Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 89


__ADS_3

"Sayang, celananya jangan dibuka juga. Aku malu," pinta Leonel dengan mengiba.


Rasanya akan sangat malu jika pria setampan Leonel harus membuka celananya di tempat umum seperti itu, karena dengan dia membuka baju saja Leonel sudah sangat malu.


Bahkan banyak orang lalu lalang yang mulai menatap lapar pada roti sobeknya, maka dari itu dia berusaha untuk bernegosiasi dengan istrinya.


"Sayang, jangan buka celananya. Hukuman yang lain saja, oke?" pinta Leonel lagi.


Leandra seakan tidak ingin mengurungkan niatnya, dia hanya menatap Leonel sekilas kemudian dia kembali berkata.


"Bodo amat, kalau kamu tidak mau membuka celana kamu dan membuangnya. Aku tidak akan pulang sama kamu," ucap Leandra dengan ketus.


Walaupun dia berbicara dengan ketus, tetapi hatinya merasa tidak tega saat melihat wajah suaminya yang begitu mengenaskan.


Namun, Ini adalah cara dia untuk memberikan pelajaran kepada suaminya agar lain kali pria itu tidak pergi sembarangan dengan wanita lain.


Tentunya agar lain kali pria itu tidak diam saja, saat ada wanita penggoda yang menempelkan tubuhnya pada dirinya.


Entah kenapa, Leandra merasakan tidak suka saa melihat Leonel berdekatan dengan wanita lain. Apalagi wanita itu terlihat begitu centil.


Leandra bahkan bertanya-tanya di dalam hatinya, mungkinkah dia sudah mulai mencintai Leonel? Maka dari itu dia seakan enggan untuk melihat suaminya berdekatan dengan wanita mana pun, apalagi sampai bersentuhan.


"Sayang," panggil Leonel seraya membuka gesper kebanggaannya.


Wajah Leonel terlihat begitu menyedihkan, dia seolah meminta kepada Leandra agar istrinya menghentikan permintaan konyolnya itu.


Leandra ingin sekali tertawa saat menatap netra suaminya, tetapi dia masih merasa kesal saat Leonel diam saja kala Liliu menawarkan diri untuk menyuapi Leonel.


"Buka dan buang, atau aku tinggal." Leandra membuka pintu mobilnya.


"Jangan, Sayang! Aku buka iya, ini aku buka. Tunggu sebentar," ucap Leonel.


Leonel benar-benar membuktikan ucapannya, dia membuka celananya dan membuangnya ke tong sampah.


Kini dia hanya memakai celana boxer saja, hal itu membuat ia benar-benar merasa sangat malu. Dengan cepat dia menuntun istrinya untuk masuk ke dalam mobilnya, lalu dia pun segera masuk ke dalam mobil dan duduk di bali kemudi.


"Jangan marah lagi, aku sudah melakukan apa keinginan kamu." Leonel memasangkan sabuk pengaman untuk Leandra.


"Hem," jawab Leandra seraya memasangkan sabuk pengaman untuk suaminya.

__ADS_1


"Sekarang kita pulang, kamu harus segera makan biar ngga masuk angin." Leandra memeluk lengan kekar Leonel, lalu dia menyandarkan kepalanya pada pundak suaminya.


Tangan kirinya bahkan kini terlihat mengusap-usap dada Leonel, hal itu membuat Leonel salah tingkah.


"Leandra, Sayang. Tolong jangan lakukan hal itu, nanti dia bangun." Pria dewasa itu mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Biarkan saja dia bangun, memangnya kenapa?" tanya Leandra seraya menurunkan tangannya dan mengusap milik suaminya yang mulai membatu.


"Hastaga! Hentikan, Leandra!" keluh Leonel karena merasa sangat tidak nyaman.


Istrinya tersebut benar-benar menggoda dirinya, tidak tahukah Leandra jika kini Leonel mulai merasakan panas dingin?


Terlebih lagi pria itu kini sedang menyetir, bagaimana kalau terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan jika Leandra terus saja menggoda dirinya.


"Aku suka, Kak. Dia bangun dan terlihat seksi," ucap Leandra seraya menyusupkan tangannya ke dalam celana boxer Leonel.


"Hastaga! Tolong kuatkan imanku Tuhan," pinta Leonel yang mulai mempercepat laju kendaraannya.


Jika saja tidak malu, Leonel ingin sekali menepikan mobilnya dan mengajak istrinya untuk bercinta saat itu juga.


Namun, hal itu tidak mungkin dia lakukan. Dia takut akan ada polisi yang sedang beroperasi, bisa-bisa mereka disebut sebagai pasangan messum.


Alhasil, sepanjang perjalanan menuju kediaman Harold Leonel terlihat begitu tersiksa. Karena pria itu harus menahan gejolak hasrat yang seakan sudah siap untuk diledakkan.


"Kamu harus tanggung jawab, Lea!" ucap Leonel ketika dia memberhentikan mobilnya tepat di depan kediaman Harold.


"Hem! Aku akan bertanggung jawab, sekarang Kakak mandi dulu. Habis itu makan malam, terus itu." Leandra mengatakan hal itu seraya tersenyum penuh arti.


"Beneran ya?" tanya Leonel.


"Sangat benar," jawab Leandra.


Setelah mendapat jawaban seperti itu dari istrinya, Leonel tersenyum bahagia. Kemudian, dengan cepat dia turun dari dalam mobilnya dan berlari menuju kamar utama.


Tentu saja hal itu dia lakukan karena merasa malu dengan apa yang dia pakai saat ini, Leandra hanya tertawa melihat tingkah suaminya itu.


Kemudian, dengan cepat dia masuk ke dalam ruang makan dan dia pun melaksanakan ritual makan malamnya sendirian.


Dia sengaja tidak menunggu Leonel, setelah itu dia pun masuk ke dalam kamar tamu. Namun, sebelumnya dia berpesan kepada asisten rumah tangga yang ada di sana untuk mengatakan jika Leandra pergi keluar.

__ADS_1


Dia bahkan tidak menunggu Lili pulang, karena tidak berkata apa pun kepada wanita itu. Dia hanya ingin mengerjai suaminya saja karena sudah berani pergi berduaan dengan wanita seksi.


"Bi, Leandra mana?" tanya Leonel yang baru saja selesai melaksanakan ritual mandinya.


"Katanya mau ke luar, Tuan," jawab Bibi.


Leonel yang merasa tidak percaya langsung keluar dari dalam rumah, dia memperhatikan mobil yang ada di sana. Namun, tidak ada satu pun mobil yang terpakai.


Dia menghampiri security dan bertanya. "Apakah kamu melihat istriku?"


"Tidak, Tuan. Setelah masuk ke dalam Nyonya tidak keluar lagi," jawab security.


Leonel langsung menepuk jidatnya, karena sepertinya istrinya kembali mengerjai dirinya. Dengan cepat Leonel mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor istrinya.


Tidak lama kemudian dia mendengar dering ponsel yang berbunyi dari dalam kamar tamu, Leonel langsung menggelengkan kepalanya lalu mengetuk pintu kamar tersebut.


"Leandra, Sayang. Tolong buka pintunya," pinta Leonel.


Bukannya menjawab permintaan dari suaminya, Leandra malah mengirimkan pesan chat kepada suaminya tersebut.


"Aku tidak mau membuka pintunya, Kakak tidur aja sendirian. Malam ini Kakak, aku hukum. Karena Kakak tadi sudah berani-beraninya pergi dengan cewek seksi. Padahal, Kakak bilangnya mau makan malam dengan tuan Leonard."


Leonel langsung menepuk jidatnya, dia merasa heran dengan kelakuan dari istrinya. Padahal dia sudah rela pulang dengan penuh siksaan, tetapi hukumannya ternyata masih saja berlanjut.


"Oh, ya ampun, Leandra. Aku tidak tahu kalau dia akan mengirimkan putrinya sebagai pengganti dirinya, tolong maafkan aku. Bukain dong pintunya," ucap Leonel dengan mengiba.


Leandra seakan tidak mau mendengarkan apa yang diminta oleh suaminya, dia malah kembali mengirimkan pesan chat kepada suaminya tersebut.


"Aku sedang ingin sendiri, Kakak makan sendiri aja sana. Terus, Kakak langsung tidur. Jangan gangguin aku, aku mau tidur."


Setelah mengirimkan pesan chat, Leandra mematikan ponselnya. Kemudian, dia pun segera memejamkan matanya.


Leonel sudah kehabisan kata-kata, dia hanya bisa menghela napas berat seraya melangkahkan kakinya menuju ruang makan.


"Kenapa cemberut seperti itu? Di mana Leandra?" tanya Lili yang baru saja tiba.


"Dia marah," jawab Leonel singkat.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Leonel, Lili langsung tertawa dengan terbahak-bahak. Karena merasa lucu dengan kesedihan yang diderita oleh menantunya itu.

__ADS_1


"Syukur!" ledek Lili.


"Hastaga!" keluh Leonel yang tidak menyangka jika Lili akan mengatakan hal itu.


__ADS_2