Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 28


__ADS_3

Leandra benar-benar merasa kaget karena kini bajunya terlihat basah, bahkan wajahnya pun terlihat kotor terkena semburan kopi dari mulut Linda.


Padahal niat awalnya dia ingin mengerjai Leonel, pria yang sudah membuat dirinya kesal, takut dan juga khawatir sejak dia membuka mata.


Dia yang merasa dendam terhadap Leonel, dia ingin membuat pria itu tahu rasa dan tidak meremehkan dirinya sebagai wanita yang masih berusia delapan belas tahun itu.


Sayangnya, apa yang sudah dia perbuat seakan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Karena kini dirinyalah yang terkena akibatnya, walaupun dia tidak meminumnya.


"Oh ya ampun, maafkan aku, Nona. Aku tidak sengaja, kopinya sangat asin. Maaf," ucap Linda seraya menunduk takut.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Linda, Leonel langsung menatap tajam ke arah Leandra. Tatapan tajam pria dewasa itu seakan menguliti tubuh mungil Leandra.


"Aku tidak melakukan apa pun," ucap Leandra seraya berlari ke dalam kamar mandi.


Hal itu dia lakukan karena selain dia merasa tidak betah dengan tubuh bagian depannya yang kini terasa lengket, dia juga merasa takut akan kena amukan Leonel.


Leonel hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah dari Leandra, kemudian dia terlihat menolehkan wajahnya ke arah Linda.


Baju Leandra nampak basah dan juga kotor, itu artinya Leandra harus berganti baju. Sedangkan dirinya tidak memiliki baju perempuan.


Di dalam tempat istirahatnya memang ada beberapa kemeja miliknya, tapi jika Leandra yang memakainya pasti akan menenggelamkan tubuh gadis itu, pikirnya.


"Linda, apakah kamu membawa baju ganti? Maksudku apakah kamu menyimpan baju ganti?" tanya Leonel.


Walaupun apa yang dia tanyakan terdengar konyol, tapi rasanya hal itu perlu dia tanyakan. Karena dia tidak mempunyai baju perempuan.


"Tidak, Tuan. Saya tidak pernah membawa baju ganti," jawab Linda masih menunduk karena tidak berani menatap Leonel.


"Oh, ya sudah kalau begitu. Kamu pergilah selesaikan pekerjaanmu kembali," titah Leonel.


"Ya, Tuan," jawab Linda seraya berlari keluar dari dalam ruangan Leonel.


Setelah kepergian Linda, Leonel nampak masuk ke dalam kamar pribadinya. Kemudian dia mengambil salah satu kemeja miliknya dan segera menghampiri Leandra yang sedang berada di kamar mandi.


Tok! Tok! Tok!


Leonel terlihat mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali, hal itu dia lakukan karena Leandra dirasa begitu lama berada di dalam kamar mandi.


Tanpa Leonel ketahui, Leandra merasa bingung. Haruskah dia keluar atau tidak dari dalam kamar mandi?


Karena saat ini dia sudah membuka kemejanya dan juga bra yang terkena semburan kopi, tapi dia tidak mempunyai baju ganti.


Bahkan saat dia mengedarkan pandangannya, di sana tidak ada anduk atau kain yang bisa dia gunakan untuk menutupi tubuh polos bagian atasnya.

__ADS_1


Mndengar ketukan pintu yang cukup keras, Leandra terlihat menutupi dadanya dengan kedua telapak tangannya.


"Siapa?" tanya Leandra.


"Ini aku, cepatlah keluar. Nanti kamu masuk angin," jawab Leonel.


"Tapi bajuku kotor, aku tidak mempunyai baju ganti," keluh Leandra seraya menatap dadanya.


"Keluarlah Leandra, gantilah bajumu dengan kemeja milikku. Nanti kamu bisa menggantinya dengan pakaian wanita setelah aku memesankan baju untukmu," ucap Leonel


Awalnya Leandra begitu enggan untuk membuka pintu kamar mandi tersebut, tapi tidak lama kemudian dia pun membuka pintu lalu menyembulkan wajahnya dari balik pintu yang dia buka.


"Mana bajunya?" tanya Leandra.


Tanpa banyak bicara Leonel langsung mengulurkan tangannya dan memberikan kemeja miliknya kepada Leandra, dengan cepat Leandra menerima kemeja tersebut dan langsung menutup pintu kamar mandi kembali.


"Dasar gadis nakal! Setidaknya dia harus berterima kasih kepada diriku," umpat Leonel.


Setelah mengatakan hal itu Leonel nampak kembali duduk di atas kursi kebesarannya, lalu dia pun mengerjakan tugasnya yang belum terselesaikan.


Saat dia sedang asyik mengerjakan pekerjaannya, seorang OB masuk ke dalam ruangannya. Kemudian dia membersihkan sisa-sisa semburan kopi yang mengotori lantai.


Setelah selesai dia pun segera pergi dari ruangan Leonel dan menutup pintu ruangan tersebut dengan rapat, tidak lama kemudian Leonel terlihat mengedarkan pandangannya.


"Ehm! Tuan, bajunya gede banget. Aku ngga nyaman makenya," ucap Leandra.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Leandra, Leonel menghentikan aktivitasnya dan langsung menolehkan wajahnya ke arah gadis tersebut.


Leonel ingin sekali tertawa saat melihat kemeja miliknya yang dipakai oleh Leandra, kemeja itu kini terlihat seperti daster karena panjangnya sampai ke lutut gadis itu.


"Salah sendiri, kenapa badan kamu mungil begitu!" ucap Leonel.


Leonel tertawa tapi dalam hatinya dia malah teringat akan Leana, Leana juga pernah melayangkan protesnya saat memakai kemeja miliknya yang kebesaran saat istrinya memakainya.


Namun, Leana terlihat lebih tinggi. Tidak bertubuh mungil seperti Leandra, Leonel langsung menggelengkan kepalanya karena saat menatap wajah Leandra malah seakan melihat bayangan wajah istrinya.


"Anda kenapa, Tuan?" tanya Leandra.


"Tidak apa-apa," jawab Leonel seraya menolehkan wajahnya ke arah lain.


"Ck! Kalau begitu segeralah pesankan baju untuk aku, aku tidak betah. Apalagi aku tidak memakai bra," pinta Leandra dengan suara yang sangat lirih karena malu saat mengatakannya.


Leonel paham jika memang Leandra tidak memakai bra, karena pasti penutup dada milik Leandra juga sudah basah.

__ADS_1


"Hem! Sekarang duduklah dulu, aku akan memesankan baju untukmu," jawab Leonel.


"Terima kasih," ucap Leandra.


Setelah mengatakan hal itu, Leandra terlihat duduk di atas sofa seraya menatap wajah Leonel yang begitu asik berselancar dengan benda pipih kesayangannya.


Leonel langsung menghubungi butik langganannya, tidak lama kemudian pemilik butik pun mengirimkan banyaknya gambar drres yang sedang diminati anak muda jaman sekarang.


Saat melihat dress yang begitu cantik-cantik dan begitu indah, Leonel langsung memesankannya untuk Leandra.


Karena menurutnya Leandra pasti akan merasa tidak nyaman saat menggunakan dress, karena selama bertemu dengan Leandra dia selalu melihat Leandra hanya memakai celana jeans dan juga kemeja saja.


Hanya saat pertama mereka bertemu saja Leonel melihat Leandra memakai rok, itu pun rok sekolahnya.


Tidak lupa dia juga memesankan bra untuk Leandra, pria dewasa itu bahkan tidak bertanya terlebih dahulu tentang ukuran dari bra yang biasa Leandra pakai.


Karena dia pernah melihat dada Leandra saat gadis itu tertidur, dengan hanya sekali melihat saja dia bisa mengetahui berapa ukuran dada dari gadis itu.


Ukuran dada Leandra tidak terlalu besar, tapi terlihat begitu seksi dan juga terasa pas jika dia pegang, menurutnya.


Setelah memesankan baju untuk Leandra, Leonel terlihat kembali mengerjakan pekerjaannya. Dia memeriksa berkas-berkas yang Linda berikan kepada dirinya.


Berbeda dengan Leandra yang hanya terdiam duduk di atas sofa, karena dia tidak tahu harus melakukan hal apa.


Lagi pula, jika dia melakukan aktivitas rasanya benar-benar tidak akan nyaman, karena dia tidak memakai bra.


Saat sedang asik memandangi wajah Leonel, Leandra mendengar jika ponsel miliknya nampak berdenting. Dengan cepat Leandra mengambil ponselnya dan segera melihat siapa yang sudah mengirimkan pesan kepadanya.


"Gue udah pulang sama Lingga, gue ngga berani tinggal lama di puncak. Takut kena semprot gue sama bonyok elu," pesan chat dari Lana.


"Gue juga udah balik weh, tapi sekarang gue lagi jadi baby sitter." Leandra dengan lihat mengetik pesan balasan untuk Lana dengan lincah.


"Wadidaw! Gue kangen sama elu, kita nongkrong di Kafe yuk nanti sore? Bisa kali?" ajak Lana.


"Ngga bisa tar sore gue nemenin baby gede gue ketemu sama temennya di Kafe Horizon," bales Leandra.


"Kebetulan kalau gitu, dari pada elu jadi nyamuk. Entar elu gabung sama kita aja, oke?" ajak Lana lagi.


"Nanti gue pikirin dulu, takutnya baby gedenya ngambek."


Leandra tersenyum setiap kali dia menulis baby gede, hal itu membuat Leonel yang sedang bekerja terlihat menolehkan wajahnya pada Leandra. Dia terlihat menatap wajah Leandra dengan tatapan penuh tanya.


Lalu, pria dewasa itu terlihat menghampiri Leandra dan duduk tepat di samping gadis nakal itu. Leonel langsung mencoba untuk melihat ponsel milik Leandra, tapi dengan cepat Leandra menyembunyikan ponselnya di balik tubuhnya.

__ADS_1


"Kamu mau apa?" tanya Leandra seraya menatap Leonel dengan tatapan penuh curiga.


__ADS_2