
...🍁🍁🍁...
"Apa yang kau lakukan Putri Mahkota? Berdiri! Aku tidak mau kau berpisah dariku!" Michael menarik tangan Roselia hingga dia berdiri di sampingnya. Atensi tajam dari Asteorope dan Javier yang ada disana juga mengarah pada Michael.
"Lepaskan saya Yang Mulia Putra Mahkota!" Roselia menepis tangan Michael, dia menatap Michael dengan tatapan sinis dan penuh kebencian, tidak ada persahabatan sama sekali disana dan yang ada hanya permusuhan.
"Atas apa yang aku lakukan...aku minta maaf..." bisik Michael pada wanita itu menyesal atas kelakuannya tadi pagi yang hampir merenggut paksa mahkota Roselia.
"Saya akan memaafkan anda, jika anda menyetujui perpisahan ini."
"Tidak akan!"
Melihat perdebatan antara Roselia dan Michael, sang raja yakin bahwa ada sesuatu antara pasangan yang sudah bertunangan itu karena tiba-tiba saja Roselia meminta perpisahan.
Ada apa dengan Michael dan putri mahkota? Mengapa tiba-tiba saja Putri mahkota meminta berpisah? Tidak, ini tidak baik untuk reputasinya putra mahkota.
"Maaf Putri Mahkota, aku tidak bisa menyetujui itu...aku bisa mengabulkan permohonanmu tapi tidak dengan berpisah dengan Putra Mahkota."
"Tapi Baginda, anda sudah berjanji akan mengabulkan permohonan saya bila saya menang dalam tantangan ini." ucap Roselia seraya menatap sang Raja dengan tatapan memelas.
__ADS_1
Ah...sial! Ternyata Raja tidak semudah itu melepaskanku.
"Berikan aku alasan, kenapa kau ingin berpisah dari Putra Mahkota? Jika kau bisa memberikan alasannya, mungkin aku bisa mempertimbangkannya."
Tentu saja Raja Gamarcus tidak akan setuju dengan mudah mengenai hal ini. Batin Asteorope bingung.
Sementara itu Javier senyum-senyum sendiri, entah apa yang dia pikirkan.
Raja tetap tidak setuju dan menyuruh agar Roselia dan Michael berpikir tentang keputusan berpisah karena tidak semudah itu pasangan kerajaan berpisah. Roselia sudah tidak peduli dengan semua kontrak perjanjian dengan Michael, setelah berpisah dia akan pergi ke negeri Albarca dan hidup bersama Asteorope.
"Roselia, kita harus bicara!" Michael mengejar Roselia yang akan pergi ke kamarnya. "Kita harus bicara Roselia!" seru Michael memanggil manggil gadis itu tapi dia tak peduli dan terus berjalan.
Lalu kemana Asteorope? Dia sedang bersama Cain dan juga Raja, mereka membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan dua negeri itu. Asteorope tidak sepenuhnya membiarkan Roselia berduaan saja dengan Michael, dia meminta Peter dan Doris untuk mengawasi Roselia.
"Tidak ada yang perlu saya bicarakan lagi dengan Anda." ucap Roselia ketus.
Akhirnya Michael menghalangi jalan Roselia karena gadis itu keras kepala tak mau berhenti dan mendengarkannya bicara. "Aku minta maaf atas kejadian tadi pagi, aku khilaf...sungguh aku tidak bermaksud untuk melakukan itu."
Roselia menatap tajam pada Michael dan muak ketik teringat kejadian tadi pagi. "Aku tau kau marah, tapi kumohon izinkan aku memperbaiki diri...berikan aku kesempatan pada hubungan ini, aku mencintaimu Roselia. Sungguh aku tulus mencintai dirimu."
__ADS_1
Apapun yang Michael katakan pada Roselia, sama sekali tidak membuat hati Roselia tergerak.Setelah apa yang dilakukannya tadi pagi yang ada hanya rasa kecewa.
"Tapi saya tidak mencintai Anda, perlu berapa kali saya katakan!" seru Roselia tegas, lalu di berjalan pergi dari sana dan hendak masuk ke dalam kamarnya. "Doris! Aku ingin sendiri, bilang pada orang yang ingin menemuiku untuk pergi saja dan menemuiku nanti!" ujar Roselia sebelum masuk ke dalam kamarnya. Michael terlihat sedih dan tidak berani bicara dengan Roselia saat melihat raut wajahnya yang murka.
Doris menganggukkan kepalanya. "Baik Yang Mulia,"
Ada apa dengan Yang Mulia dan Putra Mahkota? Apa yang terjadi tadi pagi hingga Yang Mulia Putri Mahkota semarah ini?
"Doris...tolong kau jaga Putri Mahkota, laporkan padaku bila ada sesuatu yang terjadi padanya." titah Michael pada Doris.
Ya, mungkin dia butuh sendiri dan aku sangat keterlaluan tadi pagi...aku seharusnya tidak boleh begitu. Aku terbawa emosi karena ingin memilkinya.
Michael pergi dengan lesu bahkan dia seperti tuli tidak mendengar bahwa Doris menjawab titahnya. Jangan lupakan Peter, dia juga berada di dekat Doris dan melihat putra mahkota kerajaan Gamarcus itu dalam keadaan tidak baik.
"Haaahh...semoga saja mereka cepat putus,"
"Aku juga berharap begitu," sahut Doris setuju dengan saran Peter. "Oh ya tuan Peter, aku akan bawakan cupcake buatanku! Kau tunggu disini."
"Baiklah, terima kasih." ucap Peter sambil tersenyum pada Doris. Dia sangat bahagia bisa kembali bertemu dengan Doris.
__ADS_1
Peter melihat wanita itu pergi dari sana, lalu dia merogoh sesuatu di saku jasnya. Terlihat sebuah kotak cincin disana. Dia tersenyum melihat kotak cincin itu. "Yang Mulia Raja, saya akan mendahului Anda! Lihat saja..." kata Peter sambil terkekeh, dia akan melamar Doris dan mendahului Asteorope melamar Roselia.
...*****...