I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 123. Pertanyaan Javier


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Dunia modern, tempat syuting Ariana.


Ariana dan Theo sangat syok begitu melihat tepat didepan mata mereka Peter menghilang. Mereka bertanya-tanya apa Doris juga menghilang dengan cara seperti ini.


"Nona!" pekik Theo terkejut melihat Ariana jatuh terduduk, padahal semula ia masih duduk di kursi sambil menyantap makanannya.


"As....As..." Ariana memegang dadanya, dia tiba-tiba teringat dengan Asteorope di rumah.


"Nona tenanglah, saya akan menelepon Yang Mulia Raja!" seru Theo seraya menenangkan gadis yang masih syok itu. Ariana yang biasanya tidak takut pada apapun, kini mulai merasa takut yang besar. Ia sangat takut kehilangan orang yang dicintainya. Ia takut akan sendirian lagi dan yang lebih buruk adalah perpisahan selamanya.


Tidak! Ariana tidak mau itu terjadi!


Theo segera mengambil ponsel yang dibelikan oleh Ariana di saku bajunya. Ia sudah lumayan mahir menggunakan ponsel dibandingkan dengan yang lainnya. Theo paling jago.


Ia langsung menekan nomor yang terhubung dengan telpon rumah di rumah Ariana. Belum ada jawaban juga. Hanya suara nada dering yang tersambung, kemudian terdengar suara Operator yang mengatakan sedang sibuk di sana.

__ADS_1


"Bagaimana? Diangkat tidak?" Tanya Ariana pada Theo dengan cemas.


"Belum ada jawaban nona, tidak ada yang mengangkatnya!" seru Theo yang juga ikut terlihat panik. Ia jadi takut bahwa Asteorope dan Javier menghilang sama seperti Peter yang sudah menghilang menyusul Doris.


Menghilang yang bahkan mereka tak tahu kemana perginya.


"Bagaimana ini? A-aku harus pulang sekarang...aku harus memastikan bahwa mereka masih ada," Ariana kembali berdiri, namun kakinya lagi-lagi lemas karena syok. Theo memegang tangan Ariana untuk menolongnya.


"Nona..."


****


Sementara itu Javier dan Asteorope tengah pergi ke luar rumah, mereka baru saja menjual 2 koin emas mereka dan membeli beberapa bahan makanan.


Mereka tidak norak seperti sebelumnya, yang tidak tahu tentang uang ataupun. Ya, kini mereka sudah mulai beradaptasi di dunia yang baru saja beberapa hari mereka tapaki ini.


"Hey raja bodoh!" Javier tiba-tiba saja memanggil Asteorope dan membuat pria itu menoleh ke arah Javier. Jika berada di Albarca, ia pasti sudah membunuh Javier karena berani bersikap tidak sopan pada Raja. Dan jika saja ia tak berjanji pada Ariana untuk tidak membunuh orang, sudah pasti orang pertama yang akan Asteorope bunuh adalah Javier.

__ADS_1


"Jaga mulutmu itu!"


"Ini bukan Albarca dan kita juga sebenarnya bukan teman, kan?" kata Javier memang benar, sebenarnya mereka berdua bukan teman. Mereka kebetulan bersama karena keadaan yang sama yaitu karena Ariana.


"Baiklah Yang Mulia Raja yang terhormat, sekarang saatnya bicara serius." Javier tiba-tiba saja menghentikan langkahnya begitu saja. Dia menatap Asteorope yang berada di depannya.


"Apa?"


"Bagaimana bila kita kembali ke dunia kita dan menghilang lalu kita tidak bisa kembali lagi kesini lagi?"


Pertanyaan Javier sungguh membuat Asteorope bimbang, ia tak bisa langsung menjawab pertanyaan dari pria itu. Tangannya mengepal kuat, dalam hati ia memang ingin kembali ke dunianya karena walau bagaimanapun juga dia adalah seorang Raja yang memiliki tanggungjawab terhadap rakyatnya dan ia harus kembali. Tapi ia ingin kembali bersama Ariana.


"Yang Mulia Raja?"


"Itu tidak akan terjadi," jawab Asteorope yang dia sendiri ragu.


...****...

__ADS_1


__ADS_2