
Niatnya untuk menggempur istrinya dia urungkan, tentu saja hal itu terjadi karena dia takut jika Leandra sedang mengandung buah hati mereka.
Leonel bahkan terkesan melakukan itu dengan begitu lembut, Leandra yang tidak sabar bahkan langsung naik ke atas tubuh Leonel dan menggoyangkan tubuhnya untuk mencari kenikmatan.
Leonel sempat panik, dia bahkan dengan cepat menurunkan tubuh Leandra dan merebahkannya dengan perlahan. Leandra sempat melayangkan protesnya, tetapi Leonel berkata jika dia akan bekerja untuk menyenangkan istrinya.
Setelah mencapai puncaknya, Leonel tidak memintanya kembali. Dia langsung memeluk Leandra dan menyelimuti tubuh polos mereka, Leandra sampai kebingungan dibuatnya.
Namun, karena rasa lelah begitu mendera, Leandra memejamkan matanya dengan begitu nyaman di dalam pelukan Leonel.
Malam ini mereka tidur dengan saling memeluk dan menyalurkan rasa cinta kasih di antara keduanya, Leonel terlihat begitu menjaga istrinya.
**
Pagi telah menjelang, Leandra dan juga Leonel masih terlelap dalam tidurnya. Mereka masih betah berpelukan dan saling menghangatkan.
Berbeda dengan Lucky, pria itu merasa jika dia masih begitu mengantuk. Namun, dia merasa ada yang sedang mengelusi dadanya. Hal itu membuat dirinya merasa tidak tenang.
Walaupun matanya masih terasa begitu sepat, dia berusaha untuk membuka matanya. Saat matanya terbuka dengan sempurna, dia begitu kaget karena di sampingnya ternyata ada Liliu.
Gadis itu memandang dirinya dengan senyum mengembang di bibirnya, tangan kanannya terlihat mengelusi dada polosnya. Karena memang setiap tidur Lucky tidak menggunakan baju.
"Hey! Apa yang sedang kamu lakukan di dalam kamarku?" tanya Lucky dengan bingung.
Dia langsung bangun dan menjauhi Liliu, tentu saja hal itu dia lakukan karena tubuhnya terasa meremang mendapatkan sentuhan-sentuhan aneh dari Liliu.
Seingatnya, tadi malam dia tidur sendirian. Setelah capek bekerja bersama dengan Liliana, dia segera pulang, mandi, makan dan langsung tidur.
Lalu, kenapa sekarang di saat dia bangun ada Liliu di sampingnya? Kenapa wanita itu bisa berada di dalam apartemen miliknya?
"Maaf, aku kangen sama kamu. Aku belum lama dateng, Kok." Liliu berkata seraya nyengir kuda.
Liliu yang merasa tidak bisa Lena dalam tidurnya memutuskan untuk segera menemui Lucky, walaupun dia tidak menelepon Lucky terlebih dahulu, dia tetap datang karena masih mengingat kata sandi dari apartemen milik Lucky.
__ADS_1
"Kamu kok bisa masuk?" tanya Lucky.
"Hehehe, aku masih ingat PINnya," jawab Liliu.
"Ck! Kamu tuh nggak boleh masuk-masuk ke dalam kamar cowok, bagaimana kalau terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan?" tanya Lucky.
Liliu mengerucutkan bibirnya mendengar apa yang dikatakan oleh Lucky, tentu saja dia tahu resiko yang akan dia dapatkan karena sudah masuk sembarangan ke dalam apartemen milik seorang pria.
Namun, gadis itu sungguh tidak bisa menahan rasa rindunya terhadap Lucky. Pria yang dia anggap sebagai kekasih hatinya itu, pria yang dia anggap sebagai lelaki yang selalu dia kejar itu.
"Aku kangen, Yang. Kamu sibuk kerja terus, kamu udah seminggu sibuk lembur terus. Aku kangen banget pengen dipeluk kamu," ucap Liliu.
Setelah mengatakan hal itu, Liliu langsung menghampiri Lucky lalu memeluk tubuh setengah telanjang kekasihnya itu.
"Kangen, tau!" ucapnya seraya mengusap dada Lucky.
Pria itu sampai menahan napasnya saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari Liliu, bulu kuduknya seakan berdiri semua. Bukan karena takut, justru karena ada sesuatu hal yang bangkit dari tubuhnya.
"Lepaskan, Liliu. Aku---"
Napas pria itu mendadak berat, dia benar-benar merasa tidak tahan. Apalagi kini wajah gadis itu begitu menempel di cerukan lehernya, jari-jari lentiknya terus saja mengusap area dadanya.
"Kamu kenapa? Wajah kamu juga memerah?" tanya Liliu polos.
"Ck! Aku ini lelaki normal, dengan kamu melakukan hal itu kepadaku, aku jadi menginginkanmu." Lucky berkata dengan jujur.
"Eh? Mau apa?" tanya Liliu dengan bingung.
Lucky yang merasa tidak tahan langsung mendorong Liliu sampai tubuhnya terlentang di atas tempat tidur, tidak lama kemudian pria itu langsung merangkak naik ke atas tubuh Liliu dan mengunci pergerakan gadis itu.
"Aku mau kamu, jangan salahkan aku, karena kamu sendiri yang datang."
Tanpa aba-aba, Lucky langsung menyatukan bibirnya dengan bibir Liliu. Bukannya memberontak, justru Liliu menyambut ciuman dari Lucky dengan begitu agresif.
__ADS_1
Tangan kanannya begitu sibuk mengusap rahang Lucky, sedangkan tangan kirinya begitu sibuk mengusap dada pria itu. Terkadang, tangan Liliu memelintir ujung dada Lucky.
Hal itu membuat Luki mengerang dengan begitu nikmat, tidak lama kemudian dia melepaskan pagutannya. Lalu, Lucky menciumi leher jenjang Liliu sampai ke dadanya yang masih berbarut dress.
"Ouch! Jangan gigit, hentikan. Ayo kita nikah dulu, ayo kita temui daddy untuk meminta restu." Liliu mendorong wajah Lucky.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Liliu, Lucky langsung menghentikan aktivitasnya. Kemudian, dia menatap lekat wajah Liliu.
"Ini semua gara-gara kamu, aku jadi pengen.'' Lucky menekuk wajahnya, karena ular Derik miliknya sudah mulai mendesis.
Sayangnya, dia tidak bisa memasukkan ular Derik miliknya itu, karena dia belum menghalalkan Liliu. Walau bagaimanapun juga, dia harus menikahi Liliu terlebih dahulu.
"Kalau gitu kiss aja,'' ucap Liliu yang merasa bersalah karena sudah memancing hasrat pria itu.
Lucky tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Liliu, tidak bisa menjamah tubuh wanita yang berada di bawahnya, tidak apa pikirnya. Yang terpenting dia masih bisa merasakan bibir gadis itu.
Dengan penuh semangat Lucky langsung menyatukan bibirnya dengan bibir kekasihnya, ciuman mereka terjadi dengan begitu panasnya.
Bahkan, suara cecapan dari bibir mereka terdengar begitu nyaring. Sesekali Liliu akan mengerang keenakan karena Lucky menempelkan, lalu menggoyangkan tubuhnya.
Walau benda keras dan panjang itu tidak masuk ke dalam inti tubuhnya, tetapi Liliu malah membayangkan hal yang tidak-tidak karena hal yang dilakukan oleh Lucky.
"Ouch, Lucky. Aku tidak tahan, udah," rengek Liliu karena Lucky menggigit ujung dada Liliu yang masih terbalut dress.
"Ck! Ini salah kamu udah mancing-mancing,'' keluh Lucky yang dengan cepat turun dari tubuh kekasihnya itu.
Dia merasakan jika miliknya begitu tegang, bahkan kepalanya kini sudah mulai berdenyut nyeri. Dengan langkah tergesa dia segera masuk ke dalam kamar mandi, dia ingin menuntaskan hasratnya.
Selama ini dia tidak pernah melakukan konser solo, tetapi gara-gara Liliu hal ini terjadi di dalam hidupnya. Dia harus melakukan konser bersama dengan Tante Lux di dalam kamar mandi.
Selepas kepergian Lucky, Liliu duduk seraya memandang pintu kamar mandi. Dia tersenyum karena sudah merasa konyol dengan apa yang sudah dia lakukan.
"Maafkan aku, aku benar-benar rindu." Liliu turun dari tempat tidur dan membenarkan dress yang dia pakai.
__ADS_1