
...🍀🍀🍀...
Javier bengong, bingung dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu. Memintanya menelpon polisi? Dia saja tidak tahu apa artinya menelpon?
Telpon? Apa itu nama orang?
"Hey! Kenapa kau diam saja? Cepat telpon polisi!" ujar si wanita itu yang sudah tidak tahan menahan kedua pria kekar yang berada di bawah tubuhnya.
Javier berjalan maju, lalu dengan mudahnya dia membuat kedua pria itu tak sadarkan diri agar mempermudah si wanita itu. "Sudah beres! Kau saja yang telepon polisi..." ucap Javier dingin.
"Oh... terimakasih."
"Kau hebat juga." puji Javier terhadap kemampuan bertarung wanita itu.
"Kau juga." balas wanita itu. "Aku Sheilla dan kau?" wanita bernama Sheila itu mengulurkan tangannya pada Javier, namun Javier cuek saja dan tidak membalasnya.
"Lebih baik kau urus dua pencuri itu." ucapnya ketus.
"A-apa?!" Sheila terkejut dengan sikap penolakan yang ditunjukkan oleh Javier kepadanya. Selama ini tidak ada satupun pria yang berani menolak Sheila.
Woah...berani sekali pria ini menolakku? Apa dia tidak tahu siapa aku?
"Hei Javier, kau mau kemana? Kenapa kau pergi tanpa membayar, huh?" teriak Asteorope yang telah membawa barang belanjaannya. Tidak banyak barang karena mereka hanya mempunyai sedikit uang. Kebanyakan dari barang belanjaan itu adalah makanan manis kesukaan Ariana.
Oh namanya Javier. Gumam Sheila dalam hatinya.
Kenapa mereka berdua sangat tampan? gumam Sheila lagi saat melihat sosok Asteorope yang ketampanannya bisa dibandingkan dengan Javier.
"Ayo kita pergi! Akan ku bantu kau untuk menyimpan semuanya." ucap Javier sambil membantu Asteorope untuk membawakan salah satu kresek belanjaan yang ada di tangannya.
"Baiklah." Asteorope tersenyum saat memandang Javier, dia merasa bahwa Javier sedang mencoba untuk merelakan dirinya bersama Ariana dan tentunya ini hal yang baik untuknya.
__ADS_1
Javier dan Asteorope pun pergi meninggalkan Sheila dan dua orang pria yang di hajarnya itu. Sheila terus menatap kepergian Javier dengan penasaran. Selain tampan, auranya juga sangat menarik untuk Sheila.
"Javier...ya akan kuingat namamu. Kau... harus bertekuk lutut padaku!" Sheila membuat gerakan tangan seperti pistol yang menembak ke punggung Javier. "Dor...dor...dor...akan ku tembak kau dengan tembakan cinta pada pandangan pertama, tuan Javier." gadis berambut pendek itu tersenyum.
Tidak pernah sebelumnya Sheila merasakan seperti ini. Jantungnya ketika melihat sosok Javier yang berkarisma dan berwibawa. Javier terlihat sangat berbeda dengan pria-pihak yang mengejarnya selama ini.
"Uh... dia sangat tampan dan berwibawa, aku menyukainya."
Tak lama kemudian, terlihat tiga orang berpakaian hitam-hitam menghampiri Sheila. Mereka menundukkan kepala mereka di depan Sheila dengan penuh hormat. Namun ada juga ketakutan di wajah mereka.
"Kenapa kalian baru datang? Tunggu aku mati dulu, lalu kalian datang? HAH!" Sheila berteriak marah kepada ketiga orang pria itu.
"Maafkan kami nona...kami telah lalai menjaga nona. Mohon ampuni kami!" ketiga orang pria itu berlutut seraya memohon maaf kepada Sheila. Mereka bertiga tampak ketakutan kalau Sheila sudah berada dalam mode marah.
Biasanya Sheila akan menghukum orang-orang yang sudah lelah dalam tugasnya. Tapi kali ini dia memilih untuk memaafkan mereka semua.
"Aku maafkan kalian, tapi kalau kalian melakukan ini sekali lagi... aku tidak akan melaporkan kalian pada ayahku! Ini adalah peringatan bukan permintaan!" suara Sheila terdengar tegas dan begitu dingin. Tampilannya saja wanita imut, padahal sebenarnya saya hilang memiliki karakter yang keras kepala dan kejam seperti ayahnya.
"Ya sudah, kalian urus orang-orang ini dan aku akan kembali ke rumah! Ah ya... Aku ingin kaki dan tangan mereka patah, karena mereka sudah lancang menyentuh tubuhku." kata Sheila sembari menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Baik nona!" sahut ketika orang itu dengan patuh.
Sementara Sheila, masuk ke dalam mobil sedan berwarna hitam yang mewah ditemani oleh seorang sopir. Ia pun kembali ke mansion mewahnya dan disambut oleh seorang pria paruh baya yang tampak berkharisma dan berwibawa. Tak hanya itu, di sampingnya juga ada seorang wanita paruh baya yang cantik.
"Anika, lihat itu...anak kita sudah pulang!" kata pria paruh baya itu pada istrinya yang dia panggil dengan sebutan Anika.
"Iya sayang, mari kita sambut putri kita yang nakal itu. Kerjaannya bermain saja." ucap Anika sambil tersenyum pada suaminya.
Sheila berlari menghampiri kedua orang tuanya sambil tersenyum. Tidak seperti biasanya dia selalu cuek, kali ini dia tersenyum pada kedua orang tuanya.
"Ayah, ibu!"
__ADS_1
"Lihatlah anak ini... biasanya ketika pulang ke rumah kamu pasti akan langsung masuk ke dalam kamarmu. Tapi, kenapa tiba-tiba kau seperti ini?" Anika tersenyum pada putrinya.
"Apa kau menemukan hewan peliharaan baru?"tanya Tommy, sang ayah.
"Hehe...ibu, ayah, aku telah menemukan tambatan hatiku!" kata Sheila dengan senyuman lebar di bibirnya.
Tommy dan Anika juga turut senang dengan apa yang dikatakan oleh Sheila. "Benarkah?"
"Iya ayah, ibu...kali ini aku serius. Tolong aku ayah, carikan seseorang dengan nama Javier....dia orangnya." kata Sheila merengek pada papanya.
Tommy hanya menganggukan kepala dan memeluk putrinya penuh kasih sayang. Mereka bertiga adalah keluarga yang bahagia.
****
Halaman belakang Rumah Ariana yang cukup luas itu. Terlihat Javier dan Asteorope sibuk membuat kejutan untuk Ariana. Sekalian Asteorope akan meminta maaf padanya dan juga segera melamarnya. Namun apakah itu akan berhasil?
...****...
Hai Readers, ini hanya halu dari author ya 😍 kemarin katanya ada yang minta visual...maaf baru author Kabulkan sekarang...
...Ariana Moane...
...Asteorope Galvan Albarca...
...Javier Salvarion Martinez ...
__ADS_1