
"Apanya yang kecil, hem? Coba jelaskan di mana yang kecil! Mana yang kecil?"
Leandra bertanya dengan tatapan yang begitu menantang, Leonel menelan salivanya dengan susah. Bukan karena takut dengan pertanyaan dari Leandra, tetapi dia malah tidak fokus saat melihat dada Leandra.
Dada istrinya terlihat menyembul karena dua kancing piyama yang Leandra pakai tidak terkancing dengan sempurna.
'Hastaga! Apakah dia sedang menggodaku?' tanya Leonel dalam hati.
Melihat Leonel yang hanya terdiam, Leandra merasa kesal dibuatnya. Dia kembali bertanya kepada suaminya tersebut.
"Kakak, Kakak liat apa sih?" tanya Leandra.
Leonel yang sedang menatap dada Leandra, langsung menolehkan wajahnya ke arah istrinya tersebut. Wajah Leonel terlihat memerah dan sudah diliputi kabut hasrat.
"Itu, Anu--"
Leonel tidak dapat meneruskan ucapannya, dia malah kembali menunduk seraya mencuri pandang ke arah dada Leandra
Leonel begitu tergoda dengan dada Leandra yang begitu membusung, dada yang tadi pagi dia mainkan dengan rakus.
Dia sudah seperti bayi yang kehausan, dia ingin kembali merasakan kenyalnya dada istrinya. Jika bisa, dia ingin membenamkan wajahnya di antara kedua dada istrinya.
"Kakak, aneh. Sekarang mending kita makan saja, Kaka mau diambilkan makanan apa?" tanya Leandra.
Dia sudah melewatkan makan siangnya, dia benar-benar sudah sangat lapar. Terlebih lagi tadi malam dan juga paginya dia sudah melakukan olah raga yang mengeluarkan banyak keringat.
Tentu saja saat ini dia membutuhkan asupan makanan yang banyak, agar dia tidak merasa lemas dan tidak bertenaga.
Dia juga harus banyak makan, karena takut jika nanti malam Leonel akan mengajak dia untuk kembali bercinta.
Bibir Leandra mungkin bisa saja menolak dengan ajakan dari Leonel, tetapi respon dari tubuhnya tidak bisa dibohongi. Dia menyukai setiap sentuhan dari suaminya, dia menyukai apa yang Leonel lakukan terhadap dirinya.
"Susu, sepertinya susu akan sangat enak." Leonel berkata dengan mata yang terus saja memandang dada Leandra tanpa berkedip.
Leandra yang mendengar ucapan dari Leonel merasa aneh, dengan cepat dia mengikuti arah pandang dari suaminya tersebut.
__ADS_1
"Hastaga!" pekik Leandra seraya mengancingkan piyama tidurnya.
Leandra yang terburu-buru karena takut jika Leonel terlalu lama menunggu, sampai tidak menyadari jika piyama tidur yang dia pakai belum terkancing dengan sempurna.
"Kaka tuh jadi messum, liat dada aku aja ampe segitunya." Leandra mendorong wajah Leonel yang tidak berkedip.
Leonel yang ketahuan dengan apa yang sudah dia lakukan nampak salah tingkah, dia nyengir kuda seraya menggenggam tangan istrinya.
"Ehm! Maaf, habisnya dada kamu tuh gede banget. Pas banget kalau aku--"
Leandra langsung membekap mulut Leonel, dia merasa jika ucapan dari Leonel terlalu vulgar dan tidak pantas dia dengar.
Setelah dia menikah dengan Leonel, pria itu benar-benar berubah drastis dalam bersikap. Leonel seakan terus saja merayu dirinya agar mau bercinta dengan pria itu.
Kata-kata yang keluar dari mulut Leonel juga terdengar berbeda, pria itu lebih sering merayu dirinya. Mungkin karena Leonel memang begitu menginginkan Leandra.
"Kaka tuh jangan suka ngomong yang aneh-aneh," ucap Leandra seraya menurunkan tangannya dari bibir Leonel.
Lalu, Leandra mulai mengendok nasi beserta lauk pauknya. Setelah itu, dia mulai menyuapi Leonel. Leonel merasa sangat bersyukur, karena walaupun Leandra terlihat begitu ketus, tetapi istrinya itu begitu memperhatikan dirinya.
Awalnya Leonel merasa jika Leandra akan bersikap sangat kekanak-kanakan, walaupun setelah menikah dengan dirinya.
Walaupun dia berkata tidak mencintai Leonel, atau lebih tepatnya belum mencintai pria itu, tetapi Leandra dengan sukarela menjalankan tugasnya sebagai seorang istri.
Leandra melayani Leonel dengan sepenuh hati dan sesuai keinginan dari wanita itu, sama sekali tanpa paksaan dari Leonel.
"Mending Kakak makan aja, kalau mulutnya penuh dengan makanan, Kakak ngga bakal ngoceh terus," ucap Leandra.
Leandra tersenyum di dalam hatinya, karena dia merasa sangat bahagia setelah menikah dengan Leonel. Pria dewasa yang sangat manis, pikirnya.
Pria yang dulunya terlihat menyebalkan, kini mulai dia sukai keberadaannya. Bahkan, dia merasa sangat nyaman saat berada di dekat pria itu. Walaupun Leonel memang terkadang menyebalkan ketika dia sudah berucap.
"Hem! Tapi, kalau itu kamu udah enakan, aku boleh kan, minta lagi. Sama enen juga," pinta Leonel dengan tangannya yang terulur dan mulai mengusap dada Leandra.
Leandra langsung menatap wajah Leonel dengan tidak percaya, karena pria itu dengan mudahnya meminta hal yang menurutnya sangat tidak baik jika dikatakan di ruangan terbuka seperti itu.
__ADS_1
Dia takut akan ada pelayan yang mendengarnya, walaupun pada kenyataannya mereka adalah pasangan yang halal.
Terlebih lagi dengan apa yang dilakukan oleh Leonel, Leandra benar-benar tidak habis pikir. Karena pria itu kini malah bukan hanya mengusap dadanya.
Dia juga mulai meremat dada Leandra secara bergantian, wajahnya terlihat sudah diliputi kabut gairah.
"Hastaga! Jangan nakal, Kak! Aku mau makan," kesal Leandra seraya menurunkan tangan Leonel dari dadanya.
Leonel nampak lesu, dia tidak menyangka jika Leandra tidak akan memperbolehkan dirinya untuk menyentuh benda kenyal yang sangat dia sukai itu.
Namun, pria itu masih saja berusaha untuk bernegosiasi. Dia kembali bertanya kepada istrinya, dia mencoba peruntungan. Siapa tahu istrinya bisa mengabulkan keinginannya tersebut.
"Oh, sekarang ngga boleh, ya?" tanya Leonel dengan lesu.
Dia sengaja memperlihatkan wajah semenyedihkan mungkin, agar Leandra merasa kasihan dan memberikan haknya.
"Ngga boleh, aku mau makan," jawab Leandra.
Mendengar ucapan Leandra yang terasa ambigu, Leonel merasa jika dirinya masih ada kesempatan. Untuk saat ini mungkin Leandra menolaknya, tetapi nanti malam dia bisa mendapatkan keinginannya.
"Kalau nanti malam berarti boleh dong?" tanya Leonel lagi.
Kini wajahnya nampak sumringah, Leandra yang melihat akan hal itu langsung memutarkan bola matanya dengan malas. Dia bahkan langsung menyuapkan satu sendok nasi ke dalam mulut Leonel.
"Oh Tuhan! Kenapa pikiran Kakak hanya seputaran itu saja?" tanya Leandra.
"Karena enak, aku mau lagi." Leonel berkata dengan mulut penuh, tangannya bahkan tidak hentinya mengusap-usap paha istrinya.
"Ck! Makan dulu, Kak. Nanti malam aku kasih," putus Leandra pada akhirnya.
"Yes! Dua kali ya?" pinta Leonel.
Leandra sampai menghela napas berat ketika mendengar ucapan dari suaminya, makan saja belum selesai tapi Leonel sudah meminta jatahnya sebanyak dua kali.
"Satu kali, kalau ngga mau ya udah." Leandra menatap Leonel dengan tatapan penuh ancaman. Pria itu langsung menundukkan kepalanya dengan lesu.
__ADS_1
Leandra ingin sekali menertawakan tingkah dari suaminya itu, tetapi dia merasa tidak tega. Pada akhirnya dia terlihat menghela napas berat, kemudian dia bertanya kepada suaminya tersebut.
"Mau tidak?"