Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 43


__ADS_3

Sebenarnya Lindsay ingin sekali mengatakan secara langsung kepada Leandra tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi di masa lalu, sayangnya itu tidak bisa dia lakukan.


Karena tuan Lincoln terlihat menolehkan wajah ke arah Lindsay, lalu pria paruh baya itu terlihat mengusap punggung Lindsay dengan begitu lembut dan dengan senyum di bibirnya


"Makanlah dengan benar, setelah itu mari kita berbicara."


Lindsay tidak bisa mengatakan apa pun, dia hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari apa yang sudah dikatakan oleh tuan Lincoln.


Jujur saja saat ini Lindsay begitu ketakutan, dia sangat takut jika tuan Lincoln akan langsung meninggalkan dirinya setelah bertemu dengan Lili.


Walaupun sejak dulu tuan Lincoln berkata jika dirinya akan kembali kepada istrinya apabila dia sudah menemukan Lili-nya, tetap saja Lindsay merasa takut kehilangan.


Karna walau bagaimanapun juga, Lindsay begitu mencintai tuan Lincoln. Maka dari itu dulu dia rela merendahkan dirinya dengan melakukan hal tidak baik untuk menjerat tuan Lincoln.


Saat itu yang terpenting untuk dirinya adalah bisa bersama dengan tuan Lincoln, seberapa lama pun waktunya.


Leandra terlihat menghela napas berat, kemudian dia pun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan acara makan malamnya.


Selesai makan malam, akhirnya tuan Lincoln, Lili, Leandra, Lindsay dan juga Leonel terlihat berkumpul di dalam ruang keluarga kediaman Harold.


Tentu saja mereka berkumpul untuk membicarakan hal penting, hal yang selama ini sudah terpendam dan berusaha untuk disembunyikan.


Awalnya Lili tidak menyetujui untuk mereka berbicara secara gamblang di ruangan tersebut, karena menurutnya itu hanyalah masa lalu.


Lagi pula Lili sudah merasa cukup bahagia hidup tanpa tuan Lincoln selama dua puluh tiga tahun ini, tapi pria paruh baya itu tetap bersikukuh ingin membicarakan semuanya.


Hal itu tuan Lincoln lakukan karena tidak ingin ada kesalahpahaman di antara mereka, sudah cukup dia berpura-pura bahagia selama ini. Dia ingin menjalani hidup yang normal, tanpa sandiwara.


Leandra yang benar-benar sudah tidak sabar terlihat menarik-narik lengan daddynya, kemudian dia pun bertanya.


"Dad, tolong jelaskan kepada aku. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Maksud Dad apa menyebutkan Tante Lili sebagai istri? Lalu, bagaimana dengan Mom?" tanya Leandra dengan raut wajah yang begitu penasaran, kesal dan juga marah terhadap ayahnya tersebut.


Tuan Lincoln nampak menarik lembut tubuh mungil putrinya ke dalam pelukannya, dia elus puncak kepalanya dengan begitu lembut. Lalu, dia kecup kening putrinya itu dengan penuh kasih.

__ADS_1


"Baiklah, Sayang. Dad akan menceritakan semuanya kepadamu, dua puluh tiga tahun yang lalu---"


Tuan Lincoln dan juga tuan Luke terlihat sedang berdebat di kediaman Axton, anak dan ayah itu terlihat sedang berdebat dengan begitu hebat.


Tuan Luke bersikukuh ingin menjodohkan tuan Lincoln dengan Lindsay, wanita cantik putri dari rekan bisnis ayahnya kalau itu.


Tuan Lincoln tidak mau menurutinya, karena diam-diam tanpa sepengetahuan ayahnya, tuan Lincoln sudah memiliki kekasih bernama Lili. Wanita sederhana yang sering dia temui di sebuah swalayan tempat dia bekerja.


Tuan Lincoln memperkenalkan dirinya sebagai karyawan biasa di sebuah perusahaan, dia tidak pernah mengatakan jika dirinya adalah anak dari tuan Luke William Axton. Pemilik perusahaan makanan siap saji terbesar di tanah air.


Hal itu dia lakukan agar Lili tidak merasa minder saat berpacaran dengan dirinya, selain itu juga tuan Lincoln ingin mengetahui apakah Lili wanita yang materialistis atau bukan.


"Sudah aku katakan jika aku tidak ingin menikah dengan wanita pilihan Daddy, aku sudah memiliki wanita lain yang ingin aku nikahi!" tolak Tuan Lincoln.


Mendengar apa yang dikatakan oleh tuan Lincoln, tuan Luke terlihat meludah. Dia merasa jengah dengan apa yang dikatakan oleh putranya tersebut.


Justru tuan Luke ingin segera menikahkan tuan Lincoln dengan wanita pilihannya, karena dia pernah melihat putranya tersebut pergi bersama dengan wanita muda dengan penampilan yang terlihat biasa saja.


Dia yang memiliki gengsi yang tinggi, tidak mau memiliki menantu dari kalangan bawah. Rasanya akan sangat malu jika dia berkumpul dengan teman-temannya.


Pasti dia akan menjadi gunjingan teman-temannya, tentu saja sebelum itu terjadi tuan Luke ingin segera menikahkan tuan Lincoln dengan Lindsay.


"Jangan macam-macam kamu, Alex. Karena sampai kapan pun aku tidak akan menyetujui hubungan kamu dengan gadis miskin itu!" teriak Tuan Luke.


Alex adalah nama panggilan kesayangan dari tuan Luke kepada putra semata wayangnya itu, maka dari itu tuan Lincoln memperkenalkan nama tengahnya kepada Lili.


Mendengar apa yang dikatakan oleh tuan Luke, tuan Lincoln nampak membuatkan matanya dengan sempurna. Dia tidak menyangka jika daddynya mengetahui hubungannya bersama dengan Lili.


Namun, jika mengingat kekuasaan daddynya, dia sangat paham jika tuan Luke tahu hubungan dirinya dengan Lili.


"Walaupun dia miskin, tapi dia memiliki hati yang cantik. Aku mencintainya sepenuh hati, walaupun aku memperkenalkan diri sebagai orang biasa tapi dia begitu mencintaiku," bela Tuan Lincoln.


Tuan Luke terlihat berdecak, dia merasa tidak paham dengan pemikiran dari putranya tersebut. Kenapa bisa putranya berpikir jika menikah dengan wanita miskin itu bisa membuat dirinya bahagia, pikirnya.

__ADS_1


Kenapa dia berpikir dengan wanita yang memiliki hati bersih akan membuat kehidupan yang lebih baik lagi? Apakah putranya itu sudah gila?


Bukankah hidup membutuhkan banyak biaya? Apakah putranya hanya akan makan cinta bukan makan makanan yang bisa dibeli dengan uang?


"Aku tidak mau memiliki menantu miskin, jika kamu memilih wanita miskin itu, lebih baik kamu pergi dari rumah Daddy!"


Tuan Luke sengaja menggertak putranya, karena dia sangat tahu jika putranya itu adalah anak yang begitu manja dan selalu takut tidak diberikan uang oleh dirinya.


Dengan seperti itu, dia berharap jika tuan Lincoln akan memilih Lindsay untuk menjadi istrinya dan meninggalkan Lili yang dia anggap sebagai wanita miskin yang hanya akan mempermalukan keluarga Axton nantinya.


Namun, tanpa tuan Luke duga, tuan Lincoln langsung pergi meninggalkan kediaman Axton begitu saja.


Bahkan, ketika tuan Luke memanggil dan memaki putranya itu, tuan Lincoln tidak menolehkan wajahnya sama sekali.


Dia sudah bertekad untuk tidak kembali ke kediaman Axton, dia ingin mencari kebahagiaannya dengan pujaan hatinya.


Wanita sederhana yang selalu memahami dirinya, wanita sederhana yang selalu menyayangi dan mencintai dirinya dengan tulus.


"Akan aku buktikan jika aku bisa hidup bahagia walaupun tanpa campur tangan kamu, Dad." Tuan Lincoln berkata seraya mengusap air matanya.


Walaupun dia sudah berkata kasar, tapi tetap saja ada rasa sakit yang teramat di dalam hatinya karena sudah membantah apa yang dikatakan oleh ayahnya.


Setelah keluar dari kediaman Axton, tuan Lincoln terlihat kebingungan. Di dompetnya hanya memiliki sedikit uang tunai, sedangkan tempat tinggal pun dia tidak punya.


Saat itu yang terlintas dipikirannya hanya ingin menemui Lili, dengan cepat tuan Lincoln pergi menuju rumah milik Lili.


"Rumah sederhana yang selalu mampu membuat aku merasa nyaman setiap kali datang ke sini," ucap Tuan Lincoln ketika dia tiba di depan rumah Lili.


Lili yang baru saja pulang setelah bekerja terlihat mengernyitkan dahinya, dia merasa bingung kenapa ada kekasihnya di depan rumahnya.


Padahal ini bukan waktunya karyawan kantor pulang bekerja, pikirnya. Apalagi saat Lili melihat penampilan tuan Lincoln yang acak-acakan, hal itu membuat Lili khawatir.


"Hei! Kenapa datang dengan keadaan yang begitu kusut?" tanya Lili.

__ADS_1


__ADS_2