabatnya itu dan berkata.
"Leon, aku ingin bicara empat mata denganmu. Apakah bisa?" tanya Lukas.
Leonel merasa jika Lukas ingin meminta sesuatu kepada dirinya, karena tatapan mata Lukas seperti sedang mengiba. Namun, Leonel tidak tahu apa yang akan diminta oleh Lukas.
"Jika kamu ingin berbicara denganku, biarkan Lucky mendengarnya. Karena aku tidak pernah memiliki rahasia apa pun dengan asisten pribadiku ini," ucap Leonel seraya duduk tepat di samping Lucky.
Apa yang akan dibicarakan oleh Lukas adalah hal yang menurutnya benar-benar pribadi, rasanya mengutarakan maksudnya di depan Lucky benar-benar membuat dia merasa enggan.
"Tapi, Leon. Kumohon, hanya kita berdua saja." Lukas benar-benar mengiba.
Leonel langsung menggedikkan kedua bahunya, dia benar-benar merasa enggan jika harus berbicara dengan pria yang sudah dia anggap saudara itu.
Terlebih lagi setelah dia melihat foto-foto kebersamaan antara Lukas dan juga Lyra, hati Leonel benar-benar merasa sakit karena dikhianati oleh sahabatnya sendiri.
Dia tidak menyangka wanita yang dia cintai berselingkuh di belakangnya dengan sahabatnya sendiri, pria yang dia anggap saudara.
Bahkan, selama 2 tahun mereka tinggal di luar negeri mereka tinggal di dalam apartemen yang sama. Sudah dapat dipastikan jika dua insan berbeda jenis kelamin tinggal di dalam satu atap yang sama, bahkan dengan rasa cinta di antara keduanya, mereka pasti akan melakukan hal yang Leonel sendiri merasa jijik untuk mengatakannya.
Setelah Leandra mengatakan jika Lukas berselingkuh dengan Lyra, dia meminta Lucky untuk menyelidikinya.
Dia benar-benar merasa sakit hati ketika melihat rekaman cctv dan juga foto-foto kemesraan antara Lukas dan juga Lyra, dia benar-benar tidak menyangka jika keduanya akan menusuknya dari belakang.
"Tidak! Jika kamu mau berbicara denganku, maka berbicaralah di depanku dan juga Lucky. Karena kami adalah satu paket yang tidak terpisahkan,'' Jelas Leonel
Sengaja Leonal mengatakan hal tersebut karena dia merasa enggan untuk berbicara dengan Lukas, entah kenapa dia sudah hilang respect terhadap sahabatnya tersebut.
"Baiklah, aku ingin berbicara tentang Lyra." Lukas menatap Leonel dengan takut-takut.
Walaupun hatinya merasa sakit dan juga kesal ketika mengingat perselingkuhan keduanya, tetapi Leonel berusaha untuk bersikap biasa saja.
Dia berusaha untuk pura-pura tidak tahu tentang apa yang sudah terjadi selama ini antara Lukas dan juga Lyra, dia berusaha untuk acuh.
__ADS_1
"Oh! Kamu mau membicarakan Lyra, memangnya ada apa dengan Lyra?" tanya Leonel dengan sikapnya yang biasa-biasa saja.
Lukas menghela napas panjang, kemudian dia mengeluarkannya dengan perlahan. Dia berusaha untuk mengumpulkan keberaniannya agar bisa berbicara secara baik-baik bersama dengan Leonel.
"Untuk yang pertama aku mau mengucapkan maaf, karena di saat kamu berpacaran dengan Lyra, kami berselingkuh di belakangmu. Maukah kamu memaafkanku dan juga Lyra?" tanya Lukas.
Lukas sangat sadar karena dia sudah berselingkuh dengan Lyra, dia berharap semoga Leonel mau memaafkan dirinya.
"Apakah benar kamu berselingkuh dengan Lyra? Kenapa kamu tega sekali? Apakah kamu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku?" tanya Leon pura-pura bersedih.
Padahal, di dalam hatinya dia tidak merasa sedih sama sekali. Entah kenapa dia sudah merasa tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di antara Lukas dan juga Lyra.
Baginya, itu adalah hal menyedihkan di masa lalunya. Tidak perlu dia kenang untuk memperkeruh suasana hatinya di masa sekarang ini.
"Hem, aku minta maaf. Selama ini aku mencari Lyra, tetapi aku tidak pernah menemukannya. Kemarin aku mendapatkan kabar dari detektif swasta yang aku sewa, ternyata Lyra baru saja dijebloskan ke dalam penjara."
Lukas menatap Leonel dengan intens, Leonel tersenyum kecut karena dia sudah mulai paham ke mana arah pembicaraan dari pria tersebut.
"Lalu?" tanya Leonel.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Lukas, Leonel benar-benar merasa kesal. Tidak tahukah Lukas bagaimana rasa sakit hatinya Leonel ketika melihat istrinya dibunuh di depan matanya sendiri oleh wanita yang dulu dia banggakan?
Tidak pahamkah Lukas bagaimana Leonel menyimpan rasa bersalah yang mendalam terhadap Leana karena dulu dia sempat memanfaatkan wanita itu hanya untuk membuat Lyra panas?
Tidak bisakah Lukas menghargai dirinya untuk tidak mengemis demi wanita yang sudah membunuh istrinya itu?
"Apakah kamu tahu Lukas? Lyra sudah membunuh istriku di depan mataku, seharusnya aku langsung membunuhnya. Tetapi hal itu tidak aku lakukan, karena aku masih punya hati. Lalu, sekarang kamu datang hanya untuk meminta Lyra dibebaskan?" tanya Leonel.
Mendengar pertanyaan dari sahabatnya, Lukas langsung menganggukkan kepalanya. Dia ingin Lyra segera bebas dan hidup bersama dengan dirinya. Seperti rencana mereka pada awalnya.
Dua bulan yang lalu Lyra dan juga Lukas bertengkar hebat, Lyra merasa cemburu karena Lukas tidak memiliki waktu yang banyak untuk Lyra.
Wanita itu menyangka jika Lukas telah berselingkuh dengan wanita lain, padahal pada kenyataannya Lukas sedang mempersiapkan kepulangannya ke tanah air.
Dia sedang mempersiapkan semuanya agar dia bisa secepatnya menikahi Lyra, tetapi karena Lyra begitu emosi, dia langsung pulang ke tanah air dan setelah itu Lukas tidak tahu apa yang terjadi terhadap kekasihnya itu.
"Wow! Permintaan kamu sangat luar biasa, sekarang aku bertanya kepadamu. Jika ada orang yang membunuh wanita yang kamu cintai di depan matamu, bahkan wanita yang kamu cintai itu sedang mengandung, apakah kamu akan memaafkan wanita itu?" tanya Leonel yang mulai tersulut emosi.
__ADS_1
Lucky bahkan dengan cepat menepuk-nepuk pundak Leonel, dengan seperti itu dia berharap jika atasannya itu tidak emosi.
Lukas yang mendengar pertanyaan dari Leonel benar-benar merasa kaget, pantas saja Leonel begitu sakit hati, pikirnya. Karena ternyata Leonel kehilangan istrinya dan juga calon buah hati mereka.
"Jawab, Lukas! Apakah kamu akan melepaskan wanita yang sudah membunuh istri dan juga calon buah hatimu?" tanya Leonel dengan mata yang sudah memerah menahan amarah, bahkan tanpa diminta air mata Leonel luruh begitu saja.
Jika mengingat akan hal itu, hati Leonel benar-benar sakit. Dia benar-benar merasa gagal karena tidak bisa menjaga istri dan juga calon buah hati mereka.
"Maaf, aku tidak tahu kalau kamu sudah kehilangan calon buah hatimu. Aku minta maaf," ucap Lukas tidak enak hati.
Sungguh Lukas tidak menyangka jika Lyra akan melakukan hal sekeji itu, padahal saat dia menemui Lyra, perempuan berkata jika dia tidak sengaja.
Dia tidak berniat sama sekali untuk membunuh istri dari Leonel, karena hubungannya dengan Leonel sudah berakhir.
Lyra berkata jika dia hanya mencintai Lukas seorang, ternyata Lukas baru sadar jika ucapan dari Lyra itu hanyalah omong kosong belaka.
Akan tetapi, rasa cintanya kepada wanita itu sangatlah besar. Lukas tidak bisa mengabaikan begitu saja Lyra yang kini sedang berada di dalam penjara.
"Jika kamu memang mencintai Lyra, tunggullah dua puluh tahun lagi. Karena wanita yang kamu cintai itu mendapatkan hukuman dua puluh tahun penjara."
Lukas benar-benar syok mendengar apa yang dikatakan oleh Leonel, dia tidak menyangka jika kekasih hatinya itu akan dipenjara dalam waktu yang sangat lama.
Sekarang saja usianya sudah dua puluh tujuh tahun, jika menunggu Lyra selama dua puluh tahun, dia bisa lumutan. Terlebih lagi dengan miliknya yang dulu selalu dimanjakan oleh Lyra, akan layu karena tidak menemukan sarangnya.
"Du--dua puluh tahun?" tanya Lukas tidak percaya.
Ternyata Leonel tidak main-main dengan ancamannya, Leonel memenjarakan Lyra dalam waktu yang sangat lama.
"Hem," jawab Leonel seraya menganggukkan kepalanya.
Rasa cinta Lukas yang begitu besar terhadap Lyra membuat pria itu kini menurunkan egonya, dia bahkan langsung berlutut di depan Leonel.
"Apakah kamu tidak bisa meringankan hukumannya?" tanya Lukas.
Lukas benar-benar merasa tidak tega saat dia menemui Lyra, wanita itu benar-benar begitu kurus dan keadaannya benar-benar memprihatinkan.
"Bagaimana ya, bisa atau tidak, ya?" tanya Leonel seraya mengusap-usap dagunya dengan wajah yang terlihat menyebalkan di mata Lukas.
__ADS_1