
...🍀🍀🍀...
Malam itu ketika akan menutup matanya untuk beristirahat, Roselia dikejutkan dengan berita yang datang dari Doris bahwa sekarang Stella adalah nona muda bukanlah pelayan lagi.
"Bagaimana bisa si wanita j*lang itu adalah adik tuan muda Derrick yang baik hati? Huh! Aku tidak terima dia menjadi nona muda, wanita penggoda itu tidak pantas menjadi nona muda." gerutu Doris sebal sambil menggigit bibirnya dengan gemas. Entah sudah berapa kali Doris membicarakan tentang Stella. Sepertinya Doris sangat membenci Stella karena beberapa kali Doris sempat memergoki Stella mencoba menggoda Michael yang notabenenya adalah tunangan nonanya.
Roselia menghela nafasnya, lalu dia terkekeh mendengar semua ocehan Doris. "Doris, sabarlah...kau jangan terlalu membencinya nanti kau bisa menjadi cinta."
"Yang mulia bagaimana mungkin hal itu terjadi!" Doris langsung membantah ucapan Roselia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Keningnya berkerut dan bibirnya mengerucut, membuat Roselia tertawa.
"Hahaha...sudahlah, kau jangan sampai membencinya seperti itu. Pepatah mengatakan, bahwa ketika kau membenci seseorang dengan sangat maka besar kemungkinan kau untuk jatuh cinta padanya." beo Roselia seraya tersenyum pada Doris.
"Tapi aku rasa hal itu tidak berlaku padaku,"
Suara seorang pria dari balik jendela kamar itu membuat Roselia dan Doris menoleh ke arah suara yang tiba-tiba saja muncul di antara obrolan mereka berdua.
"Tuan--yang mulia Raja Albarca!" Hampir saja Doris keceplosan saat akan memanggil Asteorope. Tak lupa Doris membungkukkan setengah badannya seraya memberi hormat.
Astaga! Selama ini aku selalu bersikap tidak sopan kepada Raja Albarca, bagaimana ini?
"As... maksudku yang mulia Raja!"
Pria tampan itu kini sudah berada di belakang Roselia, dia berjalan mendekat ke arah Rosalia yang tengah duduk di ranjang.
"Kenapa tidak panggil sayang saja?" goda pria itu sambil tersenyum lebar dan duduk tepat di samping Roselia tanpa persetujuannya terlebih dahulu. Ya, Asteorope memang selalu seperti ini apalagi setelah dia menjadi kekasih dari putri penjahat itu. Dia tidak ragu untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada gadis pujaan hatinya.
Prak!!
"As!" Tepukan cukup keras mendarat di tangan kekar pria itu dari tangan kecil Roselia.
"Hehe, baiklah permaisuriku...jadi kau malu?" tanya Asteorope dan lagi-lagi pria itu menggoda kekasihnya.
Doris bisa melihat kedua netra yang saling bertatapan dengan penuh cinta itu dan Asteorope. Terbesit didalam hatinya, rasa kasihan pada Michael yang juga jatuh cinta pada Roselia, namun karena sikap jaim pria itu dan akhirnya Asteorope yang lebih cepat menyatakan cintanya pada Roselia.
__ADS_1
Apakah semua sudah terlambat untuk Michael?
"Doris, apa kau baik-baik saja?"
"Tidak yang mulia, ah maksud saya...saya baik-baik saja!" wanita berkepang dua yang sudah seperti adik bagi Roselia itu menggelengkan kepalanya dengan bingung. Wajahnya tampak tegang ketika Asteorope menatapnya.
"Jachan, kenapa Doris menatapku seperti itu? Aku kan bukan singa ataupun harimau, sehingga dia harus takut begitu." bisik Asteorope pada Roselia.
"Hehe...dia tadi bercerita, kalau dia sangat terkejut manakala mengetahui identitasmu. Kau tau sendirilah, kalau selama ini terkadang Doris bersikap tidak sopan kepadamu." jelas Roselia pada kekasihnya.
"Oh begitu?"
Asteorope pun tersenyum jahil, tak lama kemudian wajahnya berubah menjadi serius dan dia menatap Doris dengan atensi yang begitu tajam. Doris bahkan sampai tidak berani mengangkat kepalanya.
"Doris...apa kau tau apa kesalahanmu?" tanya Asteorope dengan nada suara yang datar namun tegas.
Brugh!
Roselia menatap kekasihnya, alisnya menyatu begitu saja. Lalu Asteorope menggelengkan kepalanya tanpa bicara. "Fyuh...baiklah permaisuriku, aku paham."
Asteorope kemudian mendekati Doris, lalu dia membantu Doris berdiri. Dia tidak mungkin tega membuat satu-satunya orang yang sangat disayangi oleh Roselia terluka atau bersedih.Yang ada dia malah kena marah oleh Jachannya itu.
Doris terlihat terisak bahkan bulir-bulir bening mulai jatuh membasahi pipinya, sungguh dia sangat takut dengan Asteorope. "Hei! Aku belum menjelaskan apa kesalahanmu dan kau sudah meminta maaf?"
"Ta-tapi saya sudah bersikap tidak sopan kepada yang mulia." Doris terisak.
"Aku akan memaafkan kesalahanmu yang satu itu akan tetapi untuk kesalahan yang satu ini dan yang akan aku sebutkan tidak mudah untuk dimaafkan," kata Asteorope mewanti-wanti.
Doris mendongakkan kepalanya lalu berusaha menghentikan air matanya. Dia terlihat bingung dengan apa yang dikatakan oleh Asteorope. "Kesalahan apa yang mulia?"
"Kesalahanmu adalah tidak selalu menemani permaisuriku, hingga dia pun celaka dan sampai sakit seperti ini. Padahal sakit sama sekali tidak ada di dalam kamusnya, dia kan barbar dan selalu memukul ketika bertemu denganku dan kau lihatlah sekarang Doris? Dia bahkan tidak memiliki tenaga!"
Doris dan Roselia langsung pergi saat mendengar candaan dari Asteorope. Suasana pun berubah menjadi lebih hangat. Doris pun berjanji pada Asteorope bahwa dia akan selalu berada di sisi nonanya agar Nona nya tidak celaka lagi. Dia juga akan membuat Roselia bertenaga. Setelah cukup lama berbincang bertiga di kamar itu, Doris yang mengerti situasi langsung pergi dari sana meninggalkan pasangan kekasih itu berdua untuk saling melepas rindu.
__ADS_1
"Yang mulia, kalau begitu saya pergi dulu!"
"Tidak! Kau disini saja Doris, biar As saja yang pergi." kata Roselia melarang.
"Aku baru saja datang dan kau untuk pergi dari sini?" tanya Asteorope kesal.
"Nanti tuan Peter akan menunjukkan wajah kesalnya lagi kepadaku, kalau kau terlalu berlama-lama di sini denganku." cetus Roselia mengingat beberapa kali Peter menatapnya dengan tajam saat ia berdekatan dengan kekasihnya sendiri. Ia sudah tau bahwa Peter memang tidak menyukainya.
"Si Peter itu...astaga...orang jomblo tidak akan paham apa arti cinta anak muda."
Sepertinya nanti aku mencarikan seorang wanita untuknya, agar dia tidak sibuk untuk mencampuri segala urusanku.
"Ternyata yang mulia Raja adalah orang yang sangat menyeramkan dan juga orang yang memiliki hati lapang." gumam Doris sambil berjalan dan tersenyum.
Brugh!
"AKHHH!!"
Doris terkejut manakala dia menubruk seseorang di depannya dan tubuhnya oleng seketika. Namun saat Doris akan terjatuh, lengan seorang pria melingkar di tubuhnya dan menahannya. Sontak, kedua netra mereka pun bertemu dan saling berpandangan.
"Tu-tuan Peter..."
Peter terdiam beberapa saat, ketika dia memandang wajah cantik dan polos dari Doris si pelayan Roselia. Tiba-tiba muncullah perasaan yang tidak biasa dan karuan di dalam hatinya.
Kenapa mendadak jantungku seperti ini? Apakah dia punya sihir hitam sama seperti putri mahkota menyebalkan itu?
...****...
Sorry, chapter Stella dan Michael kepotong...di bab berikutnya yah guys, semoga review tidak lama...Btw apakah Peter akan jadi jomblo seumur hidup? 😁😁
By the way, daripada bosen nunggu...mampir dulu sini ya 😁 Karya Tihat BASTI, keren banget dan bikin baper
__ADS_1