
...🍁🍁🍁...
Kedua tangan Michael mencengkram kedua tangan Roselia dengan erat dan meletakkannya diatas kepala. Tubuh kekar Michael menindih tubuhnya.
"Lepas! Lepaskan aku! Brengsek!" umpat Roselia pada tunangannya itu.
Sial! Kakiku terkunci oleh tubuhnya...tidak, ini tidak boleh terjadi.
Lekuk tubuh Roselia terlihat dibalik kimono handuk itu, kini kedua pahanya yang mulus itu terlihat karena kimono handuknya tergeser oleh gerakan tubuhnya yang mencoba memberontak.
"Diam! Apa kau akan terus berteriak seperti itu? Tidak ada gunanya, Roselia!" bentak Michael dengan kasar dan semakin mengunci tangan juga kali Roselia. Rupanya nafsu sudah menguasai dirinya.
"Aku benar-benar akan berteriak jika kau terus memaksaku seperti ini Putra Mahkota!" teriak Roselia.
Michael malah tersenyum sinis, sambil menciumi leher Roselia yang mulus dan berwarna putih itu. Roselia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghindar dari ciuman Michael.
"TOLONG! LEPASKAN AKU!" Roselia benar-benar berteriak sekuat tenaganya. Berharap ada seseorang atau sesuatu yang bisa melepaskannya dari Michael dan nafsu pria itu.
"Semua orang sudah kusuruh pergi, jadi tidak akan ada orang yang mendengarmu! Lebih baik kau diam saja Putri Mahkota dan nikmati semua ini!"
Michael seperti orang yang kesetanan, dia membuka kimono handuk yang menutupi tubuh Roselia dengan paksa. Tentu saja gadis itu mempertahankannya dengan sekuat tenaga. "Lepas! Jangan! Jangan lakukan ini karena aku akan membencimu!" ancam Roselia sambil berusaha memegang erat kimono handuk yang akan di lepas paksa oleh Michael.
"Silahkan saja benci aku! Kalau kau hamil anakku, kau tidak akan pernah bisa pergi dari sini, Roselia!" Michael merobek paksa kimono handuk itu hingga terlepas dari sang empunya.
Mata Roselia terbelalak manakala tubuhnya sudah terekspose dengan polos di depan pria itu. Segera Roselia menarik selimut selagi Michael lengah.
Namun Michael dengan cepat menarik tangan Roselia dan membuat selimut itu kembali tersibak menunjukkan tubuh Roselia yang polos, lalu menyambar bibir Roselia dengan kasar.
Tidak! Aku tidak mau! Aku ingin melakukannya dengan As bukan dengan yang lain...As tolong aku...As...dimana kau?
Buliran hangat mulai mengalir dari kedua matanya yang berwarna biru itu, tubuhnya lemas seketika saat Michael menyusuri tubuhnya dengan bibir dan meninggalkan beberapa jejak merah di leher Roselia.
Saat Michael akan membuka celananya, tiba-tiba saja muncul sebuah bayangan wanita berambut hitam menatap Michael dengan marah. Michael tercekat melihat wanita yang terlihat marah padanya itu.
__ADS_1
Wush~
Angin tiba-tiba saja berhembus sangat kencang ke arah Michael dan membuat tubuhnya terpental jauh. Roselia tercengang melihat bayangan wanita itu lagi, wanita yang pernah menyelamatkannya saat dia diganggu oleh Javier. Wanita yang berasal dari gelang gioknya.
"Jangan ganggu dia!" ucap wanita itu dengan suara meninggi pada Michael. Dia melotot pada pria itu dengan murka. "Sentuh dia, kau akan berhadapan DENGANKU!"
Michael terkejut bukan main melihat sosok wanita seperti hantu itu. Dia pun berlari ketakutan keluar dari kamar Roselia seperti pengecut. Roselia menatapnya dengan marah, sambil menangis dia memakai selimutnya. Tubuhnya lemas seketika, dia tidak bisa bicara sepatah katapun saat itu. Yang jelas hatinya lega karena Michael tidak jadi merenggut mahkotanya.
"Tenanglah, kau akan baik-baik saja." ucap wanita itu seraya mendekati Roselia yang masih ketakutan. "Sebentar lagi As akan datang," sambungnya pada Roselia.
"Kau..kau siapa? Kenapa kau keluar dari gelangku?" tanya Roselia sambil terisak kepada Dewi Penolongnya yang terlihat seperti arwah itu.
"Aku adalah--"
Belum sempat wanita itu menjelaskan siapa dirinya, Asteorope tiba-tiba saja sudah berada di sana tentunya dan pasti dia memakai gulungan sihir lagi.
Dia menghampiri Roselia yang berada di atas ranjang dalam kondisi tubuh dibalut selimut tanpa ada sehelai benang lain ditubuhnya kecuali selimut itu. "Apa yang terjadi? Aku menangkap sinyal bahaya dan aku langsung datang--"
Roselia langsung memeluk kekasihnya sambil menangis tersedu-sedu, seolah mengadukan apa yang baru saja terjadi padanya barusan. "As...hiks... huhuu..."
"As...aku takut...aku takut As..." gadis itu semakin mempererat pelukannya seolah tak mau melepas pelukan itu karena hanya pelukan Asteorope yang saat ini membuatnya aman, nyaman sentosa.
Asteorope tidak bertanya dulu, dia mencoba menenangkan Roselia terlebih dahulu sebab gadis itu sepertinya syok. Sementara Roselia masih melihat bayangan Dewi penolongnya disana.
Aneh, kenapa As tidak bisa melihat wanita ini?
Wanita itu pun tersenyum pada Roselia. "Namaku Annalise, tolong sampaikan pada As kalau aku selalu menyayanginya." ucap Annalise pada Roselia sontak saja membuat gadis itu terkejut.
Annalise, ya itu adalah nama mendiang ibu Asteorope yang telah tiada. Jadi selama ini Dewi penolongnya adalah ibu dari pria yang ia cintai.
Roselia tersenyum menatap Annalise yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya. "Aku menyukaimu Roselia," ucapnya lagi sebelum menghilang dan masuk ke dalam gelang gioknya.
Kini Roselia paham bahwa Annalise selalu melindungi Asteorope dan tidak pernah benar-benar meninggalkan anaknya sendirian di dunia ini. Walau dalam wujud lain, Annalise selalu menjaga anaknya bahkan dia juga menjaga Roselia yang mungkin akan menjadi calon menantunya.
__ADS_1
Kau tenang saja nyonya, aku akan menjaga putramu karena aku mencintainya.
Setelah Roselia berhenti menangis dan berganti pakaian lengkap. Barulah Asteorope bertanya apa yang terjadi dengan Roselia dan bahaya apa yang menimpanya.
"Jachan, ada apa? Kenapa kau--" baru saja akan bertanya, Asteorope melihat ada bekas merah di dada dan leher Roselia. Matanya terbuka lebar memperhatikan tanda itu. "Kenapa bisa jadi begini? Jachan, cepat jelaskan padaku apa yang terjadi?" tanya Asteorope dengan atensi tajam pada kekasihnya. "Siapa yang melakukan semua ini?"tanyanya lagi. Dia tau Ini semua adalah bekas ciuman, walau dia belum pernah melakukannya pada Roselia ataupun siapapun juga. Dia tau dari novel cinta yang sering dibaca Peter akhir-akhir ini.
"Hem... sebenarnya, sebenarnya..."
Haduh, aku harus bagaimana? Haruskah Aku mengatakan padanya bahwa Michael hampir saja merenggut kesucianku? Pasti dia akan marah dan akan terjadi perang dunia. Ah...tapi mana mungkin akan terjadi perang dunia hanya karena diriku?
"Roselia Jachan!" panggil Asteorope karena gadis itu hanya menundukkan kepalanya dan terlihat bingung, bukannya menjawab pertanyaannya.
"As..."
"Siapa yang membuatmu begini? Apakah Michael?" kata Asteorope tanpa embel-embel memanggil Michael dengan sebutan putra mahkota.
"Sebenarnya...aku...kau...harus berjanji padaku untuk tidak marah dan emosi lebih dulu, baru ku katakan semuanya."
"Baiklah,"
"Janji dulu?" tanya Roselia sambil menunjukkan jari jempolnya. Kemudian Asteorope menautkan jari jempolnya pada hari jempol Roselia sebagai bentuk janji.
"Katakan!" tegasnya seraya memegang tangan Roselia dan menatap gadisnya dengan lembut.
Roselia menghela nafas lalu dia pun mengatakannya dalam satu kali tarikan nafas tanpa jeda. "Ini semua perbuatan putra mahkota Michael, aku hampir di perkosa olehnya!"
Jangan ditanyakan lagi bagaimana kagetnya Asteorope saat ini, raut wajah menjadi merah ketika mendengar hal itu. Sorot matanya tajam seperti mau membunuh orang saja. Dia tidak bicara sepatah katapun dan membuatnya semakin menyeramkan di mata Roselia.
"As...As..." lirihnya memanggil Asteorope yang diam saja.
Astaga...apa As marah? Tidak akan terjadi perang dunia bukan?. Batin Roselia cemas melihat Asteorope yang berwajah suram itu.
"Maaf sayang, aku tidak bisa menepati janjiku!" ucap Asteorope lalu berlari pergi keluar dari kamar itu tanpa peduli dia berada di mana.
__ADS_1
Roselia panik Asteorope pergi begitu saja dengan marah. "Astaga! Apa yang akan As lakukan?"
...****...