Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Episode 124


__ADS_3

"Aduh! Kenapa ini sangat sakit? Pinggangku juga terasa seperti ingin patah, kenapa, ya?" keluh Liliu kalau merasakan area intinya yang begitu perih dan sakit. Bahkan, dia merasakan pinggangnya begitu pegal dan juga panas.


Liliu terdiam, dia malah teringat akan kata-kata Lucky dan juga kata-kata dari tuan Leonard jika dirinya sudah menikah dengan pria yang menjadi asisten dari Leonel itu.


"Apakah mungkin aku sudah menikah dengan Lucky? Apakah mungkin kami sudah menikah dan melakukannya?" tanya Liliu seraya menutup mulutnya dengan tidak percaya.


Karena dia benar-benar merasa penasaran, Liliu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Dia melangkahkan kakinya dengan begitu perlahan, sesekali dia bahkan berpegangan pada tembok.


Tentu saja itu terjadi karena area intinya benar-benar sangat sakit, bahkan pinggangnya seakan hendak patah.


(Pastinya pen patah atuh, orang goyang ngebornya heboh pisan. Kalah dah Mak Othor, kalah hot, yes.)


Jantungnya berdebar dengan begitu kencang, dia benar-benar takut apa yang dikatakan oleh Lucky dan juga tuan Leonard benar adanya, jika mereka sudah menikah.


Pada saat sampai di dalam kamar mandi, Liliu berpegangan pada pinggiran wastafel dengan napas yang terengah-engah. Rasa sakit yang dia rasakan benar-benar membuat dia susah untuk bernapas.


Tidak lama kemudian, dia menatap pantulan wajahnya dari cermin. Wajahnya terlihat begitu memucat, sama seperti orang yang tidak tidur semalaman.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Jika memang aku dan Lucky sudah menikah, kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali? Sepertinya aku tidak usah banyak bicara, karena ada sesuatu hal yang harus aku buktikan," ucap Liliu.


Dengan perlahan Liliu melepaskan kain yang melekat pada tubuhnya, lalu dia duduk di atas closet tertutup dan alangkah kagetnya saat dia melihat area intinya yang membengkak.


Bahkan, di sana ada susu vanila yang sudah mengering. Terasa lengket dan membuat dirinya tidak nyaman, Liliu sampai melongo dibuatnya.


Dia bukan anak kecil yang tidak tahu artinya apa, dia malah terdiam dengan pikiran yang menerawang jauh. Sayangnya dia tetap saja dia tidak mengingat apa pun.


"Sepertinya aku harus cepat mandi, aku harus cepat pergi ke tempat Lucky," ujar Liliu.


Karena luka di kepalanya masih basah, Liliu mandi dengan begitu perlahan. Dia bahkan menggosok area intinya dengan sangat hati-hati, karena baru terkena air saja sudah sangat ngilu.


"Aduh! Apa dia mainnya sangat galak? Kenapa sampai sesakit ini?" tanya Liliu tanpa sadar.


(Kebalik, Sayang. Kamu yang mainnya galak loh, Emak Othor aja ampe anu.)


Setelah melakukan ritual mandinya, Liliu langsung memakai baju ganti yang sudah diberikan oleh sang ayah. Lalu, dia keluar dari dalam kamar mandi dan menghampiri tuan Leonard yang ternyata sudah duduk di atas sofa tunggu.


"Sudah selesai?" tanya Tuan Leonard seraya memperhatikan cara berjalan putrinya.


"Sudah, Dad,'' jawab Liliu seraya meringis menahan sakit.

__ADS_1


Melihat tingkah dari putrinya, tuan Leonard paham jika Lucky dan juga Liliu pasti sudah melakukannya. Kini, putrinya merasa kesakitan dengan apa yang sudah mereka berdua lakukan.


"Kamu kenapa, Sayang? Kenapa cara berjalannya aneh gitu?" tanya Tuan Leonard.


Liliu langsung memanyunkan bibirnya, dia merasa kesal dengan apa yang ditanyakan oleh ayahnya. Tuan Leonard langsung tertawa dibuatnya.


"Kita ke dokter dulu buat minta anti nyeri," ajak Tuan Leonard yang merasa kasihan saat melihat putrinya meringis menahan sakit.


"Hem!" ketus Liliu.


"Kamu tunggulah di mobil, biar Dad yang memintanya." Tuan Leonard meminta suster untuk menemani Liliu masuk ke dalam mobil.


Karena dirinya harus pergi ke ruangan dokter untuk meminta anti nyeri, tuan Leonard sangat paham Kenapa hal itu bisa terjadi kepada putrinya. Itu terjadi pasti karena mereka melakukannya sampai lupa waktu.


"Kalau sampai dia tidak tahu apa yang terjadi antara dirinya dengan Lucky, itu artinya putriku sangat bodoh." Tuan Leonard menghela napas berat sebelum dia masuk ke dalam ruang dokter.


Empat puluh menit kemudian.


Liliu dan juga tuan Leonard kini sudah sampai di depan apartemen Lucky, mereka berdua kebingungan karena tidak mengetahui kode password apartemen tersebut.


Kedua orang itu hanya terdiam seraya memandang angka-angka yang sangat sulit untuk mereka tebak, Liliu bahkan terlihat berdecak dengan sebal.


"Dad, bagaimana aku bisa masuk kalau aku tidak tahu kode password-nya?" tanya Liliu.


"Jangan gengsi dong, Sayang. Apa perlu Daddy telepon Lucky untuk menanyakan kode password-nya?" tanya Tuan Leonard.


"Jangan, Dad! Pokoknya aku tidak mau sampai dia tahu, kalau aku datang ke sini. Nanti dia pasti besar kepala," tolak Liliu.


Tuan Leonard hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh putrinya, apa salahnya Liliu dan juga Lucky berbicara berdua untuk memperjelas semuanya.


Apa salahnya Liliu menurunkan gengsinya dan menemui Lucky secara langsung agar dia tidak merasa penasaran, pikirnya.


"Terus, apa yang akan kamu lakukan sekarang? Mau berdiri terus di depan pintu apartemen suami kamu?" tanya Tuan Leonard.


"Daddy berisik! Kalau memang aku adalah istrinya, pasti dia menggunakan kode password-nya dengan--"


"Apa?" tanya Tuan Leonard penasaran.


Liliu tidak berbicara lagi, dia langsung menekan kode password-nya dengan hari ulang tahunnya. Ajaibnya pintu apartemen tersebut langsung terbuka dengan sempurna, Liliu sampai melongo tidak percaya dibuatnya.

__ADS_1


"Angka berapa yang kamu tekan?" tanya Tuan Leonard.


"Hari ulang tahunku," ucap Liliu dengan tidak percaya.


Tuan Leonard langsung tertawa dengan terbahak-bahak melihat reaksi dari putrinya, dia langsung mendorong pundak putrinya agar segera masuk ke dalam apartemen milik suami dari putrinya itu.


Liliu mengedarkan pandangannya saat berada di dalam apartemen tersebut, tetapi tidak ada barang yang dia kenal di sana.


"Katanya kami sudah menikah, kenapa tidak ada barang yang aku kenal sama sekali di dalam apartemen ini?" tanya Liliu.


"Mungkin barang-barang milik kamu ada di dalam kamar utama, coba dicek," saran Tuan Leonard.


Dengan perlahan Liliu melangkahkan kakinya menuju kamar utama, lalu dia mendorong pintu kamar utama tersebut dengan begitu perlahan.


Saat pintu kamar itu terbuka dengan sempurna, baik Liliu ataupun tuan Leonard langsung membulatkan matanya dengan sempurna. Kamar itu terlihat begitu berantakan seperti kapal pecah.


"Wow! Sepertinya Dad harus menunggu di luar," ucap Tuan Leonard saat melihat bra milik Liliu yang tersampir di atas lampu tidur.


Tuan Leonard langsung keluar dari dalam kamar tersebut, sedangkan Liliu menatap kamar tersebut dengan tatapan tidak percaya. Di sana terlihat begitu berantakan, baju miliknya tercecer di atas lantai.


Satu hal yang menjadi pusat perhatian dari wanita cantik itu, tempat tidur milik Lucky begitu berantakan dan di sana ada bercak darah berwarna merah. Liliu duduk di tepian tempat tidur, lalu mengusap bercak darah yang sudah mengering tersebut.


"Ya Tuhan! Jadi aku dan Lucky--"


Wajah Liliu terlihat tidak percaya, lalu dia mengedarkan pandangannya. Di salah satu bagian tembok kamar tersebut terdapat foto pernikahan mereka, wajah Liliu nampak berbinar, sedangkan wajah Lucky nampak malu-malu.


"Ya ampun!" keluh Liliu.


Liliu kembali mengedarkan pandangannya, Dia sedang mencari ponsel miliknya. Tidak lama kemudian, dia melihat tas mahal miliknya berada di atas meja. Liliu langsung mengambil tas tersebut, lalu dia memeriksa isinya.


"Ponselku," ucapnya lirih.


Liliu langsung membuka galeri ponselnya, karena jika dia sudah menikah dengan Lucky setidaknya banyak foto antara dirinya bersama dengan pria itu, pikirnya.


Wajah Liliu nampak memerah ketika melihat banyaknya foto kemesraan antara dirinya dan juga Lucky, Liliu bahkan sampai memejamkan matanya dengan kuat ketika melihat video yang mempertontonkan dirinya saat berada di atas tubuh pria itu dan mencium pria itu dengan begitu agresif.


"Ya Tuhan! Apakah benar itu aku?" tanya Liliu dengan tidak percaya.


Darahnya terasa berdesir, tubuhnya bahkan terasa meremang ketika dia kembali melihat video kebersamaan dirinya dengan Lucky. Pria itu nampak pasrah diperlakukan seperti apa pun oleh dirinya.

__ADS_1


Dia memang belum bisa mengingat seperti apa hubungan dirinya dengan Lucky, tetapi saat dia melihat video kemesraan dirinya dengan Lucky, dia seakan bisa merasakan sentuhan lembut dari pria itu


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Liliu dengan bingung.


__ADS_2