Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 63


__ADS_3

"Tidak mau, enak saja. Aku tidak mau menikah dengan Kakak iparku sendiri, aneh banget. Kaya ngga ada lelaki lain aja, lagi pula aku akan kuliah. Tidak mau menikah dulu," tolak Leandra seraya memukul Leonel dengan bantal yang dia pakai untuk menutupi tubuhnya.


Tuan Lincoln, Lili, Lucky dan juga Lindsay langsung menolehkan wajahnya ke arah lain. Mereka merasa tidak pantas untuk melihat tubuh polos Leandra.


"Ck! Kamu bilang tidak mau menikah denganku, tapi belum menikah saja kamu sudah memamerkan tubuh polosmu itu."


Leonel mengambil bantal yang Leandra pakai untuk memukulnya, tetapi tatapan matanya tidak terlepas dari tubuh polos Leandra.


"Haish! Dasar messum!" kesal Leandra seraya menarik selimut yang Leonel pakai agar bisa menutupi tubuhnya, sedangkan Leonel langsung menutup area intinya dengan bantal.


Mendengar apa yang Leandra katakan, Leonel langsung memelototkan matanya. Dia merasa tidak terima dengan tuduhan dari Leandra.


"Hey! Aku tidak messum, justru aku mau bertanya kepadamu. Kenapa kamu bisa tidur bersama dengan aku, hem? Apakah kamu sengaja melakukan hal itu agar aku menikahi kamu?" tanya Leonel.


Mendapatkan pertanyaan yang begitu menyudutkan dari Leonel, Leandra seakan ingin mencakar wajah tampan pria yang berada di hadapan. Sayangnya hal itu tidak bisa dia lakukan.


"Mana ada yang seperti itu, sudah aku bilang kalau aku hanya ingin menurunkan suhu tubuh kamu yang panas itu. Lagian kamunya juga manja banget, aku mau pergi kamunya ngga bolehin. Kamu malah pelukin aku aja," jelas Leandra.


Leonel langsung mengerutkan dahinya, rasa-rasanya tidak mungkin jika dia melarang Leandra untuk pergi. Karena seingatnya dia ditemani oleh Leana, istri yang begitu dia cintai.


Maka dari itu dia meminta Leana untuk memeluknya, karena dia begitu rindu pelukan hangat dari istri tercintanya tersebut.


Namun, saat dia mengingat jika Leana sudah meninggal, Leonel menghela napas berat lalu dia berkata.


"Ck! Aku pasti mengigau, lagian salah kamu juga. Aku sudah bilang kalau aku tuh ngga kuat lama-lama di dalam air, aku punya alergi dingin," jelas Leonel lagi.


Leandra nampak tersenyum mengejek ke arah Leonel, rasa-rasanya apa yang dikatakan oleh Leonel itu tidak sebanding dengan tubuh kekarnya.


Leonel terlihat begitu tampan dan juga gagah, sayangnya tubuh pria itu dirasa sangat ringkih. Leonel sering mengalami banyak keluhan kesehatan, menurut Leandra.


"Haish! Makanya, jadi cowok tuh jangan lemah. Ringkih banget punya badan," ejek Leandra.


Leonel sangat kesal mendengar kalimat ejekan dari Leandra, dia bahkan memelototkan matanya seraya berkacak pinggang karena tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh Leandra.


"Apa kamu bilang, hem?" tanya Leonel.

__ADS_1


"Kamu tuh co--"


Tuan Lincoln menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar perdebatan antara Leandra dan juga Leonel, jika diteruskan rasa-rasanya perdebatan mereka tidak akan selesai sampai lebaran monyet tiba.


"Cukup Leandra! Cukup Leon! Jangan berdebat lagi, perdebatan kalian bisa membuat aku mati berdiri. Aku mau kalian berpakaian, aku tunggu di ruang keluarga untuk membicarakan acara pernikahan kalian," putus Tuan Lincoln.


Tubuh Leandra terasa lemas ketika mendengar apa yang dikatakan oleh tuan Lincoln, ternyata ayahnya itu tidak mengurungkan niatnya untuk menikahkan dirinya dengan Leonel.


Leandra sangat kecewa dengan keputusan ayahnya tersebut, untuk apa dia dinikahkan karena memang mereka tidak melakukan apa pun, pikirnya


"Daddy!" protes Leandra.


Leandra menatap wajah ayahnya dengan tatapan penuh permohonan, sayangnya tuan Lincoln tidak tergerak sama sekali hatinya dengan tatapan dari Leandra.


"Daddy tunggu, jangan lama-lama. Jangan buat Daddy menunggu lama!"


Setelah mengatakan hal itu tuan Lincoln langsung keluar dari dalam kamar utama, dia langsung melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga.


Lindsay, Lucky dan juga Lili nampak mengikuti langkah dari pria paruh baya itu. Sungguh mereka kini benar-benar tidak menyangka dengan apa yang sudah terjadi hari ini.


Lili dan Lindsay bahkan tidak berani mengatakan apa pun, karena mereka takut memancing kemarahan dari pria paruh baya itu.


Gadis nakal itu mendengkus sebal, karena Leonel malah dengan santainya turun dengan tubuh polosnya tanpa mengindahkan dirinya.


Jika Leonel langsung memakai baju, berbeda dengan Leandra. Dia kebingungan harus memakai baju apa, karena saat ini dia berada di dalam kamar Leonel.


"Hei! Apakah kamu tuli? Kamu disuruh pergi ke ruang keluarga, kenapa kamu belum memakai baju juga?" tanya Leonel.


"Tidak ada baju, semua bajunya sudah dimasukkan ke dalam koper. Sudah disimpan di dalam bagasi mobil," ucap Leandra.


Leonel sempat mengedarkan pandangannya, dia melihat ada baju milik Leandra yang teronggok di atas lantai dalam keadaan basah.


Leonel hanya bisa menghela napas berat, kemudian dia mengambil baju milik Leana dan memberikannya kepada Leandra.


"Pakailah baju istriku, dari pada kamu telanjang seperti itu," ucap Leonel seraya memberikan dress milik istrinya.

__ADS_1


Dengan cepat Leandra menerima dress yang diberikan oleh Leonel, kemudian gadis itu tersenyum kecut saat melihat dress dan juga bra beserta segi tiga pengaman yang diberikan oleh Leonel. Namun, tidak lama kemudian Leandra pun berkata.


"Terima kasih, Kak. Kalau begitu kamu lihat ke sebelah sana dulu, aku mau pakai baju," ucap Leandra.


"Ya, ya," jawab Leonel seraya menolehkan wajahnya ke arah pintu.


Leandra tersenyum, kemudian dia memakai bra milik Leana, lalu dia memakai segitiga pengamannya dan memakai dressnya juga.


"Oh Tuhan, kenapa rasanya sangat sempit?" ucap Leandra ketika dia hendak turun dari tempat tidur.


Dia merasa sangat tidak nyaman dengan bra yang dia pakai, dadanya terasa sangat sesak. Seperti tidak ada hawa untuk dadanya bergerak.


"Tentu saja sangat sempit, karena punya kamu lebih besar dari punya Leana," celetuk Leonel.


Leandra langsung membulatkan matanya dengan sempurna ketika mendengar apa yang Leonel katakan, walaupun Leonel tidak melihat ke arahnya, tetap saja dia merasa kesal dengan apa yang sudah diucapkan oleh pria tersebut.


"Hei! Kenapa kamu bisa berkata seperti itu? Kamu tuh seperti orang yang sudah melihat punyaku saja!" protes Leandra.


Leonel langsung membalikkan tubuhnya ketika mendengar kalimat protes dari Leandra, dia menatap Leandra dengan tatapan nakalnya. Kemudian, pria itu pun berkata.


"Aku bahkan sudah merasakannya, Leandra. Apakah kamu lupa jika tadi kamu tidur di atas tubuhku? Tentu saja aku bisa tahu ukuran dadamu itu," ucap Leonel seraya mendekat ke arah Leandra.


Padahal, Leonel memang sudah pernah melihat dada Leandra. Maka dari itu dia pun sudah tahu ukuran dada gadis itu, lebih besar dari milik Leana.


Leonel mengatakan hal tersebut hanya untuk berkilah saja, karena dia takut jika Leandra akan tahu kalau Leonel memang pernah melihat tubuh Leandra yang hanya berbalut bra dan segitiga pengaman saja.


"Kakak, kamu itu kurang ajar sekali! Sepertinya kau---"


"Kau apa?" tanya Leonel seraya mendekatkan diri ke arah Leandra, hal itu tentu saja membuat Leandra memundurkan tubuhnya.


Leandra merasa ketakutan mendapatkan perlakuan seperti itu dari Leonel, apalagi saat ini Leonel terlihat menatap dirinya dengan begitu lekat.


Leandra sampai salah tingkah dibuatnya, antara takut dan juga cemas yang saat ini dia rasakan. Tatapan Leonel seakan mampu membuat dirinya tidak bisa bergerak dengan bebas.


''Kak, jangan macam-macam!" kesal Leandra.

__ADS_1


Leandra mencoba mendorong dada Leonel, karena pria itu kini semakin mendekat ke arahnya. Bahkan, jarak di antara mereka kini semakin terkikis.


"Hanya satu macam saja, aku hanya akan--"


__ADS_2