Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin
Bab 90


__ADS_3

Malam semakin larut, Leandra menarik selimut sampai sebatas dada karena dia merasa jika malam ini sangatlah dingin.


Namun, tidak lama kemudian dia merasa jika selimut yang dia pakai turun sampai sebatas pinggang. Tidak lama kemudian, dia merasa jika dadanya seperti diremat.


Bukan hanya itu, dia merasa jika kaca mata pelindung dadanya seakan terlepas. Entah siapa pelakunya dia tidak tahu.


"Emph!" erang Leandra yang merasa jika ujung dadanya seakan ada yang menyesap.


Dia bahkan membusungkan dadanya dan mulai menggeliatkan tubuhnya, Leandra bertingkah seperti cacing yang baru saja disiram air garam.


"Aduh!" keluh Leandra kala dia merasa ada sebuah tangan yang menelusup masuk ke dalam segitiga pengamannya dan mulai bermain dengan area intinya.


Semakin lama dia merasa jika tubuhnya seakan panas dingin, bahkan dia merasa jika miliknya kini sudah basah dengan hasrat yang mulai memuncak.


"Kakak!" pekik Leandra kala dia melihat Leonel yang sedang bermain dengan ujung dadanya.


Bahkan, Leandra bisa melihat jika tangan Leonel sedang bermain dengan area intinya. Leandra merasa kesal dengan apa yang diperbuat oleh suaminya itu.


Leonel nyengir kuda, pria itu merasa tidak bisa tidur saat Leandra tidak ada di dalam kamarnya. Maka dari itu dia memutuskan untuk mengambil kunci cadangan dan masuk dengan mengendap-endap.


Awalnya dia hanya ingin tidur seraya memeluk istrinya, tetapi dia malah tergoda dengan dada Leandra yang menyembul karena wanita itu tidur dalam posisi miring.


"Tidur sendirian sangat dingin, mana ujan lagi. Aku mau yang anget-anget," jawab Leonel.


Leandra beringsut seraya menutup dadanya yang terekspos, tentu saja itu bisa terjadi karena ulah dari suaminya.


Dia sangat takut jika Leonel akan meminta haknya kembali, dia sangat mengantuk. Dia tidak mau jika saat ini Leandra harus berpeluh dengan suaminya itu.


"Kakak nakal, Kakak ngga boleh tidur sama aku. Aku cape, lagian Kakak lagi dihukum. Jangan dekat-dekat, aku masih marah."


Hatinya masih merasa kesal kala dia menatap wajah Leonel, bayangan wajah Liliu yang begitu menginginkan Leonel begitu terbayang di matanya.


"Ayolah, Sayang. Aku tidak bisa tidur sendirian, setidaknya izinkan aku untuk tidur seraya memeluk kamu. Ngga apa-apa kalau kamu ngga mau itu," ucap Leonel mengiba.

__ADS_1


Daripada Leonel harus tidur sendirian, dia lebih memilih untuk tidur bersama dengan istrinya. Walaupun tidak diberikan haknya, yang terpenting dia bisa memeluk istrinya.


Leonel tidak bisa tidur dengan lelap, karena merasa sangat kedinginan. Jika hujan seperti ini dia merasa tersiksa, selimut tebal pun terasa tidak bisa menghangatkan tubuhnya.


"Ck! Oke! Hanya tidur bersama, berani menyentuh area sensitif aku, aku pastikan besok akan pulang ke kediaman Axton!" ancam Leandra.


Leonel tersenyum kecut seraya mengangguk-anggukkan kepalanya, tentu saja kali ini dia akan mematuhi apa yang diinginkan oleh istrinya.


Jika istrinya pergi dari rumah dan tidur di kediaman Axton, Leonel akan kesusahan untuk bisa bertemu dengan istrinya.


Namun, jika hanya berbeda kamar saja seperti saat ini, hal itu masih bisa Leonel akali. Akan tetapi, jika Leandra pulang ke kediaman Axton, dia kan kesusahan untuk menemui istrinya.


Terlebih lagi jika tuan Lincoln tahu, pasti dia akan mendapatkan banyak pertanyaan dari mertuanya tersebut.


"Iya, iya. Hanya tidur bersama," ucap Leonel dengan senang.


"Awa kalau berani macan-macam!" seru Leandra.


"Tidak akan," jelas Leonel dengan bersungguh-sungguh.


Berbeda dengan Leonel, pria itu begitu nyaman karena bisa tidur seraya memeluk istrinya dan mengecupi puncak kepala istrinya dari belakang.


Di lain tempat.


Liliu sedang mengamuk, semua barang-barang yang ada di dalam kamarnya dia lemparkan secara sembarang.


Dia merasa kesal karena Leonel meninggalkan dirinya begitu saja, bahkan pria itu ternyata sudah menikah dan sangat ketakutan dengan istrinya.


Padahal, saat Liliu perhatikan, istri dari Leonel itu tidaklah cantik sama sekali. Menurutnya, istri dari Leonel itu seperti anak-anak, tidak menarik sama sekali.


Bahkan, dalam berpakaian pun istri dari Leonel itu berpenampilan biasa saja. Tidak seksi seperti dia, selalu menggunakan dress di atas lutut dengan belahan dada rendah.


"Sialan! Dasar pria tidak peka, tidak bisakah dia memandangku sebagai wanita yang bisa bersanding dengannya?" tanya Liliu dengan kesal.

__ADS_1


Amarahnya benar-benar memuncak, dia merasa tidak dihargai oleh Leonel. Walaupun dia menyadari jika dia sudah salah memilih Resto untuk mereka makan malam bersama.


"Sudahlah, Sayang. Hentikan! Nanti tangan kamu bisa terluka," ucap Tuan Leonard ketika dia melihat Liliu yang hendak memukulkan tangannya pada cermin yang berada di hadapannya.


"Biarkan saja tanganku terluka, Daddy. Itu tidak seberapa sakitnya dibandingkan dengan rasa sakit di hatiku!" teriak Liliu.


Selama ini gadis itu begitu menyukai Leonel, dia bahkan sengaja meminta ayahnya untuk mengatur pertemuannya dengan Leonel.


Sayangnya, bukannya kebahagiaan yang dia dapatkan. Akan tetapi, malah rasa kesal yang luar biasa yang dia dapatkan saat ini.


"Jangan, Sayang. Kalau kamu terluka, kamu akan lebih sulit untuk mendapatkan Leonel. Kamu harus bangkit, nanti kita pikirkan lagi caranya agar kamu bisa bersatu dengan Leonel," hibur Tuan Leonard.


Satu cara tidak berhasil, tidak perlu bersedih hati. Karena menurutnya, dia pasti bisa menyusun rencana untuk memikat hati Leonel agar mau menikahi putrinya.


"Tapi, Daddy. Dia sudah mempunyai istri, aku sangat kesal. Jika seperti itu, akan terasa sulit untuk aku mendapatkan dia, Dad!" kesal Liliu.


Tuan Leonard tersenyum, kemudian dia berusaha untuk menenangkan hati putrinya. Dia mengusap-usap punggung putrinya dengan lembut, lalu dia berkata.


"Daddy sudah mengecek status pernikahan Leonel, mereka baru menikah secara agama saja. Karena usia istrinya baru delapan belas tahun, masih ada kesempatan untuk kamu bisa menghancurkan rumah tangga mereka. Anak kecil seperti itu masih bisa kita hasut," jelas Tuan Leonard.


Liliu yang sedang marah-marah tiba-tiba saja tersenyum, lalu dia memeluk ayahnya dengan begitu erat. Dia benar-benar merasa senang dengan ide yang dilontarkan oleh ayahnya tersebut.


"Thanks, Daddy. Daddy selalu mengerti apa yang aku mau, kita harus menyusun rencana baru agar Leonel bisa menjadi suamiku," ucap Liliu.


"Iya, Sayang. Daddy janji, besok kita akan atur ulang semuanya. Kita akan melakukan apa pun agar Leonel bisa menjadi milik kamu," ucap Tuan Leonard.


Leonel adalah pria muda yang kaya raya, bahkan perusahaan milik Leonel merupakan salah satu perusahaan terbesar di tanah air.


Tentu saja tuan Leonard tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, jika Leonel menikah dengan putrinya, itu artinya kekayaannya akan begitu melimpah.


Dia tidak akan takut untuk meninggalkan putrinya, jika suatu saat nanti Tuhan memanggilnya.


"Terima kasih, Dad," ucap Liliu seraya melerai pelukannya.

__ADS_1


Liliu menatap wajah ayahnya yang selalu saja bisa membuat dirinya bahagia, pria paruh baya yang selalu berusaha untuk menuruti keinginannya.


"Sama-sama, Sayang. Besok Dad akan--"


__ADS_2