Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 110


__ADS_3

Selama 3 hari ini Leonel benar-benar menikmati harinya bersama dengan Leandra, dia meminta haknya sebagai suami untuk terus bisa bercinta dengan istrinya.


Walaupun Leandra terkadang menolak, tetapi dengan segala jurus rayuan mautnya akhirnya Leandra menuruti keinginan suaminya tersebut.


Walaupun pada awalnya Leandra akan marah-marah, tetapi setelah mendapatkan serangan kenikmatan dari Leonel, ia akan mengerang dengan pasrah.


Berbeda halnya dengan Lucky, pria itu malah selalu berusaha untuk menjauhkan diri dari Liliu. Karena dia merasa tidak pantas bersanding dengan wanita itu, walaupun Liliu berkata jika dirinya tidak keberatan walaupun Lucky hanya berasal dari keluarga biasa.


Namun, dia takut jika nantinya akan banyak orang yang akan menghina Liliu karena memiliki pasangan dari kasta rendah seperti dirinya.


Akan tetapi, Liliu tidak menggubris ucapan dari Lucky. Dia justru selalu mendekatkan diri kepada Lucky, bahkan tanpa malu-malu Liliu mengungkapkan rasa sukanya, rasa sayangnya dan rasa nyamannya saat berdekatan dengan pria itu.


Pada akhirnya kini mereka pun memutuskan untuk kembali ke ibu kota bersama, mereka berdua juga memutuskan untuk memulai hubungan dari awal.


Mereka memutuskan akan berusaha untuk saling mengenal satu sama lain, saling memahami satu sama lain dan saling mengerti satu sama lain.


Lucky nampak mengendarai mobil milik Leonel, Liliu dengan setia duduk di samping pria itu. Berbeda dengan Leonel dan juga Leandra, mereka duduk di bangku penumpang.


Leandra memeluk Leonel seraya menyandarkan kepalanya di pundak suaminya tersebut, dia benar-benar terlihat manja kepada suaminya. Padahal, kemarin-kemarin Leandra selalu saja takut jika berdekatan dengan Leonel.


Bukan takut disakiti, lebih tepatnya Leandra takut jika Leonel akan kembali mengajak dirinya untuk berpeluh. Dia takut tidak bisa menolak pesona suaminya, karena Leonel selalu saja bisa membuat dirinya luluh dengan rayuan mautnya.


"Geseran dikit, Yang. Ininya sakit," ucap Leonel kala Leandra menekan pahanya dan tanpa sengaja menekan pusaka kebanggaan.


"Aku cuma mau deket-deket kamu aja, kenapa disuruh geser-geser?" ucap Leandra dengan kesal.


Leandra langsung melerai pelukannya, bahkan dia langsung menolehkan wajahnya ke arah kaca mobil. Wanita itu benar-benar terlihat marah, dia seakan begitu enggan untuk menatap wajah Leonel.


Melihat akan hal itu, Leonel langsung mencondongkan tubuhnya ke arah istrinya. Dia menyandarkan dagunya pada pundak Leandra.


"Sayang, bukannya ngga boleh peluk. Tapi tadi kamu neken itunya aku, sakit, tau, Yang. Nanti bahaya kalau ngga bisa bikin kamu mengerang lagi,'' bisik Leonel.


Leandra seakan begitu enggan untuk menimpali ucapan dari suaminya, dia malah menggedikkan kedua bahunya agar Leonel menjauh dari dirinya.


Leonel langsung menghela napas berat, dari semalam istrinya begitu sensitif. Leandra seakan susah untuk diajak kompromi, terkadang Leandra akan marah-marah dan terkadang akan menangis dan tiba-tiba.


Lucky dan juga Liliu yang melihat akan hal itu langsung saling pandang, kemudian mereka tersenyum seakan menertawakan apa yang sedang menimpa Leonel.


Sepanjang perjalanan menuju ibu kota, Leandra benar-benar terlihat begitu menghindari suaminya. Disentuh sedikit saja, wanita itu akan marah dan menekuk wajahnya.

__ADS_1


"Oh ya ampun, aku bisa gila kalau dia terus mendiamkan aku seperti ini!" keluh Leonel.


Liliu dan juga Lucky langsung mengatupkan mulutnya menahan tawa mendengar apa yang Leonel keluhkan, karena tingkah keduanya begitu lucu dan benar-benar menghibur.


Tiga jam kemudian, Lucky memberhentikan mobilnya tepat di depan kediaman Harold. Tanpa banyak bicara Leandra langsung turun dan langsung berlari menuju kamar utama.


"Oh Tuhan! Dia itu kenapa sih?" keluh Leonel seraya menatap kepergian istrinya dengan sedih.


Liliu yang merasa kasihan langsung menghampiri Leonel, kemudian gadis itu pun berkata.


"Di rayu dong istrinya, dibujuk. Wanita itu tidak perlu diberikan barang mewah dan juga mahal, dibujuk dan diberikan perhatian juga wanita akan cepat luluh."


Setelah mengatakan hal itu, Liliu mengucapkan terima kasih dan juga langsung berpamitan karena hari sudah semakin siang.


"Hem, pergilah. Terima kasih atas sarannya," ucap Leonel. Lalu, pandangan mata pria itu tertuju pada Lucky dan berkata. "Jagain tuh anak orang, jangan mampir dulu ke hotel untuk diperawani."


Lucky merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Leonel, dia langsung melayangkan protesnya kepada atasannya tersebut.


"Tuan!" pekik Lucky seraya memelototkan matanya.


Leonel berlaga seperti orang ketakutan ketika mendengar pekikan dari Lucky, dia bahkan berlaga seolah memeluk dirinya karena takut kepada pria itu.


"Oh ya ampun, dasar bos lucnut!" kesal Lucky dengan suara tertahan.


Liliu langsung tertawa mendengar perdebatan antara Lucky dan juga Leonel, dia merasa lucu karena di antara bos dan anak buahnya itu seakan tidak ada jarak. Mereka sangat dekat.


"Jangan marah-marah, ayo antarkan aku pulang. Sekalian kita makan siang bersama di rumah, daddy sudah menunggu."


Liliu tersenyum hangat ke arah kekasihnya itu, dia bahkan mengusap lengan pria itu agar tidak marah terhadap atasannya.


"Tapi--"


Liliu langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, karena hari ini dia tidak ingin menerima penolakan.


"Tidak ada penolakan!" pungkas Liliu.


Lucky langsung menganggukan kepalanya dengan pasrah, lagi pula dia tidak ingin mengecewakan kekasihnya itu.


"Baiklah!" jawab Lucky pasrah.

__ADS_1


Pada akhirnya Lucky dengan cepat mengantarkan Liliu menuju kediaman tuan Leonard, karena dia merasa tidak enak hati setelah mendengar jika pria paruh baya itu sudah menunggu kedatangan mereka.


Selama perjalanan menuju kediaman tuan Leonard, Liliu terus saja memeluk lengan kiri Lucky seraya menyandarkan kepalanya di pundak kekasih hatinya.


Sesekali Lucky akan mengelus lembut puncak kepala gadis itu dengan penuh kasih, melihat perubahan Liliu yang sangat drastis membuat dirinya mudah jatuh hati kepada gadis itu.


Terlebih lagi kini Liliu benar-benar terlihat begitu manis, sangat berbeda dengan Liliu ketika sedang mengejar Leonel untuk menjadi kekasih hatinya.


"Sudah sampai, ayo turun dulu. Kita makan siang bersama," ajak Liliu setelah mereka tiba di kediaman tuan Leonard.


Lucky membuka sabuk pengaman yang melingkari tubuhnya dan juga tubuh Liliu,setelah itu dia tersenyum hangat ke arah kekasihnya itu.


"Hem," jawab Lucky seraya turun dan membukakan pintu mobil untuk kekasihnya.


''Terima kasih, Sayang," ucap Liliu seraya turun dari dalam mobilnya. Lalu dia mengecup pipi Lucky.


Lucky hanya bisa mengerjapkan matanya dengan tidak percaya, dia benar-benar tidak menyangka jika Liliu akan mengecup pipinya.


"Sayang, kamu tidak boleh melakukan hal itu," ucap Lucky seraya mengedarkan pandangannya. Dia sangat takut jika tiba-tiba saja ada tuan Leonard datang dan memarahi dirinya.


"Maaf,'' jawab Liliu seraya menarik lembut lengan Lucky untuk segera masuk ke dalam kediaman tuan Leonard.


Saat mereka masuk ke dalam rumah, tuan Leonard langsung menyambut kedatangan putrinya dengan sebuah pelukan hangat.


"Apakah kamu senang, Sayang?" tanya Tuan Leonard yang melihat senyum mengembang di bibir putrinya.


Bahkan, dia melihat wajah putrinya itu lebih ceria. Lebih tenang, tidak seperti dulu yang gampang emosi dan seperti orang yang tertekan.


"Sangat, Dad. Aku sangat senang," jawab Liliu seraya melerai pelukannya.


Tiga hari bisa menghabiskan waktu bersama dengan Lucky, memberikan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya.


Tuan Leonard menolehkan wajahnya ke arah Lucky, pria paruh baya itu merentangkan kedua tangannya menyambut Lucky ke dalam pelukannya.


Lucky yang merasa terharu langsung menyambut pelukan dari tuan Leonard, dia bahkan menepuk-nepuk punggung pria paruh baya itu dengan lembut.


"Terima kasih karena sudah memberikan kebahagiaan terhadap putriku, terima kasih sudah membuat dia lebih ceria. Apakah kamu tidak mau menikahi putriku?" tanya Tuan Leonard.


"Me--menikah?" tanya Lucky dengan gugup.

__ADS_1


__ADS_2