
...🍁🍁🍁...
Beberapa saat yang lalu...
Tiba-tiba saja Pierre datang berlari menghampiri dua pria itu dengan nafas terengah-engah. Wajahnya terlihat panik dan tanpa sadar dia sudah bersikap tidak sopan di depan kedua pria berkedudukan tinggi itu.
"Maafkan saya yang mulia...maafkan saya!" kata Pierre memohon maaf pada kedua pria itu. Asteorope memandangnya dengan kening berkerut.
"Ada apa Pierre?" Tanya Michael tanpa rasa marah pada orang kepercayaannya itu, sebab ia tau pasti ada yang membuatnya begitu panik dan pasti itu adalah hal penting.
"Yang mulia...putri mahkota, terjadi sesuatu pada Putri mahkota!" Kata Pierre dengan suara yang cepat.
"Apa yang terjadi? Katakan yang jelas!!" teriak Michael tak sabar.
"Yang mulia...putri mahkota....jatuh pingsan."
Michael dan Asteorope langsung berlari dengan panik begitu mendengar Roselia jatuh pingsan. Bahkan Asteorope lari lebih dulu daripada Michael yang notabenenya adalah tunangan Roselia.
Mengapa yang mulia Raja Albarca terlihat panik seperti itu mendengar si wanita monyet jatuh pingsan? Kenapa aku merasa ada yang ganjal di sini?
Michael berusaha menyingkirkan rasa janggalnya itu pada Asteorope, saat ini pikirannya hanya tertuju kepada Roselia yang katanya jatuh pingsan. Sungguh Michael benar-benar mencemaskan wanita itu, meskipun hubungan mereka hanyalah hitam di atas putih, tapi perasaannya pada Roselia itu nyata.
Walaupun dia belum yakin perasaan ini adalah cinta, tapi dia perlahan mulai merasakan perasaan yang lain di dalam hatinya. Hanya saja perasaan itu belum terungkap jelas.
Kini kedua pria berstatus tinggi itu telah sampai di depan kamar Putri mahkota di istana Dahlia. Ditemani Pierre dan juga Peter yang notabennya adalah orang kepercayaan dari Asteorope dan juga Michael.
__ADS_1
Sadar akan statusnya yang adalah tamu di kerajaan tersebut, akhirnya Asteorope memutuskan untuk berdiam diri dulu di depan kamar dan tidak masuk ke dalamnya.
Astaga! Apa yang aku lakukan? Jika aku masuk ke dalam sana dan melihat keadaan Kekasihku, maka semuanya akan ketahuan dan rencanaku akan gagal. Lebih baik aku berdiam diri di sini dan menyadari statusku sebagai tamu. Baru saja perdamaian antara dua kerajaan terjadi, aku tidak ingin mengingkari janjiku kepadanya. Apalagi sampai membuat masalah dengannya.
"Yang mulia, maafkan saya karena saya harus masuk ke dalam dan tidak bisa membantu yang mulia ke istana anda. Saya harus melihat kondisi tunangan saya. Bisakah Anda pergi bersama dengan orang kepercayaan saya?" tawar Michael pada Asteorope. Tadinya dia memang akan mengantar pria itu ke tempat peristirahatannya, akan tetapi dia tidak bisa jika tidak melihat kondisi Roselia terlebih dahulu.
Asteorope terdiam sejenak, ia menatap Michael dengan tatapan dingin. Jangan tanyakan lagi bagaimana perasaannya saat ini. Melihat pria lain mencemaskan kekasihnya, tentu hatinya bergemuruh dan terbakar oleh api yang bernama cemburu. Asteorope tidak suka akan hal itu. Tidak suka jika ada pria lain yang menjadi saingannya, apalagi saingannya adalah seorang putra mahkota calon penerus tahta kerajaan, yang memiliki status setara dengannya.
"Yang mulia Raja?" panggil Michael saat menyadari bahwa pria itu sedari tadi diam saja dan hanya menatapnya dengan dingin.
"Iya, baiklah aku akan pergi ke tempat peristirahatanku bersama dengan sekretarismu." sahut Asteorope dengan wajah datar dan dingin. Tidak seperti tadi yang mengobrol santai bersama Michael.
Michael lalu menoleh ke arah Pierre dan memerintahkan orang kepercayaannya itu untuk mengantar Asteorope ke istananya. Pierre pun patuh, dia lalu mengantar Raja Albarca itu ke tempat peristirahatannya.
*****
"Sialan! Apa dia punya roh penjaga?" gerutu Javier saat melihat tangannya yang melepuh karena gelang giok milik Roselia yang tak sengaja ia sentuh. "Haha...sial! Aku jadi semakin ingin mengganggunya," ucap pria itu dengan senyuman menyeringai di bibirnya.
*****
Tabib sudah memeriksa kondisi Roselia mengatakan bahwa keadaan wanita itu baik-baik saja. Akan tetapi ada luka memar cekikan dan juga luka di pergelangan tangannya.
Segera setelah Roselia siuman, malam itu Michael berencana untuk mengintrogasinya. Namun sebelum itu Michael merawat Roselia terlebih dahulu.
"Kau sudah sadar?" sambut Michael dengan wajah yang penuh kelegaan melihat Roselia telah siuman. Dia membantu Roselia untuk duduk bersandar di headboard ranjang.
__ADS_1
Astaga! Syukurlah ternyata aku masih hidup, tapi wanita cantik itu siapa? Siapa yang sudah membantuku itu? Ah... siapapun dia aku sangat berterima kasih karena dia telah menolongku di saat terakhir. Apalah diriku...apalah Roselia yang tidak punya kekuatan sihir. Jika aku Stella, aku pasti punya kekuatan!
Sungguh, Roselia merasa bersyukur karena dia masih diberikan kehidupan. Dia belum kaya, belum bebas, belum membahagiakan hidup Roselia bagaimana mungkin dia mati begitu saja?
Kemudian Roselia menoleh ke arah Michael, pria yang memiliki rambut merah itu tampak sedang menuangkan air dari dalam teko ke dalam gelas kosong.
Tunggu! Kenapa setiap aku sedang sakit dia selalu berada di sini? Apa dia tidak ada kerjaan lain? Jangan-jangan firasat ku benar, dia telah jatuh cinta padaku? Tidak! Ini tidak boleh terjadi!
"Kenapa kau menggeleng-gelengkan kepalamu seperti itu? Apa kau sakit kepala?" tanya Michael yang keheranan melihat Roselia geleng-geleng kepala.
Meski nada suaranya ketus, tapi terlihat bahwa Michael peduli kepadanya. Dia bahkan menyodorkan segelas air dan juga menyerahkan obat untuk gadis itu.
"Aku baik-baik saja." ucap Roselia sambil meneguk minuman dan obat herbal itu. Roselia sedikit meringis karena pahit. "Hem..pahit."
"Sekarang.... katakan padaku. Siapa pelakunya?"
Deg!
Roselia tercekat mendengar nada suara Michael yang pelan dan terasa dingin. "Hem..."
...****...
Hai Readers...jangan lupa mampir ke karya kece badai ARANDIAH ya ..😉😉
keren banget ceritanya loh
__ADS_1