Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 122


__ADS_3

"Bagaimana kondisi istri saya, Dok?" tanya Lucky dengan khawatir.


Baru saja satu hari dia menjadi suami dari Liliu, tetapi dia merasa tidak becus menjaga istrinya tersebut. Jika saja dia lebih hati-hati, mungkin Liliu tidak akan terjatuh dan tidak sadarkan diri seperti sekarang ini.


Melihat darah di kepala istrinya membuat dia menjadi khawatir, dia takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terhadap Liliu.


"Maaf, Tuan. Istri anda belum sadarkan diri, ada luka yang cukup parah di kepala akibat benturan yang cukup keras, anda harus bersabar," jelas Dokter.


Lucky langsung menangis mendengar penuturan dari dokter, dia tidak menyangka jika luka yang diderita oleh istrinya cukup parah.


"Tapi, Dok. Dia bisa sehat kembali, kan?" tanya Lucky dengan khawatir.


"Banyak-banyak berdoa kepada Tuhan, saya hanya dokter sebagai perantara. Tetap saja Tuhan yang menentukan," jelas Dokter.


"Iya, Dok," jawab Lucky.


Tidak berselang lama Liliu dipindahkan ke ruang perawatan, dengan setia Lucky menemani istrinya tersebut. Tidak lupa, dia juga memberitahukan keadaan istrinya kepada tuan Leonard.


Walaupun mertuanya itu akan marah besar kepada dirinya, dia tidak peduli. Karena mertuanya berhak tahu tentang keadaan Liliu saat ini.


Beruntung saat Lucky memberitahukan keadaan Liliu kepada mertuanya, pria paruh baya itu hanya menghela napas berat lalu memberikan semangat kepada menantunya itu.


"Sayang, maaf. Karena aku tidak bisa menjaga kamu dengan baik," ucap Lucky seraya menggenggam tangan istrinya dengan begitu erat.


Lucky terus saja terjaga, dia tidak ingin tidur sama sekali. Dia benar-benar merasa sangat khawatir, dia hanya duduk seraya memperhatikan wajah istrinya.


Sungguh dia sangat berharap jika istrinya cepat sayang, dia ingin meminta maaf karena dirinya sudah lengah. Dia tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Lucky masih terdiam seraya menatap istrinya dengan tangan yang tidak terlepas dari genggaman tangan istrinya.


Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat dengan jelas, rasa khawatir benar-benar membuat dirinya tidak bisa tidur sama sekali.


"Sayang, bangun. Maafkan aku karena tidak bisa menjagamu, nanti kalau kamu sudah sadar, Aku akan terus menjagamu. Aku tidak akan membiarkan kamu terluka," ucap Lucky.


Lucky mengelus lembut wajah istrinya yang masih memucat, air matanya kembali mengalir karena merasa sedih melihat istrinya tidak sadarkan diri juga.


"Bagaimana keadaan putriku?" tanya Tuan Leonard yang baru saja datang ke dalam ruang perawatan putrinya.

__ADS_1


"Dia belum sadarkan diri juga, Dad,'' jawab Lucky.


"Sabarlah, Nak. Ini adalah ujian buat rumah tangga kalian," ucap Tuan Leonard seraya menepuk pundak menantunya.


Tuan Leonard yang merasa begitu khawatir langsung duduk di samping putrinya, dia elus dengan lembut puncak kepala putrinya lalu dia kecup kening putrinya dengan lembut.


"Cepatlah sadar, Sayang. Kasihan suami kamu, dia kayaknya sedih banget liat kamu kaya gini," ucap Tuan Leonard seraya terkekeh. Namun, air matanya mengalir di kedua pipinya.


"Daddy!" ucap Liliu dengan lirih.


Mendengar suara Liliu, Lucky dan juga tuan Leonard langsung saling pandang. Mereka merasa begitu senang karena akhirnya Liliu sadarkan diri.


Lucky yang merasa bahagia langsung mendekat ke arah istrinya, tanpa ragu dia bahkan langsung memeluk Liliu dan menghujani wajah istrinya dengan ciuman. Tuan Leonard sampai tertawa dibuatnya.


Liliu membuka matanya, dahinya mengerut dengan dalam ketika dia melihat Lucky yang kini sedang memeluk dirinya.


"Kamu---''


"Aku suami kamu, Sayang. Aku sangat mencintaimu kamu, aku sangat senang karena akhirnya kamu sudah sadar.''


Lucky kembali mencium bibir Istrinya, kali ini ciumannya sangat lama dan membuat tuan Leonard langsung menolehkan wajahnya ke arah lain.


"Memangnya aku kenapa?" tanya Liliu.


"Kamu tadi--"


Lucky merasa tidak enak hati mengatakan hal yang sebenarnya, karena di sana ada mertuanya yang sedang memperhatikan dirinya dan juga Liliu. Akhirnya, Lucky langsung membungkukkan badannya. Lalu, dia berbisik tepat di telinga istrinya.


Wajah Liliu langsung memerah mendengar apa yang dikatakan oleh Lucky, tetapi tidak lama kemudian dia mendorong wajah Lucky agar segera menjauh.


''Kamu tuh bukannya asisten pribadinya kak Leon, ya? Kenapa kamu ngaku-ngaku sebagai suami aku?"


Deg!


Jantung Lucky seakan hendak melompat dari tempatnya, dia tidak menyangka jika istrinya akan mempertanyakan hal seperti itu.


Padahal, Liliu sendiri yang awalnya meminta dirinya untuk menjadi suaminya. Bahkan, ketika dia mengatakan tidak mau perempuan itu terus saja memaksa.

__ADS_1


Begitupun dengan tuan Leonard, dia merasa kaget dengan apa yang diutarakan oleh putrinya. Dia menyangka jika kini ingatan putrinya telah kembali, maka dari itu dia melupakan Lucky sebagai suaminya.


Lucky merasakan sakit di dalam hatinya, tetapi dengan cepat dia menarik lembut tangan kanan istrinya. Dia menyatukan tangan istrinya dengan tangannya, lalu dia menunjukkan cincin kawin yang ada di jari manis mereka.


"Lihat ini, Sayang. Kita sudah menikah, cincin ini adalah bukti jika kita sudah menjadi suami istri." Lucky menjelaskan hal tersebut dengan bibir yang bergetar.


Dia tidak menyangka jika Liliu akan melupakan dirinya begitu saja, padahal pernikahan yang mereka laksanakan belum ada dua puluh empat jam.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Lucky, Liliu nampak menolehkan wajahnya ke arah tuan Leonard. Dia menatap wajah ayahnya dengan raut bingung, karena dia tidak ingat sama sekali sudah menikah dengan pria yang kini mengaku sebagai suaminya itu.


"Daddy, bukankah ini cincin kawin Daddy dengan mom?" tanya Liliu.


"Ya, karena kamu meminta Lucky untuk menikahimu, makanya Daddy memberikan cincin kawin itu untuk kalian,'' jawab Tuan Leonard.


Liliu kembali menolehkan wajahnya ke arah Lucky, dia tetap wajah pria itu dengan raut bingung. Lalu, tidak lama kemudian Liliu berkata.


"Benarkah kita sudah menikah?"


Liliu bertanya dengan raut wajah tidak percaya, karena setahunya selama ini dia selalu saja mengejar Leonel. Pria yang selama ini dia cintai dan dia suka, lalu bagaimana ceritanya dia bisa menikah dengan seorang asisten pribadi dari pria yang dia kejar selama ini, pikirnya


"Ya, Sayang. Kita sudah menikah," jawab Lucky seraya tersenyum hangat.


Liliu semakin mengerutkan dahinya, bahkan kedua alisnya hampir bertaut. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria yang ada di hadapannya.


"Tapi, kenapa aku tidak mengingatnya? Kamu dan juga Daddy tidak sedang menjebakku, kan? Kalian tidak sedang bersandiwara bukan? Karena rasanya aku tidak mungkin menikah dengan pria miskin sepertimu," ucap Liliu dengan tatapan merendahkan.


Sontak Lucky langsung melepaskan genggaman tangannya, sebagai lelaki dia merasa diinjak-injak harga dirinya dengan perkataan yang keluar dari bibir Liliu.


Padahal, semalaman dia tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan wanita yang kini ada di hadapannya. Dia berharap jika wanita itu segera sadar, tetapi setelah sadar wanita itu malah mengatakan hal yang menyakiti dirinya.


Sungguh Lucky tidak bisa terima, walaupun dia orang miskin tapi dia tidak mau dihinakan. Terlebih lagi ketika melihat tatapan Liliu saat mengatakan dirinya sebagai orang miskin, walaupun itu kenyataan tetapi rasanya sangat sakit jika Liliu yang mengatakannya.


"Oh, kamu benar. Aku memang hanya pria miskin, kamu tidak mungkin menikah dengan pria sepertiku. Sudah sepantasnya kamu menikah dengan pria kaya," ucap Lucky.


Pria itu begitu tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Liliu, Lucky lalu menolehkan wajahnya ke arah tuan Leonard.


"Sepertinya putri anda sudah kembali, maaf karena aku harus pergi. Aku tidak bisa bersanding dengan putri anda lagi, maaf." Lucky langsung keluar dari dalam ruang perawatan Liliu.

__ADS_1


Sungguh dia tidak menyangka jika usia pernikahannya tidak sampai dua puluh empat jam, Lucky pergi dari sana dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya.


"Lucky!" seru Tuan Leonard, tetapi pria itu tidak menolehkan wajahnya sama sekali.


__ADS_2