Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 96


__ADS_3

"Hem, kalau Kakak ngga nakal, aku ngga bakal ninggalin Kakak. Tapi, kalau Kakak nakal. Jangan harap aku mau tinggal sama Kakak lagi!" ancam Leandra.


Bukan tanpa sebab Leandra mengatakan hal itu, mungkin Leonel berkata jika dia tidak akan nakal dengan wanita lain.


Akan tetapi, saat Leandra mengingat Liliu yang begitu ganjen untuk mendekati suaminya, dia takut jika perasaan suaminya itu akan goyah.


"Tidak akan, aku tidak akan nakal. Kamu juga ngga boleh nakal, kalau nakal. Aku akan menghukum kamu," ucap Leonel seraya mengecupi leher jenjang Leandra.


Leandra langsung menggeliatkan tubuhnya, bahkan dia menahan bibir Leonel yang dia rasa sangat nakal itu.


Bibir suaminya itu sangatlah bahaya baginya, karena selalu saja bisa membuat dirinya tiba-tiba goyah dan susah mengendalikan diri.


"Kakak mau kasih aku hukuman apa?" tanya Leandra dengan dahi yang berkerut dalam.


Leonel melerai pelukannya, kemudian dia mengungkung tubuh istrinya dengan begitu posesif. Pria itu benar-benar tidak memberikan ruang untuk istrinya bergerak bebas.


Leandra yang ketakutan berusaha untuk melepaskan diri dari Leonel, dia tidak mau jika saat ini harus berakhir dengan dirinya yang terus mengerang dan meneriaki nama suaminya.


Bukan tidak mau merasakan kembali nikmatnya bergulat dengan penuh gairah, hanya saja tubuhnya terasa begitu lelah.


"Kakak ih! Jangan suka aneh-aneh, tadi udah tiga kali. Aku cape, betis aku aja ampe pegel. Pinggang aku kaya mau copot, terus pundak aku juga pegal." Leandra berusaha untuk mendorong dada Leonel setelah melayangkan protesnya.


Leonel terkekeh mendengar ucapan dari istrinya, semakin lama dia melihat wajah Leandra, dia merasa semakin menyukai wanita itu.


Bahkan, Leandra dirasa semakin menggemaskan di matanya. Leonel menyadari, jika dia mulai mencintai Leandra.


"Makanya kamu ngga boleh nakal, nanti kalau pas anu-anu aku mau langsung minta 3 kali di saat pagi hari. Terus, 3 kali di saat malam tiba." Leonel menaik turunkan alisnya.


Leandra langsung mengerjapkan matanya beberapa kali, dia merasa tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh suaminya. Itu sangatlah kejam, pikirnya.


"Eh? Mana boleh seperti itu, aku bisa pingsan!" protes Leandra seraya memukul dada suaminya.


Leonel ingin sekali tertawa melihat reaksi dari istrinya, tetapi dia berusaha untuk tenang dan kembali ingin menjahili istrinya tersebut.


"Mana ada kamu pingsan abis anu-anu, yang ada kamu malah keenakan." Leonel mulai meremat dada istrinya.

__ADS_1


Leonel benar-benar menguji kesabaran wanita muda itu, Leandra sampai kesal dengan kelakuan Leonel dan berkata.


"Hastaga! Kakak tuh bener-bener nakal," ucap Leandra seraya menepis tangan Leonel. "Aku mau tidur, besok aku ospek lagi. Biarkan aku tidur dengan nyenyak," pinta gadis itu.


Leonel paham jika istrinya memang sedang banyak kegiatan, akhirnya dia memutuskan untuk tidak menjahili istrinya lagi.


"Hem, maaf kalau akunya terlalu nakal." Leonel merebahkan tubuhnya di samping Leandra, lalu dia memeluk Leandra dan menyusupkan wajahnya pada dada Leandra.


Leandra benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan dari suaminya itu, baru saja Leonel meminta maaf. Namun, pria itu sudah membuat tubuhnya kembali panas dingin.


"Oh Tuhan! Geli, Kak." Leandra mencoba mendorong wajah suaminya.


Hal itu dia lakukan karena tubuhnya terasa meremang, bahkan bulu kuduknya terasa berdiri semua. Bukan karena ketakutan karena adanya setan, tetapi dia takut akan diterkam oleh suaminya.


"Jangan, akunya mau seperti ini. Jangan disuruh jauh-jauh," ucap Leonel dengan manja.


Leandra menghela napas berat, kemudian dia mengelus lembut rambut pria itu. Dengan seperti itu dia berharap jika Leonel akan segera tidur, lalu dia bisa terlepas dari pelukan pria itu.


"Tidurlah Baby besarku, besok kamu harus bekerja. Jangan merepotkan kak Lucky lagi, kasian dia sudah lembur malam ini," ucap Leandra.


Leonel terkekeh di dalam pelukan Leandra, dia merasa jika Leandra itu sangat pengertian karena berusaha untuk memahami sikap manjanya.


**


Pagi hari pun telah tiba, Liliu memekik kaget ketika dia bangun dari tidurnya. Dia sangat syok ketika menyadari jika dirinya ada di dalam kamar yang dia tidak tahu kamar siapa.


Namun, ketika dia melihat tubuhnya yang berbalut kemeja, dia merasa tenang dan bingung dalam waktu yang bersamaan.


"Aku di mana?" tanya Liliu seraya memegangi kepalanya yang terasa pening.


Wanita itu mengedarkan pandangannya, kemudian dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya ketika melihat Lucky yang sedang tertidur dengan pulas di atas sofa.


"Ya Tuhan, bukankah dia asisten dari Leon? Aku... aku kenapa ada di dalam kamarnya?" tanya Liliu.


Gadis itu berusaha mengingat-ingat apa yang sudah terjadi, tidak lama kemudian dia membelalakan matanya ketika mengingat jika dirinya pergi ke Klub malam dan meminum minuman beralkohol.

__ADS_1


"Oh Tuhan! Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah dia memperkosaku dan mengganti bajuku dengan bajunya?" tanya Liliu seraya menatap Lucky dengan tatapan penuh tanda tanya.


Liliu bahkan berusaha untuk turun dari tempat tidur, lalu dia menggerak-gerakkan kakinya. Dia juga berusaha untuk berjongkok dan menggoyangkan pinggulnya.


"Tidak terasa sakut, kok? Lalu, apa yang sebenarnya sudah terjadi?" tanya Liliu karena dia tidak merasakan sakit sama sekali pada area intinya.


Dia juga tidak mengingat sama sekali apa yang sudah terjadi setelah dia mabuk, dia hanya mengingat dirinya yang marah-marah dan pergi ke Klub malam.


Banyak orang berkata jika melakukan itu di saat pertama pasti akan sangat sakit, tetapi ini tidak sakit sama sekali. Itu artinya, bisa saja Lucky hanya menolong dirinya yang sedang mabuk, pikirnya.


"Aku harus bertanya kepadanya, aku tidak boleh asal tuduh," ucap Liliu.


Gadis itu menghampiri Lucky, lalu dia menatap wajah Lucky yang terlihat begitu kelelahan.


Dia ingin sekali membangunkan pria itu, tetapi dia langsung menepuk jidatnya ketika mengingat bahwa dirinya baru saja bangun dari tidurnya.


"Hastaga! Wajahku pasti sangat berantakan, aku harus ke kamar mandi terlebih dahulu," ucap Liliu.


Setelah mengatakan hal itu Liliu langsung berjalan ke kamar mandi dengan perlahan, hal itu dia lakukan agar tidak membangunkan Lucky.


Karena dia pasti akan merasa malu jika Lucky melihat penampilannya di saat baru bangun tidur, dia tidak mau hal itu terjadi.


"Oh ya ampun, wajahku!" keluh Liliu seraya mencuci wajahnya.


Lalu, dia menggosok giginya dan merapikan rambutnya. Dia tersenyum ketika melihat wajahnya kini sudah terlihat lebih baik.


Setelah merasa lebih baik Liliu keluar dari dalam kamar mandi, lalu dia menghampiri Lucky dan berusaha membangunkan pria itu.


"Tuan Lucky, bangunlah. Aku ingin berbicara dengan anda ucap Liliu seraya menepuk-nepuk lengan Lucky.


Lucky yang sedang tertidur mulai menggeliatkan tubuhnya, dia merasa ada seseorang yang membangunkan dirinya.


Saat matanya terbuka dengan sempurna, Lucky memekik kaget. Bahkan, dia langsung beringsut dan menarik selimut sampai sebatas dadanya.


"Apa yang anda lakukan di dalam kamar saya, Nona?" tanya Lucky selayaknya orang amnesia.

__ADS_1


Liliu kebingungan melihat reaksi dari Lucky, dia salah tingkah. Bahkan, gadis itu menatap Lucky dengan takut-takut.


"Aku--"


__ADS_2