Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 59


__ADS_3

"Hilih! Kamu tuh memang ngga lemah, tapi... kamu tuh sangat amat lemah! Lebih lemah dari perempuan, wleeee!"


Leandra langsung tertawa dengan terbahak-bahak setelah mengucapkan kalimat itu, dia bahkan sampai memegangi perutnya yang terasa sakit.


Leonel begitu kesal mendengar akan hal itu, dia merasa jika Leandra sudah keterlaluan. Gadis itu begitu nakal dan sudah keterlaluan mengatai dirinya.


Dia bahkan langsung menyimpan foto pernikahannya dengan Leana di atas meja, lalu dia berdiri dan hendak menghampiri Leandra.


"Jadi begitu, ya? Aku sangat amat lemah, hem? Apa aku tidak terlihat gagah di matamu, Leandra?" tanya Leonel yang mulai melangkahkan kakinya untuk menghampiri Leandra.


Melihat Leonel yang hendak menghampiri dirinya dengan raut kekesalan di wajahnya, sontak Leandra langsung berlari untuk menghindari amarah dari Leonel.


"Aku hanya bercanda!" teriak Leandra dengan napas yang mulai terengah, karena capek.


Leandra yakin jika pria itu akan memarahi dirinya, sebelum Leonel marah kepadanya, dia berinisiatif untuk melarikan diri.


Dengan seperti itu, Leandra berharap akan terbebas dari Leonel. Dia akan bersembunyi dan berharap jika pria dewasa itu tidak akan menemukan dirinya.


"Mau pergi ke mana kamu, Leandra?" tanya Leonel seraya mengejar langkah dari gadis nakal itu.


Melihat Leonel yang mengejar dirinya, Leandra semakin mempercepat langkahnya. Dia berlari menuju halaman belakang, dia merasa jika di sana dia bisa bersembunyi dengan aman.


Karena, kalau dia bersembunyi di dalam rumah megah tersebut, rasanya tidak akan bisa. Di sana terlalu banyak kaca dan cermin yang akan memantulkan bayangan dirinya.


"Jangan lari kamu, Leandra. Kamu sudah menghina aku, aku tidak terima," ucap Leonel dengan kesal.


Saat tiba di halaman belakang, Leandra terlihat bersembunyi di balik tanaman hias yang berjajar rapi di dekat kolam renang.


Dia berharap jika Leonel tidak akan menemukan dirinya, karena dia takut akan dimarahi oleh pria itu.


"Semoga saja dia tidak akan menemukan aku," ucap Leandra seraya berjongkok dan membungkukkan badannya.


Saat Leonel tiba di halaman belakang, dia mengatur napasnya yang terengah-engah. Lalu, dia mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang sudah mengatai dirinya sebagai pria yang sangat amat lemah itu.


"Aku pasti akan menemukan kamu, Leandra. Aku akan memberikan pelajaran kepada kamu," keluh Leonel.


Tidak lama kemudian Leonel melihat rambut Leandra yang menyembul di balik tanaman hias, senyum di bibir Leonel nampak mengembang.

__ADS_1


Sebentar lagi dia akan memberikan pelajaran kepada Leandra, karena gadis kecil itu sudah berani membuat dirinya sangat kesal.


Rasanya menangis karena begitu rindu kepada Leana bukanlah menunjukkan dirinya yang begitu lemah, tetapi justru menunjukkan jika rasa cintanya kepada wanita itu sangat besar.


"Jangan harap kamu bisa bersembunyi, Leandra. Lihat saja apa yang akan aku lakukan terhadap kamu," ucap Leonel seraya menghampiri Leandra yang bersembunyi di balik tanaman hias.


Leandra merasa ketar-ketir mendengar apa yang dikatakan oleh Leonel, tetapi dia tetap berharap jika Leonel tidak akan menemukannya.


"Kena kamu!" ucap Leonel seraya menarik kerah kemeja yang Leandra pakai.


Leandra tersingkat kaget mendapatkan perlakuan seperti itu dari Leonel, dia tidak menyangka jika Lionel akan menemukan dirinya dengan mudah.


"Ampun, ampun. Aku tidak akan lagi mengejek kamu lagi," ucap Leandra seraya berusaha melepaskan diri dari Leonel.


Leonel langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat saat mendengar apa yang dikatakan oleh Leandra, rasanya dia sudah tidak bisa memercayai gadis itu lagi.


"Tidak bisa, Leandra. Kamu tuh harus aku beri pelajaran!" ketus Leonel.


Leandra berusaha untuk menatap wajah Leonel, dia bakal terlihat mengibas-ngibaskan kedua tangannya di depan wajah dari pria itu.


Leonel tersenyum kecut mendengar apa yang dikatakan oleh Leandra, pria itu merasa kesal karena di saat seperti ini saja Leandra masih saja bercanda. Padahal, saat ini dia sedang serius.


"Terlambat, aku sudah merasa kesal kepada kamu!" kesal Leonel.


Karena merasa sangat kesal, Leonel langsung mendorong Leandra ke arah kolam renang. Hal itu dia lakukan agar Leandra tidak akan mengolok-olok dirinya lagi.


"Jangan, Kak!" seru Leandra seraya menarik tangan Leonel dengan kencang. Leonel yang tidak siap langsung ikut tertarik oleh Leandra dan akhirnya mereka jatuh bersama.


Byur!


Suara air terdengar begitu kencang karena kedua insan berbeda jenis kelamin itu terjatuh ke dalam kolam renang, Leonel yang merasakan tubuhnya sangat dingin langsung berusaha untuk naik ke permukaan.


"Eh? Mau ke mana kamu, hem? Kamu sudah membuat aku basah, sekarang rasakan pembalasan dariku!" kesal Leandra karena tubuhnya basah semua.


"Ck! Jangan macam-macam, aku kedinginan dan aku harus segera naik untuk berjemur." Leonel berusaha untuk naik.


Sialnya Leandra langsung melompat seperti kodok, dia bahkan kini berada di atas punggung Leonel dengan kedua kakinya yang melingkar pada pinggang pria dewasa itu.

__ADS_1


Gadis nakal itu berusaha untuk menenggelamkan Leonel, dia ingin membuat Leonel menyesal karena sudah menceburkan dirinya ke dalam kolam renang.


"Hentikan Leandra, ini tidak lucu. Aku tidak bisa berlama-lama di dalam air," kesal Leonel seraya berusaha menepis tangan gadis nakal itu.


Leonel bahkan berusaha untuk mendorong tubuh Leandra agar bisa terjatuh dari atas punggungnya tersebut, karena dia sudah tidak tahan dengan rasa dingin yang sudah mulai menusuk sampai ke tulang.


Leandra yang tidak tahu jika Leonel memiliki alergi dingin tidak menghiraukan ucapan dari pria itu, justru dia malah semakin gencar untuk berusaha menjatuhkan pria itu.


"Tidak bisa, kamu sudah mendorongku, kamu sudah membuatku basah dan sekarang rasakanlah pembalasanku."


Leandra yang keras kepala berusaha untuk menenggelamkan Leonel, sedangkan pria yang bertubuh jangkung itu berusaha untuk menjauhkan Leandra dari tubuhnya.


Karena semakin lama berada dalam air, dia merasa semakin kedinginan. Bahkan, saat ini Leonel merasakan kakinya sudah mulai keram.


"Tolong hentikan, Leandra. Kakiku sudah mulai keram, aku harus segera naik ke permukaan." Leonel berusaha menjatuhkan Leandra dari tubuhnya.


"Tidak akan!" jawab Leandra.


"Please, Leandra. Aku tidak tahan jika harus berlama-lama di dalam air," jawab Leonel jujur.


Leandra langsung melompat dari tubuh Leonel, lalu dia menenggelamkan dirinya ke dalam air, Leonel bernapas lega. Karena dia mengira jika Leandra menuruti apa yang dia katakan.


Sayangnya dugaan Leonel salah, baru saja dia hendak naik, tetapi Leandra malah menarik kaki Leonel sehingga Leonel jatuh ke dalam air.


Hal itu membuat pria itu benar-benar kesusahan untuk bernapas, berulang kali dia berusaha untuk naik ke permukaan, sayangnya dia begitu sulit untuk mendapatkan pasokan oksigen.


Melihat Leonel yang kesusahan untuk bernapas, Leandra malah tertawa. Karena dia mengira jika Leonel sedang bercanda.


"Rasakan pembalasan dariku, Kakak ipar. Lain kali awas saja kalau berani mengerjaiku lagi," ucap Leandra dengan senyum yang tidak memudar dari bibirnya.


Leandra tertawa dengan senang, saat melihat Leonel yang kesusahan menyembulkan wajahnya untuk mengambil napas. Kakinya keram dan dia kesulitan untuk bergerak, hanya tangannya yang bisa dia gerakkan.


Cukup lama Leandra tertawa, tetapi tawa itu berubah menjadi sebuah ketakutan ketika dia tidak melihat pergerakkan apa pun dari Leonel.


Bahkan, tubuh Leonel tidak menyembul ke atas permukaan. Leandro kembali menenggelamkan tubuhnya ke dalam air, dia begitu kaget karena melihat Leonel yang sudah pingsan.


'Hastaga, apakah dia benar-benar pingsan atau hanya menakutiku?' tanya Leandra dalam hati seraya memandang wajah Leonel yang kini mulai memucat.

__ADS_1


__ADS_2