
"Serius?" tanya Leonel dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Tentu saja Leandra sangat serius, yang terpenting keinginannya dipenuhi. Dia sangat ingin melihat suaminya memakai baju tersebut, rasanya akan terlihat begitu lucu seorang pria yang gagah perkasa seperti suaminya memakai baju perempuan.
"Hem! Jadi, mau turutin aku apa ngga?" tanya Leandra.
Leonel terdiam mendengar tawaran dari istrinya, jika dia menuruti keinginan istrinya, makan malam ini dia akan melepaskan hasratnya yang sudah tertahan selama satu minggu.
Namun, jika dia menolak keinginan dari istrinya, sudah dapat dipastikan jika Leandra akan mendiamkan dirinya. Hal itulah yang sangat tidak diinginkan oleh Leonel, dia tidak mau didiamkan oleh istrinya.
"Oke, aku mau!" jawab Leonel pada akhirnya.
Leandra begitu senang, dia langsung memeluk Leonel dengan penuh cinta. Bahkan, Leandra memberikan ciuman yang begitu mesra di bibir suaminya tersebut.
"Terima kasih, suamiku." Leandra berbicara dengan sangat manis, Leonel sangat senang.
Pada akhirnya Leandra dengan cepat mengambil ponselnya, dia tidak mau jika suaminya akan berubah pikiran lagi. Sebelum dia melakukan video call dengan ayahnya, Leandra terlebih dahulu memotret Leonel saat menggunakan baju yang sudah dia beli itu.
"Uluh-uluh, suamiku ini benar-benar sangat menggemaskan." Leandra sampai menggigit pundak Leonel dengan gemas, pria itu hanya meringis menahan rasa sakit dengan apa yang sudah dilakukan oleh istrinya.
Namun, dia tidak bisa marah ataupun melayangkan protesnya. Karena saat melihat kebahagiaan di wajah Leandra, Leonel ikut merasakan kesenangan yang luar biasa di dalam hatinya.
"Daddy!" teriak Leandra ketika sambungan video call terhubung.
Tuan Lincoln langsung menutup telinganya mendengar teriakan dari putrinya, tetapi tidak lama kemudian dia tertawa saat melihat Leonel yang memakai baju perempuan tepat di samping putrinya.
"Hai! Putri Daddy yang cantik, hai juga menantu Daddy yang... ehm!"
Tuan Lincoln tidak melanjutkan ucapannya, dia kembali tertawa terbahak-bahak karena merasa lucu dengan pakaian yang dikenakan oleh Leonel. Menantunya yang selalu terlihat gagah, kini terlihat begitu aneh di matanya.
"Daddy! Sekali lagi kamu menertawakanku, aku akan pergi saja!" protes Leonel.
"Sorry, kamu sangat lucu. Pasti ini semua karena ulah putriku," ucap Tuan Lincoln yang sudah bisa menebak keisengan Leandra.
Namun, kali ini menurutnya Leandra sangatlah keterlaluan. Karena meminta Leonel untuk memakai baju seperti itu, tetapi di satu sisi juga dia merasa sangat bahagia, karena menantunya itu mau melakukan apa pun yang Leandra katakan.
"Hem! Akhir-akhir ini putri Daddy yang cantik ini selalu saja bertingkah aneh," adu Leonel.
__ADS_1
Leandra yang mendengar suaminya sedang mengadu kepada ayahnya hanya bisa tertawa dengan terbahak-bahak, tentu saja hal itu terjadi karena dia merasa lucu saat melihat tubuh Leonel yang terbalut dengan baju yang saat ini sedang pria itu kenakan.
Paha Leonel yang berbulu tipis itu terlihat kemana-mana, karena daster yang dipakai oleh Leonel tersingkap sampai ke pangkal paha pria itu.
"Begitukah?" tanya Tuan Lincoln dengan raut wajah curiga.
"Hem, dia sangat aneh." Leonel menghela napas panjang.
Tuan Lincoln dan juga Leonel terlibat obrolan hangat antara menantu dan mertuanya, Leandra tidak fokus dengan apa yang mereka bicarakan. Karena dia terus saja menertawakan suaminya, hal itu membuat perutnya terasa sakit dan juga hal itu membuat dia ingin berkemih.
"Aduh, aku mau pipis dulu. Kamu berbicaralah dengan Daddy," ucap Leandra seraya melambaikan tangannya ke arah Leonel dan juga ke arah tuan Lincoln secara bergantian.
Setelah kepergian dari Leandra, tuan Lincoln nampak merasakan kecurigaan yang luar biasa. Hal itu terjadi karena dia melihat bentuk tubuh Leandra yang semakin padat, terlebih lagi Leonel yang mengadu jika sikap Leandra akhir-akhir ini sangat aneh.
"Leon!" panggil Tuan Lincoln.
"Yes, Dad!" jawab Leonel.
"Aku curiga jika Leandra sedang mengandung, bagaimana kalau kamu besok membawa Leandra untuk memeriksakan kandungannya. Siapa tahu dia bersikap aneh seperti itu karena perubahan hormonnya," usul Tuan Lincoln.
"Hei! Kenapa menangis?" tanya Tuan Lincoln.
"Dad! Jika itu benar adanya, aku akan merasa sangat senang." Leonel mengusap air matanya yang terus saja mengalir di kedua pipinya.
Tuan Lincoln ikut terharu mendengar ucapan menantunya, terlebih lagi Leonel memang pernah kehilangan Leana dan calon buah hati mereka, sudah barang pasti Leonel sangat menginginkan Leandra cepat hamil.
"Sudah jangan cengeng, usap air matanya. Nanti Lea akan bingung melihat kamu yang menangis," titah Tuan Lincoln.
"Yes, Dad!" ucap Leonel.
Saat Leonel dan tuan Lincoln sedang asyik mengobrol, Leandra datang dan langsung memeluk suaminya. Tuan Lincoln nampak senang melihat akan hal itu.
Dia tidak menyangka jika Leandra akan bisa berumah tangga dengan baik bersama dengan Leonel, dia tidak menyangka jika putrinya sudah siap dalam berkomitmen.
Padahal, Leandra terkenal sebagai gadis yang begitu bar-bar dan juga nakal. Namun, dia mampu berumah tangga dengan baik bersama dengan Leonel. Sungguh dia sangat bahagia.
"Kalian sedang membicarakan masalah apa? Kenapa kalian terlihat begitu serius?" tanya Leandra.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Sayang. Sekarang beristirahatlah, Daddy juga sudah mengantuk," ucap Tuan Lincoln.
"Oke! Jaga kesehatan, Dad. Soalnya ngga ada mom dan juga Ibu yang jagain," goda Leandra.
"Ck! Kamu tuh salah, Ibu ada di sini." Tuan Lincol mengarahkan ponselnya pada pintu kamar, di mana di sana ada Lili yang baru saja masuk ke dalam kamar mereka.
"Oh ya ampun, kapan ibu pergi ke sananya? Tadi dia masih di dalam kamar loh!" ucap Leonel tidak percaya.
"Baru saja sampai, sudah dulu ya. Daddy mau sayang-sayangan dulu sama ibu," ucap Tuan Lincoln seraya memutuskan sambungan video call-nya.
"Cepat sekali ibu sampai di sana," ucap Leonel seraya mencebikkan bibirnya.
Dia sangat yakin jika mertuanya tersebut meminta Lili untuk segera datang, karena pria paruh baya itu sudah tidak sabar ingin bercinta dengan mertuanya.
Leonel langsung tersenyum jika mengingat akan hal itu, tanpa banyak bicara dia langsung menyimpan ponsel milik Leandra ke atas nakas. Tanpa aba-aba, dia langsung naik ke atas tubuh istrinya tersebut.
"Mau ngapain?" tanya Leandra.
"Mau nagih janji dong," ucap Leonel seraya tersenyum penuh arti.
Dia sudah tidak sabar untuk menuntaskan hasratnya, satu minggu tidak bercinta dengan istrinya membuat dirinya ingin menghabiskan malam ini dengan bercinta.
Dengan tidak sabarnya Leonel langsung melucuti pakaian yang menempel di tubuh istrinya, Leandra sampai tertawa melihat tingkah dari suaminya tersebut.
Dia bahkan dengan tidak sabarnya langsung menyerang bibir Leandra dengan ciuman yang begitu panas, tangannya bahkan terulur untuk bermain dengan area inti istrinya.
Namun, ketika dia mengingat apa yang dikatakan oleh mertuanya, tiba-tiba saja pria itu menghentikan aktivitasnya.
"Kenapa?" tanya Leandra.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin bermain dengan lembut saja." Leonel langsung mengecup perut rata istrinya, besok dia akan membuktikan ucapan mertuanya.
Jika benar di dalam perut istrinya ada janin yang sedang berkembang, dia akan menjaga Leandra dengan jiwa dan raganya. Cukup satu kali dia kehilangan Leana dan juga calon buah hati mereka, dia tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya.
"Kamu aneh, Yang." Bibir Leandra melayangkan protesnya, tetapi tangannya mulai menjambak rambut suaminya. Karena Leonel mulai mengecupi setiap inci tubuh Leandra dengan begitu lembut.
'Semoga sudah ada Leon junior di sini,' do'a Leonel dalam hati seraya mengecup perut istrinya kembali.
__ADS_1