I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 100. Frans mau diapakan?


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Theo dan Peter bergidik ngeri, seketika udara dingin menusuk dalam tulang mereka manakala mereka melihat kedua tuan mereka berada dalam emosi yang tinggi.


Siapa juga yang tidak akan terbakar melihat gadis yang mereka cintai berpelukan dengan pria lain dengan mesranya didepan mata mereka.


"Sepertinya aku mencium bau gosong," bisik Theo pada Peter.


"Sependapat!" dalam hal seperti ini terkadang Theo dan Peter akrab, tapi kadang juga mereka selalu berselisih paham. Ya seperti masalah antri kamar mandi tadi.


Perdebatan dan perselisihan mereka tidak sampai saling membunuh, hanya sebagai perkelahian kecil saja.


"Apakah akan terjadi pertumpahan darah?" gumam Doris sambil mengigit kuku jarinya dengan gelisah melihat Javier dan Asteorope mendengus kesal, menatap tajam pada Ariana dan Frans.


"Theo, mana belatiku!" ujar Javier pada Theo dengan tegas. Sepulang dari kantor polisi, Theo lah yang menyimpan belatinya.


"Peter, mana pedangku?!" seru Asteorope pada Peter. Sama seperti halnya dengan Javier, Asteorope juga marah sangat marah.


Jadi ini si brengsek Frans yang pernah mengkhianati Ariana? Yang selalu disebut-sebut dalam tidurnya?

__ADS_1


Asteorope ingat benar bahwa Ariana pernah menyebut nama Frans didalam tidurnya dan mengutuk pria itu. Melihatnya secara langsung, Asteorope memandang rendah Frans.


Baginya Frans tidak lebih dari seorang pria cungkring, tidak tampan dan pecicilan. Asteorope jadi heran, mengapa Ariana bisa jatuh cinta pada pria seperti ini?


"Yang Mulia (Tuan) tenanglah!" Theo dan Peter kembali kompak dalam hal ini. Sebab mereka satu hati dan sependapat, bila Javier dan Asteorope sudah memegang senjata mereka. Maka habislah pria bernama Frans itu.


"Berikan SAJA!" ujar Asteorope dan Javier bersamaan pada kedua bawahan mereka.


Theo dan Peter tak punya pilihan lain selain patuh pada perintah. Mereka bergegas mengambil belati dan pedang yang disimpan didalam rumah dibawah ranjang.


Beberapa detik kemudian, Theo dan Peter sudah membawakan pedang dan belati pesanan dari Tuan mereka.


"Ini tuan!"


"Oke, mulai!" Asteorope dan Javier saling menatap, mereka sama-sama tersenyum kemudian berjalan mendekat pada Ariana dan Frans yang sudah tidak berpelukan lagi.


"Kyaakk!!" Ariana terkejut manakala Asteorope memeluk tubuhnya dari belakang, lalu dia mengarahkan pedang ke leher Frans.


"Ariana, pergilah ke belakang!" titah Asteorope seraya mendorong Ariana ke belakang dan tidak boleh menganggu urusan pria.

__ADS_1


Javier juga sudah bersiap dengan belati andalannya, belati yang dia gunakan untuk membunuh ratusan orang. Terlihat kecil, tapi tajam dan bisa mengoyak daging daging manusia dengan belati kecil itu.


Frans terkejut bukan main, ketika ada dua pria aneh yang mengancamnya. Javier dibelakang Frans menodong lehernya dengan belati. Wajahnya yang dingin dan mata tajam bak psikopat kembali muncul pada Javier.


"Si-siapa kalian hah? Beraninya kalian mengancamku? Aku akan melaporkan kalian ke kantor polisi!"


Siapa orang-orang ini? Apakah pedang yang panjang itu sungguhan?


Frans terfokus pada perang yang sedang di pegang oleh Asteorope untuk mengancamnya.Panjang dan sepertinya tajam.


"Kau! Beraninya kau memeluk wanitaku? Dasar pria tidak sopan!" ketus Asteorope dengan atensi yang begitu tajam pada Frans.


"Lihat bagaimana kami akan menghukumu!" tegas Javier sambil menekankan belatinya pada leher Frans dan membuat lehernya tergores.


"Kalian sudah gila!" teriak Frans bingung dan marah. Ia pun mencoba bergerak, namun Asteorope dan Javier mengunci Frans agar dia tidak bisa lari kemana-mana.


Tubuh Frans bergetar hebat, kemudian terlihat cairan berwarna kuning menetes dari tubuhnya.


...*****...

__ADS_1


Hai Readers besok lagi ya🙈 author ngantuk hehe


__ADS_2