I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 38. Novel cinta


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Roselia kebingungan ketika Asteorope tiba pergi begitu saja meninggalkannya dan memintanya untuk berhati-hati. Dia tidak tahu bahwa ada bahaya yang sedang mengintainya.


Sementara itu, Asteorope mengejar pria yang sempat mengawas Roselia di depan jendela kamarnya. Dengan gerakan lihai dan cepat, Asteorope berhasil menangkap pria berpakaian hitam-hitam itu lumayan jauh jaraknya dari istana kerajaan Gamarcus.


"Hey! Siapa kau? Kenapa kau berada di depan kamar putri mahkota?!"


Sebelum pria berpakaian serba hitam itu menoleh ke arah Asteorope, tiba-tiba saja pria itu menghilang dan berubah menjadi asap. Asteorope terkejut melihatnya.


"Bayangan sihir." gumam Asteorope sambil meremass tangannya dengan kuat.


"Siapa orang yang sudah menggunakan bayangan sihir hitam? Astaga...siapa yang ingin mencelakaimu, Rose?" gumam Asteorope resah.


****


Sementara itu di istana putra mahkota, Michael juga belum tertidur. Dia sedang membaca buku sambil duduk di sofa ditemani secangkir teh hangat.


Dia tidak bisa tidur setelah tadi siang pergi berjalan-jalan bersama Roselia ke taman labirin. Michael sangat senang karena dia bisa pergi berjalan-jalan bersama tunangannya itu, tunangan kontraknya. Melihat tingkah lucunya dan tingkah barbarnya, membuat Michael tertarik.


"Meksipun dia aneh dan bodoh, entah kenapa hal itu malah membuatku merasa senang. Astaga... apa yang aku pikirkan? Apa aku tertarik padanya? Tidak... ini hanya perasaan...perasaan apa ya?"


Mendadak Michael merasa menjadi seperti orang bodoh karena tingkah Roselia yang unik itu. Dia berbeda dengan para Nona bangsawan lainnya yang selalu menjaga image, Roselia itu bebas dan tidak terikat dengan apapun meski ada tali yang mengekangnya di istana.


Terkadang, Michael merasa kasihan karena Roselia harus terkurung di istana selama 1 bulan. Tapi entah kenapa dia senang karena Roselia berada di dekatnya.


"Haaahh....besok aku harus mengajaknya jalan-jalan keluar dari istana, mungkin dia akan senang." ucap Michael sambil tersenyum.


Michael melihat buku novel cinta di atas meja, tiba-tiba dia teringat dengan Roselia yang pernah mengatakan bahwa dia sangat menyukai dengan novel cinta. "Oh ya, si wanita monyet itu pernah mengatakan padaku kalau dia suka dengan novel percintaan. Tadi aku sudah meminta Pierre untuk membawakan novel cinta itu, tapi aku lupa untuk memberikan novel ini padanya. Lebih baik aku pergi mengantarnya sendiri," gumam Michael lalu mengambil novel cinta itu, kemudian dia keluar dari kamarnya.


Michael berjalan sendirian di lorong, namun ketika berada di lorong dekat kamar putri mahkota. Michael melihat pemandangan tidak biasa yang membuat matanya tercekat. Dia melihat Stella sedang diganggu oleh beberapa pengawal yang sedang bertugas di sana.


Stella memakai pakaian tipis yang bisa mengundang gairah pria yang melihatnya. Stella seperti sengaja menggoda mereka.

__ADS_1


"Lepaskan aku tuan...saya mohon, saya harus pergi ke istana putri mahkota." ucap Stella.


Bagus, putra mahkota ternyata berjalan ke arah sini.


"Ayolah nona! Katanya kau mau bermain bersama kami!" seorang pengawal memegang tangan Stella.


"Saya mohon tuan, jangan..." Stella bersikap seolah-olah dia sedang dipaksa oleh mereka.


"Hey! Apa kalian tidak ada kerjaan lain selain menganggu seorang dayang?" hardik Michael membentak ketiga pengawal itu


Ketiga pengawal itu langsung membekukan setengah badan mereka seraya memberi hormat. "Yang mulia, bukan kami yang mengganggunya...tapi dia sendiri yang menawarkan dirinya pada kami." ucap seorang pengawal membela diri.


"Tidak yang mulia...itu tidak benar, mereka yang menganggu saya." wajah Stella tampak memelas dan melorotkan sedikit baju tipisnya untuk menggoda Michael.


Dengan parfum ini, pasti putra mahkota akan terpikat padaku.


Ketiga pengawal itu menjadi tidak suka dengan Stella yang playing victim dan malah menuduh mereka mengganggunya padahal Stella yang menawarkan dirinya pada mereka dan menggoda mereka, tapi begitu di goda. Stella malah bersikap seolah-olah ia tertindas.


Setelah tiga orang pengawal itu pergi, Stella segera melancarkan aksinya berpura-pura tertindas dan dia mengeluarkan air mata ularnya. "Yang mulia, terima kasih karena yang mulia telah menyelamatkan saya...saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika yang mulia tidak datang."


Hem...mana mungkin putra mahkota akan mengabaikan diriku yang secantik ini? Apalagi aku telah memakai parfum pemikat..


"Ya." jawab Michael singkat.


Lalu ia berjalan sambil membawa buku novel itu menuju ke kamar Roselia. Stella merasa sangat tersinggung karena Michael mengabaikan dirinya. "Astaga... apa aku diabaikan? Sialan!" gerutu Stella kesal.


Stella tidak menyerah begitu saja, ia pun mengikuti Michael dari belakang dan berusaha untuk menggodanya. "Yang mulia, anda mau pergi kemana?" tanya Stella.


"Mau sedang apa dan aku pergi kemanapun juga itu bukan urusanmu." Kata putra mahkota kerajaan itu begitu ketus pada Stella.


Sial! Apa pria ini benar-benar tidak tertarik padaku? Apa aku kurang cantik? Kenapa dia selalu ingin berdekatan dengan wanita pembawa sial itu?


"Maafkan saya yang mulia, saya hanya bertanya....ta-tapi yang mulia, yang mulia bawa apa? Biar saya bantu bawakan!" Gadis itu hendak memegang tangan Michael, namun dengan cepat pria itu menghindar.

__ADS_1


Kurang ajar sekali pelayan ini! Beraninya dia mencoba merayu tunangan majikannya sendiri. Kenapa wanita monyet itu memperkerjakan dayang seperti ini? Apa dia sudah gila? Ah... setelah ini aku akan berbicara kepadanya untuk memecat gadis ini.


"Kau benar-benar kurang AJAR!" ketus Michael dengan atensi yang begitu tajam tertuju pada gadis cantik itu.


Ya, mau si cantik apapun Stella dia tetaplah tidak menarik di mata Michael. Karena Michael mungkin telah jatuh hati kepada Roselia.


Akhirnya Stella terdiam dan mendengus kesal dalam hatinya karena rencananya untuk merayu Michael tidak berhasil. Michael pun berjalan pergi ke kamar Roselia, didepan kamar tersebut ada seorang pengawal yang berjaga.


"Yang mulia putra mahkota..." pengawal itu menundukkan kepalanya seraya memberikan hormat kepada Michael.


"Ssstt...jangan berisik dan kau tidak usah memberitahukan kedatanganku pada Putri mahkota, aku akan masuk ke kamar ini sendiri." Michael tersenyum melihat pintu kamar Roselia.


Para pengawal itu terperangah melihat Michael tersenyum lembut, biasanya pria itu selalu tampak dingin. Namun semenjak kehadiran Roselia, Michael jadi sering senyum dan tidak sedingin dulu.


"Apa aku tidak salah lihat? Yang mulia putra mahkota tersenyum barusan?" gumam seorang pria sambil menoleh ke arah temannya dengan kening yang berkerut.


"Apakah barusan yang mulia putra mahkota membawa novel cinta?"


"Astaga! Yang mulia telah benar-benar berubah dan aku senang sekali melihat yang mulia yang sekarang!"


"Aku juga!"


Tanpa mengetuk pintu, Michael masuk ke dalam kamar itu sambil membawa buku novel ditangannya.


"Hey wanita monyet, aku membawakan--"


BRUK!


Michael menjatuhkan buku-buku ditangannya ke lantai, matanya melotot melihat Roselia berpelukan bersama seorang pria di kamarnya.


"ROSELIA MARIANA EDENBELL!"


...****...

__ADS_1


__ADS_2