
...🍀🍀🍀...
Kedua raja dari negeri yang besar itu sedang mengobrol dengan akrab, sementara disisi lain Roselia sedang duduk bersama putri Viona, ratu dan juga Michael.
"Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak datang kemari dan beristirahat saja di kamar! Kau tidak patuh padaku, ataupun pada kata-kata tabib." tegur Michael dengan mata membulat melihat Roselia berada disana.
"Putra mahkota sudahlah! Jangan menegur istrimu seperti itu, justru baguslah kalau dia datang kemari dan melaksanakan tugasnya sebagai Putri mahkota. Dia tetap profesional dan menjalankan tugas meskipun sedang sakit." kata Ratu begitu retoris pada Roselia, dengan tatapan mata tajam kepadanya.
Kenapa putra mahkota lebih peduli padanya dibandingkan denganku ibunya sendiri?
Entah ini pujian atau bukan, Roselia hanya menanggapinya dengan senyuman tipis.
"Lalu kau? Kenapa kau ada disini?" tanya Ratu begitu ketus pada anak tirinya. Alisnya selalu terangkat saat dia berbicara dengan Viona ataupun melihat gadis itu disekitarnya. Ratu sangat tidak suka pada Viona. Lagipula siapa yang akan menyukai anak hasil perselingkuhan suaminya?
Itulah sebabnya Viona diasingkan ke istana dingin sedari kecil dan tidak pernah dianggap oleh siapapun juga di istana itu.
"Yang mulia Ratu, kenapa anda bertanya seperti itu kepada putri Viona?"
Pandangan tajam langsung tertuju pada Roselia yang berani bicara dengan Ratu Mirabella. Apalagi tentang Viona, anak haram menjijikkan yang terlahir dari benih pelayan.
"Kenapa? Hah! Aku akan memaklumimu karena kau adalah orang baru di istana ini, mungkin kau tidak tahu...bahwa anak haram seperti dirinya yang memiliki darah rendahan tidak pantas satu meja bersama anggota keluarga kerajaan."
Tiba-tiba saja Roselia tertawa jenaka. "Hahaha..."
Michael, Viona dan Ratu menatapnya dengan bingung. Apakah ada yang lucu disana dan membuat Roselia tertawa?
"Kau sangat tidak sopan putri mahkota, bagaimana bisa kau tertawa di dalam keadaan seperti ini?"
"Lalu apa saya harus menanggapi ucapan Baginda ratu dengan serius? Saya tertawa karena memang disini ada yang lucu, sangat lucu!" ketus gadis itu sambil tersenyum menyeringai dan menatap Ratu dengan berani.
Sudah lama aku tidak berdebat, terakhir kali aku berdebat saat aku duduk di bangku kuliah. Melihat si Ratu menyebalkan ini, aku jadi ingin bicara walau keadaan tubuhku masih lemah.
Roselia alias Ariana pernah duduk di bangku kuliah jurusan hukum, dia adalah mahasiswi paling aktif dalam kelas debat dan selalu mendapatkan nilai sempurna. Jangan tanyakan lagi bagaimana kehebatan Ariana dalam berdebat, bahkan semua dosen pun kalah olehnya. Pujian demi pujian saat itu banjir padanya, namun pujian tidak membuatnya sombong. Malah dia tetap rendah hati.
__ADS_1
"Apa yang lucu?" tanya Ratu sambil mengepalkan kedua tangannya dengan gemas. Belum apa-apa wanita itu sudah menatap Roselia dengan begitu tajam.
"Lucu sekali karena yang mulia Ratu mengatakan bahwa putri Viona yang notabenenya adalah keturunan raja, memiliki darah rendahan."
"Heh! Itu kan memang benar. Dia memang memiliki darah rendahan!" sekali lagi rayu menghina Viona.
"Darah yang anda sebut rendahan itu juga mengalir darah Baginda Raja, sepertinya yang mulia Ratu lupa akan hal itu. Jadi saya ingatkan." ucap Roselia sambil tersenyum manis dan tetap tenang. Sementara Viona terlihat gemetar, dia ketakutan dan Roselia memegang tangannya seraya menenangkan Roselia.
Michael hanya tersenyum melihat aksi tunangannya itu. Dia sudah tau bahwa Roselia tak perlu bantuannya untuk menghadapi ibunya. Urusan perdebatan adalah urusan wanita, Michael hanya menonton saja. Tapi kalau sudah ada tindakan berlebihan dan ada kekerasan barulah Michael bertindak.
"Beraninya kau mengatakan semua ini kepadaku! Kau sadarkan telah membela anak haram ini!" Ratu melotot pada menantunya itu dan Roselia tersenyum santai, tangannya masih memegang erat tangan Viona.
"Anak haram? Darah RENDAHAN? Yang mulia bukankah saya sudah mengatakan pada anda bahwa putri Viona memiliki darah sang Raja, darah biru. Walaupun mendiang ibunya seorang pelayan, anak raja tetaplah anak raja! Oh--atau saya tanyakan saja pada Baginda raja, tentang semua ini?"
"A-apa maksudmu?" tanya Ratu dengan suara yang meninggi.
"Saya akan mengatakan tentang yang mulia Ratu, yang menyangkal keturunan Baginda Raja. Kira-kira apa yang akan Baginda raja katakan ya?" tanya Roselia tajam.
Wanita ini selalu saja jahat pada putri Viona, kau lihat saja nanti. Anak yang selalu kau hina akan menjadi orang yang akan menghancurkan istana ini.
Ratu Mirabella sangat kesal dan tidak bisa menahan amarahnya lagi. Ia mendengus kesal karena kata-kata Roselia.
"Putri mahkota! Beraninya KAU!" teriak Ratu pada Roselia dengan marah.
Hah! Jadi cuma segini saja kemampuanmu berbicara? Benar-benar payah, padahal aku baru mulai dan dia sudah emosi.
Teriakan itu terdengar oleh Raja dan Asteorope yang sedang mengobrol tak jauh dari sana. Kening Asteorope berkerut, dia tidak senang kekasihnya dibentak seperti itu.
"Sepertinya sedang ada masalah internal di dalam keluarga anda Baginda Raja Alfonso." ucap Asteorope sambil tersenyum sinis.
Berani sekali dia membentak kekasihku. Apa dia selalu begitu pada Jachan? Benar-benar menyebalkan!
Raja Alfonso terlihat menahan kesalnya karena Ratu berteriak seperti itu, membuat pembicaraannya dan Asteorope terganggu.
__ADS_1
"Saya penasaran dengan apa yang terjadi, mari lihat yang mulia Raja!" ajak Asteorope lalu beranjak dari tempat duduknya.
Alfonso dan Asteorope menghampiri meja yang diduduki oleh Ratu, putri Viona dan Michael. Semua orang segera memberi hormat pada Asteorope dan Raja Alfonso dengan sopan.
"Ada keributan apa ini ratu? Sampai suaranya terdengar sampai kesana!" tegur Raja pada istrinya.
"Ma-maafkan saya Baginda,"
Didepan Raja, ratu sangatlah lemah dan nyalinya menjadi ciut. Itulah yang membuat Michael sangat tidak suka ibunya, dia selalu melakukan apapun demi cinta. Dan itulah yang membuat Michael menutup hari dari cinta yang bisa membuatnya buta. Tapi sekarang pikiran Michael tentang cinta mulai berubah karena Roselia.
Akhirnya sang ratu pun pergi dari sana. Tiba-tiba saat saat berdiri, tubuh Roselia oleng. Dengan sigap Michael memeganginya, seketika mata As pun tampak kesal.
"Kau tidak apa-apa?"
"Saya tidak apa-apa yang mulia,"
"Aku kan sudah bilang kau sebaiknya beristirahat saja. Ayo kuantar ke kamarmu!"
"Tidak usah! Aku pergi dengan Doris saja!" seru Roselia sambil menjauhkan dirinya dari dekapan Michael. Dia menyadari tatapan Asteorope begitu tajam padanya.
"Maafkan saya Raja Asteorope, putri mahkota kerajaan kami sedang kurang sehat." kata Raja Alfonso pada Asteorope.
"Tidak apa-apa yang mulia Raja, lebih baik tuan putri segera beristirahat saja di kamarnya. Lalu kita harus membicarakan masalah barter negoisasinya!" ujar Asteorope tegas.
"Ya yang mulia, anda benar."
Setelah melihat Roselia pergi bersama Viona ,Doris dan Stella. Asteorope, Michael dan Raja Alfonso pergi ke salah satu ruangan khusus pembicaraan penting di istana itu dan entah apa yang akan mereka bicarakan.
Di dalam perjalanan menuju ke kamar Roselia, empat wanita itu melihat Javier berada disana bersama Pierre. Seperti biasa Javier selalu memasang tampang ramahnya.
"Salam yang mulia putri mahkota, yang mulia putri pertama." sapa Javier pada kedua wanita berstatus lebih tinggi darinya itu.
Roselia menatap curiga pada Javier.
__ADS_1
...*****...