Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 87


__ADS_3

"Maksud Daddy, Kak Leon yang sudah membuat usaha dari ayah Lana dan juga Lingga bangkrut? " tanya Leandra.


Dia tidak habis pikir jika memang suaminya yang sudah melakukan hal tersebut, karena walaupun kedua sahabatnya itu sudah jahat, tetap saja Leandra merasa kasihan dengan apa yang sudah menimpa kepada kedua sahabatnya.


Walaupun memang dia juga sempat kesal terhadap kedua sahabatnya, tetapi dia merasa sangat beruntung karena Leonel kala itu mampu menahan hasratnya.


Leonel mampu untuk tidak meniduri Leandra walaupun pria itu juga merasakan gairah yang sangat besar, terbukti kala dia merasakan celana Leonel yang lengket dengan cairan cintanya yang keluar karena ulahnya.


"Bisa jadi, Sayang," jawab Tuan Leonel.


"Tapi, Dad. Untuk apa dia melakukan hal itu?" tanya Leandra.


"Dai suami kamu, Sayang. Pasti dia marah karena kedua anak laknat itu sudah berniat jahat terhadap kamu," jelas Tuan Lincoln. "Oiya, Sayang. Apakah Leon memperlakukan kamu dengan baik?"


Tuan Lincoln sempat merasa khawatir jika Leonel akan memperlakukan Leandra dengan tidak baik, tetapi dia merasa heran karena Leandra tidak pernah mengadu apa pun kepada dirinya.


Hatinya juga terasa lebih tenang karena Lili berkata jika Leonel adalah pria yang sangat dingin di luar, tetapi aslinya sangat pengertian saat di dalam rumah bersama dengan keluarganya.


Namun, tetap saja dia ingin bertanya untuk memastikan apakah yang dia khawatirkan tidak terjadi terhadap putrinya itu.


"Sangat, dia sangat baik. Tapi kak Leon banyak maunya, terus mintanya juga suka dua kali," celetuk Leandra tanpa sadar.


Mendengar ucapan dari putrinya, tuan Lincoln langsung tertawa dengan terbahak-bahak. Hal itu membuat Leandra langsung menyadari kesalahannya.


Wajahnya bahkan terlihat memerah karena malu, dia lupa sudah mengatakan hal itu kepada ayahnya.


"Ya ampun, sepertinya sebentar lagi Daddy akan punya cucu." Tuan Lincoln sengaja menggoda putrinya.


Leandra langsung menutup wajahnya dengan telapak tangan kirinya, dia benar-benar malu karena sudah keceplosan dengan mengatakan kejujuran kepada ayahnya tersebut.


Padahal, urusan ranjang bukanlah hal yang perlu diketahui orang luar. Hanya dia yang perlu tahu bersama dengan Leonel tentang apa yang mereka lakukan di atas ranjang.


"Daddy! Dahlah, aku malu."


Leandra langsung memutuskan sambungan teleponnya, dia memejamkan matanya seraya menepuk-nepuk keningnya.


Sungguh saat ini dia merasa menjadi orang yang paling bodoh, karena sudah mengatakan apa yang terjadi di antara dirinya dan juga Leonel.


"Hastaga! Kamu tuh bodoh sekali, Leandra!" keluhnya merasa sangat konyol dengan apa yang sudah dia ucapkan.


Setelah menelpon ayahnya, Leandra terdiam Dia masih memikirkan apa yang dikatakan oleh ayahnya tersebut.


Semua hal dirasa menjadi pikiran yang rumit saat ini, mulai dari apa yang terjadi kepada Lana dan juga Lingga, hingga apa yang baru saja dia katakan.


Rasanya dia akan sangat malu jika bertemu dengan ayahnya, karena sudah membicarakan masalah ranjang kepada ayah kandungnya tersebut.

__ADS_1


"Nyonya, sudah waktunya berangkat kuliah!"


Lucky sengaja mengeraskan suaranya, karena dia melihat Leandra yang malah diam saja di dalam ruang keluarga.


Mendengar teguran dari Lucky, Leandra langsung menolehkan wajahnya ke arah asisten pribadi dari suaminya itu.


"Eh? Iya, maaf. Sudah lama menunggu ya?" tanya Leandra.


Lucky tersenyum hangat kepada Leandra, kemudian dia menggelengkan kepalanya dan pria itu pun berkata.


"Hanya sebentar, mari," ajak Lucky mempersilakan istri dari majikannya untuk segera pergi.


Leandra langsung bangun dari duduknya, dia membalas senyuman dari Lucky lalu berkata. "Ah, iya," jawab Leandra.


Selama perjalanan menuju kampus Leandra hanya terdiam, dia masih memikirkan ucapan dari ayahnya. Apakah mungkin Leonel mencintai dirinya? Ataukah hanya karena tidak suka jika istrinya diperlukan tidak baik oleh pria lain, pikirnya.


Makanya Leonel memberikan pelajaran kepada Lana dan juga Lingga dengan hal yang menurutnya sangat luar biasa, dalam waktu sebentar saja perusahaan ayah dari Lana dan juga Lingga hancur berantakan.


"Sudah sampai, Nyonya. Nanti siang saya yang akan menjemput, karena tuan sangat sibuk." Lucky membukakan pintu mobil untuk Leandra.


Walaupun dia tahu jika Leonel sedang sangat sibuk, entah kenapa Leandra merasa sedikit kecewa mendengar apa yang dikatakan oleh Lucky.


"Ya, kak Leon sudah bilang padaku. Aku masuk kuliah dulu," pamit Leandra berusaha untuk tersenyum.


Setelah memastikan Leandra masuk ke dalam kampus, Lucky langsung meninggalkan universitas tempat di mana Leandra menimba ilmu. Karna dia masih harus mengerjakan pekerjaan yang memang benar-benar sangat menggunung.


Saat dia di kampus, Leandra seperti tidak bersemangat. Terlebih lagi saat dia bertemu dengan Liam, pria itu ternyata hanya mendiamkan dirinya saja.


Bahkan, Liam bersikap seolah-olah tidak mengenali dirinya. Dia benar-benar merasa tidak nyaman, karena Liam terkesan kekanak-kanakan.


"Biarkan saja dia bersikap seperti itu, lagian pada kenyataannya memang aku sudah bersuami," ucap Leandra lirih ketika melihat Liam yang begitu judes kepada dirinya.


Saat siang hari tiba, benar apa yang dikatakan oleh Leonel. Dia tidak datang ke kampus untuk menjemput dirinya, hanya ada Lucky yang menjemput untuk mengantarkan Leandra pulang ke kediaman Harold.


Namun, satu hal yang membuat Leandra merasa senang. Leonel mengirimkan pesan chat kepada dirinya, Leandra merasa jika Leonel sangat perhatian.


"Selamat siang istriku, Sayang. Jangan lupa makan siang, maaf. Karena aku tidak bisa menjemput kamu, karena hari ini pekerjaanku sangat banyak."


Leandra tersenyum mendapatkan pesan dari suaminya tersebut, dengan cepat dia pun membalas pesan chat dari suaminya.


"Tidak apa-apa, Kak. Aku mengerti, semangat dalam bekerja ya." Leandra menambahkan emot kecup basah diakhir pesannya.


Tidak lama kemudian, Leandra mendapatkan pesan balasan dari suaminya. Leandra langsung tersipu dengan pesan chat yang Leonel kirimkan.


"Aku jadi ingin cepat pulang, nanti kalau pulang aku akan menagihnya."

__ADS_1


"Hem, aku akan memberikannya."


Leandra berusaha untuk menyemangati suaminya, Lucky yang memperhatikan Leandra ikut tersenyum kala melihat Leandra tersenyum.


Dia merasa senang karena baik Leandra ataupun Leonel terlihat lebih bahagia setelah menikah, Leonel lebih banyak tersenyum. Bahkan, pria itu terkesan begitu ceria saat bekerja.


Setelah sampai di kediaman Harold, Leandra langsung makan siang dan segera merebahkan tubuh lelahnya di atas tempat tidur.


Tadi malam dia merasa kurang tidur, saat ini dia harus banyak istirahat. Karena takut nanti malam Leonel akan kembali meminta haknya, Leandra pasti tidak akan bisa menolaknya.


Bukannya Leandra kepedean, tetapi dia merasa jika suaminya itu selalu saja berhasrat ketika dekat dengan dirinya.


Leandra jadi berpikir, mungkin ini karena Leonel adalah seorang duda. Makanya dia tidak bisa menahan hasratnya, tapi bisa juga karena memang Leonel sangat suka saat bercinta dengan dirinya.


"Sebaiknya aku tidur saja, agar tidak lemas." Leandra tersenyum, dia membuka bajunya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sampai sebatas dada.


Tidak lama kemudian, Leandra sudah terlelap dalam tidurnya. Bahkan, dia sampai tidak bergerak sama sekali karena kelelahan.


"Lea, bangun, Nak. Bangun, dong. Kamu tuh tidurnya lama banget," ucap Lili membangunkan.


Selepas makan siang Lili langsung pulang ke kediaman Harold, karena tuan Lincoln harus pergi ke luar kota sore nanti.


Namun, dia merasa sepi karena sudah sore tiba tapi Leandra tidak kunjung bangun. Ini sudah sangat sore, rasanya dia tidak bisa membiarkan Leandra tidur lebih lama lagi.


"Ibu!" panggil Leandra setelah matanya terbuka dengan sempurna.


Ada rasa kecewa karena ternyata yang membangunkan dirinya bukanlah Leonel, tetapi ada juga rasa senang di dalam hatinya. Karena walaupun Leonel tidak ada, ada Lili yang akan menemaninya.


"Iya, Sayang. Maaf kalau ibu menggangu tidur kamu, kamu tuh tidurnya sudah 5 jam loh. Ngebo banget, trus tadi Leon telpon. Katanya dia mau makan malam di Resto SR bersama tuan Leonard," ucap Lili panjang lebar.


"Hem, dia memang bilang mau makan malam di luar. Makanya aku mau puasin tidur," ucap Leandra yang seakan begitu enggan untuk bangun dari tempat tidurnya.


Namun, tidak lama kemudian Leandra langsung bangun dan menatap Lili dengan tatapan penuh kekhawatiran.


"Tadi Ibu bilang Resto apa?" tanya Leandra.


"Resto SR, memangnya kenapa?" tanya Lili tidak paham.


"Hastaga! Rsto SR memang menyediakan aneka makanan dari berbagai macam daerah, tapi mereka menggunakan kaldu udang sebagai penyedapnya, Bu!" pekik Leandra.


Lili langsung membulatkan matanya dengan sempurna mendengar apa yang dikatakan oleh Leandra, Leonel memang hampir tidak pernah pergi ke Resto.


Leonel lebih menyukai makanan rumahan, selain lebih sehat Leonel juga bisa memesan makanan apa yang dia inginkan.


"Ya ampun! Cepat pakai baju, kita susul Leon!" seru Lili yang sama khawatirnya dengan Leandra.

__ADS_1


__ADS_2