I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 76. Stella di penjara


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Semua mata memandang pria yang baru saja memasuki aula istana kerajaan Gamarcus, pria itu memakai pakaian berwarna putih dan jubah putih yang menjuntai ke belakang. Semua mata terpana melihat kehadirannya dan menatapnya dengan penuh rasa hormat.


"Bukankah dia adalah penyihir agung? Lord Rainer Caine Alvra?" tanya seorang pria berstatus bangsawan tingkat tinggi pada pria yang ada disebelahnya.


"Benarkah? Astaga! Bukankah rumornya dia sudah tiada?" bisik seorang pria pada temannya.


"Hush...jangan sembarangan bicara, bukankah rumornya dia sedang betapa dan menyembunyikan diri dari penyihir hitam?"


"Lalu kenapa dia bersama dengan Raja Albarca? Apa hubungan raja Albarca dengan sidang Putri mahkota hari ini?" orang-orang bertanya-tanya.


Semua orang mengenali Cain, dia memang tersohor dengan kekuatan sihirnya ke seluruh benua. Namun dia menghilang belasan tahun yang lalu karena insiden yang menimpa anak istrinya.


Roselia menatap pria paruh baya itu terheran-heran, ada rasa tidak bisa saat dia melihat Cain. "Kenapa aku merasa kalau aku pernah melihatnya?" gumam Roselia bingung.


"Ah...tunggu...apa maksud As, saksi yang bisa membantuku adalah pria itu? Siapa dia?" gumamnya dengan bingung.


Cain dan Asteorope berjalan ke tengah aula kerajaan. Ekor mata mereka sempat melihat ke arah Roselia yang masih terlihat bingung itu.


Ariana, jadi ini kau nak? Kau hidup dalam tubuh ini?


Kenapa pria ini menatapku begitu?. Batin Roselia bingung ketika Cain menatapnya dengan sendu dan mata yang berair.


Disisi lain Stella merasa terancam karena kehadiran Cain dan Asteorope yang membuatnya begitu tertekan. Namun Stella punya ide licik jika seandainya terjadi sesuatu padanya, dia baru menyadari bahwa Asteorope sangat dekat dengan Roselia.


Sang Raja Gamarcus langsung memberi hormat pada Cain, begitu dia menyadari kehadiran penyihir agung yang sebaya dengannya itu. Stella semakin tegang manakala ia melihat pemandangan itu.


Bahkan raja pun berlutut padanya. Siapa pria ini sebenarnya? Mengapa dia begitu di hormati?


"Salam hormat saya pada Lord Rainer Caine Alvra," sapa Alfonso dengan penuh hormat seraya menundukkan kepalanya. Dalam hati dia bertanya-tanya mengapa penyihir agung keluar dari pertapaan dan persembunyiannya lalu datang ke kerajaannya saat dia sedang mengadili kasus Roselia, Stella dan Michael.


"Tidak usah begitu Baginda Raja, hamba tidak pantas untuk mendapatkan rasa hormat dari Anda yang mulia raja." ucap Cain seraya membungkukkan badannya dan memberi hormat kepada raja Gamarcus.


"Salam Baginda Raja Alfonso, maaf saya datang tanpa pemberitahuan. Saya datang kemari untuk mengantar tuan Cain," ucap Asteorope seraya membungkukkan badannya pada Alfonso.

__ADS_1


Alfonso menatap kedua orang berstatus tinggi itu dengan bingung. "Lord Cain, Raja Asteorope...sebenarnya--"


"Saya tau Yang Mulia pasti bingung dengan kedatangan kami kemari, terutama saya... pertama-tama maafkan saya karena saya sudah menyela di dalam pembicaraan ini. Saya datang sebagai saksi dari Putri Mahkota Roselia..." ucap Cain seraya menatap Roselia yang masih bingung.


"Anda, saksi?" Alfonso mengerutkan keningnya.


"Ya, saya berdiri di sini untuk membuktikan bahwa Putra mahkota tidak bersalah dan beberapa ketidakadilan yang berada di sini." Cain tersenyum sinis lalu melirik ke arah Michael dengan tajam.


Alfonso pun meminta Cain langsung mengatakan apa yang ia maksud. Cain tidak banyak bicara, dia hanya menunjukkan bukti dari sihir didepan semua orang. Kini semua orang melihat apa yang ditunjukan oleh Cain, seperti layar besar di depan sana.


Wow...ini seperti di bioskop. Sihirnya memang benar-benar hebat. Tapi siapa orang ini?


Roselia benar-benar takjub melihat layar seperti bioskop namun berada di dunia novel dengan sihir. Dia jadi penasaran dengan sosok pria paruh baya yang membantunya ini.


Terlihat Stella dan Michael disana, saat kejadian mereka yang di sangka tidur bersama. Stella terkejut saat melihat semua bukti itu dengan mudahnya di bongkar oleh Cain, dimana dia yang sudah menggoda Michael dan bukannya Michael yang menggoda dirinya.


Tidak! Tamatlah aku, bagaimana bisa aku hancur semudah ini? Bahkan aku belum mendapatkan apa-apa.


Stella melirik ke arah kakaknya seolah meminta pertolongan. Namun terlihat Derrick menatapnya dengan penuh rasa kecewa karena dia sangat mempercayai Stella dan tidak percaya dengan Roselia.


"Yang Mulia, ini tidak bisa dibiarkan.... bagaimanapun juga Nona Volton telah menuduh putra mahkota berbuat yang tidak-tidak. Nona Volton harus di hukum," ucap salah satu bangsawan yang sangat mendukung keadilan.


"Benar Yang Mulia, tolong hukum nona Volton yang sudah merusak citra putra mahkota kerajaan ini!" ujar salah seorang pria disana dengan lantang meminta kepada sang Raja.


Sesuai dengan hukuman di kerajaan Gamarcus, fitnah dan tuduhan terhadap keluarga kerajaan akan mendapatkan hukuman penjara selama 10 tahun. Stella pun diseret oleh beberapa pengawal kerajaan.


Semua orang menatapnya dengan sinis, terutama Roselia. Dia lega karena tidak dihukum dan Stella yang dihukum, mungkin setelah Stella di hukum maka hidupnya akan aman dari kematian. Meski alur novel telah berubah, tapi Roselia ingin jaga-jaga.


"Kak...kakak...tolong aku kak!" rengek Stella memohon pada kakaknya.


Derrick tidak tega melihat adiknya diseret seperti itu apalagi mereka belum lama bertemu. Derrick akhirnya berlutut di hadapan sang raja, Michael dan juga Roselia.


"Yang Mulia Raja, yang mulia putra mahkota saya mohon...tolong bebaskan adik saya. Dia akan meminta maaf, dia akan menyesali perbuatannya, tapi saya mohon kepada kalian semua untuk tidak memenjarakannya." Derrick memohon seraya mengatupkan kedua tangannya. Namun mereka bertiga sama sekali tidak bergeming.


Akhirnya Derrick menatap pada Roselia yang berdiri tak jauh dari Cain. "Putri Mahkota, saya memohon sebagai kakak sepupu anda...meski kita tidak ada ikatan darah tapi kita cukup dekat, saya mohon agar Yang Mulia Putri Mahkota mau memaafkan Stella." pintanya memohon pada Roselia.

__ADS_1


"Kak Derrick," lirih Roselia bingung. "Maafkan aku, aku tidak bisa."


Tiga kata dari Roselia membuat Derrick tak percaya, kedua matanya melebar menatap Roselia dengan kecewa dan marah. Ia tidak menyangka bahwa wanita yang ia cintai sangat jahat dan tak punya hati.


"Bawa dia ke penjara istana! Aku tidak mau melihat wajahnya disini lagi!" titah Michael pada pengawal istana.


"Ya, yang Mulia." sahut para pengawal itu patuh dan membawa Stella pergi dari sana. Gadis itu meraung-raung, tidak mau di jebloskan ke dalam penjara.


"Roselia aku tidak menyangka kau akan seperti ini, kau tidak punya hati..." kata Derrick seraya menatap wanita itu dengan kecewa.


"Kak Derrick, aku paham kau adalah kakaknya tapi dia telah berbuat salah dan yang berbuat salah harus di hukum. Coba kau bayangkan bila aku yang tertuduh seperti itu, lalu aku yang dihukum? Aku kan tidak bersalah." jelas Roselia berusaha membuat Derrick mengerti bahwa adiknya bersalah dan harus dihukum. Akan tetapi Derrick tidak berpikir demikian, dia merasa Roselia tidak punya hati.


Derrick tidak berbicara apa-apa lagi, dia menyusul adiknya yang saat ini diseret ke penjara.


Setelah itu raja Alfonso mengatakan pada Roselia bahwa dia akan memberikan kompensasi pada gadis itu karena sudah sempat disudutkan oleh semua orang akibat Stella.


"Katakanlah Putri Mahkota, aku akan memberikanmu kompensasi karena kau sudah dirugikan disini. Katakan kau ingin apa dariku!"


Roselia menjatuhkan tubuhnya didepan pria paruh baya yang berstatus sebagai Raja itu. Ia mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. "Yang Mulia, saya hanya ingin satu permintaan dari anda. Saya ingin berpisah dengan Putra Mahkota!"


Deg!


Sontak semua orang menoleh ke arahnya dengan terkejut. Apalagi Michael, orang yang bersangkutan dengan Roselia.


...🍀🍀🍀...


Angel For the Devil....


jangan lupa release hari ini...bantuin Fav, komen, like nya ya😍😍 kasih gift Sama vote juga boleh


"Rupanya kau baru turun ke bumi ya? Kau tidak tau siapa aku? Akulah Tuhan yang baru, aku LUCIFER... hahaha." Pria itu tertawa-tawa, memperkenalkan dirinya sebagai Tuhan yang menguasai semesta alam, dengan percaya diri dan penuh kesombongan.


Calista tersenyum tipis, rupanya dia bertemu dengan iblis menyebalkan yang selalu diceritakan oleh malaikat lainnya di surga. "Jadi kau si pembangkang itu? Si pembuat rusuh warga bumi? Membawa bumi pada kehancuran? Kau yang membawa manusia baik itu masuk ke dalam neraka? " tanyanya sarkas.


"Hey jaga bicaramu itu nona malaikat! Jangan menyalahkan semuanya padaku, manusia tidak semuanya baik dan mereka memiliki nafsu. Mereka yang salah karena tergoda oleh rayuan iblis sepertiku." Lucifer menyanggah semua ucapan Calista padanya.

__ADS_1


"DENGARKAN aku wahai raja iblis, manusia itu pada dasarnya baik karena Tuhan menciptakannya begitu. Tapi karena ada dirimu, mereka jadi terjerumus!" Calista menunjuk ke arah Lucifer dengan kesal.


__ADS_2