
...🍀🍀🍀...
Buliran hangat mengalir deras membasahi wajah pria paruh baya yang dulunya berstatus sebagai penyihir agung itu. Dia menatap kedua foto di dalam kalung tersebut dengan tatapan penuh kerinduan dan kesedihan bercampur menjadi satu.
Tubuhnya jatuh terduduk ke atas lantai kayu di rumah itu. Asteorope terheran-heran melihat Cain menangis.
"Tuan Cain, apa yang terjadi pada Anda?" Asteorope memegang kedua tangan pria itu dan pembantunya untuk duduk di atas sofa.
"Yang Mulia Raja, tolong katakan pada saya siapa pemilik kalung ini?" tanya Cain pada penguasa Albarca itu.
"Kalung ini milik kekasih saya," jawab Asteorope seraya menatap pria paruh baya yang masih terlihat panik.
Mereka berdua pun akhirnya duduk di atas sofa ditemani dua cangkir teh untuk menenangkan diri. Terutama Cain yang masih terisak saat melihat kalung itu.
"Ada apa ini sebenarnya tuan Cain? Mengapa anda begitu sedih melihat foto di kalung ini? Apa anda mengenal Ariana dan ibunya?" tanya Asteorope penasaran.
"Kau juga kenal Ariana? Kau kenal putriku?"
"Ya dia sebenarnya adalah Ariana tapi dia adalah Roselia dan dari adalah kekasihku, uhm... bagaimana menjelaskannya ya?" Asteorope menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal dia bingung bagaimana menjelaskan kepada Cain tentang Roselia yang sebenarnya adalah Ariana. "Hem... sebenarnya Roselia mengatakan padaku bahwa dia adalah Ariana yang berasal dari dunia modern, ya intinya begitu." ucap Raja Albarca itu memperjelasnya.
"Ariana adalah Roselia? Maksudmu... jiwa Ariana berada di dalam tubuh Roselia?" tanya Cain menebak dengan apa yang baru saja dijelaskan oleh Raja Albarca itu.
"Iya, begitulah dan hal ini juga yang ingin aku tanyakan padamu. Sebenarnya aku sedikit ragu dengan apa yang dikatakan olehnya, sebab semuanya terasa tidak masuk akal. Dia berasal dari dunia lain dan memasuki tubuh Roselia, apa menurut Tuan itu masuk akal?" tanya Asteorope bingung.
"Itu memang tidak masuk akal dan di luar nalar, tapi jika itu benar...maka Ariana anakku masih hidup meski didalam tubuh orang lain!" gumam Cain sambil tersenyum tipis memandang foto di dalam kalung tersebut.
"Ariana adalah putri Tuan Cain? Apa maksudnya?" tanya Asteorope tidak mengerti dengan semua ini.
Cain pun menunjukkan bingkai foto keluarganya pada Asteorope, pria itu langsung terkejut melihatnya. Foto kedua wanita di dalam foto itu sama dengan foto di dalam kalung milik Roselia.
Kemudian Cain pun menceritakan sebuah kisah tentang bagaimana dia kehilangan anak dan istrinya pada Asteorope. Kisah yang tidak pernah diceritakan sampai sedetail ini.
Kisah cinta yang berasal dari dunia yang berbeda, Anika dan Cain.
__ADS_1
#Flashback
19 tahun yang lalu...
Disebuah desa kecil di negeri Albarca, Cain masihlah seorang murid dari seorang penyihir putih. Dia adalah anak berbakat dan di prediksi akan menjadi penyihir agung. Suatu hari Cain membuka sebuah buku terlarang yang berkaitan dengan sihir dunia lain.
Cain tidak tahu bahwa dia bermain dengan buku terlarang dan dia pun menimbulkan masalah besar. Cain tersedot ke dalam buku terlarang itu yang membawanya ke dunia lain.
Wush~~
Cain terlempar ke sebuah kamar asing dan sempit, dengan furniture aneh menurutnya. Dia melihat seorang gadis cantik berambut hitam sedang tertidur pulas di lantai dingin tanpa selimut.
"I-ini dimana? Dan siapa gadis ini?" gumam Cain kebingungan dengan keadaan disekitarnya. Dia mendekati gadis cantik itu dengan hati-hati. "Dia sangat cantik, tapi kenapa dia tidur di lantai yang dingin ini? Kasihan sekali..." gumam Cain merasa iba pada gadis cantik itu, dia melihat tidak ada kamar disana maupun ranjang.
Akhirnya Cain menggunakan sihirnya lalu membuat sebuah awan lembut seperti bulu dan dia memindahkan gadis itu ke atas awan lembut itu. Tak lupa Cain juga menyelimuti tubuh sang gadis dengan selimut dengan sihirnya.
"Eungh--" Anika menggeliat, dia mengeram merasakan ada sesuatu yang hangat di dalam sana.
"Bagaimana ini? Sepertinya dia bangun!" gumam Cain kebingungan. Tidak tahu harus berbuat apa akhirnya Cain bersembunyi di sebuah lemari yang ada di ruangan itu.
Tiba-tiba saja pintu rumah yang sempit itu terbuka lebar, saat seseorang membukanya dengan kasar.
"Anika!" teriak seorang pria paruh baya sambil membawa botol minuman di tangannya.
Anika langsung bangun saat mendengar suara ayahnya. Dia kaget ketika mendapati dirinya berada di atas kasur empuk seperti awan dan ada selimut tebal ditubuhnya. Darimana semua itu?
"A-ayah...ayah minum-minum lagi?" tanya gadis itu dengan raut wajah kecewa. "Aku bekerja siang dan malam hanya untuk membuat ayah minum minuman itu?" Anika menatap ayahnya dengan tajam.
"Anika, dengarkan ayah...besok kau akan menikah dengan bos Ayah, jadi kau tidak perlu bersusah payah untuk bekerja lagi! Hidupmu akan terjamin," pria paruh baya itu menepuk-nepuk pundak putrinya.
"Aku tidak mau ayah, aku tidak mau menikah dengan pria bangkotan tua itu! Aku tidak mau ayah!" seru Anika menolak tegas keinginan ayahnya yang ingin menikahkan dirinya dengan bosnya yang sudah tua.
Ayah Anika menjambak rambut Anika dengan kasar, hingga gadis itu kesakitan. "Aahhh...sakit, ayah..."
__ADS_1
"Hey ANIKA! Kau harus sedikit berguna, ini juga demi kebaikanmu. Kalau kau menikah dengan tuan Roberto, hidupmu dan juga hidupku akan terjamin!"
"Tidak Ayah! Aku tidak mau menikah dengan pria tua itu, aku ingin menikah tapi dengan pria yang aku cintai!" teriak Anika melawan.
"Arggggh...dasar anak kurang ajar!" teriak ayah Anika lalu mendorong gadis itu hingga tubuh mungilnya jatuh ke lantai.
Cain gemas dan kesal melihat ayah Anika memperlakukan Anika dengan kasar. Lalu dia pun menggerakkan jarinya dan menggunakan sihir untuk membuat ayah Anika tidak menganggu Anika lagi.
Ayah Anika tidak bisa bicara dan tidak bisa bergerak seperti patung. Anika terkejut melihat ayahnya yang tiba-tiba seperti itu.
"A-ayah..." lirih Anika melihat ayahnya.
Ceklet!
Cain pun menunjukkan dirinya dari dalam lemari. Anika terperangah melihat sosok pria tampan dengan memakai baju serba putih ada di depannya.
Anika takjub melihat ketampanan pria didepannya bak dewa Yunani itu. Dengan matanya yang berwarna biru sedalam birunya lautan itu. Sungguh mempesona!
Woah...tampan sekali pria ini. Bajunya sangat aneh seperti pria yang bermain opera.
"Maaf, aku yang telah melakukannya... kau tenang saja ayahmu akan kembali seperti semula dalam waktu 2 jam." ucap Cain.
"Ka-kau siapa? Kenapa kau bisa ada di rumahku?"
Setelah sempat kagum melihat ketampanan Cain, akhirnya Anika sadar bahwa kebenaran pria itu begitu tiba-tiba di rumahnya.
"Bangunlah dulu, kau terluka...lukamu harus diobati." Cain tersenyum ramah lalu mengulurkan tangannya kepada Anika.
"Kau SIAPA?" tanya Anika seraya menata pria itu dengan atensi yang begitu tajam dan ia bahkan tidak mau membalas uluran tangan pria itu.
"Rainer Caine Alvra, itulah namaku."
Anika tertegun sejenak saat mendengar nama Cain.
__ADS_1
...****...