
...πππ...
Stella menghempaskan tubuh Michael yang sudah lemah itu ke atas ranjang di sana. Michael terkejut sambil memegangi kepalanya. Tubuhnya membuncah dengan rasa panas yang luar biasa.
"Kau sudah gila Stella!" bentak Michael dengan segenap tenaga yang dimilikinya.
"Yang mulia putra mahkota, anda tenang saja...saya akan memberikan kenikmatan dunia kepada anda yang tidak pernah anda dapatkan dari putri penjahat itu!" Stella sudah memiliki kebesaran hati bahwa dirinya akan menjadi putri mahkota setelah ini dan menggantikan posisi Roselia.
Dengan berani gadis itu membuka kancing baju yang dikenakan oleh Michael, tubuh mungil Stella menindih pria itu sehingga Michael tidak bisa bergerak dengan leluasa.
"Yang mulia..." Stella mendesah lalu mendekatkan wajahnya pada dada bidang Michael, namun saat akan mendekat. Tiba-tiba saja tangannya dengan kuat di pelintir.
"AKHHH! Lepaskan aku!"
Mata Stella melebar, dia terkejut ketika Michael yang setengah tidak sadar itu berhasil membalik keadaan. Kini Stella berada di bawah tubuhnya dan Michael mengunci kedua tangan Stella.
Bagaimana bisa? Ramuan cinta itu sangat kuat.. bagaimana bisa dia lepas dari ramuan cinta dari penyihir itu?
Stella terlihat panik, tubuhnya tidak bisa bergerak. Dan malah dia yang tiba-tiba memanas, dia merasakan tubuhnya begitu aneh.
"KAU! Ternyata lebih busuk dari yang ku kira, aku pikir kau hanya kotoran...ternyata kau sampah. Hah! Apa yang membuat wajahmu seperti itu? Apa kau bertanya-tanya kenapa aku bisa tahu semuanya? Karena aku tidak BODOH!"
Beberapa menit sebelumnya sebelum jamuan makan siang. Terlihat Stella berada di dapur istana dan kebetulan saat itu, Pierre sedang berada disana juga. Pierre melihat Stella pergi ke dapur dan mengelabui dayang istana disana. Lalu dia mencampurkan sesuatu dari botol ke dalam salah minuman dengan cangkir teh khusus putra mahkota.
__ADS_1
Saat itulah Pierre melaporkan hal ini pada Michael, pria itu sangat marah lalu perintahkan Pierre untuk menuangkan minuman itu ke dalam cangkir Stella. Jadi, Michael sama sekali tidak terpengaruh dan dia hanya berpura-pura saja.
"Ja-jadi..."
"Jika kau pria, aku pasti sudah__"
BRAK!
Tiba-tiba saja pintu ruangan ikut terbuka lebar. Michael langsung menoleh ke arah pintu, matanya terbelalak melihat semua orang sudah berada disana. Termasuk Roselia, tunangannya.
Michael dan Stella berada di dalam posisi yang bisa membuat salah paham. Stella berada di bawah kungkungan tubuh Michael dan penampilan mereka tampak berantakan, terutama bagian rambut.
"PUTRA MAHKOTA!" ujar Raja Alfonso dengan suara yang menggelegar. Jangan tanyakan lagi bagaimana raut wajah dan tatapan matanya saat ini pada calon pewarisnya, dia murka amat murka.
"I-ini semua tidak seperti yang kalian pikirkan...wanita ini, dia__" Michael terdiam melihat raut wajah Roselia yang tidak menunjukkan kemarahan dan malah datar saja. Seketika hatinya seperti di hujam godam yang berat.
Kenapa Roselia? Kenapa kau tidak terlihat marah ataupun cemburu?
Roselia memandang Michael dengan datar, jujur hatinya memang terluka tapi bukan luka seperti itu. Luka karena kecewa karena setelah ini mungkin perjanjian diantara mereka akan berakhir. "Jadi seperti ini caramu mendapatkan Michael, Stella? Tapi...kalau Stella menjadi permaisuri, lalu bagaimana denganku? Apa dia akan membunuhku sama seperti cerita aslinya? Bukankah ini tidak boleh terjadi?"
Pikir Roselia dalam hatinya, bingung.
Meski dalam keadaan lemas Stella bangkit dari tempat tidur itu, lalu dia duduk berlutut didepan sang Raja sambil menangis. "Yang mulia...yang mulia putra mahkota, dia sudah melecehkan saya dan menaruh sesuatu pada minuman saya.. hiks...hiks..." Stella terisak sambil berpura-pura merapikan bajunya yang padahal tidak apa-apa itu.
__ADS_1
Dan dimulailah drama...
Derrick menghampiri adiknya dan memegang tangan adiknya dengan cemas. "Yang mulia putra mahkota, saya tidak menyangka bahwa anda akan melakukan ini kepada adik saya! Meskipun anda adalah putra mahkota negeri ini, tapi saya tidak bisa membiarkannya begitu saja. Yang mulia Raja, yang mulia Ratu, saya mohon keadilan untuk kedua adik saya, Stella dan juga putri mahkota!" tegas Derrick pada Raja dan Ratu.
Sementara Raja terlihat murka, ratu tampak resah dengan tatapan semua orang pada putranya. Kejadian ini mungkin tidak masalah bagi orang biasa, tapi masalahnya keluarga kerajaan yang mengalami kejadian ini dan itu sangat memalukan.
"Hiks...kakak...hiks..." Stella semakin terisak dan memeluk kakaknya. Derrick juga balas memeluknya.
Tanpa mempedulikan perasaan Stella, Michael malah menghampiri Roselia yang masih berdiri mematung didepan pintu dengan tatapan resah. Padahal tadi dia terlihat datar dan sekarang dia terlihat tegang.
"Rose....ini tidak seperti yang kau pikirkan. Kumohon percayalah padaku! Wanita ini dia bermain drama!" Seru Michael sambil memegang kedua tangan Roselia.
Stella, kau benar-benar drama queen.
Asteorope menatap tajam pada Michael, jangan tanyakan bagaimana hatinya saat ini. Dia cemburu melihat tangan Michael merengkuh tangan kekasihnya dengan erat. Tapi yang lebih membuatnya sakit, kenapa Roselia seperti sedih dan sepertinya perasan sedih itu tak dibuat-buat.
Jachan...kenapa kau terlihat sedih? Apa kau cemburu pada putra mahkota? Apa kau jatuh cinta padanya?
Tiba-tiba saja Roselia melihat seorang wanita berwajah sama sepertinya berdiri di hadapannya. "Kau harus membuatku bahagia Ariana...singkirkan dia!" tunjuk wanita itu pada Stella dengan penuh kemarahan.
Wah siapa wanita ini ya?
Tunggu jawabannya di next bab...aku bakal up lagi malam ini, aku tunggu komen, gift sama vote nya ya kakakk kakak yang baik βΊοΈ maaf kadang aku gak balas komen, kadang aku gak lihat komennya dan ada komen yang kehapus sistem πβ€οΈ sambil nunggu up lagi, mampir dong ke novel baruku judulnya BELENGGU CINTA PAPA ANGKATKU.. masih sepi nih βΊοΈβΊοΈ
__ADS_1