Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 41


__ADS_3

Awalnya Leonel akan pulang selepas pekerjaan selesai, tetapi setelah dia memikirkannya secara matang-matang, akhirnya Leonel memutuskan untuk menunggu tuan Lincoln datang. Barulah dia akan pulang ke kediaman Harold.


Pukul 6 sore pria paruh baya itu menelpon Leonel dan berkata jika sebentar lagi dia akan tiba di kediaman Harold, tentu saja Leonel langsung bergegas untuk pulang. Karena dia ingin menyambut kedatangan tuan Lincoln, rasanya tidak sopan jika dia tidak menyambut tamunya tersebut.


Pada saat dia tiba di halaman kediaman Harold, tepat di saat itu juga tuan Lincoln datang dan turun dari dalam mobil mewahnya.


"Selamat malam tuan Leonel," sapa Tuan Lincoln seraya mengulurkan tangannya. Begitupun dengan Lindsay, dia langsung mengulurkan tangannya seperti yang dilakukan oleh suaminya.


Dengan senang hati Leonel langsung membalas uluran tangan dari tuan Lincoln dan juga Lindsay secara bergantian, lalu pria dewasa itu pun berkata.


''Selamat malam Tuan, Nyonya. Mari masuk, Leandra sedang ada di dalam kamarnya."


Sebelum Leonel pulang, Lili sempat menelpon Leonel dan mengabarkan keadaan dari Leandra. Lili berkata jika setelah mandi sore Leandra tidak keluar dari dalam kamar, entah apa yang Leandra lakukan. Namun, Lili tidak tahu.


Tanpa Lili tahu, Leonel sudah sangat paham dengan apa yang sedang dikerjakan oleh Leandra di dalam kamarnya itu. Karena sebelum dia pergi ke kantor, dia memasang kamera cctv di beberapa pojok ruangan tanpa diketahui keberadaannya oleh Leandra.


Hal itu dia lakukan bukan karena ingin mengintip dan merekam kejadian yang aneh-aneh, dia hanya ingin mengetahui keadaan Leandra setelah tadi malam dia melihat sendiri bagaimana tingkah absurd dari Leandra.


Leonel mengajak kedua orang tua dari Leandra itu untuk masuk ke dalam rumahnya, dengan senang hati tuan Lincoln dan juga Lindsay mengikuti langkah dari Leonel.


Leonel menuntun kedua orang tua dari Leandra itu untuk masuk ke dalam rumah mewah tersebut, Leonel langsung mengajak keduanya menuju ruang keluarga.


"Silakan duduk, Tuan," ucap Leonel mempersilakan.


Leonel berbicara dengan sangat sopan, karena baginya tuan Lincoln dan juga Lindsay adalah tamu yang harus dia hormati.


"Aku tidak mau duduk dulu, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan putriku."


Tuan Lincoln menolak untuk duduk terlebih dahulu, dia begitu mengkhawatirkan keadaan putrinya. Yang ingin dia lakukan saat ini adalah menemui Leandra dan memeluk putrinya untuk menenangkan gadis itu.


Menurut tuan Lincoln, pasti saat ini Leandra sedang syok karena sudah melakukan hal yang di luar dugaan kepada Leonel.


Menurutnya, Leandra juga pasti sangat syok karena ternyata kedua manusia yang dianggap sahabat olehnya itu berusaha untuk melakukan hal yang tidak-tidak kepada dirinya.


Maka dari itu, tuan Lincoln ingin segera menemui Leandra dan memberikan rasa aman dan juga nyaman untuk putrinya tersebut.


"Oh, baiklah. Mari,'' ajak Leonel yang sangat paham saat melihat kekhawatiran dari sorot mata kedua orang tua Leandra tersebut.


Leonel menuntun Lindsay dan juga tuan Lincoln untuk melangkahkan kaki mereka menuju kamar di mana Leandra berada, tempat di depan kamar yang ditempati gadis itu, Leonel langsung mengetuk pintu beberapa kali.

__ADS_1


"Leandra, ini aku. Ada Dad dan juga Mom kamu, tolong buka pintunya," ujar Leonel.


Tidak lama kemudian pintu kamar tersebut nampak terbuka, tanpa berkata apa pun Leandra langsung menghambur ke dalam pelukan ayahnya.


Dia menangis sesenggukan di dalam pelukan daddynya tersebut, Lindsay ikut memeluk putrinya dan menepuk-nepuk punggung putrinya itu, agar putrinya merasa lebih tenang.


"Kenapa menangis? Bukankah kamu sudah berjanji tidak akan pernah menangis walaupun kamu terlahir sebagai seorang perempuan?" tanya Tuan Lincoln dengan air mata yang sudah menetes di kedua pipinya.


Orang tua mana yang tidak bersedih mendengar putrinya berusaha untuk melakukan hal yang tidak tidak karena obat perangsang yang diberikan oleh sahabatnya sendiri?


Orang tua mana yang tidak murka mendengar kedua sahabat dari putrinya berusaha untuk menggauli dengan cara yang licik?


"Maafkan aku, Daddy. Aku tidak pernah percaya kepadamu kalau mereka adalah manusia yang tidak punya hati," ucapnya seraya terisak.


Setelah menghabiskan sup yang Lili buat, Leandra berusaha untuk mencoba menghubungi Lana dan juga Lingga. Dia menanyakan secara langsung apa yang sebenarnya Lana dan Lingga lakukan kepada dirinya.


Kenapa dirinya bisa bertingkah aneh seperti itu? Kenapa dirinya bisa menjadi wanita yang binal? Kenapa dia merasakan hal aneh dalam tubuhnya? Kenapa dia merasa jika miliknya terasa gatal dan berkedut?


Selama ini dia sengaja tidak pernah berdekatan dengan para pria yang menyatakan cinta kepada dirinya, hal itu dia lakukan agar tidak kebablasan saat berpacaran di usia muda.


Karena setelah Leandra perhatikan, ada beberapa di antara temannya yang berpacaran secara berlebihan. Mereka bahkan rela berhubungan badan demi membuktikan rasa cintanya.


Leandra merupakan wanita yang selalu berusaha untuk menjaga kesuciannya, dia hanya dekat dengan Lana dan juga Lingga karena kedua pria itu terlihat sangat care terhadap dirinya.


"Sudahlah, tidak apa-apa. Sekarang kita pulang saja, kamu kuliahnya ngga usah di luar negeri. Di sini saja, biar Daddy bisa menjaga kamu selama dua puluh jam," ucap Tuan Lincoln.


"Yes, Dad. Aku tidak mau berjauhan dari Daddy dan juga Mom," jawab Leandra.


Sejak kecil berkuliah di luar negeri adalah cita-citanya, dia ingin melanjutkan S1 dan S2-nya di negara A. Tempat di mana daddynya dulu menimba ilmu.


Namun, setelah mengalami kejadian seperti ini Leandra langsung mengurungkan niatnya. Rasanya kuliah di tanah air pun tidak ada salahnya.


Universitas di tanah air juga sudah berkualitas dan yang terpenting dia bisa berdekatan dengan kedua orang tuanya.


"Hem, kalau begitu kita pulang saja. Benahi barang-barang kamu, Sayang."


Tuan Lincoln terlihat melerai pelukannya, kemudian dia meminta Leandra untuk merapikan baju yang Leandra bawa saat datang ke kediaman Harold.


Leandra menurut, dia langsung masuk ke dalam kamar dan membenahi pakaiannya lalu memasukkannya ke dalam tas ransel miliknya.

__ADS_1


Melihat akan hal itu, Leonel langsung berdehem beberapa kali. Kemudian dia pun kembali bersuara.


"Bagaimana kalau sebelum anda pulang kita makan malam bersama terlebih dahulu? Ibuku sudah membuatkan makanan yang cukup banyak, karena aku berkata akan ada tamu,'' ajak Leonel.


Ya, siang tadi Leonel menelpon mertuanya Lili. Dia berkata jika Leandra akan dijemput oleh kedua orang tuanya.


Tentu saja mendengar akan hal itu Lili berkata jika dia akan menyiapkan makan malam untuk Leandra dan juga kedua orang tuanya.


Hal itu dia lakukan untuk menghormati tamu yang datang dan sebagai bentuk perpisahan Lili dengan Leandra.


Lili berkata jika dia merasa berat hati karena Leandra akan pulang ke kediamannya, padahal dia merasa nyaman ketika berdekatan dengan gadis itu.


Lili bahkan sempat berkata kepada Leonel, jika berada di dekat Leandra seperti sedang berada di dekat Leana. Leonel tidak menjawab apa pun ketika Lili mengatakan hal itu.


Dia juga merasakan hal yang sama, tapi dia tidak mau mengakuinya. Banyak kemiripan antara Leandra dan juga Leana, tapi dia tidak mau memikirkan hal itu terlalu dalam.


Dia takut malah akan terobsesi untuk memiliki Leandra, karena kemiripan di antara mereka berdua.


"Boleh, boleh. Dengan senang hati saya menerima tawaran makan malam bersama dengan anda, tapi lain kali anda juga harus mau menerima ajakan makan malam dari saya," jawab Tuan Lincoln.


"Pasti, saya akan datang kalau anda undang," ucap Leonel seraya terkekeh.


Setelah Leandra merapikan barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam tas ranselnya, Leonel meminta Leandra untuk menyimpan tasnya tersebut di ruang keluarga saja, karena mereka akan melaksanakan makan malam terlebih dahulu.


Tentu saja Leandra begitu bersemangat ketika mendengar akan makan malam bersama terlebih dahulu, karena Lili tadi siang sempat berkata jika dirinya akan memasak banyak seafood malam ini.


"Oh, aku sangat senang mendengarnya. Aku akan makan banyak," ucap Leandra penuh semangat.


Saat tiba di ruang makan, Lili terlihat sedang menata makanan di atas meja. Melihat akan hal itu Leonel langsung menghampiri Lili untuk membantu wanita itu. Begitupun dengan Leandra.


Gadis itu dengan sigap membantu Lili menata makanan di atas meja, berbeda dengan tuan Lincoln dan juga Lindsay yang hanya dia mematung ketika melihat Lili yang kini tidak jauh dari mereka.


"Lili!"


Tuan Lincoln memanggil wanita yang ada di hadapannya dengan bibir yang bergetar, dia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Lili setelah hampir dua puluh tiga tahun tidak bertemu.


Lili yang sedang menunduk langsung menolehkan wajahnya ke arah suara, matanya langsung membulat dengan sempurna kala dia melihat tuan Lincoln yang berada di hadapannya.


"A--Alex," ucapnya lirih.

__ADS_1


__ADS_2