Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 113


__ADS_3

Lalu dia mengambil salah satu baju yang berada di dalam paper bag tersebut, tetapi dahinya nampak mengernyit dalam ketika melihat baju yang ada di dalam paper bag tersebut.


"Baju apa ini?" tanya Leonel seraya merentangkan baju berwarna merah muda di tangannya.


Baju itu terlihat begitu lebar, rasanya kalau Leandra yang memakainya akan kebesaran. Lalu, untuk apa istrinya itu membeli baju yang begitu besar, pikirnya.


"Baju apa sih ini?" tanya Leonel.


Ingin sekali dia membangunkan istrinya, ingin sekali dia bertanya baju apa yang sebenarnya Leandra beli. Namun, niatnya dia urungkan karena istrinya begitu lelap dalam tidurnya.


Dia tidak tega jika harus membangunkan istrinya itu, walaupun rasa penasarannya begitu besar.


"Lebih baik Aku mandi saja," ucap Leonel seraya melemparkan baju itu ke atas sofa.


Setelah itu, dia mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi. Dia ingin mengguyur tubuhnya yang terasa sangat lengket setelah seharian bekerja.


Padahal, awalnya dia ingin sekali menghabiskan waktu bersama dengan istrinya. Sayangnya, hal itu tidak bisa dia wujudkan saat ini.


Setelah membuka semua kain yang menutupi tubuhnya, Leonel langsung mengguyur tubuh polosnya dengan air hangat. Karena waktu sudah malam, dia takut akan menggigil kedinginan jika menggunakan air dingin.


Tidak lupa dia menyabuni tubuhnya dengan spon yang sudah diberikan sabun cair, dia gosok setiap inci tubuhnya dengan begitu perlahan. Saat dia melihat miliknya yang terkulai lemas, Leonel nampak menghela napas berat.


Sudah satu minggu ini miliknya itu tidak memuntahkan cairan cintanya, sudah satu minggu ini miliknya tidak bisa masuk ke dalam liang kelembutan milik istrinya.


"Kasihan sekali kamu tuh, mau masuk aja susahnya minta ampun," keluh Leonel dengan wajah yang ditekuk.


Setelah mengatakan hal itu, Leonel mengusap miliknya dengan begitu perlahan. Lalu, dengan cepat dia mengguyur tubuhnya.


"Sudah selesai, tinggal mengeringkan rambut dan juga badan, habis itu tinggal langsung tidur deh."

__ADS_1


Leonel sebenarnya belum makan malam, tetapi dia merasa malas karena apa yang dia inginkan tidak dapat dia wujudkan. Lebih baik dia tidur seraya memeluk istrinya, pikirnya.


Setelah tubuhnya kering, Leonel melilitkan handuk di pinggangnya untuk menutupi area intinya. Setelah itu, dia keluar dari dalam kamar mandi dengan tergesa.


"Sayang!" panggil Leandra seraya memeluk tubuh setengah telanjang suaminya.


Leonel yang mendapatkan perlakuan seperti itu begitu kaget, karena dia tidak menyangka jika Leandra kini sudah bangun dari tidurnya.


Bahkan, ternyata wanita itu menunggu dirinya di depan kamar mandi. Ini adalah hal yang mengagetkan sekaligus membahagiakan untuk Leonel.


Wajahnya yang sedari tadi murung kini mulai berbinar kembali, harapan untuk bisa bercinta dengan istrinya seakan bisa diwujudkan malam ini juga.


"Ya ampun, Leandra, Sayang. Kamu mengagetkan aku," keluh Leonel dengan wajah ditekuk.


Mulutnya boleh saja menggerutu, tetapi pria itu langsung membalas pelukan dari istrinya. Lalu, dia menunduk dan mengecupi setiap inci wajah istrinya.


Rindu?


Justru, dia malah memeluk istrinya dengan erat. Bahkan, Leonel langsung mengangkat tubuh Leandra dan menggendongnya seperti anak koala.


Leandra yang merasa tidak nyaman dengan perlakuan dari Leonel langsung menggeliatkan tubuhnya, dia seakan ingin diturunkan saat itu juga.


"Sayang, turunin," rengek Leandra dengan manja.


Leonel terkekeh, dia merasa senang karena sudah bisa mendengar kembali rengekan manja dari istrinya tersebut.


"Sebentar saja, Sayang. aku sangat rindu," ucap Leonel seraya memeluk istrinya dengan begitu erat.


Bahkan, dia menyandarkan kepalanya pada dada istrinya. Dia menghirup wangi tubuh istrinya dengan serakah, bahkan dia mengusakkan wajahnya pada dada istrinya yang terasa begitu padat itu.

__ADS_1


"Sayang, geli!" protes Leandra.


Dia berusaha untuk mendorong wajah suaminya, karena dia merasa sangat tidak nyaman dengan ulah dari Leonel.


"Tapi enak, Yang. Makin padet lagi, kamu olah raga, ya? Badan kamu juga jadi seksi banget," puji Leonel.


Leandra ingin sekali tertawa mendengar ucapan dari suaminya, Leonel berkata jika dia semakin seksi. Yang ada dia malah merasa jika bobot tubuhnya semakin berat.


Dia bahkan merasa pipinya semakin cabi, dadanya semakin padat dan beberapa bagian tubuhnya seakan lebih berisi.


"Mana ada kayak gitu? justru aku pengennya tiduran terus, mau ngelakuin apa-apa juga males. Makan juga kadang males, udah gitu kamunya sibuk terus." Leandra mengeluarkan unek-uneknya.


Mulut leandra begitu sibuk menggerutu, tetapi tangannya tidak kalah sibuk. Sesekali tangannya terlihat memelintir ujung dada Leonel, bahkan tangan itu dengan nakalnya mengusap rahang tegas milik suaminya.


Hal itu membuat milik Leonel yang tadinya sudah tertidur dengan pulas menggeliat kembali, bahkan semakin lama pusakanya itu semakin berdiri dengan tegak.


"Leandra, Sayang. Jangan kaya gitu, akunya jadi ngga tahan." Leonel menengadahkan wajahnya dan langsung mengecup bibir Istrinya.


Mendengar ucapan dari suaminya dan melihat hasrat tertahan di wajah Leonel, Leandra tersenyum dan berkata.


"Kamu ngga tahan, Mas? Aku malah udah ngga sabar," ucap Leandra.


Leonel langsung mengembangkan senyumnya dengan apa yang diucapkan oleh Leandra, dia bahkan langsung merebahkan tubuh Leandra di atas tempat tidur dengan begitu perlahan.


"Eh? Kamu mau apa?" tanya Leandra ketika Leonel hendak membuka handuk yang melilit di pinggangnya.


"Mau kamu, Yang. Ngga tahan akunya, udah satu Minggu loh," keluh Leonel.


Leandra kembali tersenyum, dia usap pipi suaminya dengan penuh kasih. Lalu, dia kembali berkata.

__ADS_1


"Nanti aku kasih, tapi... aku mau Kakak pake baju itu," ucap Leandra seraya menunjuk baju yang berada di atas sofa.


__ADS_2