I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 114. Menghilang


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Cain sedang duduk di kursi panjang istana kerajaan itu. Ia memandangi langit berbintang. "Bagaimana caranya agar aku bisa berkomunikasi dengan mereka? Aku harus memberitahu kepada mereka bahwa jika mereka berlama-lama di sana, akan menimbulkan bahaya. Tentang Ariana...aku juga tidak tahu bagaimana caranya agar dia bisa kembali kesini. Ya Tuhan, semoga mereka baik-baik saja di sana...."


Wush~~


Tiba-tiba saja muncul sebuah cahaya di taman kerajaan Albarca, bersamaan dengan munculnya seseorang. "Tuan Cain..."


"Doris?" Cain terkejut melihat Doris sedang terduduk di atas rerumputan tamat. Dia kembali sendirian.


"Tuan Cain..." lirih Doris dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kenapa kau bisa ada disini? Mana yang lainnya?" tanya Cain seraya menghampiri Doris dan membantunya berdiri.


Cain melihat raut wajah Doris yang panik dan syok. Maka dari itu, ia menyimpan dulu semua pertanyaannya dan memilih untuk menenangkan Doris. Cain meminta seorang pelayan agar membawa segelas air minum hangat untuk Doris.


Usai meminum minuman itu, Doris menghela nafas lega walau hatinya masih kalut. "Tenanglah, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Cain setelah merasa Doris lebih tenang.


"Sebenarnya..."


Doris memulai ceritanya, bagaimana ia bisa kembali ke Albarca sendirian.

__ADS_1


#Flashback


Beberapa menit sebelumnya, di dunia modern tepatnya di taman hiburan. Terlihat Doris dan Peter yang tengah berjalan menuju keluar dari taman hiburan itu setelah melihat Ariana dan Asteorope pergi entah kemana.


"Sayang, menurutmu...Yang Mulia dan nona akan pergi kemana?" tanya Doris sambil memakan sosis bakar yang dibelinya tadi pada salah satu pedagang di taman hiburan tersebut.


"Kemana lagi? Mereka pasti akan--EHEM." Peter berdehem seraya tersenyum.


"Ehem itu apa sayang?" tanya Doris dengan mata polos menatap sang suami. Peter tersenyum kemudian menangkup wajah Doris dengan kedua tangannya.


"Sayang, kau seperti tidak tahu saja urusan suami-istri!" ucap Peter sembari berkedip dan mengisyaratkan sesuatu.


Seketika Doris tercekat mendengar ucapan suaminya, ia paham apa maksud Peter. "Yang Mulia dan nona tidak akan melanggar hal itu sebelum resmi menikah!" sergah Doris sambil menyingkirkan tangan Peter dari wajahnya. Doris rasa, tidak mungkin Ariana dan Asteorope akan melakukan hal itu sebelum menikah.


Perlu diingat bahwa hal ini masih lumrah di negeri mereka, bukan hal yang cukup memalukan. Kalau bagi keluarga kerajaan mungkin akan memalukan, tapi Peter dan Doris kan hanya masyarakat kelas menengah ke bawah.


"Sudahlah jangan mesum lagi! Lebih baik juga pulang, aku lelah dan aku sudah mengantuk." ucap Doris menyudahi percakapannya dengan Peter.


Semoga nona Ariana dan Yang Mulia raja bersenang-senang. Doa Doris dalam hatinya.


"Ayo sayang." Peter hendak menggenggam kembali tangan Doris, namun tiba-tiba saja raut wajahnya berubah menjadi pucat pasi. Bukan tiba-tiba saja karena...

__ADS_1


"Sa-sayang..." Peter terkejut melihat sosok istrinya seperti transparan dan akan menghilang darinya.


"Suamiku, kenapa tanganku? Tu-tubuhku.." Doris juga menyadari hal aneh pada tubuhnya. Ia melihat tubuhnya sendiri transparan dan perlahan menghilang.


Sepasang netra suami-istri itu saling menatap dalam satu sama lain dalam kabut bernama kecemasan dan ketakutan. Sebenarnya apa yang terjadi?


"Sa-sayang..." Doris berusaha meraih tangan suaminya, namun benar-benar tidak bisa. Tubuhnya benar-benar transparan. "A-apa yang terjadi? Suamiku!" teriak Doris begitu ia merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya.


"Doris! Tidak! DORISS....!!!" teriak Peter yang berusaha memeluk istrinya, namun dalam sekejap mata istrinya menghilang begitu saja.


#End Flashback


Doris menangis tersedu-sedu, ia tak mau berpisah dengan suaminya seperti ini. Ia meminta pada Cain agar membawa mereka semua kembali.


"Maafkan aku Doris, aku tak tahu bagaimana caranya." sesal Cain sambil memegang kepalanya yang mendadak penat.


"Bagaimana ini...hiks...hiks...suamiku, hiks..." Doris menangis sesenggukan memikirkan suaminya di dunia lain sana.


Cain tertegun memikirkan bagaimana solusi semua ini? Bagaimana Ariana bisa ikut ke dunia ini tanpa membahayakan nyawanya?


Sedangkan pergi ke dunia lain saja itu sudah melawan hukum alam.

__ADS_1


...****...


__ADS_2